Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 45 Gerakan makar pu Kumbhayoni


__ADS_3

Banyak hal yang belum Ratih Prameswari ketahui..


Hal hal yang awalnya nampak baik baik saja ternyata memiliki bom waktu yang siap meledak kapanpun. Sanjivani menceritakan semuanya karena Ratih tidak mau kembali ke abad 8 untuk melihat secara langsung kejadian yang dialami Dyah Pramodhawardhani.


"Akan lebih bagus jika kamu mau melihat secara langsung Ratih, bagaimana cerita dibalik kehancuran rumah tangga Raja dan Ratu dua dinasty.."


"Aku tidak sanggup mbakyu, kehidupan setelah pernikahan masih nampak samar bagiku, aku Takut akan memiliki trauma tersendiri jika menyaksikan semua secara langsung"


"Semua keputusan ada padamu Ratih, yang pasti aku akan selalu mendampingi mu sampai akhir !"


"Terima kasih mbakyu, dirimu sungguh benar benar roh yang suci dan terberkati.. Aku sangat beruntung mendapatkan pendamping gaib seperti mu.."


***


Pergerakan makar yang didalangi pu Kumbhayoni berlangsung selama setahun, dua kubu saling adu tak tik dan strategi perang. Kekuatan yang imbang antara Rakai Mamrati dan pu Kumbhayoni.


Pada suatu hari dalam pertempuran yang terjadi, Rakai Mamrati hampir saja tewas di tangan pu Kumbhayoni, beruntung anak bungsunya menolong tepat waktu sehingga berhasil memukul mundur pasukan musuh.


Bukan tanpa alasan kekuatan Rakai Mamrati melemah ketika bertempur, istri yang sangat dimuliakan seluruh gabungan dinasty sudah pergi meninggalkan dirinya, secara tidak langsung Rakai Mamrati pun kehilangan perlindungan dari roh roh suci pelindung dinasty garis sang istri.


Satu janji teringkari... bukan menyesal atau meminta maaf kepada Dyah Pramodhawardhani. Rakai Mamrati justru semakin terikat dengan sang selir yang bernama mpu Tamer.


***


Sedikit alur mundur..


Awal keterikatan Rakai Mamrati dengan sang selir berawal dari negosiasi politik antara Rakai Mamrati dengan seorang penguasa wilayah Watan, yang merupakan seorang wanita bernama mpu Tamer.


(kala itu usia dua putra mahkota hasil pernikahan dengan Dyah Pramodhawardhani masih 11 tahun dan 8 tahun)


Mpu Tamer memiliki pesona yang sulit ditolak, pria manapun yang dia inginkan akan dia dapatkan, dia tidak memiliki darah dinasty Sanjaya maupun Syailendra, Mpu Tamer adalah seorang penguasa asli pribumi yang memiliki wilayah kekuasaan yang subur dan makmur, wilayah Watan memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah.


( Watan : Madiun )


Dengan dalih ingin mendapatkan perlindungan Raja dinasty, mpu Tamer menawarkan pertukaran yang menguntungkan bagi penguasa Dinasty. mpu Tamer hanya hidup sebatang kara dengan peninggalan harta dari orang tuanya yang jujur saja dirinya belum pandai mengelola.


Selalu saja ada yang berusaha memanfaatkan dirinya demi harta peninggalan orang tuanya. Mpu Tamer memberanikan diri menemui Rakai Mamrati yang kebetulan sedang berkunjung disalah satu perkampungan penduduk di daerah Watan.


"Paduka bisa menjadikan hamba selir, dan seluruh tanah peninggalan orang tua hamba beserta isi dan kekayaan juga akan menjadi milik Paduka.." ucap mpu Tamer lemah lembut menggoda dengan ekspresi sedih.

__ADS_1


"Apakah ada alasan yang lebih masuk akal untuk aku menerima dirimu ?" kata Rakai Mamrati saat berada di tengah perkebunan milik mpu Tamer.


"Hamba hanya sebatang kara dan butuh perlindungan Paduka.." mpu Tamer berani menatap kedalam dua bola mata Rakai Mamrati. tatapan yang saling beradu dan menghanyutkan. Seperti terpesona oleh bius kecantikan dan kemolekan tubuh mpu Tamer.


Dan entah bagaimana selanjutnya namun Rakai Mamrati nampak menganggukan kepala tanda setuju atas tawaran yang mpu Tamer ajukan.


***


Memiliki selir tanpa persetujuan sang Ratu sah tentu saja hal itu seperti aib yang tidak boleh terbongkar. Namun sepandai pandai nya mengubur bangkai pasti akan tercium juga bau busuknya.


mpu Tamer merengek kepada Rakai Mamrati ingin ikut tinggal di Mamratipura, padahal disana ada sang Maharatu dan kedua anaknya.


Rakai Mamrati beberapa kali berhasil meredakan keinginan mpu Tamer, namun rengekan terakhir sangat membuat Rakai Mamrati tak berdaya.


"Aku sedang hamil paduka, aku dan bayiku membutuhkan perlindungan ayahnya.. apa kata orang jika hamba hamil tanpa suami ?" rengek mpu Tamer takala mereka sedang berduaan didalam.bilik kediamannya mpu Tamer.


"Apakah ini sungguh anakku yang ada dalam kandungan mu ?" Rakai mamrati menarik satu alis keatas seperti hendak memastikan sesuatu.


"Tentu saja paduka, siapa lagi yang menyentuh tubuh ini selain paduka ?" ucap mpu Tamer.


Bagaimana pun caranya, mpu Tamer harus bisa masuk ke wilayah Mamratipura,


jadi budak ranjang dulu tidak apa, nanti perlahan aku yang akan menjadi ratu...


Namun Rakai Mamrati masih menghormati maharatu Dyah Pramodhawardhani dan juga almarhum ayah mertuanya. Sehingga tidak berani membawa selirnya masuk kedalam wilayah Mamratipura.


Namun setiap beberapa pekan sekali pasti mereka berdua bertemu, untuk memadu kasih tentunya. Apalagi godaan seorang pria setelah memiliki Harta dan Tahta ?? tentu saja wanita bukan ?


(Ketika terjadi gerakan makar oleh pu Kumbhayoni anak dari selir mpu Tamer ini berusia 9 tahun dan diberi nama mpu teguh)


***


Kembali ke masa peperangan..


pu Kumbhayoni yang terpukul mundur oleh kekuatan panglima utama Mamratipura yaitu Dyah Lokapala Secara perlahan mulai menunjukkan tanda tanda penyerahan.


"Aku tidak akan mengampuni gerakan makar seperti ini paman !!" ucap dyah Lokapala.


"Wahai panglima, aku tahu aku pantas memperoleh kekalahan, namun.. ijinkan aku pergi dengan terhormat dari wilayah ini.." ucap pu Kumbhayoni mengiba.

__ADS_1


"Aku akan menyerahkan salah satu tanahku untuk Mamratipura.." pu Kumbhayoni bermaksud bernegosiasi.


"Engkau adalah paman yang seumuran dengan ayahanda ku Rakai Mamrati.." ucap Dyah Lokapala


"Aku akan menerima tawaran mu... serahkan seluruh wilayah sebelum paman pergi dari sini !!


Keesokan harinya, pu Kumbhayoni menyerahkan secara simbolis sebidang tanah atas nama rakyat Mamratipura.


Tanah pemberian Pu Kumbhayoni tersebut adalah sebuah wilayah yang berada didekat rawa diantara bangunan candi Prambanan dengan bukit Boko.


Tanah peninggalan tersebut kemudian dibangun sebuah bangunan candi yang dikenal dengan nama candi Barong




Rakai Mamrati dan Dyah lokapala sepakat bahwa pu Kumbhayoni beserta sisa pengikut nya adalah yang wajib membangun candi yang dimaksud. Tentu saja sebagai bentuk permintaan maaf kepada penguasa dinasty.


Dari candi ini terlihat sangat khas sesuai karakter dari pu Kumbhayoni yang sangat mencintai dinasty leluhur nya, dinasty Sanjaya..


Mungkin jika dulu yang memenangkan Sayembara adalah pu Kumbhayoni pasti bumishambara hanya akan berbentuk seperti dinding Piramida yang tidak bisa dimasuki bahkan lebih mirip benteng pertahanan...


***


Ketika proses pembangunan candi Barong selesai, pu Kumbhayoni menandai bahwa Tempat ini adalah sebagai peristirahatan dewa dan dewi trimurti.. Siapa yang memanfaatkan lahan dibalik halaman belakang candi dengan sepenuh hati, maka apa yang dia tanam akan menuai hasil panen yang sangat melimpah.


Setelah pu Kumbhayoni dan seluruh sisa pasukannya pergi dari bumi Mamratipura, Rakai Mamrati mengangkat dyah lokapala sebagai Raja menggantikan dirinya kelak. Secara tidak langsung memberikan tongkat kekuasaan dua dinasty kepada anak bungsunya.


Lalu, apakah anak pertama merasa cemburu atas pencapaian adik bungsunya ?


Jawabannya adalah tidak, sama sekali tidak merasa cemburu, karena toh dirinya juga memiliki wilayah kekuasaan Medang yang lebih tua dibandingkan Mamratipura.


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2