
Hari ini Ratih prameswari dan dek gendhis tiba dirumah bapak dan ibu setelah pagi pagi tadi kak Putra mengantar keduanya,
karena suaminya ada pekerjaan di Bali maka Ratih ingin tinggal dirumah orang tuanya selama beberapa hari atau sampai urusan suaminya selesai,
"Nanti aku jemput ya sayang, dek Gendhis nikmati waktu dirumah mbah ya dek.. " sebuah ciuman singkat mendarat di bibir ratih prameswari dan pipi embul dek gendhis.
Keluarga harmonis yang tidak pernah ada konflik, semua selalu berjalan baik baik saja,
"Sini dek Gendhis biar ikut mbah uti dulu, kamu bisa istirahat dulu nduk.. "
"iya buk.. Aku mau beresin kamar dulu.. "
ibuk mengajak dek Gendhis bermain dihalaman depan, sesekali menyapa tetangga yang lewat,
sementara bapak Yitno yang baru kembali dari ladang nampak sumringah melihat cucu kesayangan berada dirumahnya. menghampiri lalu ikut bermain sebentar,
"Ratih dimana bu.. " kata pak Yitno sambil mengikuti langkah kecil dek Gendhis
"Lagi beresin kamar pak, biar nyaman buat istirahat nanti.. mau ngopi atau teh pak ?"
"Teh tawar saja bu.. "
"Yaudah jagain dek Gendhis dulu ya pak, biar ibu sekalian siapin makan siang.. "
ibuk masuk kedalam rumah dan menemukan Ratih sedang berkutat didapur, sepertinya sedang membuat sesuatu
"lho nduk, sudah selesai beres beres kamarnya ?"
"sudah buk, barusan selesai ini aku mau bikin minum hehe.. "
"oh ya wes sekalian bikin buat bapakmu nduk, biar ibuk siapin makan siang"
"oke.. ibuk mau masak apa ?" tanya Ratih sembari membuat secangkir teh tawar kesukaan bapaknya.
"ini tadi habis subuh ibuk sudah belanja buat sayur asem, goreng tempe, sambal sama ikan asin.. "
"uuu kangen banget sama masakan ibuk.. "
Masakan ibuk selalu yang terbaik,
Ratih prameswari membawa secangkir teh tawar kedepan, meletakkan disebuah meja yang biasa digunakan pak Yitno.
"teh nya pak.. " kata Ratih menghampiri pak Yitno yang nampak sedang mengikuti langkah kecil dek Gendhis disekitar rumput.
meraih
__ADS_1
setelah salim, Ratih prameswari mengajak dek Gendhis untuk ikut duduk istirahat diteras, hari semakin siang semakin panas..
"kayaknya baru kemarin kamu digendong bapak nduk, sekarang kamu sudah jadi ibuk dengan dek Gendhis yang segemes ini.. "
"waktu cepat berlalu ya pak.. Ratih juga merasa kayak baru kemarin ikut bapak ke ladang, jagain burung burung di sawah, selalu kangen bareng bapak dan ibuk.. "
bapak Yitno dan Ratih prameswari berbicara ini itu, sampai tanpa sadar dek Gendhis tertidur di pangkuan bapak Yitno.
"Lhaah.. ibu sama kakeknya ngobrol dek Gendhis malah tidur, kayak di dongengin kali ya pak hehe.. "
"Biarkan dulu nduk.. " menolak saat Ratih prameswari hendak mengangkat dek gendhis yang tertidur lelap dari pangkuan bapak Yitno.
"Kalau gitu Ratih bantuin ibu nyiapin makan siang ya pak, kayaknya udah mau selesai masaknya.. "
siang hari,
Mereka sekeluarga makan siang bersama, setelah itu Ratih istirahat didalam kamar bersama putri kecil nya, Ibuk juga sedang menonton tivi dengan pak Yitno yang duduk leyeh leyeh dikursi goyang.
bukan acara tivinya yang menarik, tapi ini hanya kebiasan pasangan usia senja setiap selesai makan siang dirumah, biasanya bapak dan ibuk akan sampai sore baru beranjak dengan aktivitas rutin lainnya, ibuk bersih bersih rumah, bapak menyiram tanaman dihalaman depan.
Sore itu Ratih prameswari sengaja ngajak dek Gendhis mengunjungi teman kecilnya, Putri..
iya Putri juga sudah menikah dan punya dua orang anak, dirinya gagal melanjutkan kuliah di ibu kota seperti Ratih dulu, karena kedua orang tua putri terlebih dahulu menjodohkan dia dengan salah satu anak pak bekel (pak rw).
"Astaga.. mimpi apa aku semalam kedatangan tamu dari kota hehe.. " canda Putri saat mempersilakan Ratih masuk kerumahnya.
"Suami lagi ngisi acara di surau (balai Pertemuan) , biasalah semacam rapat bapak bapak sebulan sekali.. "
dua teman kecil itu nampak asik saling bercengkerama bertukar kabar saling menceritakan keluarga satu sama lain..
anak bungsu Putri lebih tua beberapa bulan dari dek Gendhis dan saat ini mereka sedang berinteraksi dengan bahasa mereka sendiri..
"Apa anak anak kita juga bakal temenan kayak kita ya Put hehe.. ”
”siapa tahu Tih, bisa saja kan mereka berteman meskipun beda kota, tapi pas main kesini yaa kayak seperti saat ini, banyak yang di obrolin.. "
hahahaaa.. gelak tawa membuat suasana rumah Putri menjadi ramai
tak terasa sudah malam, sudah waktunya para bocil tidur..
"pamit dulu ya Put.. besok gantianlah main kerumahku.. "
"iya Ratih siap pokoknya selama kamu ada disini tiap hari kita main bareng sama anak anak juga.. "
Mereka sudah merencanakan banyak kegiatan bersama selama Ratih berada di kampung.
__ADS_1
Jarak rumah Putri ke rumah Ratih hanya beberapa menit berjalan kaki.. saat hampir memasuki halaman rumah Ratih melihat sebuah mobil terparkir dan itu tidak asing..
Mencoba mengatur nafas lalu memberanikan diri menyapa si pemilik mobil yang sedang duduk bersama pak Yitno di teras.
Ada rasa yang tidak boleh diungkapkan..
"Baru pulang nduk.. " tanya bapak yang seperti biasa sedang menghisap cerutu ditangan kirinya.
"iya pak hhmm biasa kalau udah ketemu Putri pasti ada saja yang diomongin hehe.. "
Pandangan mereka bertemu, sekali lagi sebuah rasa yang tidak boleh diekspresikan..
"Ratih.. " tersenyum menyapa
"Fabiyan.. hhmm udah lama ?" basa basi supaya tidak canggung
"Lumayan.. ini dek Gendhis yaa waah sudah tambah besar ya gemes sekali.. " Fabiyan mengalihkan perhatian dari Ratih
Dek Gendhis nampak senang saat Fabiyan menggendong nya,, bahkan sempat menangis saat Ratih hendak mengajaknya masuk..
"Astaga dek.. jangan gitu dong ayo kita masuk.. "
huwaa.. huwaa... huuhuuuuu...
"Biarkan saja dek Gendhis sama aku, aku gak apa apa kok.. "
dek Gendhis erat memeluk Leher Fabiyan yang menggendong nya, lalu tertawa saat Fabiyan mengajak main ci luk baa..
"Udah nduk.. Fabiyan juga gak keberatan kok sana kamu bersih bersih badan dulu sama bantu ibuk siapin makan malam.. "
"huft.. baik pak.. maaf ya biyan hehe.. "
Ratih masuk kedalam rumah, sementara pak Yitno dan Fabiyan lanjut ngobrol sambil sesekali keduanya gemas melihat reaksi dek Gendhis seperti ikut menanggapi.
Makan malam siap.. Ratih keluar mempersilakan bapak dan Fabiyan untuk makan malam. Dan dek gendhis masih sangat berbinar padahal biasanya jam segini sudah tidur.
...****************...
bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya
Like, komen, hadiah ..
Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏