Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 127 Akad dan Resepsi Kemmy


__ADS_3

Betul kata kata bijak, pertemuan, perpisahan, jodoh dan maut adalah rahasia Tuhan, walaupun kita merencanakan tetapi tetap saja Tuhan lah yang menentukan segalanya.


_______________


Acara akad nikah dan resepsi pernikahan Kemmy tinggal Minggu depan, hari ini secara pribadi Imma mengundang seluruh keluarga besar Tommy Sanjaya, tanpa menggunakan undangan.


Kebetulan waktu bersamaan dengan datangnya libur semester sekolah, Tante Dini mengabarkan kepada Imma, keluarga Tomy Sanjaya mendapatkan tiket pesawat pas hari Minggu pagi, sehingga akan datang menjelang sore.


Kabar dari Tante Dini segera di kabarkan kepada suami tercintanya itu agar bisa di rencanakan agar tidak terjadi pertemuan keduanya.


"Sayang, rencana Tante Dini akan hadir di acara resepsi pernikahan Kemmy mungkin menjelang sore" kata Imma saat keluarga itu sedang ngumpul di ruang keluarga bersama Faro dan Fia.


"Jam berapa honey...kira-kira?" tanya Ken sambil memeluk dari samping saat duduk di sofa panjang.


"Tidak tahu juga Bi, soalnya Minggu pagi mereka baru terbang dari bandara, kebetulan pas bareng liburan sekolah, susah dapat tiket katanya" jawab Imma sambil mencari-cari cenel acara televisi yang menarik.


"Oya.. honey.. bagaimana kabar Kenzo, apakah sudah tercetak, Abi sudah berusaha sangat keras lo selama dua bulan ini?" tanya Ken berbisik di telinga Imma agar tidak terdengar oleh Faro dan Fia yang sedang asyik bermain puzzle.


"Entahlah, sepertinya Abi harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan Kenzo" jawab Imma sekenanya.


Ken terkekeh dengan jawaban Imma sepertinya dia tidak menyadari apa yang di ucapkan, sehingga Ken berniat menggodanya.


"Waduh.... harus bekerja keras ya.. asyik berarti Abi akan menambah durasi dan menambah ronde nich setiap malam" jawab Ken dengan memeluk erat pinggang Imma.


"Eeee, bukan begitu maksud umi, aduh tadi salah ngomong.. ditarik lagi tidak jadi omongan yang tadi" kata Imma bingung sambil mencubit pinggang Ken.


"Auw...auw.. sakit honey... tidak bisa di tarik omongan yang sudah di keluarkan dari mulut, pokoknya nanti akan Abi realisasikan soal bekerja keras itu".

__ADS_1


Hampir satu Minggu ini Ken benar benar membuktikan jika dia bekerja keras untuk mendapatkan Kenzo, Imma sampai kewalahan setiap malam harus mengikuti permainan, mengerang manja, mendesah kecil, melakukan penyatuan yang seperti tidak pernah bosan di lakukan lagi dan lagi, bagi Ken seorang Imma adalah candu tetapi bukan narkoba, seperti udara yang setiap hari di butuhkan untuk bernafas.


Hari ini adalah hari Sabtu, rumah Papi Bastian sudah di hias dengan begitu indahnya, ruang keluarga disulap menjadi sangat indah, ada pelaminan kecil ada permadani dan meja kecil ditengahnya untuk acara akad nikah yang akan di laksanakan pagi ini pukul sepuluh.


Di kamar Kemmy juga tidak kalah indahnya dekorasi kamar pengantin itu, senada dengan ruang tamu dengan warna putih tulang dan pink, menambah suasana menjadi romantis.


Kemmy di rias oleh MUA terkenal, wajahnya yang putih menjadi semakin bersinar dalam balutan busana kebaya modern warna putih tulang, senada dengan jas yang di kenakan oleh Rama.


Para tamu undangan, teman akrab sampai keluarga sudah berkumpul di ruang tamu, tinggal menunggu datangnya penghulu datang, sedangkan pengantin wanita berjalan ke arah ruang keluarga dengan anggunnya, yang memandang wajah Kemmy akan berdecak kagum karena sangat cantik terutama Rama, yang sedari tadi duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan Kemmy menjadi terpana, membuka mulutnya tanpa disadari.


"Bos, awas ... lalat masuk mulut, jangan di buka begitu mulutnya" ledek Heri juga duduk mendampingi Rama saat itu.


"Her, sumpah kenapa cantik banget ya itu calon bini?" jawab Rama tanpa disadari dengan mata yang berbinar.


Heri hanya terkekeh melihat tingkah bosnya yang terlihat konyol dan terus terang yang selama ini tidak pernah dia lihat saat di kantor.


Rama menjawab penghulu dengan lantang dalam satu nafas, baru semua merasa lega saat para tamu mengusapkan kata "saaah".


Keesokan harinya resepsi pernikahan diadakan di hotel bintang lima ternama di Jakarta, hanya dari jam sepuluh pagi sampai lima sore saja.


Pagi ini semua keluarga bersiap siap untuk berangkat ke hotel dimana Kemmy dan Rama akan menjadi raja dan ratu sehari, berangkat bersama dari rumah Papi Bastian termasuk teman teman beserta keluarga.


Saat dua pasang bos dan asisten bersiap siap untuk berangkat, Heri mulai usil mengganggu pengantin baru.


"Bos, ciek....ciek..yang habis mengalami malam pertama" goda Heri kepada Rama.


"Malam pertama mbahmu....dia sedang PMS, aku sudah sudah payah menahannya, padahal pikiranku sudah ngeres dari tiga bulan yang lalu" celetuk Rama jujur.

__ADS_1


Heri, Sandi dan Ken tertawa bersama-sama dan saling memandang dengan defilnya.


"Aku juga belum bisa tembus bos hari ini, istriku tidak tahu kapan selesai nifasnya, perasaan sih harusnya sudah dari kemarin, gara-gara belum Konsul ke dokter aku belum di beri jatah" cerita Sandi jujur.


"Aku juga bos, he he istriku hamil trimester pertama, tidak boleh minta sering sering" Heri juga mengakui dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ha..ha..ha, berarti hanya aku yang beruntung, setiap malam aku selalu mendapatkan jatah minimal dua kali" kata Ken jumawa.


Akhirnya mereka bertiga kompak melempar lembaran tisu yang sudah di remas menjadi bulatan kecil kepada Ken dan tertawa bersama-sama.


Pukul sepuluh pagi mulai resepsi pernikahan digelar, banyak tamu yang datang baik dari kalangan bisnis, tetangga, kolega teman dan saudara ataupun keluarga.


Imma mendapatkan kabar jika keluarga Tomy Sanjaya lengkap termasuk Ameera Safitri datang ke acara resepsi pernikahan Kemmy dan Rama hampir menjelang waktu berakhir acara itu karena pukul setengah lima sore baru tiba di hotel.


Ken bergegas naik ke pelaminan membisikkan kepada Anton Sahroni dan istrinya jika keluarga Tomy Sanjaya akan segera tiba di hotel.


Tomy Sanjaya dan keluarga masuk ke hotel itu dan langsung menemui kedua mempelai dan Papi Bastian serta Mami Winda.


Setelah menyalami mempelai dan tuan rumah, berfoto ria keluarga Tomy Sanjaya dipersilahkan untuk menikmati berbagai macam hidangan yang sudah di sediakan.


Tommy Sanjaya ingin ke toilet sebentar, berpamitan kepada istrinya baru berlari ke belakang pelaminan masuk ke toilet, setelah selesai Tomy Sanjaya keluar, melihat siluet sosok laki-laki yang tidak jauh dari dia berdiri.


Tomy Sanjaya membelalakkan matanya dengan sempurna ada sepasang suami-istri yang menggunakan seragam persis seperti Bastian Wiguna dan isterinya, pada awalnya Tomy berpikir pasangan suami-istri itu adalah besan dari tuan rumah.


Tetapi tidak begitu asing menurut Tomy Sanjaya sepasang suami-istri itu hanya bedanya terlihat lebih tua wajahnya, perlahan lahan Tomy Sanjaya mendekati sepasang suami-istri yang sedang bercengkerama dengan riang tanpa menyadari ada orang yang datang mendekat.


"Anton Sahroni.... betul kamu Anton kan?" tanya Tomy Sanjaya kaget.

__ADS_1


__ADS_2