Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 46 Persiapan Resepsi


__ADS_3

"Umi.....umi.... bangun, Palo datang......".


Faro membuka pintu kamar Imma yang memang dari pagi tidak di kunci, Imma masih berbaring di tempat tidur dan di peluk oleh Ken dalam satu selimut yang sama.


"Umi kok ada Abi di tini, umi tatit?".


Faro memegang pipi, dahi dan kaki uminya dengan cepat, sepertinya Faro takut kalau uminya itu sakit lagi karena ada Ken di samping tidur Imma.


"Faro ganteng, umi tidak sakit kok, mulai sekarang Faro, umi, dan Abi tinggal bareng, kita jaga umi sama sama ya, agar umi tidak sakit lagi".


Faro hanya menganggukkan kepalanya saja tanda setuju, karena tidak ingin terpisah dari uminya yang disayangi nya.


"Honey mandi bareng yuk".


Ken berbisik di telinga Imma, mata Imma melototi Ken yang usil berbisik di telinga nya.


"Enggak ah... nanti Abi modus lagi, Faro sudah mandi sayang?".


Imma berucap itu sambil bangun dan duduk di tempat tidur nya, sedangkan Ken masih berbaring di tempat tidur.


"Palo tudah danteng dan halum umi, tadi uthi mami yang mandiin".


Celoteh Faro sambil ikut naik ke tempat tidur dan melihat Abi nya hanya mengenakan celana pendek saja tanpa memakai baju.


"Abi.. mandi tana, Abi bau... tidak pakai badu duga"


Imma hanya tersenyum mendengar protes Faro kepada Ken, kemudian Ken bangun juga dan berjalan ke kamar mandi sambil berkata.


"Baiklah ganteng, Abi mandi dulu ya".


Faro duduk disamping Imma dan memeluk nya sambil bercerita panjang lebar tentang kamar baru yang di buat kan oleh papi Bastian.


"Banak banak mobil na umi, Palo tuka".


"Iya sayang Faro harus pintar ya, jangan nakal kalau Faro di rumah akung papi".


"Iya umi, boleh tah palo bobok tana lagi?".


"Boleh ganteng, biar Abi yang jaga umi, Faro kan harus jaga kamar Faro yang baru".


Jawab Ken yang baru keluar dari kamar mandi dan tersenyum sambil mengedipkan mata nya.


"Abi mulai lagi modus nya".


"Untuk sementara aja umi, nanti kalau kita sudah pulang dari bulan madu baru kita tinggal bersama ya.. ya....ya".

__ADS_1


Ken mengucapkan itu dengan berbisik di telinga Imma agar Faro tidak mendengar, dan duduk di samping Imma dan tangannya menarik tangan Imma dan meletakkan di balik handuk itu.


"Abi...... nanti di lihat Faro malu"


Imma menarik tangan nya dengan cepat dan berjalan ke kamar mandi tetapi sebelum itu mencubit pinggang Ken dengan keras.


"Auw......auw.... sakit umi"


"Abi ada apa,.... apa na yang tatit?".


Faro merasa heran karena Ken merasa kesakitan tetapi mulutnya tersenyum.


"Ini Faro ganteng, kaki Abi tadi terinjak oleh umi, tidak apa-apa sekarang sudah tidak sakit lagi".


Setelah memakai baju, Ken mengajak Faro keluar kamar untuk menemui Papi Bastian dan Mami Winda di ruang keluarga.


"Waduh.....ada aura gimana gitu ya.... "


Mami Winda menggoda Ken yang baru saja tiba di ruang tamu itu, sedangkan Ken hanya tersenyum tanpa ekspresi apapun.


"Bagaimana Ken sudah belah duren nya?"


Gantian papi Bastian menggoda Ken sambil memukul punggung putranya itu dengan penasaran.


"Pi, nanti saja Ken ceritakan ya..., yang jelas dia masih virgin, saat bersama Ken"


"Abi.... itu MUA nya sudah datang, mana uminya?" kata uthi Sumi yang datang dari luar rumah.


"Uthi Sumi terima kasih banyak telah menjaga istriku dengan baik selama ini".


Ken memeluk erat uthi Sumi selayaknya anak kepada ibunya yang menyayangi nya.


"Sudah tahu sekarang bagaimana umi kan?"


"Iya uthi Sumi, terima kasih banyak, Abi sangat beruntung dan bahagia dengan putrimu itu, sekali lagi terima kasih"


uthi Sumi hanya tersenyum saja, uthi Sumi tahu betul apa maksud dari Ken yang mengucapkan terima kasih tiada hentinya, Ken kemudian berlari menuju kamar dan ingin memanggil Imma yang tadi di tinggalkan saat itu sedang mandi.


Sedangkan saat Ken ke kamar, Faro lagi di interogasi oleh Kemmy yang penasaran apa yang terjadi di kamar Saat Faro masuk kamar Imma.


"Faro tadi dikamar umi dan Abi mu lagi ngapain?".


"Tante Temi tantik... itu umi tama Abi yagi bobok beldua".


"Terus Abi boboknya pakai baju tidak?".

__ADS_1


"Abi pate telana pendek aja, tidak pate Badu".


Semua tertawa bersama-sama mendengar cerita Faro yang jujur dan Kemmy yang usil.


"Kemmy sudah lah jangan tanya macam macam, bawa Faro main sana".


"Iya papi, baiklah, ayo Faro kita main".


Ken yang sudah di dalam kamar mencari Imma, ternyata baru keluar dari kamar mandi dan sudah rapi menggunakan baju blus sederhana berwarna biru.


"Umi.... kok pakai bajunya di kamar mandi sih, lain kali di luar aja jangan bawa baju kedalam kamar mandi takut nya jatuh dan basah".


"Abi juga tidak bisa melihat pemandangan yang indah kan".


Imma hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Ken langsung duduk di kursi kecil dekat meja rias yang berisi make up, dan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Sini Abi yang mengeringkan rambut umi".


Dengan telaten Ken mengeringkan rambut Imma dan mengusap nya dengan lembut.


"Tidak usah berdandan honey, itu MUA sudah datang, mau merias umi, untuk resepsi pernikahan kita nanti siang".


Tetapi setelah mengeringkan rambut Imma Ken malah menggoda Imma dan mencium punggung nya dari belakang memberikan tanda kepemilikan di sana.


"Abi.... jangan di situ... nanti dilihat banyak orang, malu uminya".


"Maunya dimana?, disini, disini atau disini".


Ken mencium bibir, leher dan bagian gunung kembar Imma dengan penuh gairah. seperti candu bagi Ken jika dekat Imma, padahal baru tadi malam mereka bersama.


"Tok.......tok.... tok....".


Ken membuka pintu dan mempersilahkan para MUA itu masuk.


"Umi.... Abi duluan ke tempat resepsi kita, Abi tunggu disana, jangan merindukan Abi, tidak lama kok kita berpisah".


"Idih.... tidak usah genit".


Ken kemudian meninggalkan Imma bersama MUA itu, Ken sengaja memanggil mereka karena biasanya make up artis itu handal dalam pekerjaan nya.


Ken mengajak papi Bastian dan Mami Winda untuk ke sebelah rumah untuk mengecek sampai sejauh mana persiapan nya untuk acara resepsi pernikahan nanti.


Ken langsung masuk kamar pengantin yang ada dirumah besar itu, suasananya tidak kalah romantis dari kamar Imma yang untuk malam pertama nya tadi malam.


Ken juga memeriksa baju yang akan di kenakan saat acara resepsi pernikahan nya nanti.

__ADS_1


Sedangkan Papi Bastian dan Mami Winda juga memeriksa semua persiapan keperluan acara resepsi itu, dari tempat pelaminan, kursi tamu, tempat prasmanan, menu makanan dan juga musik hiburan nya.


Semua sudah 100% dan tinggal pelaksanaan nya saja, hanya tinggal menunggu waktu yang tidak lama lagi akan berlangsung.


__ADS_2