Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 95 Kedatangan Nenek dan Kakek


__ADS_3

"Ayo ke kamar.. " pinta kak Putra dengan suara serak nya


dan saat keduanya hendak melanjutkan aktivitas panas di dalam kamar tiba tiba ...


oek.. oek.. oek...


Suara adek yang menangis saat itu juga sukses membuyarkan segalanya..


hhmmm...


hahaaahaaa.. suami istri yang tadinya berkabut gairah kini tertawa bareng..


hanya menertawakan hal sederhana diantara mereka.


"Baru satu anak aja bikin kita susah berduaan ya sayang.. "


kata Kak Putra yang ikut menemai Ratih prameswari memberikan air susu kepada bayinya.


"Adek memang udah jam nya nyusu ini sayang.. sabar ya nanti kita lanjut.. "


elus wajah suami yang memeluknya dari belakang.


"iya kalau kita gak ketiduran pas nungguin adek, kan kalau nyusu gak bisa sebentar.. "


usel usel dileher istrinya.. Akhirnya kak putra dengan sabar menunggu si adek nyusu dengan memeluk hangat tubuh istrinya yang sangat pas didalam pelukan.


Tangan yang sedikit nakal ikut meraba payu dara satunya, sengaja menggoda sang istri.


"Sayang.. jangan usil dong.. " lirih Ratih berucap .


posisi menyusui dengan tubuh miring ke kanan, karena sudah kebiasaan jika menyusui adek sambil tiduran biar gak kebiasaan bau tangan.


akan repot jika sedikit sedikit gendong, sedikit sedikit gendong..


Gelak tawa volume rendah menghantarkan mereka ke pembaringan, karena adek yang seperti nya sengaja nyusu lebih lama dari biasanya maka hasrat yang ingin tersalurkan pun terpaksa ditunda, lagi..


...----------------...


keesokan hari yang cerah..


Setelah mengantar sang suami berangkat bekerja, Ratih prameswari mengajak sang buah hati untuk berjemur sebelum mandi, sesuai kebiasaan yang dilakukan orang tua dahulu bahwa setiap pagi adalah waktunya mandi matahari atau biasa orang jawa sebut, dede..


Hanya sebentar sekitar 15 menit,


Saat menggendok adek hendak masuk kedalam rumah, terdengar suara deru mesin mobil yang berhenti tepat didepan pagar.


Ratih berbalik untuk memastikan apakah itu tamunya atau hanya orang yang nunut parkir, Maklum saja karena jalanan depan rumah Ratih memang masih luas.


"Rahayu nduk !!" suara yang sangat dirindukan oleh Ratih selama beberapa minggu terakhir ini


"Ibuk... bapak... Rahayu.. " Ratih pun membuka pintu gerbang dan mempersilakan orang tuanya masuk kedalam.

__ADS_1


"cucu nya uti udah bisa apa ?sini biar ibuk yang gendong nduk.. " mengambil alih gendong cucu pertama nya.


Setelah salim dan berpelukan sebentar..


"Bapak sama ibuk naik taksi online ?" tanya Ratih setelah memastikan kedua orang tuanya duduk dengan nyaman di sofa ruang tv.


"Kebetulan semalam ada nak Raymond sama Fabiyan, ngobrol sampai pagi.. Pas ibumu pingin berkunjung kerumah cucunya, jadi ya.. Raymond nganter bapak sama ibuk sampai sini nduk.. "


kata Bapak yang terlihat sedikit sayu, mungkin karena kurang istirahat.


"Bapak jaga kesehatan lo.. Ratih gak mau kalau bapak begadang terlalu sering,, saatnya tidur ya tidur.. raga juga butuh istirahat gak boleh diforsir berlebihan pak.. "


memijit lengan bapaknya yang sudah nampak semakin banyak kerutan.


"Ibuk juga lo.. jaga kesehatan biar. bisa nemenin cucu cucu nya nanti sampai pada besar dan jadi orang sukses.. "


"iyo nduk, ibuk ngerti.. wes ayo ibuk pingin mandiin si gendhis gembul ini... "


Air hangat sudah siap dan mempersilakan mbah uti yang ingin merawat dek Gendhis..


sementara Ratih nampak menyiapkan dua gelas minuman untuk bapak dan ibuk.


teh hangat melati panas untuk ibuk


kopi encer panas untuk bapak


suasana kehadiran kedua orang tua memang berbeda. ada rasa kasih sayang tersendiri yang tidak ternilai oleh apapun didunia ini..


...----------------...


Dek Gendhis tertidur pulas setelah mandi dan di pijit lembut oleh mbah uti yang tangannya seperti memiliki sentuhan membuai yang membuat dek gendhis liyer liyer.


setelah pijit sebentar setelah mandi lalu nyusu Akhirnya Ratih prameswari bisa melanjutkan aktivitas sebagai ibu rumah tangga,


apa lagi kalau bukan bersih bersih rumah,


Menjelang siang, kak Putra pulang sebentar setelah mendapat telepon dari istri jika ada bapak dan ibu mertua dirumah.


"Sehat pak.. buk.. " ucap kak Putra setelah mencium punggung telapak tangan kedua mertua nya.


"Sehat ngger.. " jawab bapak dan ibu hampir bersamaan.


"Bapak sama ibu jangan buru buru pulang ya, besok pas saya libur kita pergi ke tempat wisata.." ucap kak Putra lagi


"Wahh boleh ngger, ibuk pingin muter muter malioboro naik andong sama dek gendhis.. " kata ibu malu malu


"Boleh bu.. nanti biar ditemeni Ratih ya buat beli baju juga disana, di Malioboro ibuk bisa beli apa yang ibu mau, oleh oleh buat tetangga di kampung sekalian.. "


kata kak Putra yang selalu senang memanjakan bapak dan ibu mertuanya.


apalagi ini adalah kunjungan kedua mereka dirumah setelah yang pertama waktu Ratih lahiran, Ibu dan bapak menemani sampai 40 hari.

__ADS_1


bahkan saat acara selapanan juga dilakukan sesuai tradisi yang diyakini bapak Yitno dan keluargnya.


Setelah makan siaang bersama, Kak Putra kembali pamit untuk melanjutkan pekerjaannya,


akhir akhir ini hotel yang di kelola kak Putra sangat ramai pengunjung, sebagian ada yang membooking beberapa kamar selama seminggu untuk merayakan ulang tahun.


ada juga yang menyewa ballroom hotel untuk acara nikahan anak seorang pejabat daerah.


Rejeki setelah menikah dan memiliki anak memang sudah diatur oleh Gusti ingkang maha kuasa.


...sudah tertakar dan tidak akan tertukar...


...----------------...


Keesokan harinya sesuai yang dijanjikan kak Putra jika akan mengajak kedua orang tua Ratih berwisata kepantai parangtritis kemudian lanjut ke kawasan Malioboro.


Selama perjalanan dek Gendhis juga gak rewel, Ratih membawa beberapa stok ASI didalam botol yang disimpan di sebuah kotak khusus supaya tahan seharian dan kualitas nya tidak berkurang.


Perjalanan menuju pantai membutuhkan waktu satu jam, kak Putra sengaja mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, demi kenyamanan dek Gendhis yang tidur pulas di ranjang bayi seukuran kursi mobil.


"aroma laut udah mulai terasa ya nduk.. " kata Bapak


"iya pak kita udah masuk kawasan pantainya, " jawab Ratih.


Bapak Yitno duduk didepan bersama kak Putra


sedangkan Ratih prameswari dan ibuk dikursi tengah dengan dek Gendhis dihimpit dari kiri dan kanan.


"Anakmu benar benar pintar ya nduk, ga rewel.. anteng diajak kemana juga.. " kata ibuk sambil membenarkan posisi kepala dek Gendhis.


"Paringane Gusti buk,, dek Gendhis sangat gampang openane (mudah dirawatnya..) Kalau diajak bicara kayak mudeng juga dia, apalagi kalau Ratih sembahyang, dia ikut nyimak kayak mudeng aja apa yang Ratih lantunkan.. "


karena sejak awal kehamilan Ratih setiap hari tidak pernah absen sembahyang, sembahyang sesuai tradisi leluhur yang dia yakini.


Sembahyang dengan bahasa roh yang tidak bisa diterjemahkan serta kidung suksma sebagai lantunan puji pujian untuk para leluhur kinasih..


...****************...


bersambung


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


...****************...


Mampir juga yuk kekarya author yang lainnya..

__ADS_1


__ADS_2