
Ratih mencoba bersikap wajar, meskipun ada rasa tidak nyaman karena yang saat ini berada disampingnya adalah pria paling populer sekaligus pujaan hati seluruh penghuni kampusnya dulu,
"Jadi.. kak Putra sedang ada acara apa disini ?" tanya Ratih
"Apa itu sebuah pertanyaan konyol ? Aku yang punya tempat ini Ratih.." jawab Putra,
astaga aura bos tampan nan mapan sangat terpancar.
"Owh... iya ya pantesan kok aneh aja kita tiba tiba ketemu disini padahal kan gak janjian hahaa,"
"Kamu sendiri ? sedang mewakili kantor kan ?"
"suatu kebetulan yang tidak terduga ya kak, udah bertahun tahun kita gak bertukar kabar.."
"Kan kamu nya yang menghindari aku terus Tih.."
"Agghh kak Putra masih inget yang dulu itu ya ?"
"Kamu udah gantungin perasaan aku tau gak sih.."
"Maaf kak, aku gak bermaksud.. waktu itu kan ada Kinan, dan..."
"Kinan ya... kamu tahu gak kalau sekarang dia jadi artis ibu kota lho "
"iya kah ? aku gak pernah ngikutin berita televisi hehee.. gak nyangka loh dia bisa sukses,"
"Dan kejutannya lagi, sekarang dia juga lagi ada di Bali.."
"apa ???" Ratih Prameswari terkejut otomatis merasakan jantungnya tidak tenang.
"Hhmmm.. kamu masih ada rasa ga suka ya sama Kinan. "
Putra menunduk Lesu seperti merasa bersalah.
"Sudah kak.. sudah tidak apa apa, aku enggak dendam kok.."
tentu saja Ratih prameswari mana mungkin berani dendam demgan Kinan Atmaja , lebih tepatnya hanya memiliki rasa trauma jika mendengar namanya. dan itu cukup Ratih pendam sendiri.
Obrolan Ratih dan Putra berlangsung sampai larut malam, mereka bernostalgia tentang bagaimana dulu sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan.
Ratih yang cantik dengan apa adanya dia selalu membuat Putra diam diam menaruh hati, mereka sempat dekat bahkan pernah pergi kencan Beberapa kali, tapi setiap Ratih dekat dengan Putra aura membunuh dari Kinan selalu terbayang bayang.
__ADS_1
Meskipun begitu, Kinan tidak berani lagi mengganggu Ratih Prameswari Semenjak kejadian percobaan pembunuhan. entahlah Ratih Prameswari sama sekali tidak menahu tentang apa yang terjadi setelah itu.
Dan kini dirinya berada di satu kota dengan seorang Kinan Atmaja ? apa yang akan terjadi jika Ratih bertemu dia lagi ? apakah masih ada perselisihan diantara mereka ?.
***
Esok harinya.. Ratih melakukan kegiatan seperti jadwal yang disediakan panitia penyelenggara, selesai sarapan semua peserta observasi akan diantar ke lokasi tempat penemuan situs benda bersejarah disebuah desa .
Bukan penemuan yang besar seperti candi, tapi lebih ke penemuan bangunan yang lebih kecil daripada candi.
Selama mengikuti kegiatan acaranya lagi lagi Ratih Prameswari tidak merasa tenang seperti akan terjadi hal buruk yang tidak dia inginkan.
Satu persatu peserta diijinkan untuk meneliti objek tersebut, meneliti ukiran serta jenis batuan hingga dari jaman era apa dia diciptakan.
Menurut kemampuan observasi yang Ratih pahami , Situs ini adalah sebuah peninggalan dari era abad peralihan 10 ke 11.
era dinasty campuran Hindu Buddha atau dinasty Sanjaya Syailendra yang kemudian dikenal dengan nama era Isyana, dimana para pemimpinnya berasal dari keturunan campuran dua dinasty .
Semua kembali berasal dari jaman Rakai Pikatan dan Dyah Pramodhawardhani, pernikahan dua dinasti besar tanah jawa yang tujuan awalnya mempersatukan perbedaan.
Namun lambat laun justru perbedaan itu menimbulkan berbagai konflik baru di setiap generasi. Era isyana adalah era permainan politik dan konflik campuran dua aliran kepercayaan, hindu dan budha.
Era isyana juga semakin banyak perang politik memperebutkan kekuasaan, sementara yang sudah berhasil menjadi penguasa tidak ada yang bisa bertahan lama.
Situs yang Ratih Prameswari observasi berbentuk seperti arca binatang kera, babi, raksasa, kemungkinan besar ini dulunya adalah tempat beraktivitas para masyarakat.
Lebih mirip seperti sebuah tempat pemandian umum dengan air yang mengalir dari sumber air yang terletak beberapa puluh meter dari tempat tersebut.
Situs yang sudah rusak bahkan tidak ada bangunan yang benar benar utuh, semua hanya berupa kepingan kepingan puzzle yang berserakan disana sini.
Mungkin dulunya situs ini sengaja di hancurkan atau memang rusak karena bencana alam.
Batuan yang digunakan untuk pembuatan adalah batuan kapur putih padat,
Bukan hasil mahakarya seperti Rakai Pikatan dahulu yang menggunakan batuan adesit yang langka.
Batuan kapur putih padat biasa digunakan oleh masyarakat era isyana dalam pembangunan, karena teksturnya yang lebih mudah dipahat oleh manusia.
Hasil relief yang tercipta pun tidak sehalus mahakarya rancangan Rakai Pikatan dulu, tentu saja karena yang memahat mahakarya parahambanan serta bumishambara bukanlah manusia biasa melainkan manusia jelmaan prajurit segara kidul yang menyamar menyerupai manusia yang memang sengaja ditugaskan untuk membantu Rakai Pikatan menyelesaikan apa yang waktu itu menjadi tanggung jawabnya ketika memenangkan sayembara kala itu,
Sedang kan relief pahatan tangan manusia biasa lebih nampak kasar dan ada sedikit tidak halus ,
__ADS_1
Ratih melanjutkan observasi kebagian lain, lebih tepatnya meraba raba apakah dahulu anak keturunan mbakyu sanjivani ada yang berada di Bali ?
apakah aku bisa mendapatkan informasi tentang siapa keturunan sri Pramodhawardhani dan rakai mamrati yang tinggal di Bali setelah era pergeseran kekuasaan..
Sayangnya saat sedang mencoba fokus mencari tahu, beberapa peserta perwakilan observasi sangat mengganggu konsentrasi Ratih Prameswari.
Ratih menoleh sekilas dan itu adalah mereka yang ketika acara makan malam membicarakannya dirinya,
udah pada gede tua masih saja bermain kelompok didalam kelompok. Tujuan yang awalnya mengobservasi jadi lebih menjadi ajang bersosialisasi koloni.
Pekerjaan yang digeluti Ratih Prameswari saat ini memang terbilang pekerjaan yang hanya disukai tipe konservatif, karena seperti menemukan keasyikan dan keputusan tersendiri saat mencari tahu kepingan kepingan puzle dari kehidupan masa lalu para leluhur.
Sebuah dunia yang memiliki banyak rahasia serta jawabannya sendiri. Karena beberapa peserta yang berkelompok itu sengaja mengusik Ratih Prameswari akhirnya mengalah dan melanjutkan ke penemuan selanjutnya.
Memasuki sebuah bangunan berbentuk gua, seperti menelusuri peradaban masa lalu, Ratih ingin sekali menemukan sumber air yang dahulunya mengairi tempat tersebut.
Secara ajaib Sebuah arca wanita yang membawa sebuah kendi seperti kembali utuh sempurna, dan dari kendi tersebut keluar air yang sangat jernih
Tidak menyia nyia kan kesempatan, Ratih Prameswari pun membasuh wajah dan kedua tangan serta kakinya.
kejadian itu hanya adegan yang dialami Ratih Prameswari seorang.seketika setelah dirinya selesai membasuh wajahnya tiba tiba,
jeng.. jeng.. jeng...
semua bangunan situs berubah kembali ke wujud seperti masa lalu, Ratih seperti berada diantara para warga khususnya para wanita yang sedang beraktivitas didalam padusan.
para Wanita itu nampak mengenakan pakaian kuno sambil mencuci kain yang mereka bawa di tepian kolam . Sementara sebagian lainnya sedang mandi di bawah pancuran tempat Ratih Prameswari membasuh dirinya barusan.
Tapi hei.. dirinya tidak terlihat oleh para warga disini, Ratih mencoba menyapa beberapa wanita namun nihil. mereka tidak memperhatikan kehadiran Ratih Prameswari.
...****************...
bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1