Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 48 Sebuah pengabdian


__ADS_3

Ratih Prameswari dan teman nya Samudro Aji membawa gantungan keris kecil yang baru saja didapat dari toko antik bapak tua yang tidak diketahui siapa namanya ke sebuah rooftop bangunan kosong yang terletak agak jauh dari keramaian perkampungan warga.


Mereka berdua hendak menguji seberapa besar kelebihan keris kecil milik Samudro Aji. Karena keris itu terus berpendar ketika bersentuhan dengan tangan Samudro Aji.


"Ini kita gak tahu seberapa besar kekuatan didalam keris itu Sam.." ucap Ratih Prameswari ketika mereka tiba disebuah gedung kosong


"Aku tahu mbak, aku sendiri juga penasaran ada apa sebenarnya..." jawab Samudro Aji berjalan mengikuti Ratih dibelakang.


***


Gedung yang mereka datangi sudah kosong tak berpenghuni selama puluhan tahun. Termasuk salah satu bangunan terbengkalai di ibu kota Jawa tengah, mungkin bangunan ini adalah peninggalan penjajah dulu, entahlah karena sudah tidak berbentuk jelas wujudnya, terlalu sangat tidak terawat dengan rumput ilalang yang memenuhi lantai dasar bangunan.


"Mbak yakin tempat ini aman ?? Aku merasa ada aura gaib yang kuat disini.." kata Samudro Aji saat hampir sampai ke rooftop.


Rooftop sebuah gedung berlantai tiga yang harus melewati banyak anak tangga tanpa jaminan keselamatan karena konstruksi bangunan yang mulai rapuh.


"Kita gak akan pernah tahu kalau belum dibuktikan Sam, ayo..." kata Ratih tetep meneruskan langkahnya.


***


Sebenarnya Ratih Prameswari sudah terlebih dahulu mendapatkan informasi dari mbakyu Sanjivani bahwasanya, Samudro Aji adalah reinkarnasi dari pengawal nya yang paling setia yang tetap mengabdi meskipun sang Ratu sudah meninggalkan singgasananya,


pengawal paling setia yang menemani raga Sri Pramodhawardhani hingga ke pertapaan disebuah lokasi tersembunyi di gunung suci yang terletak di belakang dekat Istana Medang usai dirinya menyerahkan sepenuhnya pemerintahan wilayah Medang kepada anak pertamanya Dyah Saladu.


***


"Coba kamu genggam keris kecil itu dengan sepenuh hati, fokus !" ucap Ratih Prameswari


"Baik mbak.." Samudro Aji mematuhi apa perkataan Ratih Prameswari, seorang gadis asing yang baru saja dia temui beberapa hari yang lalu namun mampu mengendalikan dirinya seakan akan keduanya sudah saling mengenal sangat lama dan apapun permintaan gadis itu tidak bisa atau tidak berani dia tolak.


Samudro Aji menggenggam keris kecil itu dengan pikiran yang berfokus pada keinginan untuk membuktikan kekuatan dibalik keris kecil di genggamannya saat ini.


SSRRIINNGGG ...


***


sebuah sinar terang yang berasal dari gantungan keris kecil di genggaman tangan Samudro Aji menjalar naik hingga ke lehernya , kemudian sinar merah yang semakin terang seperti aliran listrik namun tidak menyengat itu mengalir keseluruh tubuh Samudro Aji.


Untuk beberapa saat Samudro Aji terkejut namun ketika Ratih Prameswari menatap dengan serius, samudro Aji kembali memejamkan mata hingga sinar merah tersebut padam atau lebih tepatnya menyatu ditubuhnya.


***

__ADS_1


Secara perlahan Samudro Aji membuka kedua matanya, dan terkejutnya dia karena gantungan keris itu telah lenyap..


"Mbak... kerisnya hilang !!" ucap Samudro Aji terkejut namun tidak berani menggerakkan kakinya.


"Keris itu tidak hilang Sam, dia melebur jadi satu dengan dirimu..." kata Ratih Prameswari menghampiri.


Hingga keduanya hanya berjarak dua langkah..


"Kamu dan keris itu memang Istimewa Sam.. apa kamu tahu apa arti semua kejadian barusan ??" tanya Ratih Prameswari.


"Mbak Ratih yang lebih paham tentang itu.." kata Samudro Aji lirih.


Sejurus kemudian mereka berdua duduk ditepi rooftop, membicarakan apa saja kemungkinan kemampuan yang tersembunyi dari keris yang telah melebur kedalam tubuh Samudro Aji.


***


Angin sore menjelang senja kala itu membuat suasana rooftop gedung kosong semakin dingin, dingin karena aura gaib yang menyelimuti area tersebut .


Namun para makhluk gaib penghuni gedung tua kosong terbengkalai tersebut tidak berarti mengganggu Ratih Prameswari dan Samudro Aji. Tentu saja karena prajurit pengawal gaib Ratih Prameswari terlebih dahulu mengamankan area yang akan di datangi reinkarnasi junjungannya.


Para pengawal gaib menjaga bersiaga dalam jarak 10 meter dari tempat Ratih Prameswari dan Samudro Aji duduk. Sementara Makhluk makhluk gaib penghuni wilayah tersebut tidak ada yang berani mendekat apalagi mengganggu, karena para makhluk itu sendiri kalah derajat,


Gambarannya Seperti serpihan kayu yang ditaburkan diatas api yang menyala, pasti akan segera terbakar hangus lalu lenyap tak bersisa.


Dan para makhluk gaib ditempat itu akan memilih untuk tetap selamat daripada harus musnah sia sia.


Setidaknya jika mereka tidak dimusnahkan masih bisa mengganggu manusia lain yang memasuki wilayah mereka.


***


"Jadi Sam.. saat ini sebenernya kamu sudah memiliki kekuatan yang tersimpan dari dalam keris kecil tadi, dan itu hanya kamu yang bisa mengendalikanya.." kata Ratih Prameswari sedikit menjelaskan.


"Tapi tentang kekuatan apa itu aku tidak tahu secara pasti, hanya diri kamu sendiri yang harus menemukan lalu mempelajari sampai akhirnya kamu bisa mengendalikan kekuatan itu." kata Ratih Prameswari lebih detail.


"Bagaimana cara nya aku bisa melakukan hal itu mbak ?" tanya Samudro aji penasaran.


Jujur saja Samudro Aji sangat penasaran sekaligus merasa senang, jika benar seperti yang dikatakan mbak Ratih Prameswari barusan, kalau dia memiliki kekuatan supranatural maka dia akan lebih mudah melindungi diri dari kejaran para preman misterius yang sebelumnya diduga adalah preman kampus.


Namun ternyata preman misterius itu bukanlah Anggota geng preman kampus yang sering mangkal di ujung gang dekat jejeran kios di area jalan masuk ke kampus yang biasa memalak mahasiswa maupun mahasiswi yang melewati wilayah kekuasaannya mereka.


Masih menjadi sebuah tanda tanya, siapa sebenarnya para preman misterius tersebut ??

__ADS_1


***


Para preman misterius yang tiba tiba saja berusaha menangkap dan menghajar Samudro Aji saat dirinya pertama kali datang ke ibu kota jawa tengah untuk bekerja sebagai kuli bangunan, preman yang membuat dirinya kehilangan pekerjaan yang baru sehari dia kerjakan.


Awalnya Samudro Aji berpikir, para preman itu hanya ingin merampoknya, namun ternyata tidak !!


para preman misterius itu masih saja berhasil menemukan dimana lokasi Samudro Aji kemudian tiba tiba menyerang tanpa ampun hingga tubuh Samudro aji remuk redam babak belur.


Mau sambat ? sama siapa ?? Samudro Aji adalah seorang anak yatim piatu yang hidup sebatang kara.


Tujuan Samudro Aji merantau ke kota adalah untuk bertahan hidup. Namun nasib sial seperti nya lebih menyukai dirinya, hingga hampir setiap hari pasti ada saja kesialan yang Samudro Aji rasakan.


***


"Aku akan memberikan petunjuk bagaimana supaya kamu bisa menguasai kekuatan didalam dirimu.." kata Ratih Prameswari.


"Aku akan mengabdikan seluruh hidupku untuk menjaga mbak Ratih jika benar aku mempunyai kemampuan istimewa seperti yang mbak Ratih katakan barusan." ucap Samudro Aji tegas.


Ratih Prameswari hanya tersenyum simpul, ternyata semudah itu meluluhkan pria reinkarnasi pengawal setia nya dulu.


Sejurus kemudian Ratih Prameswari menjelaskan apa saja yang harus Samudro Aji lakukan di waktu waktu tertentu , khususnya saat menjelang tengah malam hingga dini hari sebelum terdengar suara kokok ayam jantan.


***


Ratih menjelaskan kepada Samudro Aji persis seperti yang dikatakan mbakyu Sanjivani lewat telepati yang hanya mereka berdua yang tahu.


Samudro Aji menyimak dengan serius setiap ucapan yang terlontar dari Mbak Ratih Prameswari, otaknya merekam secara detail setiap ucapan, dalam dirinya berbisik memutuskan bertekad kuat jika pilihan hidupnya adalah apa yang ada dihadapannya saat ini,


Sebuah pengabdian ..


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2