Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 139 Baby Ezo


__ADS_3

"Kita periksa dulu ya, berhenti dulu mesra-mesraannya, nanti bersambung lagi" celoteh dokter Tanti dengan sedikit tersenyum.


Dokter Tanti memeriksa dengan teliti ternyata sudah pembukaan lengkap dan si bayi sudah siap untuk minta keluar, tetapi dokter Tanti melirik Ken yang meneteskan air matanya jadi tersenyum.


"Pak Ken, jika tidak tahan melihat ini semua boleh nunggu di luar, tidak apa-apa kok" tawar dokter Tanti.


"Tidak dok, saya kuat kok, tenang saja, saya hanya tidak tahan saja istriku kesakitan" jawab Ken mantap.


"Baiklah, ini sudah pembukaan lengkap ayo bersiap siap, suster tolong di persiapkan semuanya!" perintah dokter Tanti.


"Pak Ken, coba anda naik di brankar duduk di belakang istrinya, peluk dari belakang untuk menguatkan ibu ya!" Kata dokter Tanti lagi.


Ken perlahan naik ke brankar membuka kakinya menempatkan tubuhnya di belakang tubuh Imma memeluknya erat sambil tersenyum simpul.


"I love you honey, ayo kita berjuang bersama demi Kenzo" kata Ken sambil mengecup telinga Imma dengan mesra.


"Ibu Imma nanti jika ingin seperti buang air besar, bilang ya" perintah dokter Tanti.


"Dokter sepertinya aku ingin---" kata Imma tidak melanjutkan ucapannya.


"Bu, ambil nafas panjang dulu baru mengejan yang kuat ya" kata dokter Tanti.


"Ayo tarik nafas kuat, baru dorong....." Perintah dokter lagi.


"Aaaaaaaa. huf....huf...huf" nafas Imma dengan tersengal sengal.


"Honey... tangannya pegang lengan Abi yang kuat biar nanti lebih kuat, ayo semangat!" Ken memberi semangat.


"Ayo ...... Mau mulai lagi dok" teriak Imma.


"Tarik nafas dulu Bu" perintah dokter Tanti dengan tegas.


"Aaaaaaa.....aaaaaa".

__ADS_1


"Oek......oek......oek".


Suara tangisan bayi begitu kencang terdengar, mata Ken semakin deras, air matanya menganak sungai memandangi bayi yang masih berlumuran darah menangis suara sangat kencang.


"Terima kasih honey, terima kasih putra kita sehat, lihatlah suaranya sangat kencang kayak kakaknya" ucap Ken dengan berkali kali mengecup keningnya.


Imma menganggukkan kepalanya tersenyum bahagia sambil mengusap air mata suaminya yang tidak henti hentinya menetes.


"Suami tersayang umi ternyata cengeng sekali ya" goda Imma dengan mengusap kedua pipinya.


Datang seorang suster dengan menggendong baby yang tampan dengan rambut yang lebat hitam, hidung mancung persis seperti abinya.


"Bapak, ibu ini putranya sudah ganteng silahkan di Azani terlebih dahulu" kata suster itu dengan mengulurkan baby dengan perlahan.


Ken menggendong baby ganteng itu dan meng-azani di telinga kanan dan Iqomah di telinga kiri dengan perlahan.


Setelah selesai baru baby itu skin to skin dengan uminya untuk belajar mencari ASI untuk pertama kalinya, ternyata baby itu dengan cepat mengisap ASI-nya.


"Honey, kenapa cepat sekali ketemunya, persis seperti abinya aja, itu terus yang dicari" bidik Ken di telinga Imma.


"Auw.....auw sakit honey" gerutu Ken mengusap lengannya sendiri dengan suara manja.


Imma hanya terkekeh mendengar celotehan Ken yang begitu bahagia dengan kehadiran babynya yang tampan.


"Oya siapa nama tambahan setelah Kenzo, sayang?" tanya Imma penasaran.


Ken berpikir sejenak mengerutkan keningnya, nama apa untuk putranya itu, kemudian mengingat nama anaknya Sandi yang ada gabunganya antara Sandi dan Mely.


"Nama Abi dan umi kita gabung ya untuk nama tengah, jadi namanya KENZO ZIMMA WIGUNA" ide Ken.


"Zimma itu singkatan dari Kenzie dan Imma, betulkah sayang, bagus juga?" tanya Imma pemasaran.


"Betul sekali, kita panggil baby Ezo ya honey" pinta Ken lagi.

__ADS_1


Sudah kenyang baby Ezo mendapatkan ASI, Ken menggendong bayi tampan itu di bawa keluar ruang bersalin untuk di tunjukkan kepada orangtuanya yang sedari tadi menunggu dengan gelisah di luar ruang bersalin.


Ternyata diluar sudah banyak yang menunggu, Papi Bastian, Mami Winda, Rama, Kemmy, Sandi, Heri Pranoto dan juga Uthi Marni.


Ken keluar ruangan dengan senyum yang mengembang, di sambut oleh keluarga besar dengan senyum yang mengembang pula.


"Waaah, tampannya cucu Uthi Mami, namanya siapa Ken?" tanya Mami Winda sambil mengusap rambut lebat bayi itu.


"Kenzo Zimma Wiguna panggil saja baby Ezo" jawab Ken dengan bahagia.


Hampir menjelang pagi saat mereka berkumpul melihat baby Ezo dengan bahagia, setelah selesai di bersihkan Imma di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP diikuti oleh seluruh keluarga yang setia menunggu saat sebelum baby Ezo di lahirkan.


Sudah dua hari ini Imma di rumah sakit, badannya sudah mulai fit lagi, tidak seperti waktu melahirkan Fia dengan operasi Caesar, yang membutuhkan waktu lama untuk pulih dari jahitan bekas operasi Caesar itu.


Melahirkan dengan normal lebih cepat sehat ternyata, membuat Imma menjadi bahagia bisa merasakan menjadi seorang ibu seutuhnya, apalagi baby Ezo begitu di sayangi oleh Abang dan kakaknya, lengkap sudah kebahagiaannya.


Dua hari setelah melahirkan Imma dan baby Ezo diperbolehkan pulang, semua keluarga menyambutnya dengan suka cita, tidak terkecuali keluarga besar Tomy Sanjaya setelah di berikan kabar dan di kirimkan foto foto baby Ezo oleh Imma setelah sepulang dari rumah sakit.


Memang setelah semua keluarga besar Tomy Sanjaya mengetahui keberadaan anak laki-laki dari Dona Sanjaya mereka sering berinteraksi baik melalui vedio call ataupun mampir saat berada di Jakarta.


Sudah beberapa kali baik Tomy Sanjaya sendiri ataupun Ameera Safitri mengunjungi keluarga Ken yang berada di Jakarta saat mereka berada ada pekerjaan di Jakarta.


Sebenarnya ada ketakutan tersendiri di hati Imma dan Ken dengan kedekatan mereka, bukan cemburu ataupun iri tetapi murni karena ingin melindungi anak laki-laki itu dari orang orang yang tidak menginginkan keberadaannya, juga ingin melaksanakan amanah terakhir ibu Lestari atau ayah Dona.


Mendapatkan kabar dari Imma bahwa putranya sudah lahir, keluarga Tomy Sanjaya langsung memesan tiket pesawat untuk mengunjungi keluarga Ken di Jakarta Minggu ini, padahal rencananya Ken dan Imma baru akan mengadakan syukuran dan Aqiqah Minggu depan.


Yang berangkat ke Jakarta lebih awal hanya tiga orang yaitu Mama Nadia, Dini dan Ameera, mereka begitu bahagia menyambut kehadiran baby Ezo sebagai cucunya sendiri.


Setelah tiba di Jakarta menuju ke apartemen nya mereka beristirahat sejenak, baru mengunjungi keluarga Ken jika siang sampai sore hari, dan pulang jika sudah malam hari, itu dilakukan hampir satu Minggu ini.


Inilah yang membuat Leo Bardan semakin mencurigai kedekatan antara keluarga Tomy Sanjaya dengan keluarga Kenzie Wiguna, sehingga membuat Leo Bardan dan anak buahnya lebih intens mengawasi gerak-gerik mereka.


Ken mengetahui jika keluarganya di awasi gerak-geriknya oleh beberapa orang, hanya saja orangnya itu-itu saja tidak pernah bergantian, sehingga anak buah Ken mulai hafal, tetapi selama tidak mengganggu, Ken melarang mengusik mereka, yang penting keselamatan keluarga terutama keselamatan Faro.

__ADS_1


Niatnya Leo Bardan ingin segera menyelidiki tentang kedekatan kedua keluarga itu, tetapi untuk sementara waktu tidak bisa di lakukan karena adanya masalah perpecahan kepemimpinan yang sedang di hadapi oleh Leo Bardan dalam kelompoknya


__ADS_2