
Anak pertama dari pernikahan Rakai Pikatan dengan Dyah Pramodhawardhani bernama Rakai gurunwangi dyah Saladu..
Seorang anak laki laki tampan pemilik tahta tertinggi dalam silsilah keluarga, selain anak pertama juga cucu pertama , penganut pertama ajaran dinasty sanjaya hindu siwa dari dua campuran dinasti berbeda ayah dan ibunya.
Meskipun menganut paham aliran sang ayah, namun Rakai gurunwangi Dyah saladu tetap menghormati aliran Budha Mahayana milik ibunya.
***
Rakai gurunwangi dyah saladu mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tua, kakek dan juga seluruh rakyat dua dinasty.
Walau begitu Rakai gurunwangi lebih dekat dengan sang kakek, Maharaja gusti Samaratungga. Dia lebih sering ikut tinggal di istana Medang menemani sang kakek.
Kehadiran rakai gurunwangi dyah seladu menjadi kebahagian tersendiri bagi para penghuni istana Medang, dia sangat lincah dan ramah kepada siapapun, tidak pernah melihat pelayan, dayang maupun prajurit dari kasta sosial melainkan selalu bersikap kekeluargaan dan saling menghargai sesama manusia. Sesuai yang selalu diajarkan kedua orang tua serta kakek dan para sesepuh mbok mban.
mbokmban \= sang pengasuh
***
Mbok mban adalah seorang dayang yang bertugas khusus menjaga, merawat, mengasuh anak anak raja dan ratu. Sering disebut sang pengasuh, mbok mban ini adalah dayang yang terpilih karena memiliki sifat bijaksana dan karakter yang mampu mengayomi dan membimbing para putra mahkota secara spiritual supaya putra mahkota memiliki jiwa ksatria yang luhur dan menjauhi watak adigang adigung adiguna.
***
Ajaran adigang adigung adiguna adalah sebuah kalimat yang berisi anjuran agar orang tidak sombong. Diharapkan dengan ungkapan tersebut orang yang mendengarkan dapat bertumbuh dan berkembang dengan sikap rendah hati terhadap orang lain.
Mbok mban selalu berkata, kesombongan seseorang diibaratkan seperti sifat gajah yang mengandalkan kekuatannya (adigung), sifat ular yang mengandalkan bisanya (adigang), dan sifat kijang yang mengandalkan kemampuan melompatnya (adiguna).
Seriap calon pemimpin maupun yang sudah memimpin suatu wilayah hendaknya memiliki sifat andhap asor serta manah. Andhap asor artinya rendah hati, manah artinya dapat dipercaya.
Mbok mban adalah guru hidup para ksatria calon pemegang kekuasaan disuatu wilayah negeri. Karena mbok mban terpilih akan menerima berkah sifat seperti eyang ismaya, dalam pewayangan dikenal dengan nama Semar. Dan jika wanita akan menerima berkah sifat seperti betari kanestren.
***
__ADS_1
Eyang ismaya dan betari kanestren adalah sepasang suami istri yang berasal dari alam kadewatan . Mereka turun ke bumi marcapada untuk mengasuh para calon pemimpin. Hal ini sudah berlangsung sangat jauh sebelum perhitungan tahun Masehi, bahkan penokohan eyang ismaya dan istrinya betari kanesyren sudah ada sejak kisah Pewayangan Mahabharata.
Watak pasangan ini lah yang kemudian turun menurun diterapkan kepada para sang pengasuh yang mengemban tugas mulia disetiap istana yang memiliki putra dan putri mahkota.
Sang pengasuh itu sendiri tidak hanya berupa sosok manusia biasa seperti umumnya, namun ada orang orang tertentu yang memiliki sosok sang pengasuh tak kasat mata alias gaib, atau pada cerita Ratih Prameswari ini disebut pendamping gaib.
Mbok mban bisa perempuan maupun laki-laki. Putri mahkota akan mendapatkan pendamping mbok mban wanita, sedang putra mahkota mendapatkan mbok mban Pria.
***
Adigang, adigung, adiguna merupakan peringatan kepada siapa pun yang memiliki kelebihan (kekuatan, kedudukan, atau kekuasaan) agar tidak bersikap sewenang-wenang terhadap orang lain, terutama terhadap orang kecil (rakyat jelata).
Karena dalam sistem kekuasaan turun temurun dinasty Sanjaya dan dinasty Syailendra selalu mengutamakan kepentingan rakyat diatas segala nya, rakyat harus hidup makmur sebagaimana keluarga istana merasakan.
Ajaran ini berjalan dengan sangat baik hingga kini, Rakyat yang tinggal di marcapada hidup aman sejahtera dan sentosa karena memiliki pemimpin yang bijaksana, rendah hati, tidak sombong , mengayomi seluruh rakyatnya.
Julukan Sri kaluhunan sudah melekat kuat pada penguasa sejak jaman sebelum Kakek garung, kemudian Maharaja gusti Samaratungga, dan kini Ratu Dyah Pramodhawardhani..
***
Kembali pada Ratih Prameswari dan mbakyu nya..
"Mbakyu.. ini sudah berapa lama sejak kalian menikah dulu ? aku masing ingat sekali waktu kalian berduaan dikamar, beruntung aku bisa kembali kejamanku tepat waktu sehingga tidak perlu melihat adegan malam pertama kalian hehhee..." kata Ratih Prameswari panjang Lebar.
Jujur saja Waktu itu Ratih juga merasakan getaran seperti Dyah Pramodhawardani, bagaimana tatapan mata Rakai Pikatan mampu menembus dirinya, serta sentuhan tangan yang hingga kini masih terasa kehangatan nya.
"Maaf ya Ratih, bukan karena apa apa hanya saja aku menghormati dirimu yang masih suci, sehingga belum boleh melihat apa yang kami lakukan didalam bilik.." ucap Dyah Pramodhawardhani.
"Ini adalah tahun ketiga pernikahan kami Ratih.. dan kangmas Rakai Pikatan benar benar menepati semua janjinya sebelum menikah, aku sangat bahagia apalagi saat ini aku sedang mengandung.." ucap mbakyu sembari mengelus perut nya yang masih nampak rata.
Usia kehamilan sang Ratu baru menginjak 8 minggu, sesuai perhitungan denyut nadi dan detak jantung oleh tabib istana. Kondisi keseluruhan sangat baik dan normal. Sang Ratu tidak mengalami mual dipagi hari, tidak berpantang makan, semua makanan dia makan dan moodnya selalu terjaga.
__ADS_1
"Apakah kelak aku akan memiliki anak ini juga mbakyu ?" tanya Ratih.
"Jika sang hyang Tunggal mengijinkan Ratih, kita akan terus bereinkarnasi dengan jiwa jiwa yang sama, kelak kamu akan tetap menikah i reinkarnasi Rakai Pikatan, dan dua anakmu juga akan mewarisi karakter seperti anak anakku ini." jawab Mbakyu
"Aku menyukai anak perempuan mbakyu, jika Gusti ingkang maha agung mendengar keinginan ku kelak aku ingin punya anak perempuan yang berkarakter seperti ratu, karena mbakyu adalah Ratu favorit ku sepanjang masa kehidupan hehehe..." ucap Ratih Prameswari jenaka.
"Semoga ya Tih..." pungkas mbakyu.
***
Setelah puas menikmati keindahan danau buatan yang sangat indah dengan diiringi suara dayang yang menyanyikan lantunan kidung sukma, mereka kembali pulang ke Mamratipura..
Kidung sukma adalah sebuah nyanyian jiwa yang ditujukan untuk roh roh para leluhur, semua orang bisa ngidung (bernyanyi) namun tidak semua orang bisa ngidung sukma.
Hanya orang tertentu saja yang sanggup ngidung sukma, kekidungan yang akan tersampaikan Secara langsung kepada para leluhur yang dituju, kidung sukma tidak hanya berupa syair lagu namun.. ada bagian bagian dalam pelantunan kidung sukma yang tidak dapat diterjemahkan dengan kata kata .
Seperti suara nyanyian merdu dari seseorang, yang indah ,nyaring dan menyentuh relung jiwa bagi yang mendengarkan, namun nyanyian itu tidak dapat diartikan dengan kata kata. Hanya Sukma atau Roh leluhur yang dituju saja yang akan mengerti maksudnya.
Nantinya kidung sukma inilah yang menjadi perantara kerinduan Ratih Prameswari terhadap mbakyunya Dyah Pramodhawardhani atau Sanjivani sang pendamping gaib.
Kereta kencana berjalan lambat karena membawa seorang ratu yang sedang mengandung, semua yang berkaitan dengan sang ratu Dyah Pramodhawardhani harus ekstra hati hati, karena ini adalah titah resmi dari Rakai mamrati dan juga Maharaja gusti samaratungga yang wajib dilaksanakan karena nyawa taruhannya...
Semakin menikmati perjalanan akan terasa semakin mengantuk, Dyah Pramodhawardhani dan Ratih Prameswari seperti dinina bobokan didalam kereta kencana dan tidur adalah satu satunya solusi untuk menikmati perjalanan ini...
***
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏