
Sementara itu Fabiyan yang kini sudah sampai dirumah tampak sudah bersih dan wangi setelah mandi dan makan siang.
Hari ini Fabiyan ada rencana mengunjungi beberapa agen transportasi untuk mengembangkan bisnisnya,
Tidak butuh waktu lama, hanya kurang dari satu jam Fabiyan sudah berada di salah satu depo bus yang cukup terkenal dikotanya.
Fabiyan menemui salah satu pengembang yang akan bertanggung jawab untuk perkara jalur dan logistic armada.
"Saya tidak berharap banyak pak, hanya saja semoga kerja sama kita ini bisa berlangsung jangka panjang.. " kata Fabiyan yakin dengan aura wibawa.
"Pasti pak.. pasti.. Bapak Fabiyan memiliki ide ide inovatif untuk bisnis kita, dan saya yakin kedepannya bisnis transportasi kita tidak hanya jawa dan Bali tapi bisa merambah ke provinsi lain, Aamiin.. " Kata rekan bisnis Fabiyan.
Selesai membicarakan masalah armada transportasi baru yang akan merambah ke wilayah kulon, Fabiyan dan rekannya lanjut membahas hal hal yang lebih ringan, ditemani dua cangkir kopi dan beberapa cemilan, obrolan dua pria dewasa itu beerlangsung sampai sore hari..
Keduanya saling menjabat tangan sebelum berpisah, Fabiyan membawa mobilnya melaju ke alun alun,
Rasanya sudah sangat kangen padahal baru tadi pagi dia menemui garwo kinasih dan anak anaknya,
sekelebat bayangan Ratih prameswari yang sedang kelelahan saat menenangkan bayinya yang rewel membuat hati Fabiyan ikut merasa sedih.
Berapa lama lagi, bahkan sudah didepan mata tapi masih sulit untuk dimiliki..
Fabiyan menghembuskan nafas dalam dalam, terkadang dia juga berpikir, kenapa harus terjebak dengan Ratih prameswari, padahal dia bisa mencari wanita lain yang pasti mau dengannya..
Fabiyan pernah mencoba membuka diri untuk wanita lain, salah seorang rekanan bisnis yang ada di Bali,
sosok wanita itu sangat sempurna dijadikan istri, namun selebar apapun pintu hati Fabiyan terbuka mencoba menerima wanita itu tapi pada akhir nya tetap gagal membawa ke jenjang yang serius.
Pendamping gaib Fabiyan menolak mentah mentah wanita manapun yang ingin mendekatinya, Awalnya Fabiyan juga marah sering mengumpat bahkan memaki pendamping gaibnya.
"Raga ini adalah tuan rumah bukan babu mu !! untuk apa aku menuruti keinginanmu, apa imbalannya hah ?? jika hanya harus sakit hati, sorry cari saja raga lain yang bisa jadi babu mu !!!" umpat Fabiyan pada sosok pendamping gaib dalam dirinya.
__ADS_1
Tiba tiba saja sosok yang dimaki keluar dari tubuh Fabiyan, menatap langsung raga yang dia jaga selama ini..
"Kamu sudah terikat denganku.. dengan karmaku lah kamu akan menjalani hidup, kamu bisa mengusir roh leluhur lain dalam dirimu tapi tidak denganku, sejak awal kehidupan mu sudah ada aku yang menjaga ragamu.. Tindakanmu yang ingin memberontak hanya akan menambah berat karma yang harus kamu jalani.. istriku tidak suka pengkhianatan dan sudah janjiku untuk memperbaiki semua kesalahan itu, maka hanya akan ada satu wanita yang akan menjadi tujuan hidupmu, garwo kinasihku.. permaisuriku... "
Tatapan sosok pendamping gaib itu sangat tajam seolah mampu membelah keyakinan Fabiyan yang kala itu benar benar ingin memulai hidup dengan wanita lain selain Ratih prameswari .
Jika mengingat hal itu, hati Fabiyan menghangat... Apa harus sedalam inikah menjalani karma masa lalu pendamping gaibku ??
Fabiyan memarkir mobilnya ditepi alun alun, dia berencana akan kembali mengunjungi rumah bapak Yitno, rasa didalam dirinya sungguh tidak ingin merasa jauh dari Ratih prameswari, dan setiap pendamping gaibnya diajak rembugan pasti jawabannya hanya satu kata, Sabar..
Fabiyan berjalan melihat berbagai pedagang yang menawarkan jualannya, Fabiyan mencari sosok penjual kue pukis kesukaan Gendhis, Gegas menuju gerobak yang dimaksud dan memesan aneka rasa kue pukis.
Setelah itu Fabiyan juga menimang nimang ingin membelikan Ratih prameswari makanan hangat yang segar, Dia sudah berjuang sendirian pasti saat ini dia kelelahan, hhmm aku akan bawakan makanan kesukaan nya..
Fabiyan beralih menuju gerobak penjual kupat campur, makanan khas yang sangat disukai Ratih peameswari, memesan dua porsi untuk dirinya juga, dua porsi kupat campur pedas sudah ditangan.
Fabiyan juga membelikan bapak dan ibuk makanan hangat, martabak telur spesial..
malam malam minum wedang ronde pasti segar, Fabiyan membeli beberapa bungkus.
Semua makanan dan minuman yang dibeli diletakkan dikursi depan yang kosong, mobil Fabiyan melaju dengan kecepatan sedang kerumah bapak Yitno.
Waktu belum terlalu malam, masih menunjukkan jarum. pendek diangka tujuh dan jarum panjang diangka tiga.
Suara mesin mobil memasuki pekarangan rumah, dek Gendhis yang sudah hafal gegas keluar membukakan pintu menyambut sosok pria yang sangat ingin dijadikan pengganti ayahnya..
Dek Gendhis salim sebelum menerima bungkusan berisi kue pukis,
"ayo masuk om.. semua ada didalam.. " Gendhis menggandeng tangan Fabiyan masuk kedalam rumah.
Duduk diruang tamu menunggu siempunya rumah menemui nya, dek Gendhis sudah duduk manis menikmati kue pukis disamping Fabiyan.
__ADS_1
Bapak dan ibuk ikut duduk diruang tamu setelah sebelumnya menerima aneka jajanan dari alun alun yang dibawa Fabiyan.
Ratih prameswari tampak berjalan dari dapur membawa dua piring untuk wadah kupat campur.
"Cuma beli dua soalnya gak tahu bapak sama ibuk suka atau tidak hehe... " kata Fabiyan
"Bapak sama ibuk sudah makan tadi nak, kalian berdua saja yang makan itu kupat campur nya mumpung masih hangat.. " kata ibuk.
Selanjutnya Mereka menikmati sesi makan dengan santai sesekali ngobrol menanyakan Bagaimana kondisi sinang.
"Sudah adem badannya kok, barusan nyusu trus tidur, kayaknya bakal pules.. " kata Ratih prameswari.
"Terkadang bagi kita penganut kenal gesang, tidak semua sakit itu karena penyakit, setiap yang terjadi pasti ada roh leluhur yang ikut andil, cobtohnya sinang, dia rewel seharian ini, badan sebentar panas sebentar stabil, rewel gak mau nyusu bahkan gak mau ditinggal barang sekejap.. ternyata gerakan roh leluhur dalam diri sinang ingin menyampaikan jika kakang kawah adi ari ari nya butuh minum.. ibaratnya karena kendi airnya kosong mereka minta diisi.. percaya atau tidak tapi itulah hidup yang kita jalani semua tidak hanya dilihat secara logika tapi juga secara spiritual, kedua nya saling sinkron, saling berkaitan, tidak bisa dipisahkan... sing angel kuwi mau ngelungguhake karep.. "
Kalimat panjang bapak Yitno seolah semakin menambah keyakinan mereka semua tentang hidup yang berketuhanan yang lebih kompleks lebih dari sekedar kitab yang tertulis tapi seluruh yang digelar di dalam Jagad raya dan seisinya juga adalah ayat ayat utama kehidupan.
Fabiyan lega setelah memastikan sinang benar benar tidak rewel lagi, waktu menunjuk pukul sembilan malam sebelum akhirnya Fabiyan pamit untuk pulang.
Rumah yang sudah terasa seperti rumahnya sendiri, bahkan lebih nyaman dibandingkan rumah mewahnya, Fabiyan lebih suka menghabiskan waktu dirumah bapak Yitno kalau bisa hehe..
Selain menemukan rasa kekeluargaan juga seperti menemukan jalan pulang yaitu ke takdir sejatinya..
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏