
"Udah bikinin aja dua porsi buat mereka buk.." kata pak Yitno.
"Sebentar ya nang, ibuk buatkan" kata ibu sembari menuju ke dapur.
Raymond menyikut Fabiyan, seolah berkata "nggragas !!"
Fabiyan cuma mesem, "Pas lapar pas ditawari ya ga boleh ditolak hehe"
pak Yitno sendiri geleng geleng setiap kedatangan dua tamu tuan muda yang kadang bertingkah seperti anak kecil dirumah sendiri..
***
Dua hari kemudian..
Ratih Prameswari sedang merenung memikirkan sesuatu,
Kemarin malam bapak mengajak dia bicara,
awalnya Ratih ingin bilang kalau bapak kudu berhati hati sama on Raymond dan om Fabiyan,
namun belum sempat Ratih mengutarakan maksudnya, Bapak duluan ngomong
tentang pernikahan...
Kenapa tiba tiba bapak membahas pernikahan ???
...Merasa galau karena saat ini Ratih sama sekali tidak ingin menikah,...
Seandainya bapak tahu bagaimana drama pernikahan yang akan anaknya jalani...
Ratih Prameswari merasa takut mengecewakan orang tuanya..
Bayangkan bagaimana rasa sakit kedua orang tua jika mengetahui kalau rumah tangga yang dijalani anaknya tidak akan berjalan mulus seperti yang dibayangkan..
Apa aku cari calon bojo selain reinkarnasi Rakai Pikatan ya..
Saat sedang termenung tiba tiba muncul suara..
Jangan coba coba Ratih...
mbakyu Sanjivani... dari mana saja mbakyu.. sudah lama gak muncul..
Jangan melakukan hal diluar jalur takdirmu Ratih..
Aku hanya berandai andai saja kok..
Kalau kamu memilih jalan lain, percuma Ratih... pada akhirnya kamu akan kembali pada jalan yang sama..
Maksudnya, kalau aku memilih pria lain selain takdirku maka pilihanku juga tidak akan berjalan mulus gitu mbakyu..
Kamu hanya akan semakin susah Ratih, menikah dengan yang bukan milikmu...
Apa tidak bisa kalau aku hidup bahagia sewajarnya bersama pria pilihan ku..
Apa kamu sudah menemukan reinkarnasi Rakai Pikatan ??
Sudah..
Apa kamu merasakan getaran itu ??
Hhmmm...
Apa dia mengenali siapa sosok yang nyawiji didalam dirimu ??
Kayaknya dia gak tahu kalau sri Pramodhawardhani adalah aku..
Tapi kamu sudah yakin kalau pria itu adalah titisan Rakai Pikatan ??
Sudah.. aku sudah memastikan hal itu..
Kalau begitu bukankah kamu sudah memiliki satu kartu kemenangan Ratih ??
Maksudnya ?
Kamu sudah mengetahui sosok sejati pria tersebut, sedangkan dia tidak tahu apapun tentang kamu kan..
Lalu aku harus bagaimana mbakyu... bikin sayembaranya lagi ??
Pintar..
__ADS_1
Sayembara hanya akan membuat Rugi , aku yang paling rugi nanti..
Kamu bisa seleksi beberapa pria selain pria istimewa itu Ratih, kamu punya kesempatan untuk meyakinkan dirimu sendiri..
Apa aku harus mencoba hal seperti itu ??
coba saja..
Nanti dikira aku pemain cinta mbakyu, mempermainkan hati Beberapa pria..
Coba dulu Ratih..
Nanti aku dikira wanita player, kalau mereka sakit hati gimana hayoo...
Kamu bahkan belum mencoba..
Ngomong gampang mbakyu.. nglakoni sing angel..
Kamu gak akan pernah tahu selama belum kamu coba Ratih...
Huft.. ntar deh akan aku pertimbangkan dulu...
Setelah percakapannya dengan sang pendampingan gaib bernama Sanjivani,
Ratih Prameswari memutuskan untuk mencari udara segar,
saat ini dia butuh ketenangan untuk pikiran nya ..
Niat hati pingin refresh ambil cuti, eh malah disuruh rabi...
Rabi : menikah
***
Setelah membersihkan diri Ratih kini tengah bersiap untuk pergi kesuatu tempat..
Hari ini dia memakai kaos lengan panjang warna putih dengan kemeja flanel kotak kotak warna biru,
memakai celana berbahan kain untuk hiking,
sepatu gunung,
Yaaa... Ratih Prameswari berencana naik gunung
Dia butuh pelampiasan, karena tidak mungkin dia uring uringan dirumah orang tuanya..
Maka Ratih Prameswari memutuskan untuk hiking saja, setidaknya perjalanan berliku mendaki akan membuat tubuhnya sibuk sehingga menyingkirkan sejenak beban tanggung jawabnya.
dan lagi... Ratih kangen menghirup udara gunung dimalam hari..
keheningan, kesunyian, adalah teman sejati seorang wanita introvert bernama Ratih Prameswari.
***
Siang hari setelah mempersiapkan semuanya...
"Loh itu kenapa nyiapin tas carrier nduk ??" tanya ibuk yang sedang sibuk mempersiapkan makan siang.
"Oh.. ini buk, Ratih mau hiking.. udah lama banget gak main ke gunung hehe.."
jawab Ratih sembari membantu ibuknya mempersiapkan alat makan
"sama siapa perginya ?? ibuk khawatir lo nduk.."
"Sendiri buk, biasanya juga sendirian kan, lagipula Ratih lewat jalur resmi buk, disana banyak pos penjagaan, jadi kalau ada apa apa Ratih bisa minta bantuan ke pos tersebut.."
Jawab Ratih Prameswari..
selesai menyiapkan semua makan siang, Ratih memanggil bapak yang sedang leyeh leyeh di depan rumah.
"Bapak.. ayo makan siang dulu.."
kata Ratih sopan.
"Iya nduk.."
jawab singkat pak Yitno yang kemudian beranjak dari kursi dan berjalan duluan masuk kedalam rumah.
Di meja makan, ibuk sudah mempersiapkan nasi putih hangat pada tiga piring..
__ADS_1
"Ayo Pak makan dulu, bapak mau lauk apa ?"
ibuk sangat telaten melayani suaminya,
"Aku mau sayur aja sama ikan asin.."
jawab pak Yitno singkat.
sementara piring makan Ratih berisi nasi hangat dengan lauk ikan asin , tahu goreng, sambal, lalapan kemangi.. sayur asem diwadah mangkuk sendiri..
"Makan yang banyak nduk biar tenaganya kuat nanti.." kata ibuk
"njih buk.. "
jawab Ratih singkat yang kemudian mulai nampak fokus melahap makan siang nya.
"Sebenarnya bapak kurang sreg kalau kamu naik gunung sendirian nduk.. bapak sama ibuk mu khawatir.."
kata Bapak sebelum menyantap makan siangnya..
"Ratih pasti berhati hati kok pak, buk.. lagian Ratih cuma pingin menikmati suasana gunung, gak harus sampai ke puncak tapi kemping di pos terakhir sepertinya ide yang bagus.."
jawab Ratih Prameswari meyakinkan kedua orang tuanya agar tidak khawatir.
"Ingat kalau di gunung, kamu harus menjaga perilaku dan omongan, disana masih banyak para wali yang bisa saja mengabulkan omongan kamu nduk.."
ucap bapak di sela suapan ..
"Ratih akan selalu berhati hati baik itu pikiran, ucapan, tingkah laku.."
Kemudian ketiganya melanjutkan makan dengan tenang.
***
selesai makan siang dan berpamitan dengan kedua orang tuanya, Ratih kini sedang berada dipinggir jalan raya dekat alun alun..
Ratih sedang menunggu bus yang akan membawa dirinya menuju lokasi.
setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya bus tiba..
Ratih naik dan duduk di bangku paling belakang karena membawa tas carrier besar.
Penampilan Ratih Prameswari yang terlihat tomboy membuat beberapa orang merasa sungkan, cenderung enggan bertegur sapa.
Biasanya sesama pendaki akan saling menyapa ketika berada di angkutan yang sama, atau saat berpas pasan di jalur pendakian yang sama.
Beberapa penumpang yang juga nampak membawa tas Carrier besar nampak duduk dibangku belakang sejajar dengan posisi duduk Ratih Prameswari.
ada laki laki dan juga perempuan..
Ratih tidak mau ambil pusing dengan orang lain, dia hanya akan fokus dengan apa yang menjadi tujuan awalnya..
penumpang yang sepertinya akan melakukan hiking sama seperti Ratih itu nampak seperti pemuda pemudi yang sedang kasmaran,
Yakali hiking pakai baju begituan, itu sih bukan kostum hiking tapi kostum buat mojok..
Ratih melirik sekilas penampilan dua perempuan yang duduk disebelahnya,
Bukan rahasia lagi jika jalur hiking atau pendakian selalu menarik banyak peminat,
bukan cuma orang yang suka mendaki tapi kebanyakan muda mudi yang mencari tempat untuk pacaran.
memang gunung memiliki suasana manis romantis sejuk dan tenang..
bagi pecinta alam itu adalah suatu kenikmatan spiritual..
tapi bagi kaum pemuja cinta, suasana tersebut seringkali disalah gunakan...
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1