
Hari ini suasana ruangan mata kuliah Ratih Prameswari sangat tidak nyaman..
Dosen pengganti sementara yang mengajar, karena dosen utama sedang ijin ada keperluan diluar kota. Ratih Prameswari merasa berdebar sesak saat berada di satu ruangan yang sama dengan pria itu..
Sepanjang jam mata kuliah Ratih agak kurang fokus ,sehingga menyebabkan dirinya berkali kali ditegur sang dosen pengganti.
"Ratih Prameswari apa kamu sedang sakit ?? Tolong fokus dengan materi yang saya berikan !!" kata Raymond tegas tanpa senyum sedikit pun.
"Sa.. saya... saya baik baik saja pak, maaf.." ucap Ratih Prameswari kemudian menundukkan kepala.
Atmosfer kelas menjadi tegang manakala dosen pengganti memberikan tugas yang sangat sulit dan harus dikumpulkan lusa. Artinya hanya ada sekarang dan besok untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Ratih hanya diam saat anak anak lain protes, Ratih merasa tidak perlu ikut ikutan protes karena Ratih sudah punya rencana untuk segera menyelesaikan hari ini juga.
Semakin cepat diselesaikan, maka akan semakin punya waktu untuk urusan lainnya. Tidak boleh menunda pekerjaan !
***
Tepat pukul 13.00 siang , menandakan berakhirnya mata kuliah hari ini..
Seperti biasa Ratih Prameswari segera bersiap untuk meluncur ke perpustakaan kota, tempat biasa dia menghabiskan waktu mengerjakan berbagai tugas dari dosen.
saat sedang berjalan di lorong kampus, ada Seseorang yang memanggil..
"Ratih Prameswari !!" panggil seseorang dari arah belakang
Ratih Prameswari otomatis menoleh dan ternyata itu adalah Raymond sang dosen pengganti.
"Ya pak ? ada yang bisa saya bantu ?" tanya Ratih sopan.
"Ikut saya sebentar.." nada dingin saat bicara membuat Ratih Prameswari merasa sungkan menolak.
***
Mengekori Raymond sang dosen pengganti ke sebuah ruangan. Ruangan dosen tepatnya..
"Silahkan duduk dulu Ratih.." ucap Raymond mempersilahkan.
Sebuah sofa yang cukup besar berwarna hitam yang seperti nya memang digunakan untuk duduk tamu dosen.
Nuansa ruangan berwarna krem kombinasi abu abu menandakan bahwa pemilik ruangan ini adalah seorang yang simpel tidak neko neko.
Tapi tunggu dulu...
"Ruangan bapak kok beda dari yang lain.." gumam Ratih.
"Saya menata sendiri setiap benda yang ada disini, Ratih.. silakan.." duduk diseberang Ratih kemudian menyerahkan beberapa tumpukan buku.
"Apa ini pak Raymond ?" tanya Ratih penasaran
"Kamu bisa pakai buku ini untuk menyelesaikan tugas yang saya berikan tadi.." kata Raymond tenang berwibawa.
__ADS_1
"Tapi pak.. ini ... saya tidak boleh menerima.." ucap Ratih prameswari sopan.
"Ratih... saya tahu kamu pasti akan ke perpustakaan kota untuk mengerjakan tugas, jadi saya pinjamkan buku buku ini supaya kamu bisa mengerjakan semuanya dengan lebih efisien.." kata Raymond lagi.
"Maaf pak Raymond... saya tidak berani !" mendorong setumpuk buku kembali kearah Raymond.
Hendak berdiri beranjak pergi,namun..
"Bapak kamu meminta saya untuk membantu mu Ratih Prameswari !!" kata Raymond lagi lebih tegas , masih posisi duduk, tegap dan sangat berwibawa..
***
"Kenapa Bapak saya bisa menyuruh orang semudah itu ?? bapak saya itu orang yang paling tidak mungkin meminta bantuan meskipun keadaan sesulit apapun." kata Ratih Prameswari membalik badan,
menjelaskan dengan tegas bahwa sesulit sulitnya hidup mereka, tidak pernah sedikitpun bapak mengajarkan untuk bergantung pada orang lain.
"Bapak Raymond jangan bawa bawa orang tua saya !!" tegas Ratih Prameswari. Tatapan tajam mulai menusuk netra Raymond.
"Kamu tidak percaya pada saya ya, Hhmm okelah.. saya nanti malam akan kerumah bapak kamu dan bilang kalau anaknya tidak mau saya jaga, " bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari kedua netra Ratih Prameswari.
sorot mata tajam keduanya saling menghunus , seperti percikan kilat ditengah mereka.
"Saya permisi pak.." ucap singkat Ratih yang berlalu pergi begitu saja dari ruangan dosen pengganti sementara.
Kenapa seorang Raymond yang tampan, tegas, berwibawa ,dan kaya raya mau mengabulkan keinginan bapak Ratih yang hidup sangat sederhana, padahal mereka adalah orang asing yang tidak ada ikatan darah ??
***
pukul 16.00 , sudah terlambat untuk pergi bekerja, tapi tidak apa terlambat daripada tidak datang sama sekali .
Pemilik toko buku memberi hak istimewa Ratih Prameswari untuk datang kapanpun, karena dulu Ratih masuk sebagai pegawai serabutan yang mengisi waktu senggang setelah kuliah, Jadi memang upah yang Ratih terima adalah sesuai jumlah jam kerjanya.
Namun performa kerja Ratih Prameswari yang terbilang sangat cakap dan mengesankan membuat pemilik toko merasa sangat terbantu meskipun bekerja dengan upah perjam namun Ratih melakukan pekerjaannya dengan sangat efektif dan memuaskan.
Selalu sat set sat set !! tidak pernah menunda pekerjaan dari bos pemilik toko buku. Selesai mensortir buku digudang , Ratih segera mengelompokkan sesuai jenis buku, selesai mengelompokkan berbagai jenis buku lanjut menata di rak sesuai urutan nama penulis dan judul buku lawas hingga terbaru.
Pekerjaan yang biasa pegawai lain lakukan selama seminggu bisa diselesaikan Ratih hanya dalam waktu sehari. Karena kelebihan dalam bekerja inilah Ratih sering mendapatkan uang bonus tambahan diluar perhitungan gaji pokok nya dari sang pemilik toko buku.
***
Ratih Prameswari tiba di tempat kerjanya, saat hampir membuka pintu toko..
"Mbak Ratih !!" panggil seseorang siapa lagi kalau bukan Samudro aji, suara khasnya langsung dapat dikenali.
"Lhoh Sam.. ngapain kesini ?? ada masalah sama preman lagi ?" tanya Ratih Prameswari
"Enggak Mbak.. aku juga kerja disini sekarang.." garuk garuk kepala yang tidak gatal.
"Beneran ?? kalau gitu ayo masuk bareng.." kata Ratih Prameswari
"Mbak Ratih aja yang siap siap, kan aku udah siap dari satu jam yang lalu heheh" cengir Samudro Aji.
__ADS_1
Ratih memindai penampilann Samudro Aji yang memang telah berubah memakai Seragam kerja toko buku di bagian sortir gudang.
"Ah iya iya heheh... kalau gitu sampai ketemu nanti Sam.. bye.." ucap Ratih sopan kemudian berganti baju seragam dan siap melayani tamu yang datang ke toko buku.
***
Menjelang tutup toko..
Ratih Prameswari masih berkutat merapihkan buku buku ke raknya masing masing, karena ulah Beberapa pengunjung yang mengambil lalu meletakkan sembarangan membuat tatanan buku di rak menjadi semrawut. Dan Ratih Prameswari lah yang paling jago mengembalikan semua buku ketempat semula.
"Ratih kita pulang duluan yak.. makasih udah dibantu beresin !!" kata salah seorang pegawai wanita senior.
"Ahh iya kaka tidak apa ini juga hampir beres kok, tinggal saja !" balas Ratih Prameswari dengan mengangkat satu jempol tangan kanannya.
Bahkan sifat gak enakan seorang Ratih Prameswari pun dimanfaatkan para senior..
Selesai merapihkan rak buku, Ratih kembali ke ruang ganti hendak mengganti pakaian seragam nya. Setelah itu Ratih pamit dengan si pemilik toko buku yang merupakan seorang wanita paruh baya yang sangat ramah , bernama Weni.
***
bu Weni sudah berusia hampir setengah abad namun masih belum menikah, beliau terlalu sibuk mengurus bisnis keluarga mungkin, entahlah Ratih tidak pernah terlalu banyak bertanya apalagi mengenai hal hal pribadi.
"Ratih.. ini ibu ada sedikit lauk sama nasi buat kamu.. dimakan dikost ya nduk !" kata bu Weni menawarkan bungkusan plastik berwarna hitam .
"Wahhh... bos ini sungguh merepotkan, harusnya tidak perlu seperti ini !" jawab Ratih sungkan.
"Tidak apa .. untuk pegawai kesayangan yang selalu pulang Paling larut tidak perlu sungkan, justru ibu senang ada kamu di sini, bisnis ibu Semakin lancar dan maju.." bu Weni bicara sembari meletakkan bungkusan ditangan Ratih Prameswari.
Mau tidak mau pokok nya harus mau, Rejeki tidak boleh ditolak ! meskipun hanya sekedar makanan.
***
Akhirnya dengan sedikit perasaan sungkan Ratih Prameswari menerima pemberian bu Bos pemilik toko buku.
Saat beberapa langkah kakinya keluar dari toko buku, Ratih terkejut..
Ada seseorang yang berdiri tepat di parkiran depan toko seperti menunggu dirinya...
Pandangan mereka bertumpu,
Lalu...
...****************...
Bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu.
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏