
Kakang kawah adi ari ari memiliki makna tersendiri bagi masyarakat jawa pada khususnya,
keduanya melambangkan saudara lahir si jabang bayi yang menemani selama bayi hidup di gowa garba (rahim ibu)
keduanya bukan hanya sekedar air ketuban dan wadah bayi, mereka memiliki peran penting dalam kehidupan awal bahkan sejak masih berupa gumpalan darah.
semakin modern jaman semakin banyak orang yang menganggap kakang kawah adi ari ari hanya mitos, sedangkan masyarakat kuno yang yakin jika setiap benda memiliki ruh pasti tidak berani sembarangan memperlakukan keduanya.
Saat manusia tercipta dalam rahim seorang ibu, di alam kelanggengan dia adalah salah satu dati roh roh suci yang menanti giliran untuk merasakan kehidupan didunia , sebuah kesempatan untuk membersihkan kotoran dikehidupan masalalu.
mengulang kehidupan dari awal berharap bisa menyelesaikan karma dan bisa kembali pulang ke alam kelanggengan dengan kondisi bersih berhasil membersihkan kotoran karma masa lalu.
tahap reinkarnasi tidak hanya sekedar roh leluhur yang nyawiji ke raga Manusia tetapi manusia itu sendiri memiliki roh sejati dirinya.
seperti Ratih prameswari , jiwanya tetap seorang Ratih, meskipun ada roh sri pramodhwaradani yang nyawiji namun tuan rumah tetaplah Ratih prameswari, sedangkan Sri pramodhawardani adalah sebagai pendamping gaib bagi jiwa yang terpilih untuknya menyelesaikan karma masa lalu..
Seseorang akan sangat beruntung jika dapat bertemu lagsung dengan roh sucinya, aku sakjeroning aku, pemilik raga yang sejati.
Aku sak jeroning aku yang sebagai tuan rumah yang akan membantu roh roh leluhur untuk membersihkan karma mereka.
Setiap manusia bisa memiliki pendamping gaib lebih dari satu, tetapi tuan rumah yang sejati hanya ada satu.
Itulah kenapa manusia disebut sebagai makhluk paling sempurna, satu raga bisa dijadikan rumah bagi ribuan bahkan jutaan roh leluhur, namun yang wenang kuasa tetap satu yaitu aku sakjeronging aku
Aku sak jeroning aku akan mampu mengendalikan semua roh yang nyawiji dalam dirinya jika aku sak jeroning aku sudah benar benar menyatu dengan aku sebagai wadak kasar.
(hhmm Kalian agak bingung bacanya yaa reader hehe , gak semua bisa memahami sih saking kompleks nya, skip aja deh 😂)
...----------------...
Keesokan harinya, ibuk tampak membantu Ratih prameswari membersihkan diri di kamar mandi,
cukup banyak darah yang keluar dari jalan rahim membuat Ratih prameswari merasa agak pusing.
usai membersihkan diri, ibuk juga tampak telaten memakaikan pakaian yang. bersih dan juga korset untuk menahan perut anak semata wayang yang sudah memberikan dua cucu.
Setelah itu tampak seorang perawat masuk kedalam kamar pasien hendak membersihkan si jabang bayi, Ratih istirahat dikamar Sementara ibu Astuti tampak menemani si perawat yang sangat lincah memandikan Bayi.
Bayi yang sudah bersih dibedong sebentar supaya tidak kedinginan lalu diberikan pada sang ibu untuk disusui.
"Wah.. habis mandi segar jadi nyusunya kuat ya dek.. " ucap Ratih prameswari yang menyusui sang bayi sambil duduk di sofa.
__ADS_1
"Nanti jam sembilan kita cek kondisi ibu pasca melahirkan diruangan dokter ya bu, nanti saya yang akan mendampingi " kata si perawat sebelum pamit keluar.
Ratih prameswari hanya mengangguk, saat ini dirinya fokus mengamati bayinya yang tampak sangat mungil sedang menyusu dengan rakus.
"setelah ini sarapan ya nduk.. " ibu meletakkan makanan yang diberikan pihak rumah sakit di meja.
"sebenarnya Ratih lagi pingin banget makan bubur ayam buk.. "
"Kalau gitu ibuk belikan sebentar ya, mumpung masih pagi biasanya ada yang jual di dekat gerbang rumah sakit nduk.. "
ibuk sering lewat rumah sakit kota saat ke pasar jadi paham dimana biasanya penjual bubur ayam stand by
Sementara itu, dirumah Putri nampak Gendhis mulai gelisah sepertinya dia tidak bisa berlama lama lagi jauh dari sang ibu
"Bulek.. aku kangen ibuk.. kapan ya ibuku pulang ?" tanya dek Gendhis saat Putri menyisir rambutnya usai mandi.
"Nanti bulek antar kerumah kalau ibu kamu sudah pulang ya nduk.. " mencoba menenangkan.
tapi Gendhis masih saja tampak cemberut..
"Atau gini deh, kita sarapan dulu trus nanti bulek minta tolong suami bulek buat anterin kita kerumah sakit lihat ibuk sama adek kamu, mau gak ?"
tentu saja dek Gendhis menjadi bersemangat tidak sabar bertemu ibu dan adeknya,
"Lho mbah kung sudah pulang to ?? " kata Gendhis menghambur kepelukan si mbah..
"Mbah kangen Gendhis, dirumah gak ada orang jadi mbah jemput kesini deh.. "
keduanya berjalan masuk dan duduk diruang tamu,
bapak Yitno mengucapkan banyak terima kasih karena Putri dan keluarga nya sudah mau direpotkan menjaga Gendhis.
"Sesama warga pak, sudah selayaknya saling membantu.. "
akhirnya menggunakan mobil Milik suami Putri, mereka menuju ke rumah sakit.
Tiba dirumah sakit siang hari, bertepatan dengan kembalinya Ratih dari ruangan dokter untuk pemeriksaan pasca melahirkan.
Mereka saling menyapa dan memeluk satu sama lain, mengucapkan selamat atas kelahiran anak kedua.
banyak obrolan tidak terasa hari sudah sore, Putri dan keluarganya pamit, mereka pulang bersama ibu Astuti, bapak Yitno dan dek Gendhis.
__ADS_1
Ratih merasa kondisi tubuhnya sudah membaik jadi tidak masalah jika malam ini menjaga sendiri bayinya.
dirumah..
Usai membersihkan diri dan makan malam, ibu astuti menemani Gendhis tidur dikamarnya, dan seperti biasa bapak Yitno menemui beberapa tamu dari Surabaya, membicarakan hal hal spiritual pribadi.
Sedangkan Fabiyan yang saat ini berbaring didalam kamarnya merasa gelisah, ingin tidur tapi gak bisa tidur, sesuatu dalam dirnya seakan mengajak untuk kembali kerumah sakit,
ngapain lagi aku kesana kan sudah ada ibu astuti yang menemani..
memaksakan dirinya untuk tidur tapi nihil..
sampai lewat tengah malam justru mata Fabiyan semakin tidak mau tidur, Akhir nya dengan sedikit menggerutu pada diri sendiri Fabiyan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit tempat Ratih prameswari dirawat
coba saja aku bisa punya kemampuan berkomunikasi dengan sejatining aku, pasti semua bisa dibicarakan apa maunya dia apa maunya aku tanpa harus menyiksa raga yang juga butuh istirahat, bukankah sudah dua hari aku tidak tidur ??
Tiba dirumah sakit Fabiyan gegas menuju kamar Ratih prameswari, sedikit membuka pintu memastikan garwo kinasihnya istirahat dengan nyaman.
Fabiyan berencana akan menunggui diluar kamar saja, saat akan menutup pintu tiba tiba si bayi menangis.
cukup lama.. dan Ratih masih tampak tidur dengan lelap, kasihan dia masih terlalu lelah..
Fabiyan memberanikan diri mengambil Bayi yang ada di box lalu menggendong dengan hati hati.
Apa kamu merindukan ayahmu bayi kecil ?? anggap saja aku ayahmu ayo kita keluar, aku akan nyanyikan kekidungan yang akan membuat kamu senang..
sang bayi tampak bergerak gerak seakan berkata ayo aku tidak sabar..
Fabiyan dan si bayi kini berada disebuah taman rumah sakit, langsung berhadapan dengan hamparan langit malam yang indah, bintang bertaburan bulan bersinar cerah menenangkan.
Sang Bayi tampak berkespresi suka sekali mendengar kekidungan yang dilantunkan Fabiyan.
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏