Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 114


__ADS_3

Hari hari selanjutnya Fabiyan dan pak Yitno selalu melakukan doa bersama setiap tengah malam, mereka melakukan rutinitas itu selama minimal 40 hari atau sampai mendapatkan jawaban pasti dari sang hyang sri maha tunggal.


saat ini memasuki hari ke 41 pak Yitno dan Fabiyan sudah sembahyang selama dua jam, lelah iya, energi terkuras iya, namun keduanya masih tetap semangat,


"Harus berapa lama lagi kita melakukan ini pak.. "


"sabar ngger.. kuncinya adalah sabar dalam ketekunan, aku yakin para dewa sudah mendengar doa doa kita.. "


"Saya kadang heran lo pak, padahal setiap malam kita hampir tidak tidur, tidur mungkin hanya satu jam dua jam tapi rasanya saat bekerja badan sama sekali tidak kelelahan.. "


"itulah ngger.. saat sembahyang memang sangat menguras energi tapi disisi lain itu adalah saat roh kita bersinar menembus langit, kamu bayangkan saja seperti cahaya mercusuar yang terang dikegelapan, pasti akan menarik perhatian bukan ? dan kali ini tujuan kita adalah menarik perhatian para petugas sang hyang Widi yang akan menjawab kita. ."


"nggih pak.. saya yakin bapak sudah tahu segalanya tapi sekali lagi menunggu saya sendiri yang menemukan petunjuk hehe.. "


"sudah sudah.. ini sudah hampir subuh, kamu mau istirahat disini atau pulang ?? bapak pagi pagi sekali nanti harus menjual hasil kebun ke pasar.. "


"saya mau antar bapak ke pasar boleh kan ?"


"Boleh.. "


Hubungan pak Yitno dan Fabiyan sudah seperti orang tua dengan anaknya..


Pagi ini sebelum kepasar mereka menyempatkan diri minum secangkir kopi dan sarapan nasi putih dengan lauk telur dadar.


sederhana memang, tapi disitulah letak kenyamanan nya.. kekeluargaan..


bapak Yitno dan istrinya sangat sederhana, meskipun kehidupan sosial ekonomi mereka sudah mapan, tapi tidak pernah sombong, selalu memperlakukan orang lain dengan sama tidak pernah membeda bedakan.


perjalanan kepasar hanya butuh waktu 10 menit menggunakan mobil.


Bapak Yitno sudah memikiki pelanggan sendiri yang akan selalu membeli semua hasil kebunnya dengan harga tinggi,


Karena hasil bumi dari kebun yang diolah pak Yitno dan istrinya selalu memiliki kualitas yang bagus,

__ADS_1


Kali ini hasil panen kebun yang dijual adalah jagung manis dan ketela rambat, ukuran yang besar dan tidak kena penyakit tanaman, tampak mulus dan menarik siapapun untuk membelinya.


terbukti kurang dari setengah jam sudah laris manis terjual habis.


"Wah pak.. laris manis ya.. " ucap Fabiyan saat membawakan keranjang kosong kedalam mobil.


"Ya itulah ngger yang disebut rejeki setiap orang sudah tertakar dan tidak bakal tertukar, Kita harus fokus dengan usaha yang kita lakukan sampai itu membuahkan hasil.. "


"Njih pak.. semoga lancar terus rejeki bapak dan ibu hehe.. "


didalam mobil fabiyan melanjutkan,


"ohiya pak.. bagaimana kabar Ratih prameswari dan keluarganya ?" sebuah rasa ingin tahu yang tidak dapat ditutupi.


meskipun Garwo kinasihnya sudah menikah dengan pria lain, bahkan mereka hidup bahagia bersama, namun Fabiyan selalu ingin memastikan Ratih prameswari baik baik saja,


senyumnya adalah bahagiaku.. batin Fabiyan


"Ratih dan keluarga nya baik baik saja ngger, dek gendhis sudah mulai belajar jalan.. menggemaskan sekali cucu ku itu.. "


"Apa bapak dan ibu ada rencana untuk mengunjungi mereka ?"


"Sebenarnya sudah kangen banget ngger, bapak sama ibu pingin ajak dek Gendhis menginap disini tapi sayangnya belum bisa, dia masih nyusu ibunya.. "


"oh iyaya pak, kalau Bapak sama ibu pergi ke Jogja nanti saya gak ada teman berdoa tengah malam hehe.. "


"Semua sudah ada yang mengatur ngger, kapan kita harus bergerak kapan harus diam.. dan bapak berjanji akan mendampingi kamu sampai akhir, "


"Saya ugemi janji bapak.. "


Perjalanan pulang kerumah terasa lebih cepat saat mereka bercengkerama, usai memastikan pak Yitno masuk kedalam rumah, Fabiyan melajukan mobilnya menuju kesuatu tempat.


tiba tiba ingin ke gunung Ungaran..

__ADS_1


Keinginan mendadak yang langsung di gaskan, Fabiyan tiba disalah satu tempat di gunung Ungaran yang bisa ditempuh menggunakan mobil.


Fabiyan mendapatkan bisikan dari dalam dirinya untuk mandi di salah satu sendang (sumber mata air). air yang berasal dari sumbernya langsung,


...Gunung ungaran memang berisi sumber air alami yang melimpah,...


sumber mata air yang dituju bukan yang sudah di tadahi bak atau sejenisnya, sebuah sendang dengan air pancuran dari bambu bukan besi.


sendang yang masih terbilang cukup wingit karena jarang didatangi warga, kecuali beberapa pencari kayu atau pendaki yang merasakan haus dalam perjalanan naik gunung ataupun turun gunung.


sendang yang berbentuk kolam alami, airnya jernih dan segar saat diminum langsung..


Selesai mandi dibawah pancuran, Fabiyan bergegas pulang, rasanya tubuh menjadi sangat segar dan selama perjalanan pulang tanpa Fabiyan sadari ada salah satu Roh suci dari gunung Ungaran Yang mengikuti.


Fabiyan tidak merasakan hal yang aneh, hanya saja entah mengapa setibanya dirumah seluruh tubuhnya menjadi sangat berat, malas beraktivitas dan hanya ingin tidur,


padahal sedari tadi aku merasa segar, tapi kenapa sekarang tiba tiba rasanya mengantuk dan sangat berat bergerak ya..


Fabiyan tertidur berjam jam bahkan sampai melewatkan jam makan malamnya, Saat terbangun Fabiyan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.30


Astaga Gusti... aku tertidur seharian.. dan kenapa tubuhku rasanya semakin berat ya..


...memaksakan diri untuk bangun lalu membasuh muka dan segera menuju rumah pak Yitno. ...


...****************...


Bersambung


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2