
...Tahun 2018...
Beberapa tahun berlalu. .
Setiap takdir akan selalu menjerat siapapun yang di kehendaki, sejauh mana kita menghindar pada akhir nya takdir akan selalu menemukan kita..
saat ini Ratih prameswari sedang mengandung anak kedua,
Namun bukan kebahagiaan yang mengiringi kehamilan trimester akhir justru sebuah kabar duka yang menghancurkan dunia Ratih prameswari,
Suaminya.. kak putra pratama meninggal dunia saat melakukan perjalanan bisnis di pulau Lombok, bukan karena penyakit , bukan juga karena kecelakan,
seminggu yang lalu..
semua masih baik baik saja saat suami Ratih peameswari berpamitan, tidak ada firasat aneh atau perasaan yang mengganjal,
bahkan Kak Putra pratama masih menyempatkan diri mengantarkan istri yang sedang hamil trimester akhir bersama dek Gendhis ke rumah mbah dikabupaten Semarang.
"jaga diri sayang.. nanti aku video call kalau sudah sampai di Lombok ya.. " sebuah ciuman hangat mendarat di. bibir sang istri, tak lupa pelukan hangat sebelum berpisah.
"Ayah kerja dulu ya sayang, nanti kalau ayah pulang kita jalan jalan kemanapun dek Gendhis mau, oke ?"
"oke ayah.. "kata dek gendhis menghambur kedalam pelukan sang ayah.
Berhari hari semua berjalan normal, setiap malam kak Putra pratama akan melakukan panggilan video call, memastikan istri dan anaknya baik baik saja.
__ADS_1
"Kapan pulang ayah ?" kata dek Gendhis yang teriak girang saat main kursi goyang dipangkuan mbah kakung.
"ayah pulang besok sayangku... tunggu ayah ya, jangan lupa jagain ibu sama adek diperut ibu, kak Gendhis gak boleh nakal harus jadi kakak yang hebat oke ??"
"oke ayah... kami semua sayang ayah!! "
Tidak ada kesedihan, hanya ada kegembiraan saat mendengar Suaminya akan pulang besok,
panggilan berakhir..
Malam berlalu seperti biasa, namun sebuah berita di televisi seketika membuat Piring yang digunakan Ratih prameswari untuk menyuapi dek Gendhis pecah melukai kakinya..
pyaarrr...
Gempa berkekuatan 6,4 sr mengguncang pulau Lombok,
seketika pandangan Ratih prameswari berkabut, hatinya tidak tenang..
setelah membereskan pecahan piring di lantai gegas mencoba menghubungi suaminya..
tidak diangkat..
mencoba lagi dan lagi sampai puluhan panggilan tidak terjawab,
Hati seorang istri yang sedang hamil besar menjadi lebih sensitif apalagi tidak ada kabar dari sang suami.
__ADS_1
Gempa susulan masih terus terjadi, kerusakan parah terjadi dimana mana, bangunan bangunan tinggi roboh, akses bandara ditutup semua aktivitas warga lumpuh karena pemadaman listrik menyeluruh.
warga yang selamat mencari tempat pengungsian, mereka berkumpul dilapangan yang lebih tinggi, ketakukan mencekam sewaktu waktu bisa saja terjadi tsunami..
semua chanel televisi nasional menyiarkan secara langsung situasi terkini di pulau Lombok.
malam itu berlalu dengan kesedihan menyayat hati, Ratih prameswari terus terusan menangis karena belum ada kabar dari suaminya.
ibuk selalu mendampingi Ratih, mencoba menghibur namun percuma kesedihan bercampur kekhawatiran menyelimuti putri semata wayangnya..
"nduk.. istirahatlah kita harus sabar dan legowo.. " kata pak Yitno yang saat ini sedang menemani dek Gendhis yang ikut bersandar sedih disamping sang ibu.
"kapan ayah pulang bu.. kata Ayah kan pulang hari ini, kok belum sampai ya bu.. " ocehan dek gendhis semakin menambah pilu hatinya.
"hiks.. ibu juga gak tau dek, ayah gak bisa dihubungi, adek lihat kan di tivi disana tidak ada sinyal buat nelpon, bandara rusak jadi ayah mungkin lagi kumpul sama mereka para warga dek.. "
dek gendhis manggut manggut.. saat melihat ke arah televisi dan tampak banyak orang berkumpul dilapangan, tempat pengungsian darurat.
...****************...
bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏