
Berusaha menghindari berdekatan dengan Fabiyan, namun justru Fabiyan yang semakin mencari perhatian..
***
"Om ngapain ikutin saya ? gak ada kerjaan lain kah ?" kata Ratih Prameswari cuek.
sesekali kakinya menendang rumput yang kering,
"Aku sudah selesai buat hari ini kok, kebetulan tadi pingin cari udara segar , jadi jalan sampai sini, gak tahunya eh ada kamu juga !" ucapan Fabiyan menguraikan yang dia alami tadi
"Oh .. kirain on Fabiyan sengaja jadi penggemar saya hehe.." Ratih mencoba menetralisir getaran dari kalung yang dia pakai.
"Mungkin kita sedang berjodoh hehe.." ucap Fabiyan santai.
Namun tiba tiba langkah Ratih Prameswari terhenti..
"Jodoh ? apa yang om Fabiyan pahami tentang konsep jodoh ?" kata Ratih Prameswari dengan menatap tajam dan serius.
"Jodoh itu adalah, karena kita sering bertemu secara tidak sengaja diwaktu dan tempat yang kebetulan juga sama, moment tepat.." jawab Fabiyan.
"Sebaiknya om Jangan ngomongin jodoh sama saya, soal nya saya gak percaya sama jodoh, jodoh adalah apa yang akan saya tentukan sendiri !" jawab Ratih ketus
"Woo.. easy easy gadis kecil.. siapa juga yang bilang kalau kita akan berjodoh seperti Rakai Pikatan dengan Dyah Pramodhawardhani hehe" niatnya bercanda
tapi justru ditanggapi semakin ketus sama Ratih Prameswari.
***
"Om Fabiyan tahu bagaimana karakter asli mereka berdua ? dan yang om Fabiyan sebut sebagai Rakai Pikatan itu hanyalah seorang pria yang tidak bisa menghargai kesetiaan Sri Pramodhawardhani, dan om Fabiyan mau kita berjodoh seperti mereka ?? cuih.. seumpama ada Rakai Pikatan berlutut minta saya supaya mau menikah dengannya pun pasti saya tolak mentah mentah !!" Ratih Prameswari tiba tiba saja berapi api..
"Tenang gadis kecil, kan aku cuma bercanda hehe.." Fabiyan berusaha menenangkan emosi Ratih Prameswari.
"Kita bahas topik lain saja ya kalau itu tadi menyinggung prinsip hidupmu maka , aku minta maaf " ucap Fabiyan Merasa bersalah.
"Ingat ya om, jangan bahas bahas tentang konsep jodoh sama saya !!" Masih berdiri menatap serius kedalam netra Fabiyan.
"Iya.. maaf dulu dong ??" menggoyangkan tangan kanannya supaya bersambut
"ish.. untung om itu ganteng jadi saya maafin kali ini.." menyambung uluran tangan Fabiyan
Lalu keduanya kembali tertawa, agak canggung sih..
***
Melanjutkan berjalan disekitar area yang dahulu merupakan sebuah danau buatan Rakai Pikatan untuk sang istri Pramodhawardhani..
"Anyway... selamat ulang tahun ya om.." kata Ratih saat mereka duduk menikmati semilir angin.
"Hhmm terima kasih.. kamu menikmati nasi selametan tadi pagi ya ? enak ?" ucap Fabiyan dengan nada suara ramahnya.
"enak.. bahkan aku melewatkan jam makan siang karena masih sangat kenyang." jawab Ratih
"Semoga harapan harapan baik yang om Fabiyan inginkan segera terkabul ya, Aamiin.." Ratih Prameswari menyampaikan kalimat harapannya
"Makasih sekali lagi Ratih, ada banyak harapan yang ingin aku raih di tahun ini.." kata Fabiyan.
"Dulu aku ada dosen pembimbing yang orangnya mirip om Fabiyan.. fisik kalian sebelas duabelas " lanjut Ratih Prameswari
__ADS_1
"Dan dosen itu juga suka banget ganggu waktu luangku disela sela jam kuliah om.."
"Dosen itu naksir kamu ya ?" kata Fabiyan
"Kalau dari gelagatnya sih enggak on, dia lebih ke suka memanfaatkan orang lain apalagi mahasiswi polos seperti saya ini.."
kata Ratih tersenyum simpul saat kembali membayangkan sosok Raymond yang menyebalkan tapi juga perhatian
"Memanfaatkan ?" tanya Fabiyan dengan sebelah alis terangkat
"Iya.. kayak nyuruh saya bawain bukunya dari ruang kuliah ke ruang dosen, trus pernah juga disuruh merapikan rak buku tua yang ada di ruangannya ."
Belum lagi hasil nilai mata kuliah Ratih Prameswari yang memang unggul, namun banyak mahasiswa dan mahasiswa mengira Ratih Prameswari menggoda sang dosen.
yang ada juga pak Raymond yang sering godain, tapi kan aku cuek..
***
Senja hampir berakhir..
Ratih Prameswari dan Fabiyan jalan bareng ke pos penjagaan..
disana sudah nampak Kak Seruni yang menunggu kedatangan Ratih Prameswari,
"Cie.. yang dapat teman ngobrol jadi lupa waktu hehe.." kak seruni hanya menyindir halus,
sama sekali tidak mempermasalahkan Ratih Prameswari ingin dekat dengan siesiapapun.
"Sorry kak Seruni, barusan tadi ketemu om Fabiyan jadi sekalian ngobrol sebentar.." kata Ratih Prameswari.
"Oh ini Seruni, salam kenal ya.. panggil Fabiyan saja" mengulurkan tangannya kepada Seruni
"Yuk dek, udah sore banget ini kita.. apalagi kamu belum fit sungguh kan ?" kata Seruni khawatir
"Aku udah sehat kok kak, udah pulih beneran.." ucap Ratih menenangkan kekhawatiran temannya
"Iya tapi bentar lagi malam dan aku takut bawa motor dimalam hari " kata kak Seruni
"Kali ini aku yang nyetir motor nya kak.."
***
"Apa kalian mau pulang bareng ?" kata Fabiyan tiba tiba
"Kita bisa bawa motor beriringan supaya lebih aman selama perjalanan" Menawarkan sebuah opsi mutualisme, sama sama saling menguntungkan..
"enggak.."
"boleh.."
"kak Seruni !! " Ratih melirik agak melotot pada senior nya itu
"Kan lumayan dek, kita lebih aman selama perjalanan, aku serem loh sama begal yang berkeliaran didekat perbatasan kota" jawab Seruni menyetujui ide Fabiyan.
Akhirnya mereka bertiga pulang bareng, Ratih membawa motor milik Seruni, sementara Fabiyan membawa Motor sport milik nya.
Membelah jalanan yang semakin malam semakin ramai hilir mudik kendaraan bermotor.
__ADS_1
Melakukan perjalanan pulang lebih cepat dari biasanya, hanya satu jam..
Berkat Fabiyan yang pandai membelah keramaian supaya Motor mereka bisa menyelinap lincah diantara banyaknya pengendara.
***
"Makasih pak Fabiyan.." ucap Seruni saat mereka memarkirkan motor.
"sama sama Seruni.. Ratih.. Duluan ya " kata Fabiyan melambaikan tangan lalu jalan duluan ke kamar nya..
Seruni dan Ratih pun melakukan hal yang sama, berjalan beriringan menuju unit kamar mereka.
"Lumayan ganteng ya dek, duh seperti nya aku naksir deh hehe" ucap Seruni yang secara nyata mengagumi sosok Fabiyan.
"Ganteng sih kak , tapi biasanya kalau ganteng itu setia orang nya.." bisik Ratih tepat didekat telinga kiri Seruni
"Lah bagus dong kalau setia, pasti aku bakal bahagia banget punya suami kayak pak Fabiyan" seruni melambungkan angan angan jauh ke depan.
"Setia itu maksudnya, Setiap tikungan ada alias palyboy kak seruni !!" kata Ratih Prameswari gemes dengan ekspresi melongo seruni
"Idiih amit amit dek.. kamu kalau ngomong yang bener dong, merusak imajinasi aku aja ish.." Seruni bersungut sungut lalu jalan mendahului Ratih.
"Awas loh ka Seruni, jangan sampai jatuh cinta sama pria setia kwkwkwkwk..." puas menggoda teman sebelah kamar nya
***
Masuk kedalam kamar miliknya..
setelah menutup dan mengunci pintu,
Ratih Prameswari segera membereskan semua barang barang yang dia bawa,
lalu mandi, membersihkan diri dan seperti biasa berganti dengan kostum rumahan ala kaum rebahan
piyama lengan pendek dengan celana panjang berwarna biru gelap
sembarangan mengikat rambutnya keatas, lalu mulai melakukan perawatan diri.
hanya sekedar memakai masker agar kulit wajah tidak berjerawat,
Setelah membersihkan sisa masker yang menempel, kemudian Ratih mengaplikasikan krim malam pada wajahnya.
Meskipun jomblo tetap harus merawat diri, setidaknya jadi lah jomblo berkualitas...
Bergumam menyemangati diri sendiri yang masih betah menjomblo diusia yang hampir 23 tahun.
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1
...****************...