
Rakai pikatan mengajak Ratih prameswari melanjutkan perjalanan ke lokasi lain..
"Tolong ajak aku kembali ke jamanku.. sungguh semakin lama bersamamu akan membuat diriku goyah.. " kata Ratih prameswari saat terbang di awang awang dalam pelukan Rakai pikatan.
"Aku akan ajak sebentar menikmati keindahan bumi parambahyangan.. " Seperti terbang namun ternyata berpindah dimensi lagi.
kini mereka berada di abad 9 saat proses pembangunan candi prambanan.
"Aku membangun bangunan ini bukan tanpa alasan adinda.. " kata Rakai pikatan
kenapa masih panggil aku adinda sih... aku kan Ratih bukan mbakyu sanjivani
"apa disini kamu juga akan Menceritakan alasan pembangunan candi prambaman heh ?" kata Ratih prameswari agak mendengus tapi mau tidak mau harus mengikuti alurnya.
Karena perbedaan waktu yang berbeda jadi sehari di masa lalu hanya sedetik di masa depan. Di masa depan saat ini Ratih prameswari masih lelap tertidur di kamarnya.
Alasan utama pembangunan bumi parambahyangan atau candi prambanan adalah sebuah janji yang disanggupi Rakai pikatan saat berkunjung ke istana segara kidul dalam kesepakatan dengan kanjeng ratu.
dimana Rakai pikatan meminta bantuan dari segi pasukan tentara gaib supaya mempercepat proses pembangunan bumishambara termasuk proses pemahatan relief yang di kerjakan oleh tenaga gaib yang menjelma menyerupai manusia.
"saat itu jujur aku hanya memiliki tujuan utama yaitu mendirikan kembali kejayaan dinasty Sanjaya.. " kata Rakai pikatan
"Iyaa... aku sudah tahu itu dari buku sejarah yang aku pelajari dibangku sekolah dulu.. " kata Ratih prameswari.
entahlah dia merasa Rakai pikatan saat ini sedang mencoba mengulur ulur waktu mejelaskan apa yang sudah tidak perlu dijelaskan tentang bumi parambahyangan.
Hanya menyimak dan sesekali mengangguk seolah menunjukkan jika dirinya paham apa yang Rakai pikatan ucap.
"Dan ini adinda... apa kamu tahu kenapa lokasi pembangunan bumi shambara dan bumi parambahyangan berdekatan ?"
tanya Rakai pikatan..
"tentu saja bukankah memang lokasi pembangunan bumi prambahyangan waktu itu dipilih berdasarkan letak geografisnya ?"
__ADS_1
"Bukan seperti bumi shambara yang berada ditanah ketinggian, bumi parambahyangan berada di lokasi datar yang luas dan hhmm..."
"Danau itu.. danau itu adalah tempat favorit sri pramodhawardani bukan ? sengaja membangun dilokasi yang sama sama mengungtungkan kalian berdua.. "
"karena sri pramodhawardani tetaplah penganut bodhisatwa yang taat dan kamu ingin melebur dua keyakinan menjadi harmonis.. "
analisa Ratih prameswari selama nyawiji dalam tubuh sri pramodhwaradani..
"Tapi bukankah kamu tidak nyawiji setelah malam pertama pernikahan bukan? " goda Rakai pikatan
"Haish... tepat saat Kalian melakukan ritual malam pertama aku kembali ke jamanku dan setelah itu aku semakin jarang diajak berkunjung kejaman kalian.. "
"Tapi saat sri pramodhwaradani hamil anak pertama aku kesini lagi dan dia Menceritakan tentang proses pembangunan tempat sembahyang bumi parambahyangan, kami berbincang disebelah sana.. "
Ratih prameswari menunjuk pada sebuah lokasi yang terdapat gazebo kecil.
"Kalau begitu kita melanjutkan cerita disana saja, ayo.. "
gandeng Rakai pikatan.
Batin Ratih prameswari sekali lagi tidak sengaja mengagumi rakai pikatan.
tiba di sebuah gazebo..
menghadap danau dengan sisi lain berseberangan dengan pembangunan bumi parambahyangan.
sangat sejuk duduk disana karena angin yang berhembus dari arah danau, disertai aroma wangi lotus.. karena lotus adalah bunga kesukaan avalokitesvara dan sri pramodhawardani sangat menganut ajaran ibu dewi tersebut.
wajar saja mbakyu sanjivani kala itu terbuai bujuk rayunya.. pria ini sangat pintar mencuri simpati..
"katakan saja apa yang kamu rasakan jangan dipendam dalam hati karena percuma, aku bisa mendengar kata hatimu Ratih.. "
ucapan Rakai pikatan tenang lirih dan mampu membuat wajah Ratih merona malu.
__ADS_1
"ish.. enak sekali bisa baca isi hati orang lain, tapi orang lain gak bisa baca isi hatimu.. "
"Apa kamu mau kita berkomunikasi lewat telepati ?? bisa saja adinda.. tapi bersiaplah kamu pasti semakin terjerat denganku.. "
"ah tidak tidak tidak.. tidak perlu.. lagipula ini akan jadi terakhir kalinya aku melakukan perjalanan lintas dimensi dengan dirimu.. " kata Ratih prameswari
"Bagaimana jika aku bilang, kehadiranku memang sengaja untuk menggoyahkan hatimu ??"
"siapa tau kamu akan memikirkan ulang keputusan mu menikah bukan dengan reinkarnasi ku hehe... "
eehh dia ngajak guyon..
"keputusanku sudah bulat wahai Rakai pikatan, raja agung yang terlupakan, suami idaman namun ternyata tidak bisa setia sampai akhir terhadap satu istri yang memberikan semua kemewahan dunia bahkan tahta tertinggi tanah jawa.. "
dengan sengaja Ratih menyindir Rakai pikatan dan tepat sasaran..
Rasanya seperti ditampar oleh kenyataan.. tiba tiba raut wajah Rakai pikatan berubah sendu..
"adinda... " menatap Netra Ratih prameswari seolah ingin berkata sesuatu tentang hal itu..
"ucapanmu memang benar.. tapi apa kamu mau tahu alasan kenapa aku memperselir mpu tamer ?"
tanya Rakai pikatan sendu..
"Kamu menjelaskan pun itu tidak akan mengubah keputusanku.. "
...----------------...
bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏