Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 119 Nasib Calon Adik Ipar


__ADS_3

"Bos....ha ha ha, sudah berapa hari puasa?, sepertinya aku membaca aroma aroma main sabun di kamar mandi sendiri?"


"Cih.. kamu tuuuh, tahu aja sih, hampir satu bulan nich aku puasa, jangan meledekku, mau kamu aku kerjain?".


"Ogah.... aku masih normal, sembarangan saja, memang aku cantik dan anggun seperti istrimu, lihat nich aku Maco!" celoteh Sandi sambil menunjukkan tangannya seperti binaraga.


"Kalau kamu meledekku terus, aku pakaikan gincu dan rok biar kamu terlihat cantik dan anggun seperti istriku".


Sandi terkekeh dan melempar kertas yang sudah di remas kepada bosnya itu dengan cepat, tetapi tetap saja Ken mukanya di tekuk seperti kertas kusut.


Ada suara telepon masuk di handphone Sandi, bergegas membuka handphone nya disana ada tulisan nama istrinya dan langsung di angkatnya.


"Halo....ya beb ada apa?" tanya Sandi lembut dalam menjawab telepon itu.


"Bab...beb...bab...beb, menantu sableng, aku mama!" celoteh suara cempreng mamanya Mely sampai sampai Ken mendengar suara itu dan Sandi menjauhkan handphone dari telinganya.


"Maaf ma.... Mely kemana, kok mama yang telepon?" tanya Sandi cengar-cengir.


"Mely kecapean katanya, ini istrimu dirumah mama, sore kalau pulang kesini dulu jemput istrimu!" kata mama Mely.


"Iya baik ma..., terima kasih".


Ken yang mendengar samar suara cempreng mamanya Mely tidak tahan ingin meledek sahabat sekaligus asistennya itu.


"Hey....menantu sableng, berapa kali kamu kerjain istrimu kok bisa kecapean?" kata Ken sambil menirukan intonasi suara mama Mely.


Kembali Sandi meremas kertas dan melempar ke bosnya yang berjalan menuju ruangan kantor Kemmy, setelah selesai kuliah Kemmy menjabat sebagai kepala keuangan di perusahaan papinya itu.


"Jangan berpikiran mesum ya bos... enak aja, paling aku cuma nengok sekali aja itupun harus dengan lembut".


Ken hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya masuk ruangan kantor Kemmy, Ken membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu, tetapi sialnya melihat adik kesayangannya ketahuan sedang menangis terisak-isak duduk bersandar di kursi kerjanya sambil melihat langit langit.


"Kamu menangis Kem, ada apa?"


Kemmy tersentak kaget, tanpa menyadari jika ada kakaknya masuk ruangan kantor memergoki sedang menangis.


"Kakak, kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" jawab Kemmy sambil mengusap air matanya dengan cepat.


"Ngapain pakai ketuk pintu dulu, kalau tidak begini kakak tidak bisa melihat ada seorang gadis cengeng menangis tersedu-sedu sendirian, ada apa cerita sama kakak?".

__ADS_1


"Tidak apa-apa kak, aku bisa mengatasinya sendiri" jawabnya sambil mata yang berkaca-kaca.


"Tuuuh matanya aja mau mengalir lagi, bilang tidak apa-apa, ayolah cerita sama kakak, atau kakak akan selidiki sendiri pasti tidak sampai satu Minggu pasti sudah bisa diketahui masalah kamu!"


Kemmy mengerutkan keningnya berpikir dan menimbang perkataan kakaknya itu, dia percaya tentang kemampuan Ken yang bisa mencari latar belakang seseorang karena pengalaman dan mempunyai koneksi yang sangat luas.


"Memang kakak bisa?, bagaimana caranya?".


"Jangan meremehkan kakak ya ...ayo cepat cerita?".


"Baiklah....aku ceritakan".


Kemmy bercerita jika dia sudah berpacaran dengan Rama Sahroni putra dari asisten Anton sejak duduk di semester tiga saat kuliah, tetapi hingga saat ini Rama sedikit minder karena Kemmy adalah anak dari bos ayahnya.


Rama berniat mensejajarkan dirinya untuk berjuang hingga sukses baru akan melamar dirinya, sehingga sudah satu tahun ini Rama berjuang kerja keras di negeri tetangga Singapura.


Tetapi naasnya Rama di tipu oleh temannya sendiri, semua modal yang di tanamkan untuk modal usaha di bawa lari, sehingga Rama tidak bisa pulang ke Indonesia dan tidak berani pulang ke Indonesia karena kegagalannya.


Sekarang Rama bekerja sebagai pelayan di sebuah supermarket kecil di Singapura, Kemmy menawarkan untuk membelikan tiket pulang menggunakan uangnya sendiri tetapi Rama menolaknya, harga diri sebagai laki-laki begitu tinggi, dia ingin mandiri tanpa bantuan dari orang tua ataupun kekasihnya.


"Jadi asisten Anton tidak tahu tentang masalah ini?" tanya Ken penasaran.


"Kamu sangat mencintai laki-laki itu rupanya?.


Kemmy hanya menganggukkan kepalanya saja, Ken terkekeh dan memeluk erat adik kesayangannya itu.


"Sudah kamu kerja yang benar, masalah calon adik ipar kakak yang menyelesaikan" kata Ken sambil keluar ruangan kantor Kemmy.


"Kakak!... kenapa ngomong adik ipar, masih jauh tau!".


Ken kembali masuk kantor mulai mengerjakan tugas yang sangat menumpuk di meja kerjanya, sambil memikirkan solusi apa yang bisa di ambil untuk menyelesaikan masalah adik kesayangannya itu.


Saat jam istirahat Papi Bastian memasuki ruang kantor Ken dan duduk di sofa dengan sedikit lemas dan tidak begitu bersemangat.


"Ada apa Papi, apakah sakit?" tanya Ken khawatir.


"Tidak Ken, Papi hanya capek saja, semenjak pulang dari liburan kemarin sepertinya Papi ingin libur lagi"


"Maksudnya bagaimana to Pi?".

__ADS_1


"Papi sudah waktunya pensiun Ken, sudah waktunya sekarang kamu yang menggantikan Papi, kemarin asisten Anton juga bilang ingin pensiun".


"Asisten Anton..... asisten Anton" Ken menyebutkan nama itu berkali kali, dan berpikir sejenak dan mengingat cerita Kemmy tadi.


"Begini saja Papi, biar Kemmy menikah dulu baru Papi pensiun, jadi nanti suaminya yang menggantikan Ken, baru Ken menggantikan posisi Papi"


"Kemmy menikah, memang dia sudah mempunyai calon suami".


Ken menceritakan tentang Kemmy yang tadi menangis karena ulah pacarnya yang mempunyai ego tinggi yang ingin sukses baru akan melamar Kemmy dan tidak lain adalah putra dari asistennya sendiri yaitu asisten Anton.


"Bagaimana cara mengatasi ini Pi? tanpa menyakiti ataupun menyinggung salah satunya baik Kemmy ataupun Rama anaknya asisten Anton"


Papi Bastian mengambil nafas panjang, mengeluarkan dengan pelan, melamun berpikir apa yang harus di lakukan untuk bisa menarik anaknya asisten yang dipercayainya itu.


"Pi, kapan asisten Anton bilang kalau ingin pensiun?" tanya Ken mengagetkan lamunannya.


"Sudah satu bulan yang lalu sebelum kita liburan" jawab Papi Bastian cepat.


"Bilang saja Pi, boleh pensiun dengan syarat harus putranya yang menggantikan posisinya, jika tidak dia tidak boleh pensiun".


"Itu namanya memaksa Ken, bagaimana kalau dia tersinggung?"


"Tidak Pi, bilang saja ini mendesak, kalau perlu belikan tiket pesawat dari sini, bilang kalau ini dari kantor bukan dari pribadi, memang kenapa to Pi, kok asisten Anton ingin pensiun?"


"Itu ternyata asisten Anton mempunyai riwayat penyakit diabetes, sepertinya gulanya akhir akhir ini sering tinggi".


"Atau gini Pi, semua Ken yang ngatur, Papi hanya bilang pada asisten Anton jika dia sakit dan anaknya itu harus segera pulang, anaknya harus menggantikan pekerjaan ayahnya untuk sementara waktu" perintah Ken.


"Baiklah Ken, Papi akan bicara dengan asisten Anton, sisanya kamu yang mengaturnya ya?".


"Ya..Pi, semua Ken yang ngatur, Papi tinggal tahu beres!".


__________________


Jangan lupa dukungan nya like vote dan


komentarnya ya.........I love you so much


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2