
Beberapa minggu kemudian..
Ratih menunggu seseorang didekat toko antik, sebelumnya mereka sudah janjian akan bertemu disana untuk membahas sesuatu,
"Ratih !! maaf lama ..." kata pria berhoodie yang dulu pernah Ratih tolong.
"Aku baru sampai kok, yuk kita masuk.." Ajak Ratih Prameswari.
Didalam toko antik tersebut, sebelumnya mereka berdua menyapa ramah bapak tua penjaga kasir yang hingga kini tidak diketahui siapa nama nya.
Ratih Prameswari dan pria berhoodie berdiri berdampingan didepan sebuah benda yang dulu pernah bereaksi ketika dipegang oleh Sam (nama panggilan pria Berhoodie).
"Coba kamu pegang sekali lagi Sam.. kalau dia masih nyala ditanganmu artinya dia memilih mu !" ucap Ratih Prameswari.
"Ta.. tapi...aku agak takut Ratih , tanganku gemetar nih.." kata Sam.
"Coba atau kamu penasaran terus !! gih buruan " Ratih Prameswari agak memaksa karena memang ada yang aneh antara Ratih dan Sam.
Seperti ketika Ratih menolong Sam yang dikejar preman preman dekat kampus, mereka berdua bisa menjadi hilang transparan seperti udara . Tapi ketika Ratih Prameswari mencoba hal yang sama ke orang lain ternyata gagal.
Karena rasa penasaran yang cukup tinggi Ratih Prameswari memberanikan diri mendekati Sam yang memang sering berkeliaran disekitar area kampus.
Sesuatu yang tidak pernah Ratih Prameswari lakukan seumur hidupnya, mendekati seseorang terutama lawan jenis yang terbilang asing .
***
Flash back sebelumnya..
"Hei !! tunggu !!" Seru Ratih prameswari ketika melihat pria yang di incarnya .
Bukannya berhenti pria itu justru berjalan semakin cepat.
"TUNGGU !!!" dengan sedikit berlari Ratih Prameswari mengimbangi langkah pria tersebut yang masih kelihatan misterius dibalik hoodie yang dipakainya.
"Lepaskan !!" kata pria berhoodie ketika Ratih menarik lengannya masuk kesebuah gang kecil yang sepi.
"Jangan macam macam mbak !!" tegas si pria sembari menghempaskan tangan Ratih.
"Aku hanya ingin bicara sebentar.. tentang rahasia kita !!" kata Ratih Prameswari.
"Aku bersumpah tidak pernah menceritakan hal itu kepada orang lain.." kata pria berhoodie Takut akan sorot netra Ratih Prameswari
"Bukan hal itu ! ayo kita bicara ditempat lain saja, disini banyak preman berkeliaran jam segini" ajak Ratih Prameswari.
***
Disebuah bangku taman dekat kampus..
"Pertama tama , kenalkan aku Ratih Prameswari... panggil saja Ratih " mengulurkan tangan kanan.
Sejenak pria berhoodie hanya menatap tangan Ratih, tapi kemudian,
__ADS_1
"Samudro Aji... panggil saja Sam atau Aji.. terserah kamu, bagiku sama aja.
"Ada kepentingan apa mbak Ratih sampai mencariku ? dan bagaimana mbak Ratih tahu aku sering lewat daerah sini ?" tanya Sam dengan ekspresi penuh tanda tanya.
"Apa kamu asli orang sini Sam ? soalnya aku gak pernah lihat kamu sebelum nya !" tanya Ratih Prameswari memulai interogasi.
"Aku bukan orang sini mbak, aku berasal dari luar kota.." jawab Sam mencoba menetralkan rasa gugupnya.
"Kamu disini kuliah atau bekerja atau apa ? jujur saja penampilan mu cukup mencurigakan.." Ratih Prameswari bertanya lagi.
"Aku kerja serabutan kak, bukan seorang mahasiswa aku hanya lulusan SMA.." jawab Sam lagi.
"Maaf jika pertanyaanku cukup sensitif, tapi apakah kamu memiliki indera keenam ? atau kemampuan supranatural ?" tanya Ratih lagi.
"Apa itu wajib aku jawab mbak ?" memberanikan diri menatap Ratih Prameswari
"Jawab dengan jujur !" kalimat singkat yang diucapkan Ratih seperti sihir bagi yang mendengar nya. Ibarat seorang Ratu memberi perintah maka wajib sendiko dawuh bagi yang mendengar.
***
Kedua netra mereka beradu, Samudro Aji melihat sosok Ratih Prameswari bukan gadis sembarangan karena aura yang keluar ketika Ratih berbicara sangat berwibawa meskipun penampilan nya biasa saja.
Sedangkan Ratih Prameswari melihat Samudro Aji adalah seseorang yang memiliki kaitan dengan kehidupan lampau nya. Karena tidak mungkin nasib mempertemukan satu sama lain tanpa sebab.
5 detik...
10 detik...
"Jawab !" kata Ratih Prameswari.
"Aku punya kelebihan mbak.. aku bisa melihat makhluk lain disekitar ku !!" akhirnya sebuah jawaban lolos dari mulut Samudro Aji.
"Benarkah ? lalu apakah kamu bisa melihat siapa yang ada disekitar ku saat ini ?" tanya Ratih Prameswari mencoba mengetes kemampuan Samudro Aji
"Bisa... tapi bukan levelku untuk menyebut sosok sosok beliaunya yang bersanding disekeliling Mbak Ratih.." Samudro aji menjawab jujur, karena saat ini para pengawal Ratih Prameswari dalam posisi siaga menjaga junjungannya.
"Katakan saja Sam, agar aku tahu kamu tidak berbohong !! " Ratih Prameswari kembali memojokkan Samudro aji
"Baiklah mbak Ratih, dibelakang mbak Ratih ada puluhan pengawal seperti prajurit jaman dulu, mereka bersiaga dalam jarak 10 meter dari mbak Ratih duduk saat ini..." ucap Samudro Aji.
"Lalu, ada sesosok wanita dengan mahkota yang bersinar berwarna kuning dan sesosok lagi bersinar putih, kedua sosok itu berdiri disamping kiri dan kanan mbak Ratih. Tapi jangan tanya padaku siapa mereka, karena aku hanya melihat sosok yang bersinar, " jawaban gamblang Samudro aji membuktikan bahwa dia Jujur.
Sosok beraura kuning adalah Sri Pramodhawardhani, sedangkan sosok beraura putih adalah mbakyu Sanjivani
"Sekarang kita berteman.." Ratih Prameswari mengulurkan tangan sekali lagi
"Teman.." Samudro aji menyambut tangan kanan Ratih Prameswari kemudian keduanya bersalaman sebagai tanda pertemanan.
***
"Ratih.. sosok Samudro aji sebenarnya adalah pengawal mu yang paling setia , "
__ADS_1
"Pengawal ? seperti bodyguard begitukah mbakyu ? bukankah sudah ada mbakyu sebagai pendamping gaibku ??" kata Ratih Prameswari
"Aku pendampingan gaibmu, tapi pria itu pendamping kasat matamu Ratih !"
"mana bisa seseorang sembarangan aku jadikan pengawal, bisa bisa justru akan di hina aku mbakyu.."
"Kalian akan berteman dulu, nanti lama lama dia akan memiliki kemampuan khusus untuk melindungi dirimu secara nyata "
"Beruntung sekali aku punya pengawal gaib dan kasat mata, semakin membebankan hidupku saja mbakyu..."
"Kamu memang harus dikawal Ratih, karena musuh musuh dari kehidupan sebelumnya juga telah bereinkarnasi dan siap melenyapkan jelmaan Sri Pramodhawardhani, mereka sudah bergerak selama setahun terakhir ini Ratih, berhati hati lah supaya tidak semua orang dengan mudah mengetahui siapa yang nyawiji didalam dirimu , jangan menyebut nama Sri Pramodhawardani atau diriku Sanjivani, karena anginpun bisa menyebarkan rahasiamu !!"
"permainan hidup macam apa yang kini harus aku hadapi mbakyu, semakin hari semakin banyak misteri.. aku pikir tujuanku hanya satu, bertemu reinkarnasi Rakai Pikatan lalu menikah dan bertahan dalam pernikahannya sampai akhir, tapi ternyata banyak sekali kejutan kejutan yang aku sendiri merasa belum siap mbakyu !!"
"Semangat Ratih Prameswari, demi hidup abadi bersama para leluhur suci dialam kadewatan.. bersama orang orang yang kamu kasihi.."
"Tujuan akhir yang masih buram mbakyu, nyatanya sekarang ini saja hidupku masih susah dan berantakan.."
"Ada kami yang akan selalu membantuku mu Ratih Prameswari..."
Keduanya tertawa sejenak dalam hati, tanpa seorang pun tahu termasuk Samudro aji yang masih berada dihadapannya saat ini.
***
flashback selesai..
Benda itu menyala saat Samudro aji menyentuhnya, kemudian mereka membawa keris kecil yang mirip gantungan kunci ke bapak tua penjaga kasir.
"Saya mau beli ini pak.." kata Samudro Aji.
Bapak tua penjaga kasir menatap Samudro aji sekilas, lalu menatap Ratih Prameswari agak lama.
Sorot mata bapak tua penjaga kasir seperti berkata, "sugeng rawuh kanjeng gusti..."
"Benda benda disini memilih sendiri siapa pemiliknya... " ucap singkat bapak tua penjaga kasir.
Artinya tidak perlu membayar karena ketika benda antik bertemu si empunya maka tidak akan ternilai harganya.
Sebuah keris kecil berbentuk gantungan kunci, sekilas hanya nampak seperti gantungan kunci biasa, namun ketika keris kecil itu disentuh pemiliknya maka dia akan bersinar dan bisa berubah ukuran sesuai yang dikehendaki si pemilik yaitu, Samudro aji.
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏