
Pagi hari di hotel..
Dua sejoli masih nyenyak berpelukan dibawah selimut tanpa sehelai kainpun. Mereka benar benar memanfaatkan waktu dengan baik sepanjang malam.
Sementara dek Gendhis yang sudah bersih cantik wangi, nampak dalam gendongan berjalan jalan disekitaran hotel dengan mbah uti dan mbah kung nya.
"Cucu uti gemes banget sih... Pinter gak reweel.. " kata mbah uti
"Kayaknya dek Gendhis betah sama kita ya buk.. " mbah kung menimpali
"iya pak. nanti kalau sudah gak nyusu bisa kita ajak nginep di kampung, pasti bakal rame rumah kita ya pak. "
Pukul 09.00 mereka semua sudah berkumpul direstoran hotel untuk sarapan, setelah sarapan mereka akan langsung mengantar bapak dan ibuk pulang ke kabupaten.
karena besok ayahnya dek Gendhis udah masuk kerja jadi sekalian hari ini mengantar.
Perjalanan selama beberapa jam akhirnya tiba dirumah bapak dan ibu saat siang hari.
Ratih prameswari menidurkan dek Gendhis sementara kak Putra membantu menurunkan oleh oleh dan belanjaan yang ibu beli kemarin,
Bapak Yitno nampak duduk diteras sembari leyeh leyeh sedangkan ibuk sibuk didapur menyiapkan minum dan makanan.
"Beruntung masih ada bahan masakan di kulkas, jadi kita bisa makan masakan rumahan.. " kata ibuk setelah selesai menyajikan menu makan siang dadakan.
ayam goreng, sambal tomat, lalapan..
semuanya makan dengan lahap , masakan rumahan memang selalu menjadi yang paling dirindukan Ratih prameswari dari dulu sampai sekarang.
setelah makan semuanya beristirahat, Kak Putra ikut tertidur disebelah dek Gendhis di kamar Ratih.
sementara Ratih dan ibuk sedang duduk duduk didepan rumah setelah membagikan oleh oleh untuk para tetangga.
Menjelang sore kembali disibukkan dengan aktivitas membereskan rumah, ibuk yang sedang menyapu lantai dan menyiram tanaman dihalaman depan rumah,
Ratih prameswari dengan kerempongannya mandiin dek Gendhis dan membereskan pakaian kotor yang akan dibawa pulang ke yogyakarta.
"Pak.. buk.. kita pamit ya.. " Ucap kak Putra saat berpamitan.
"Hati hati ya ngger.. nduk... kalau sudah sampai rumah kabari.. " kata ibuk dan bapak.
Tiba dirumah hari sudah malam, setelah membersihkan diri mereka bertiga rebahan didalam kamar.
Dek Gendhis sedang menyusu, sepertinya dia akan tertidur lagi,
"Dek Gendhis pintar sekali ya sayang, gak pernah rewel berlebihan, diajak bepergian jauh juga anteng.. " kata kak Putra yang seperti biasa ikut berbaring.
dek Gendhis berad ditengah, menyusu dengan sangat lahap,
"Apa dek Gendhis lapar banget ya, kalau nyusu seperti gak ada puasnya.. " lanjut kak Putra yang sedang suka melihat kegemasan dek Gendhis yang kian hari makin gembul, montok,
__ADS_1
toel toel jemari kecil dek Gendhis yang kemudian berdiam saat dek Gendhis menggenggam jaru telunjuk sang ayah.
"Tuh kan.. dia tahu aja kalau lagi digodain, hehe. ." uyel uyel gemes tubuh putri kecilnya.
"Sayang... nanti gak jadi bobok dianya ish.. " kata Ratih agak sewot,
bagaimana tidak sewot jika dek Gendhis gagal tidur pasti akan rewel berjam jam, seperti protes kenapa ayah ganggu jam ngantukku huhuhuuu...
"Yaa... habis gemes sih, anak ayah bobo yang nyenyak yak... " ucap kak Putra sembari mencium pucuk kepala putrinya.
"Sayang aku mau bikin mie mau gak.. " kata Kak Putra saat turun dari kasur.
"Mau banget dong sayang, butuh asupan buat isi ulang asi.. " jawab Ratih prameswari yang masih belum ada tanda tanda akan menyudahi sesi menyusui putri kecilnya,
"oke.. aku panggil kalau sudah siap.. " kemudian menuju dapur untuk menyiapkan
setengah jam kemudian..
Aroma mie kuah sangat menggoda indera penciuman Ratih prameswari yang baru saja selesai menidurkan putri kecil nya.
"Sayang.. udah siap nih.. "
dua porsi mie kuah dengan campuran telur ayam kampung serta sayuran seperti kol dan sawi ditambah gerusan cabai rawit serta bawang semakin menggugah selera.
"Makan yang banyak sayang, biar stok asi nya gak kurang hehe.. " elus elus pipi istrinya yang asik meniup niup kepulan panas.
"Pasti dong... cukup buat dek Gendhis juga ayahnya tenang aja hehe.. " ucapan Absurb yang bikin suami membayangkan hal hal me*sum
"haish.. bukankah sebaiknya malam ini kita banyak istirahat sayang, kan besok kamu kerja.. " jawab Ratih sekenanya mencari alasan saja karena jujurly dia sangat capek.
Empuknya kasur dan bantal sudah memanggil manggil Ratih prameswari untuk ditiduri dan dipeluk, Dan malam ini pasangan suami istri tidur sambil berpelukan setelah melakukan permainan cepat di ruang makan
tadi setelah dua mangkuk mie habis bersih tak bersisa,
Kak Putra sengaja menarik tubuh sang istri kepangkuan lalu karena hanya memakai daster rumahan maka dengan leluasa kak Putra menyusupkan tangan dibalik daster sang istri. dan terjadilah hal yang sudah menjadi candu keduanya..
permainan cepat seperti biasanya..
...----------------...
Hari hari selanjutnya semua aktifitas berjalan normal seperti biasanya.
pagi itu..
Saat sedang menidurkan dek Gendhis Ratih prameswari teringat kata kata bapak beberapa hari yang lalu saat berkunjung kerumahnya,
Kuatkan dirimu nduk.. kedepannya akan banyak hal mengejutkan dan tidak terduga akan kamu hadapi, akan semakin sulit tapi kamu harus menyelesaikan semua nya sampai akhir..
Apa maksud dari kalimat yang dilontarkan bapak.. Ratih belum bisa memahami maksudnya, ada hal hal yang tidak bisa diputuskan sesuka hati ada banyak hal yang menjadi pertimbangan.
__ADS_1
Gusti... semoga hamba selalu mampu menghadapi semuanya...
Banyak hal yang Ratih prameswari renungkan setiap hari, banyak hal entah akan memberi akhir seperti apa, dia hanya ingin bahagia dan sekarang ini kebahagiaan itu sangat terasa.
Tess...
air mata lolos begitu saja, dalam hatinya terisak.. tidak mau kebahagiaan yang dirasakan saat ini direnggut oleh permainan takdir.
keluarga kecilnya sangat harmonis dan tidak pernah terjadi konflik berarti, itu yang selalu Ratih jaga dalam doa.
Namun...
Takdir tetaplah takdir sekeras apapun manusia itu coba mengingkari namun takdir tidak bisa dihindari.
Kembali teringat saat bagaimana pertemuan terakhir dengan sosok Reinkarnasi Rakai pikatan, Bagaimana Ratih memohon supaya Fabiyan rela melepaskan.
...semua umat berhak bahagia dan aku ingin merasakan itu dengan pria pilihanku.. ...
Sebuah persyaratan berat yang harus disetujui supaya Ratih terbebas dari kalung yang membelenggu dirinya dengan Fabiyan.
waktu itu, Dalam adegan gaib Ratih prameswari bertemu Rakai pikatan. Sosok raja agung yang terlupakan itu nampak gagah, dengan tampilan sederhana balutan kain kekuningan seperti yang dikenakan para pertapa jaman dulu,
Kain kekuningan seperti kunyit adalah yang disukai Mahadewa, Rakai pikatan Menemui Ratih prameswari dalam posisi sebagai pertapa,
"Ratih.. "
yang di panggil hanya diam tidak menjawab hanya menatap datar..
"Apakah sungguh yakin dirimu ingin mengakhiri ikatan belenggu masa lalu ?"
pertanyaan mengejutkan membuat Ratih menatap sosok tersebut,
"Apa bisa ?"
"Aku bukan Tuhan Ratih, tapi aku bisa membantu dirimu.. aku akan menarik kalung itu dari dirimu dengan syarat.. "
menatap tajam tapi teduh jauuh kedalam netra Ratih prameswari,
"Syarat apa.. "
...****************...
bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏