
Ratih tersadar dia sedang berada di pos dekat lapangan..
"Ratih .. syukurlah kamu udah sadar" kata Putri panik.
"Eunghh .. aku tidak apa apa kok put.. cuma agak pusing aja " jawab Ratih mencoba untuk duduk.
"Gara gara Dimas tuh, nyervis bola kok bisa salah arah !" kata Putri lagi sambil melirik ke arah Dimas yang ikut panik.
"Aku beneran gak sengaja Ratih, maaf banget ya .. maaf... aku juga heran padahal aku tuu servis ke arah lawan tapi kok bisa belok ke arahmu bolanya..." ucap Dimas menjelaskan penuh sesal.
Setelah meminum satu gelas air putih dan benar benar siuman serta tidak pusing, Ratih dan Putri jalan kembali kerumahnya. Karena hari sudah senja menjelang surup , yang konon mitosnya pada waktu itu adalah jam terbuka nya pintu dunia alam lain. Jadi sebaiknya mereka berdiam diri didalam rumah .
Putri segera pulang setelah memastikan Ratih masuk kedalam rumah. Dia juga harus segera tiba dirumahnya supaya tidak terjebak dalam suasana wingit atau seram di jalanan sekitar hutan bambu di dekat balai desa. Hutan bambu selalu identik dengan hal hal mistis apalagi di kampung yang terbilang pelosok seperti kampung Ratih Prameswari.
***
Pagi besoknya..
Ratih Prameswari sedang menyirami tanaman dihalaman depan rumah saat ada seseorang memanggil namanya..
"RATIH..met pagi !" ternyata itu adalah Dimas
Dimas sengaja mengunjungi rumah Ratih pagi pagi sekaliian lari joging, Dimas ingin mengajak Ratih untuk datang ke pasar malam bersama. Tentu saja Ratih tidak menolak, Dimas adalah teman sebaya Ratih di kampung, dia anak pertama pak bekel (ketua RW) .
Perawakan Dimas sudah seperti seorang tentara, tegap, gagah, potongan rambut bros dengan ketampanan wajah yang lumayan tampan berkharisma. Dimas sudah lolos seleksi pendaftaran anggota TNI ,. sama seperti Ratih Dimas juga sedang menikmati hari hari terakhir nya di kampung sebelum masuk ke asrama militer.
***
Selesai menyiram halaman depan rumah, Ratih kembali masuk kedalam rumah hendak membersihkan diri. Setelah mandi Ratih membantu ibu Astuti memasak di dapur. Dapur di kampung Ratih masih terbilang cukup kuno karena masih menggunakan tungku sebagai kompor dan kayu sebagai bahan bakarnya.
Pawon adalah sebutan untuk dapur tempat memasak pada masyarakat kuno, memanfaatkan kayu sebagai bahan bakar utama. Tungku berwarna hitam pada bagian bawahnya adalah icon tersendiri jika memasak di pawon, langes atau hangus sudah pasti ada dimana mana.
Namun memasak menggunakan tungku juga membuat masakan lebih sedap berkarakter, selalu ada bau khas dari tungku perapian yang membuat masakan lebih terasa sedap dan nikmat.
***
Makan siang telah siap terhidang pada dipan dekat pawon..
__ADS_1
Nasi hangat dengan sambal terasi juga sayur lodeh dan kerupuk.
Menjelang tengah hari bapak Yitno baru kembali dari kebun belakang pekarangan rumah. Kegiatan bapak Yitno setiap hari adalah merawat kebun sumber pemasukan keluarga. Kali ini kebetulan jagung sudah mulai siap di panen.
Bapak pulang membawa sekeranjang penuh berisi jagung manis yang siap dijual dipasar esok hari. Selain jagung, bapak juga membawa segedeng pete dari kebun yang berada didekat sawah. Kebetulan ini juga adalah musim pete.
Menikmati makan siang dengan suasana harmonis. Makanan sederhana namun terasa sangat nikmat saat disantap bersama keluarga.
***
Malam hari pukul 19.30 Dimas sudah menunggu Ratih dibangku teras rumah. Sedikit berbincang dengan ibu Astuti dan Bapak Yitno yang kebetulan sedang tidak ada tamu .
Bapak Yitno adalah salah orang yang dituakan di desa, banyak tamu yang datang kerumah untuk mendapatkan nasihat atau wejangan wejangan spiritual.
( tetua yang dimaksud dalam kisah disini bukan dukun ya reader 😊🙏🏻)
Dahulu bapak Yitno hanyalah seorang pria biasa seperti umumnya, namun suatu hari pak Yitno mengalami kejadian yang mengubah takdir hidupnya.
***
Dalam kondisi tidak sadarkan diri, pak Yitno mengalami suatu perjalanan spiritual . Pak Yitno bertemu dengan sosok gaib penjaga alam kelanggengan. Dua petugas gaib tersebut membawa raga pak Yitno kesebuah tempat pensucian.
Tempat pensucian ini seperti sebuah ruangan yang memiliki tungku perapian serta tempat pemandian. Pertama tama tubuh Pak Yitno dimandikan lalu kemudian dibaringkan dalam sebuah tempat atau ranjang khusus.
Kemudian salah satu petugas mulai membersihkan raga nya. Petugas pertama menarik lidah pak Yitno lalu menggosok menggunakan sikat sampai bersih, dalam adegan gaib tersebut lidah pak Yitno yang terjulur keluar sangat panjang, setelah bersih satu petugas lainnya memberi cap pada lidah pak Yitno menggunakan stempel yang terlebih dahulu dipanaskan dalam tungku api.
NYOOSSSS...
suara stempel besi panas terkena permukaan lidah pak Yitno. Jangan ditanya bagaimana rasanya, karena pak Yitno merasakan sakit yang sangat luar biasa namun tidak sedikit pun bisa teriak, Indera pengucapan beliau terkunci dan hanya bisa pasrah menerima kesakitan yang sangat luar biasa dia alami.
Stempel panas meninggalkan jejak simbol yang dibaca dengan "HU"
***
Kemudian pembersihan berlanjut pada indera pendengaran atau telinga kiri dan kanan, satu petugas membersihkan bagian dalam telinga menggunakan sikat panjang, menggosok hingga bersih semua kotoran pada telinga, Pak Yitno hanya bisa menangis menahan penderitaan yang tidak dia pahami ini.
__ADS_1
lalu satu petugas lain memberi stempel yang sama seperti sebelumnya,
NYOOSSS... jejak "HU" pada kedua telinga pak Yitno.
Dalam Hati pak Yitno terus menerus memohon pengampunan pada Gusti yang maha Kuasa, sungguh dirinya merasa apakah dia sangat berdosa hingga harus diperlakukan seperti ini ? Pak Yitno mengalihkan rasa sakit dengan melantunkan doa doa pengampunan pada Gusti yang maha kuasa, meskipun NIHIL rasa sakit itu sangat menyiksa.
***
Selanjutnya yang dibersihkan adalah indera peraba, kedua tangan dan juga kaki pak Yitno mendapatkan perlakuan yang sama, digosok sampai bersih lalu diberi stempel huruf "HU".
Singkat cerita kelima indera pak Yitno sudah selesai dibersihkan. Kedua petugas membawa pak Yitno berpindah keruangan lain yang lebih bersih dan rapi dengan suasana putih mendominasi.
Tidak ada apapun diruangan tersebut kecuali pak Yitno yang seperti sedang menunggu sesuatu. Pak Yitno ditinggalkan dalam ruangan tersebut dengan kondisi 5 indera sudah mendapatkan stempel huruf "HU" dan pak Yitno hanya memakai selembar kain putih yang membungkus tubuhnya .
***
Seseorang datang menghampiri pak Yitno, sosok yang terlalu silau jika dipandang, pak Yitno tidak berani menatap sosok tersebut saking silaunya aura yang terpancar.
Dalam adegan gaib tersebut, sang sosok menjelaskan tentang kejadian yang dialami pak Yitno , bahwasanya pembersihan yang pak Yitno alami adalah suatu wujud pembersihan diri atas belenggu kotoran duniawi.
Setiap dosa pak Yitno telah gugur seiring selesai nya pembersihan diri yang pak Yitno alami. Kini pak Yitno seperti terlahir kembali, seperti seorang bayi yang masih suci dan bersih. Sosok tersebut juga menjelaskan bahwa setelah pak Yitno kembali ke alam pepadang nanti seluruh hidupnya akan berubah.
alam pepadang \= dunia fana
Secara tidak langsung pak Yitno telah menerima sebuah wahyu suci langsung dari petugas sg aweh uriip.
Sebuah wahyu suci dimana pak Yitno akan menjadi tuk sulihing gusti kang akaryo jagad. yang artinya pak Yitno adalah sebagai petugas perantara antara roh leluhur dengan umat manusia.
Dan disinilah pak Yitno sekarang menjadi sosok tetua yang tau segalanya tentang seluk beluk ayat ayat Gusti ingkang maha agung yang tergelar dalam kehidupan manusia didunia.
Ayat huriip kang Gumelar sak kuruping bumi kelawan Langit, pak Yitno hanamung sak Dermo ngelampahi.
***
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏