
"Oya kenalkan ini istri ku Imma dan putra pertama ku Faro".
"Halo jagoan TOS dulu"
"Taaaak" kedua tangan Faro dan Bayu bertautan tetapi tidak terasa sakit.
"Selamat siang mbak Imma".
Imma mengangguk dan menyatukan tangan di dada nya, baru pedagang toge goreng itu membawa dua piring yang dipesan Faro tadi.
"Umi pesan untuk di makan disini?".
"Tadi Faro yang pesan dua piring Abi".
"Oooo ya sudah.ayo dimakan, lebih nikmat jika masih hangat, satu buat Faro ya".
"Faro tidak suka Bi, Faro pesan bakso saja di situ, buat Abi aja itu".
Faro memesan bakso yang berada di samping rombong toge goreng.
"Bayu aku duluan makan ya".
"Ya silahkan....".
Ken meletakkan piring di samping meja Imma kemudian mengambil piring yang di pegang Imma.
"Sini Abi suapin, tidak enak kalau makan sendiri".
Satu piring khusus di habiskan oleh Imma karena di suapin Ken, dan yang satu piring lagi di makan berdua, Faro duduk di samping uminya dan makan dengan lahap baksonya.
"Mau di suapin sayang"?"
"Tidak usah umi terima kasih".
Bayu menatap tajam kepada Ken dan istrinya. "romantis sekali Kenzie ini, seperti cinta banget sama istrinya" gumamnya dalam hati.
Ternyata Bayu memesan toge goreng nya di bungkus, setelah mendapatkan pesanannya berpamitan kepada Ken.
"Kenzie aku pamit dulu dirumah istri ku juga sedang hamil, dia sedang menunggu ku, lain kali kita bertemu lagi".
"Ya silahkan.... Nanti mampir ke Imma kafe saja, aku tinggal di sebelah nya".
"Ok pasti, daaaa jagoan".
"Da juga Om Bayu".
Bayu berlari kecil menuju motor yang di parkir di pinggir taman kota itu, Ken hanya memandangi Bayu dengan sedikit heran.
"Kenapa Abi, kok segitunya memandangi temannya?".
"Abi heran padahal dulu Bayu itu pegangannya Lamborghini umi, kok sekarang motor metik?".
"Sudah lah kita pulang yok sudah kenyang kan, Faro mau pingin beli apa lagi?".
"Tidak Abi, Faro sudah kenyang juga".
Mereka pulang dengan perut yang kenyang, sampai dirumahnya Faro langsung istirahat dan tidur siang.
Di dalam kamar Imma duduk di sofa panjang meluruskan kakinya, terasa pegal juga berjalan setengah hari aja rasanya, Imma beristirahat sebentar disana.
__ADS_1
"Istirahat aja umi....Abi mau ke ruang kerja dulu ya".
"Ya Abi.... Jangan lupa istirahat juga jangan terlalu capek"
Pada tengah malam saat semua terlelap dalam mimpi indahnya, Imma terbangun karena merasa lapar perutnya.
Tangan Ken yang melingkar di pinggang Imma dilepaskan dengan pelan pelan supaya tidak terjaga dari tidurnya.
Imma turun dari tempat tidur, di meja biasanya ada makanan kecil atau buah, tapi ternyata habis sudah di makannya sore tadi bersama Faro.
Imma keluar kamar turun tangga menuju dapur, membuka isi kulkas, mencari apa ada yang bisa di makannya, ternyata hanya ada sayuran, susu, telur dan selai adanya.
Imma membuka pintu kulkas atas ada berbagai macam ikan tetapi masih beku, lama jika ingin memasaknya.
Di tutup nya kembali pintu kulkas atas itu, dan membuka pintu yang bawah mengambil telur, daun bawang, Imma siap membuat omelette telur.
Sedangkan Ken terbangun saat merasakan tidak ada Imma disisinya, Ken melihat meja kosong biasanya Imma duduk di sofa panjang sambil makan camilan atau buah.
Dengan cepat Ken keluar dari kamar turun tangga menuju dapur.
"Honey.... Sedang apa?".
"Aaaa.. Abi bikin kaget aja, umi lapar mau buat omelette telur"
"Umi duduk aja, Abi yang buat tetapi diajari dari situ ok".
Mulailah Ken meracik semua yang di intruksi kan oleh Imma, setelah adonan siap Ken menyalakan kompor.
"Yang kecil aja apinya Bi, biar matangnya merata".
Kemudian panci teflon dioleskan margarin sedikit setelah panas barulah adonan di masukkan, ditutup nya sebentar lalu di balik.
"Abi... harum sekali baunya cepat sini, umi tidak sabar"
Ken membawa piring saji di tangan kiri dan teflon omelette di tangan kanannya, di letakkan omelette itu di atas piring saji.
"Eeeeit sebentar Abi Foto dulu, kita berdua juga foto Selfi".
"Abi cepat....umi tidak sabar lagi".
Tetapi belum sempat memakan omelette itu ada suara kaki mendekati mereka.
"Umi... suara apa itu?".
Ken memeluk Imma dengan erat, mereka berdiam sebentar mendengar suara langkah kaki, karena hening dan sepi sudah terlalu larut malam menjadikan suara itu lebih jelas.
"Kalian sedang apa?".
"Haaaaa" Ken dan Imma menjerit kaget bersama.
"Uthi Sumi bikin kaget saja" ucap Ken sambil memegang dadanya.
"He he he.... Umi lapar Uthi, buah dan camilan umi habis, ini baru di buatkan omelette sama Abi" cerita Imma sambil tersenyum.
"Oooo ada yang bisa uthi bantu?".
"Tidak usah, ini sudah matang, Uthi mau coba?"
"Tidak.... uthi cukup mau ambil air putih, sudah lanjutkan, kalau sudah selesai cepat tidur".
__ADS_1
"Ya.... Uthi..".
"Panas honey.... Sabar".
Ken menyuapi Imma dengan telaten, sesekali Ken juga ikut makan omelette telur itu.
"Top markotop masakan Abi, nanti umi di buatkan lagi ya?". Imma mengusap pipi Ken dengan lembut.
"Tapi ada bayaran nya"
"Uang umi tidak banyak, justru uang Abi lho yang banyak"
"Tidak pakai uang lah bayar nya"
Ken mengedipkan matanya sambil tersenyum dengan penuh arti.
"Nah.... malah mulai lagi".
Tangan kanan Ken menyuapi Imma, sedangkan tangan kirinya menyusup masuk di balik baju tidur yang Imma kenakan.
"Sudah habis ayo keatas, waktunya bayar omelette telur yang top markotop".
"Boleh hutang dulu nggak?".
"Mana ada orang makan di hutang, sudah masuk perut makanannya, harus bayar Sekarang lah".
"Sudah malam Abi, besok Abi kesiangan, memang Abi tidak ngantuk?".
"Tidak usah mencari alasan, Abi malah jadi gemes".
Sesampainya di kamar Imma langsung rebahan di tempat tidur big size nya.
"Jangan tiduran dulu, habis makan, sini ayo olahraga malam dulu pipi tembem".
"Pipi umi tembem kah sekarang, jadi gemuk ya Abi.....umi gemuk kah Abi?".
"Tidak usah sensi.... honey tidak gemuk, justru Abi suka umi yang tambah seksi"
"Apa itu seksi.... bilang aja sekarang umi gemuk" kata Imma sambil mengerucutkan bibirnya.
"Umi ...... tau nggak kalau muka nya jutek begitu Abi jadi inget waktu pertama kali Abi jatuh cinta sama umi?".
"Emang kapan Abi pertama kali jatuh cinta sama umi?".
"Rahasia...mau tau atau mau tau banget?".
"kapan Abi......sayang..... kapan?".
"Baiklah.... baiklah...tapi panggil nya sayang terus ya, Abi suka".
"Iya deh... cepat katakan".
"Itu saat umi memilih kaos Pororo di mall, tatapan mata umi aduuuuuh, muka yang sedikit jutek, jantung Abi langsung berdebar kencang, Abi aja langsung mengikuti umi sampai rumah".
"Berarti waktu Abi datang ke Imma bakery pesan kue box waktu itu modus dong?".
"Memang.... salah siapa di ajak kenalan malah nyebut nama umi nya Faro, bukan nama aslinya, Abi kan jadi tambah penasaran".
Ken semakin mengeratkan pelukannya, sampai menjelang pagi menikmati keindahan cinta dan kenikmatan dunia sebagai suami istri.
__ADS_1