Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 121 kenangan terakhir putra pratama..


__ADS_3

Malam seakan lebih panjang dari seharusnya.. Ratih prameswari makin terisak saat melihat berita tentang jumlah korban yang nominalnya semakin bertambah..


tulisan yang berjalan dibagian bawah layar televisi menunjukkan jumlah korban yang mulai di evakuasi, Tim SAR gabungan mulai berdatangan dari berbagai wilayah.


Mereka mulai menyisir setiap sudut lokasi reruntuhan, tidak ada alat berat hanya tenaga manual manusia, membongkar setiap bongkahan reruntuhan,


satu persatu warga yang terjebak dibawah reruntuhan berhasil diselamatkan, Namun karena dilakukan secara manual pula lah semua berjalan lambat,


para warga korban gempa yang terjebak berhari hari tidak mampu bertahan, mereka kehilangan nyawa saat menanti giliran diselamatkan..


daftar korban luka luka dan meninggal dunia semakin beruntut panjang, nama nama korban yang berhasil diidentifikasi ditempel di setiap posko, disiarkan langsung oleh chanel tv nasional,


Air mata Ratih prameswari tumpah saat menemukan nama sang suami masuk ke daftar korban meninggal dunia.


aarrgghhh... tidakk !!!!


jerit tangis pilu menyelimuti Ratih prameswari malam itu adalah malam paling buruk selama hidupnya, pertama kali kehilangan orang yang sangat dicintai selama lamanya.


"nduk.. ada apa ?? tenang nduk tenang... " ibuk mengusap punggung Ratih mencoba menguatkan.


tapi mata ibuk sendiri juga sembab basah saat membaca sebuah nama yang ada di layar televisi.


"ada ibuk nduk.. sabar ya.. sabar.. tenangkan dirimu... "


pelukan nyaman ibuk tidak cukup mampu meredakan kepiluan Ratih prameswari.


Bapak Yitno yang sedang menerima tamu pun ikut sedih, sedih melihat putri semata wayangnya menangis pilu, sedih karena anak mantu sati satunya telah berpulang untuk selamanya..

__ADS_1


Seminggu berlalu..


kini Ratih prameswari seperti kehilangan separuh jiwanya, kenangan masa lalu bersama kak Putra pratama kembali bersliweran di otaknya.


bagaimana dulu seorang mahasiswa populer, tampan paling terkenal dikampus diam diam menyukai mahasiswi cupu, berkacamata dan hobi membaca.


perhatian kaka senior idaman warga kampus yang membuat Ratih si cupu mendapat serangan beruntun Queen of bully, bahkan hampir kehilangan nyawa.


sosok kaka senior di kampus yang selalu memperhatikan si cupu saat di perpustakaan, bahkan juga sering membantu menemukan buku bahan referensi tugas.


pria pertama yang memberikan sebuah kado, sebelum keduanya berpisah setelah wisuda.


Pria tampan, mapan yang bertahun tahun tidak bertemu dan sekalinya bertemu justru menyatakan cinta dan keseriusan untuk melangkah bersama ke jenjang pernikahan.


sosok suami yang penuh kasih sayang, penuh cinta untuk keluarga nya, tidak pernah marah, tidak pernah menuntut istrinya harus begini begitu.


Sekilas wajah kak putra pratama muncul dalam pikiran Ratih prameswari, tersenyum tampan seperti biasanya, mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal untuk selamanya..


"Terima kasih sudah mau menjadikan aku pelabuhan hatimu Ratih... jangan menangis kelak pasti akan ada seseorang yang mampu menggantikan diriku.. "


"aku tidak mau.. aku cuma mau kamu sayang, aku mohon katakanlah ini hanya mimpi.. hiks.. bagaimana aku bisa bertahan jika kamu pergi dariku dan anak anak kita... "


"Bukankah permainan takdir memang tidak selalu indah nyai ? kamu adalah jawaban dari setiap doaku.. "


sosok putra pratama dan idhyang tampak berdiri beriringan..


"terima kasih sudah mau menjadi bagian dari takdirku nyai Sanjivani.. "

__ADS_1


Ratih prameswari tak mampu berkata apa apa, kedua mata berkaca kaca mengingat jika ini adalah Akhir dari kesepakatan pengalihan takdirnya.


"maafkan aku kak Putra.. idhyang... hiks.. maafkan keegoisanku "


"seharusnya aku tidak memilih melawan takdir, seharusnya aku menerima takdir sejatiku walau harus menderita hiks.. hiks.. "


roh putra pratama dan idhyang berjalan mendekati Ratih yang terisak menyalahkan dirinya.


sebuah usapan lembut dikedua pipi, sentuhan terakhir seraya terucap kata perpisahan..


"lanjutkan hidupmu.. lanjutkan apa yang menjadi takdirmu.. selamat tinggal.. "


perlahan kedua sosok itu memudar..


meninggalkan Ratih prameswari duduk seorang diri, masih tenggelam dengan duka yang mendalam.


...****************...


bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2