
Hargailah kehidupan, karena sebuah kehidupan yang akan mengajarkan banyak hal, bahwa hidup mu tidak sekedar untukmu sendiri..
***
*Saya ingin pulang saja.." kata Ratih Prameswari hendak kembali menghindari Raymond.
"Kamu belum boleh kemana mana !" jawab Raymond menahan pergerakan Ratih.
"Saya tidak punya uang untuk bayar perawatan ditempat ini !! terlalu mahal ! saya tidak mampu..." kata Ratih lagi dengan lirikan acuh.
"Siapa yang bilang kamu harus membayar ? semua biaya perawatan kamu sudah saya bayar ..Kamu cukup istirahat biar lekas pulih !" ucap Raymond tenang dan tetap berwibawa.
"Saya akan periksa di Puskesmas saja Pak Raymond.." ngeyel ingin pergi dari ruang rawat padahal kepalanya masih sangat terasa pusing..
"Jangan ngeyel sama orang tua Ratih.. istirahat lagi gih, biar saya yang keluar.." ucap Raymond lagi.
idiih ngaku juga kalau dia udah tua..
***
"Ini sama saja seperti menumpuk hutang , tempo hari hutang nyawa, sekarang ditambah hutang biaya perawatan , Bapak jangan kayak rentenir nangih hutang loh !! " Ratih memutuskan kembali tidur di ranjang, Karena memang masih merasa terlalu lemas tak bertenaga..
nyerah dulu deh, gak kuat beneran takut pingsan lagi .
"Tenang saja Ratih, yang penting sekarang kamu pulih dulu, jangan bikin bapak ibu dikampung khawatir, oke ?" Raymond tersenyum sembari berjalan keluar ruangan.
Mendengar kata bapak dan ibu membuat Ratih Prameswari akhirnya luluh,
Sementara Ratih Prameswari kembali tidur, Raymond gegas pergi kesuatu tempat..
Ada hal yang harus diperhitungkan dengan seseorang..
***
Kediaman Atmaja..
Terletak disalah satu wilayah perbukitan elite ibu kota, kompleks tempat tinggal para bos bos besar , dengan sistem keamanan super ketat.
Sebuah bangunan tempat tinggal yang lebih mirip seperti mansion super megah, dominasi warna putih dan gold dengan ukiran ala Eropa pada dindingnya ,
Halaman yang super luas, pintu masuk mansion berjarak 2 menit dari gerbang utama jika naik mobil.
Para security memberi hormat pada Raymond yang tiba dengan mengendarai mobil porche warna hitam.
Memasuki halaman Mansion dengan pandangan serius , sama sekali tidak nampak senyuman dari wajahnya.
***
Memasuki ruang tamu setelah beberapa pelayan menyambut kedatangan nya,
duduk dengan angkuh tanpa senyum sedikit pun..
"Panggil dia !!" suara pelan dan tegas.
"Ba..baik tuan.." salah satu pelayan nampak berjalan mundur beberapa langkah sebelum berbalik lalu mencari nona muda di lantai atas.
***
Depan kamar Kinan..
"nona muda.." seorang pelayan menyeru dari luar pintu memanggil.
Tok.. tok.. tok...
__ADS_1
"Nona muda ada yang mencari nona dibawah !!" ucap pelayan agak berseru.
ceklek...
terdengar suara pintu dibuka, tentu saja Kinan yang baru bangun dari tidurnya,
"HHOOAAMM... apa sih bik ??" kata Kinan masih mengantuk dengan muka bantalnya, semalam dia begadang sampai hampir pagi .
(bukan begadang mengerjakan tugas kuliah, tapi begadang nonton drama korea di laptop nya)
"Tuan Raymond mencari anda nona.." pelayan berbicara tetap menundukkan kepala hormat.
"Om Raymond ?? mampus aku !!" Seketika mendelik terkejut frustrasi.
"Bilang om Raymond, aku masih tidur !!" secepat kilat berusaha menutup gagang pintu kamarnya saat..
"KINAN !!" suara membentak dari ujung tangga..
om Raymond...
***
Kinan sedang duduk dengan kepala tertunduk di sofa ruang tamu..
"Kamu harus minta maaf ke Ratih.." kata Raymond mode serius.
"Kamu hampir saja menjadi seorang pembunuh Kinan !!"
"si Cupu itu memang pantas mati om, dia udah rebut semua yang Kinan sukai !!" bicara tanpa rasa dosa.
"Dan om Raymond.." Kinan mengangkat kepalanya menatap Raymond.
"Apa yang membuat seorang Raymond tertarik sama gadis cupu sialan itu heh !!" bertanya dengan nada ketus.
"Kinan, jangan menilai seseorang dari penampilan nya.. Kamu sendiri tidak lebih baik dari Ratih !! bahkan sikap kamu TIDAK MENCERMINKAN SIFAT KELUARGA ATMAJA !" terucap juga kalimat pamungkas Raymond.
"KINAN JAUH LEBIH TERHORMAT DARI SI CUPU DAN KINAN ADALAH NONA MUDA KESAYANGAN KELUARGA ATMAJA SATU SATUNYA !!"
"Apa kamu tersinggung Kinan ? kalau seperti yang kamu ucapkan barusan tolong BUKTIKAN !! " balas Raymond
"Tunjukkan tingkah laku seorang Atmaja sejati !! om kasih waktu sebulan untuk kamu berubah, sebelum om telpon orang tuamu dan menceritakan semua perbuatanmu..." bicara dengan nada rendah namun mematikan.
"Om Raymond mengancam Kinan ?? " menaikkan satu alisnya
"Kinan adalah mahasiswi yang cukup berprestasi dan populer om, otak Kinan jauh lebih encer dibandingkan si cupu itu dan Kinan tidak perlu memperbaiki apapun, TITIK !!" ancam Kinan
"Kamu tidak masuk dalam mahasiswi berprestasi Kinan, lima besar dikampus tidak ada nama kamu !! dan apa itu tadi, populer ?? kamu lebih terkenal karena sering membully bukan prestasi !! Jadi.. SE BU LAN , NO DEBAT !!" sekali lagi menegaskan sebelum dirinya beranjak.
"Apa yang udah si cupu itu kasih ke om Raymond ?? pelayanan ranjang ??" smirk menghina..
PLAKK !!!
Sebuah tamparan mendarat keras dipipi kanan Kinan atmaja, seakan tidak percaya apa yang barusan dilakukan om Raymond yang sangat dia kagumi padanya.
Kinan mendelik dengan mata basah hampir tumpah,
"OM RAYMOND JAHAT !!!" berlari ke kamar kemudian mengunci pintu dari dalam.
Raymond yang tidak merasa bersalah pun kemudian pergi meninggalkan mansion keluarga Atmaja.
***
Dibalik pintu kamar Kinan menangis sesegukan..
__ADS_1
Merasa sedih ?? tentu tidak..
Kinan merasa marah dan semakin membenci gadis cupu bernama Ratih Prameswari.
"Tunggu pembalasan gue ... cupu sialan !!" kata Kinan sembari mengusap kasar air mata yang membasahi pipinya.
Sorot mata kebencian menyelimuti diri Kinan Atmaja..
***
Menjelang malam hari, Raymond kembali ke Rumah sakit..
Memasuki kamar rawat Ratih Prameswari masih nampak duduk bersandar pada dashboard ranjang,
menerawang jauh entah kemana sampai tidak menyadari kehadiran Raymond diambang pintu.
"Jangan melamun gadis kecil.." Raymond melangkah ringan mendekati tepi ranjang pasien.
"Sudah merasa lebih baik ?" bertanya ramah perhatian.
"Sudah sangat jauh lebih baik pak, Saya sudah kangen kamar kost saya.." jawab Ratih yang agak kaget tiba tiba Raymond berada didekatnya.
Diam, lalu memalingkan wajah agi.
"Apa kamu ingin makan sesuatu sebelum waktu tidur ?" tanya Raymond halus.
"Sudah kenyang.. ingin pulang !" jawab singkat Ratih,
"Tunggu sehari lagi ya gadis kecil.." ucap lirih Raymond yang refleks mengusap kepala Ratih.
"Jaga sikap bapak.." menampik tangan Raymond kasar.
"Jangan sembarang menyentuh.." Mode galak
"Maaf Ratih.. saya hanya khawatir sama kamu !" ucap Raymond.
***
Beberapa saat kemudian dua orang perawat masuk kedalam ruang rawat Ratih Prameswari, membawakan trolly berisi makan malam dan obat yang harus Ratih minum setelah makan.
Suasana hening, hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring, Ratih makan dengan tenang sedangkan Raymond menunggui dari sofa panjang dekat ranjang sambil memainkan ponselnya.
Tapi, bukan sedang memainkan ponsel ternyata Raymond sedang membingkai sosok Ratih Prameswari kedalam ponselnya ,
Banyak foto yang Raymond ambil tanpa sepengetahuan Ratih Prameswari, ponsel Raymond yang dimode silent tidak membuat suara mencurigakan.
Gadis kecil galak menggemaskan...
Gumam Raymond dalam hati saat menscroll isi galeri ponselnya, Sementara Ratih Prameswari hanya melirik sekilas.
Dasar om om aneh, senyum senyum sendiri gak jelas banget..
Ratih Prameswari yang merasa heran dan aneh melihat benda kotak panjang ditangan Raymond.
Kala itu memang, ponsel adalah barang yang sangat mewah dan tidak sembarang orang bisa memiliki.
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏