
keesokan harinya..
Udara dingin berembun sejuk kawasan candi gedong songo membuat Ratih Prameswari dan Fabiyan enggan beranjak dari pembaringan.
setidaknya tunggu matahari lebih tinggi dan hangat dulu baru bangun..
batin Fabiyan yang sama dengan apa yang Ratih Prameswari pikirkan.
***
"Setelah ini kita langsung pulang saja ya Ratih ?"
ucap Fabiyan sembari meniup susu jahe hangat di kedai makan yang sama seperti kemarin.
"Iya.. langsung pulang soalnya masa cutiku udah hari terakhir.."
Ratih menjawab disela melakukan aktivitas yang sama, menyeruput wedang susu jahe ..
Sebelumnya mereka bangun sekitar pukul 08.00
zoning out sebentar di teras depan kamar sewaan keduanya,
Lalu memutuskan untuk membeli minuman hangat sekaligus sarapan sebelum pergi dari bumi perkemahan ini.
***
Dan kini mereka berdua sedang duduk duduk malas di sebuah kedai sambil menikmati segelas wedang susu jahe hangat.
Mereka juga sudah memesan sarapan,
karena masih terlalu pagi maka hanya ada mie instan yang siap dibuatkan oleh pemilik kedai.
"Monggo silahkan mie nya sudah matang mbak.. mas .."
si penjual nampak meletakkan dua mangkuk mie di meja Ratih dan Fabiyan.
Mie kuah hangat dengan campuran telur ayam kampung, sayur sawi dan kol serta tomat, ditambah irisan beberapa tangkai cabai rawit hijau yang membuat cacing cacing diperut Ratih dan Fabiyan demo .
"Makasih bu.." jawab Ratih dan Fabiyan bersamaan setelah menerima mangkuk mie masing masing.
Setelah menyajikan dua porsi mie kuah, si pemilik kedai kembali masuk kedalam,
seperti nya dia juga mulai sibuk menyiapkan berbagai racikan bumbu bumbu masakan yang akan dia olah dengan berbagai bahan makanan lainnya.
Kedai tempat Ratih dan Fabiyan sarapan ini adalah kedai yang yang sama seperti kemarin saat memesan sate kelinci.
***
sate kelinci, sepertinya itu adalah menu Andalan yang wajib ada di setiap kedai yang membuka lapak di kawasan para penjual kuliner kawasan wisata gedong songo.
Selain menu andalan sate daging kelinci, tentu saja kedai ini juga menawarkan berbagai menu tambahan yang tidak kalah enak.
ada mangut belut, kepala manyung daun kemangi, ayam ungkep, pecel lele , ikan bakar bumbu bali, dan sebagainya..
Ratih dan Fabiyan sangat menikmati sarapan pagi ini, yang sangat pas dengan suasana hari ini yang sejuk berembun dengan menyisakan kabut tipis yang menambah kesan dingin.
Selesai sarapan Fabiyan mengajak Ratih untuk berkeliling sebentar di jajaran kios penjual pernak pernik kerajinan tangan.
"Masih kepagian kalau mau beli begituan !" ucap Ratih Prameswari saat melihat Fabiyan nampak tertarik dengan beberapa pernak pernik buatan tangan.
"cuma liat liat doang kok,, " seakan tidak berminat tapi sorot kedua mata dan gerakan tangan tidak beranjak dari benda benda itu.
sebuah benda kerajinan dari bahan kayu rotan yang di bentuk sedemikian rupa hingga menyerupai gantungan dream catcher dengan lonceng kecil dibagian bawah.
__ADS_1
Mereka melihat lihat pernak pernik dari satu kios ke kios lain sambil berjalan kembali menuju kamar sewaan mereka didekat bumi perkemahan..
***
"Pulang pakai mobilku aja ya.." saat keduanya berjalan menuruni lokasi kawasan bumi perkemahan
sebelumnya tentu saja Mereka sudah mengemas barang bawaan masing masing.
"Aku rencana mau naik bus aja sih.." jawab Ratih dengan langkah santainya.
"Gimana bisa tinggi kalau hobi bawa yang berat berat kayak gitu hehehe.."
Fabiyan merasa terkejut sebelum nya saat melihat Penampilan Ratih Prameswari dengan menggendong tas carrier nya keluar dari kamar.
Mirip yang di film film , gadis pendaki ala backpacker...
"ini gak berat sama sekali kok Biyan.."
saut Ratih Prameswari yang kelihatan biasa biasa saja ,
Beratnya tas ini gak seberat beban hidupku..
Gumam ratih Prameswari pelan dalam hati.
"Apa mau coba bawa ini ? kamu pasti belum pernah kan hehe.."
goda Ratih Prameswari kepada Fabiyan yang ketahuan Tidak pernah jadi tim pecinta alam apalagi seluk beluk pendaki.
"Haish.. masih harus ya ? dibahas terus itu.."
Fabiyan garuk garuk kepalanya yang tidak gatal ,
jujur saja Fabiyan merasa sangat malu waktu mengingat kebohongan yang terbongkar karena pertanyaan bodohnya kemarin.
***
Dalam hatinya bertekad, gak akan pulang sebelum Ratih Prameswari benar benar aman naik transportasi umum.
Fabiyan berencana mengikuti dari belakang pakai mobil nantinya..
tapi entah kenapa sudah lebih dari satu jam belum nampak bus yang dimaksud.
Mana cuaca hari ini semakin terik dan mulai terasa panas,
Sangat berbeda dengan cuaca diatas kawasan candi gedong songo tadi yang sejuk .
"udah sejam lebih lo Tih, apalagi makin terik aja nih matahari.. "
"Ayo aku anterin aja, lebih efisien kan ?"
Fabiyan bahkan sampai menyipitkan mata saking panasnya suhu yang memantul dari aspal jalan raya
"Wait... tunggu sebentar lagi Biyan.. " Ratih Prameswari kekeuh menunggu bus yang tidak kunjung datang.
Sebenernya Ratih Prameswari juga Merasakan terik yang sama seperti Biyan rasakan.
***
"Kalau 5 menit bus nya gak lewat , kamu harus mau aku anterin pakai mobilku, titik no koma apalagi debat !!"
Fabiyan kemudahan menunggu i Ratih Prameswari sambil duduk dipinggir trotoar..
Semoga busnya gak lewat ya Tuhan... pliss...
__ADS_1
^^^Hhmmm doa yang tidak baik haha.. tapi semoga dikabulkan ya Biyan^^^
5 menit kemudian..
aneh deh, bisa bisanya gak ada satupun bus yang lewat padahal udah jam segini..
gumam Ratih dalam hati, dengan berat hati mau tidak mau akhirnya Ratih menyetujui untuk pulang bareng Biyan.
"Ayo Biyan, anterin aku pulang, nyerah sama bus yang gak nongol nih.."
Ratih membalik badan kearah Biyan yang sedang duduk menahan kepanasan dipinggir trotoar.
"Oke.. ayo keparkiran diatas sana.."
Ajak Fabiyan
"wait wait wait..bentar !" Ratih Prameswari menahan lengan Fabiyan.
***
"jadi mobil kamu ada di parkiran atas ?? dekat bumi perkemahan ?? " Tanya Ratih Prameswari dengan tatapan heran sekaligus terkejut gak habis pikir..
"Iya.. kemarin aku parkir disana biar lebih deket aja ke pintu masuk kawasan candi..'
"why ?? ada yang salah Ratih ??"
Fabiyan bertanya jujur apakah ada yang aneh dengan dirinya.
"Kalau parkir diatas sana, artinya kita harus kembali jalan kaki Biyan !!"
"dan jalan kaki menanjak itu gak cukup 5 menit sampai.."
"Apalagi bawa tas ransel segede ini kan.."
Ratih Prameswari menghela nafas kasar, dia benar benar tidak paham cara berpikir seorang Fabiyan Atmaja.
"Sini biar aku bawain tas nya.."
ucap Fabiyan saat merebut paksa tas carriee Ratih yang cukup besar.
Ratih Prameswari yang masih agak terlamun terheran heran dalam otak pikiran nya pun cuma bisa pasrah.
Ratih berjalan lesu mengikuti langkah Fabiyan dari belakang.
"Karena kamu yang memaksa buat bawain tas carrier aku maka jangan sampai mengeluh tentang betapa beratnya dia.."
Ratih mensejajarkan langkah kakinya dengan Fabjyan yang tadinya agak tertinggal dibelakang.
"ini gak berat kok Ratih.. cuma antep aja rasanya apalagi jalannya menanjak kayak gini.."
Fabiyan harus menahan harga dirinya,
jangan sampai kena malu lagi gara gara gak mampu bawa tas ransel pendaki..
...****************...
bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏