Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 137 Bertemu Abang Lagi


__ADS_3

Gina Suryani melirik Ken yang kembali mencumbu istrinya tanpa rasa malu sambil keluar ruangan itu mengikuti Sandi sedangkan Sandi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya yang selalu memamerkan kemesraan di depan matanya.


"Apa yang terjadi sebenarnya Gina, apakah kamu berniat mendekati bos Ken lagi?" tanya Sandi terus terang setelah mereka sampai luar ruangan Ken dan berjalan menuju pintu keluar perusahaan.


"Aku....aku..ingin mencari pekerjaan San, karena aku baru bercerai dengan suamiku dua bulan lalu" jawab Gina jujur.


Sandi menatap Gina dari kaki sampai kepala, penampilan yang sengaja menggoda iman laki-laki, seksi dan tidak pantas jika seseorang wanita ingin melamar pekerjaan dengan penampilan seperti itu.


"Aku tahu betul siapa kamu Gin, aku mengenalmu sejak kita kuliah dulu, aku tidak percaya jika kamu kesini dengan niat melamar pekerjaan".


"Sandi, aku...aku" kata Gina terbata bata gugup karena perkataan Sandi yang berterus terang.


"Dengar ya Gin, bos Ken itu sangat mencintai istrinya, jangan coba-coba kamu mendekatinya lagi, kamu akan langsung berhadapan dengan aku" ancam Sandi dengan suara yang agak tinggi.


Gina Suryani menundukkan kepalanya, belum memulai rencananya saja sudah di baca oleh asistennya gumamnya dalam hati.


"Dari mana kamu dapat alamat ini?" tanya Sandi dengan tegas dan berwibawa.


"Aku melihat pelantikannya kemarin di televisi" jawab Gina jujur.


"Oooo berarti setelah kamu melihat bos Ken sukses kamu berminat mendekatinya, tanpa mempertimbangkan apa yang telah kamu lakukan dulu dan tanpa berpikir jika bos Ken sudah memiliki istri dan anak" celetuk Sandi kesal.


"Aku hanya---"


"Sudahlah Gina, sebaiknya kamu keluar dari sini, dan sekali lagi jangan coba-coba kamu merusak rumah tangga bos Ken, kamu lihat sendiri dia begitu tergila-gila pada istrinya dan sekarang istrinya itu sedang mengandung anak mereka yang ketiga" ketus Sandi meninggalkan Gina setelah sampai pintu keluar perusahaan.


Gina keluar dari perusahaan itu dengan gontai, memanggil ojek online untuk mengantarnya pulang ke rumah menemui anak semata wayangnya.


Penyesalan memang datang di belakang, baru sekarang dia menyesali nasib yang kurang beruntung, harus bercerai dengan suaminya yang sangat mencintainya karena gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan suaminya.


Waktu begitu cepat berlalu, usia kehamilan Imma sudah memasuki bulan ke lima, dan harapan mereka terkabulkan karena seorang Kenzo sudah ada dalam kandungan Imma, Ken begitu bahagia menunggu putranya lahir.

__ADS_1


Sedangkan Marisa sudah melahirkan putra pertamanya, hari ini akan diadakan aqiqah di kediaman orang tua kandung Heri Pranoto dengan sederhana, hanya akan mengundang keluarga, teman dan rekan kerja saja.


Keluarga Ken datang lengkap bersama istri dan anaknya, saat mereka datang di acara itu semua sudah berkumpul lengkap di halaman rumah yang sudah di pasang terop, ternyata ada keluarga Heri dari Singapura yaitu Andri Pranoto, istri dan kedua anaknya, serta istri pertama Baron Pranoto, sedangkan Baron Pranoto tidak terlihat batang hidungnya.


Saat melihat Faro masuk bersama keluarga Andri memandanginya dengan tatapan mata yang berbinar, bisa bertemu lagi dengan anak laki-laki yang pernah menyelamatkan nyawanya saat di jalan yang sepi waktu senja itu membuatnya bahagia.


Setelah disambut oleh tuan rumah Ken dan keluarga di persilahkan menikmati hidangan yang sudah di sediakan yaitu sate kambing, gulai kambing, mi goreng, ayam bumbu asam manis, dan urap sayuran.


"Abang.. Kakak mau makan apa, ambil sendiri atau umi ambilkan?" kata Imma lembut kepada kedua anaknya.


"Abang ambil sendiri umi, sate sama mi goreng" jawab Faro sambil mengambil piring mendekati uminya.


"Kakak Fia mau sate juga umi" kata Fia dengan riang.


"Iya nak, umi ambilkan ya..., Abi mau di ambilkan juga kah sayang?".


"Abi maunya makan umi saja, umi terlihat seksi menggunakan gaun warna hitam ini" jawab Ken berbisik di telinga Imma.


Ken hanya terkekeh mendengar celotehan Imma apalagi dengan mengerucutkan bibirnya menambah seksi menurutnya, ingin rasanya ******* langsung jika tidak banyak orang di sana gumam Ken hanya dalam hati.


Fia minta di suapin oleh uminya, Ken mengambil menu nasi urap di tambah gulai kambing, melihat istrinya belum makan sedang sibuk menyuapi putrinya, Ken langsung menyuapi Imma jadi makan satu piring berdua.


"Bos, mesranya aih jadi ngiri kalau melihat bos seperti ini" celoteh Sandi saat mendekati bosnya itu sambil menggendong putranya Raffa.


"Kalau pingin praktek sendiri sana dengan istrimu, ini caraku mengekspresikan perasaan cinta kepada istri" jawab Ken sambil mengedipkan matanya kepada Imma.


Imma hanya tersenyum mendengar rayuan gombal dari suaminya, tidak bisa di pungkiri hatinya begitu bahagia di hujani dengan cinta yang begitu besar.


Sedangkan Faro yang sedari tadi makan dengan tenang tanpa di sadari di perhatikan dengan seksama oleh Andri Pranoto tanpa berkedip, begitu kagum Andri kepada anak laki-laki itu walaupun masih kecil tetapi mempunyai kemampuan yang sangat handal.


Saat sudah selesai makan Faro meminta ijin kepada kedua orang tuanya berlari ke kamar mandi karena ingin buang air kecil, kesempatan itu di manfaatkan oleh Andri Pranoto untuk mengantarkan Faro dan berbincang sejenak setelah keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Abang masih ingat aku, pak Andri Pranoto?" tanya Andri sambil duduk jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Faro.


"Ya pak Andri, Abang masih mengingatnya, apakah kakinya sekarang sudah tidak sakit?" tanya Faro.


"Ya kakiku sudah sehat, terima kasih telah menyelamatkan aku saat itu".


"Maaf pak Andri tidak usah berterima kasih kepada Abang, kepada Akung Letnan saja, permisi" jawab Faro dengan sedikit takut dan meninggalkan Andri sendirian yang berjongkok di depan pintu kamar mandi.


Andri Pranoto kemudian mencari Heri untuk menanyakan ada hubungan apa Heri dengan orang tua dari anak yang pernah menyelamatkan nyawanya itu.


"Hari siapa tamu yang baru datang, itu yang istrinya sedang hamil dan memiliki anak laki-laki dan perempuan kecil?" tanya Andri saat dia duduk di samping Heri di samping Marisa.


"Oooo itu namanya bos Kenzie Papa Andri, beliau itu bosku saat ini aku bekerja" jawab Heri singkat.


"Kelihatannya masih muda ya, kok putranya sudah sebesar itu?" tanya Andri penasaran.


"Itu kata istriku mereka memiliki anak saat uminya Abang Faro baru duduk di kelas sebelas SMU karena kecelakaan" jawab Heri dengan tersenyum manis.


Andri Pranoto mengerutkan keningnya berpikir sejenak, mereka sudah bersama sedari remaja, apalagi putranya yang memiliki kemampuan menebak yang sangat handal.


Andri Pranoto memandangi lekat-lekat wajah bosnya Heri, sepertinya dia begitu mencintai istri dan anak-anaknya, begitu lembut perlakuannya terhadap keluarga yang di cintainya.


Diam diam Andri Pranoto begitu mengagumi keluarga Kenzie, walaupun mereka hidup berkecukupan sepertinya penampilannya sangat mencerminkan kesederhanaan dan kebahagiaan.


_____________


Semangat.... semangat....


jangan lupa jaga kesehatan....


jalan lupa like vote dan komentar nya....

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2