
Keris jaman era kuno dahulu tidaklah memiliki bentuk yang halus dan sebagus jaman sekarang.
jika kita beruntung bisa melihat maka akan nampak bentuk ukiran khas telapak tangaan sang pembuat, bahkan setiap bagian lengkuk ujung dan tepi keris memiliki guratan jari telunjuk dan juga jempol yang khas.
...(bayangkan seperti tukang permen gulali yang bisa membentuk berbagai benda dengan tangannya seperti bunga, hewan dan sebagai nya.. jajanan klasik hhmmm.. 😊)...
"Sebaiknya aku letakkan kembali ditempat yang tadi, sini.. " kata Ratih prameswari mengulurkan tangan kanannya dihadapan Rakai pikatan.
Rakai pikatan menyerahkan Tusuk rambut penuh kenangan itu kepada Ratih prameswari.
setelah mengembalikan ketempat semula, Ratih prameswari iseng bertanya,
"eghem.. Rakai pikatan maaf aku mau bertanya, bukankah tusuk rambut itu adalah benda kesayangan sri pramodhawardani ? biasanya sri pramodhawardhani akan menyimpan dengan baik benda yang dia anggap berharga.. "
"Aku menemukan tusuk rambut itu didalam peti perhiasan yang ada dikamar kami di Mamratipura.. "
jawab Rakai pikatan lesu..
"Dia pergi begitu saja, meninggalkan Ibukota Mamratipura kembali ke Medang.. tanpa membawa satupun barang barangnya.. "
"itu karena kamu tidak menghargai sri pramodhawardani sebagai istri !!!" kata Ratih prameswari yang kembali berdiri dihadapan Rakai pikatan yang masih terduduk disebuah batu besar.
"Waktu itu aku... " kalimat Rakai pikatan terpotong saat Ratih prameswari kembali menimpali,
"Karena waktu itu kamu terbuai dengan godaan wanita pelakor bernama mpu Ta mer !! apapun alasan kamu memperselir pelakor itu sudah SALAH !! " Ratih kembali emosi
Lagi lagi harus mengingat kisah paling memilukan dalam babak rumah tangga sri pramodhawardani..
"Rakai pikatan, apa kamu sadar jika selama kamu menjadi Raja sekaligus suami Sri pramodhawardhani sedikitpun kamu tidak memandang istrimu sebagai wanita berharga kebanggaan dinasty !! dimatamu sri pramodhawardani hanya bocah kemarin sore yang tidak boleh lebih pintar darimu !!"
"Kamu semakin terlena dengan tahta kekuasaan Mahkota dinasty, sampai sri pramodhawardani yang selalu mengalah, mempercayakan urusan ibukota ditanganmu sedangkan dia sibuk mengurus kedua putra mahkota. "
"Dia mengalah dan memilih menjadi sosok ibunda yang sepenuh hati merawat buah hati kalian, para dayang hanya membantu jika diminta.. sri pramodhawardani adalah sosok ibu sekaligus wanita yang kuat !! dia lebih banyak berkorban demi keluarga dan dinasty nya.. "
"harapan sri pramodhawardani sangat sederhana apa kamu tahu hah ??"
Ratih berkata dengan mata yang mengembun..
sedangkan Rakai pikatan nenggelengkan kepala nya.. menunduk dan sepertinya juga sedih.
"Biar aku katakan apa yang semasa hidup sri pramodhawardhani tidak berani ucapkan !!"
__ADS_1
"Sri pramodhawardhani hanya ingin suaminya merasakan bahagia dengan anak istrinya, keluarga nya, dia hanya ingin kamu menghargai dia sebagai ibu dari anak anakmu, DIA INGIN DICINTAI DENGAN TULUS !!"
"tapi apa yang dia dapatkan ?? setelah hanya bersabar mengalah bertahun tahun justru kamu semakin meremehkannya !! kamu selalu mengambil keputusan tanpa meminta atau mendengar pertimbangan sri pramodhawardani !! sampai sampai kamu lupa kalau Yang berhak seutuhnya atas kekuasaan dinasty adalah sri pramodhawardani bukan kamu !!"
"Kamu hanyalah raja dibawah ratu, kamu tidak memiliki darah keturunan murni, meskipun takdir memang menjadikan kamu raja, tapi nyatanya jaman akan selalu mengingat kamu sebagai RAJA AGUNG YANG TERLUPAKAN !!"
"Harusnya kamu bisa menjaga jangan sampai terlena godaan wanita lain selain istrimu !!"
"Harusnya kamu sebagai pendamping yang menjaga keturunan murni dan suci dinasty tetap berada di singgasana.. "
"Aku yakin kamu pasti tahu jika dinasty syailendra selalu dalam perlindungan roh roh suci para bodhisatva bukan ? roh roh suci penjaga dinasty hanya akan tetap eksis jika keturunan murni berkuasa, tapi apa !!!"
"Kamu mengesampingkan fakta tersebut, kamu menganggap diri kamu sudah paling benar, dengan kata lain kamu merendahkan aliran keyakinan dinasty syailendra,.. benar kan omonganku ??"
Ratih prameswari sungguh tidak bisa menaham diri, Rakai pikatan yang kala itu menjadi Rakai Mamrati benar benar keterlaluan,
"Ego... ego mu sebagai pria yang lebih tua dari istrimu membuat kamu terlalu tinggi mengangkat ego.. "
"padahal sri pramodhwardani adalah sepatuh patuhnya istri terhadap suami !! Sri pramodhawardani bisa saja menolak dirimu mentah mentah !! bisa saja dia maju sebagai Ratu tunggal dinasty syailendra !! "
"Dia muda, dia mumpuni, dia dicintai para leluhur, dia mampu berdiri tegak dihadapan seluruh rakyatnya, sri pramodhwaradani bisa melakukan semuanya tanpa harus menikahimu !!"
Ratih prameswari memukul pundak Rakai pikatan yang hanya terdiam,
"pukulan itu layak kamu terima, anggap saja aku mewakili sri pramodhawardani !?"
Menatap tajam Rakai pikatan,
"Yaa.. aku pantas mendapatkan nya.. pukul saja lagi sepuasmu adinda.. luapkan semua kekecewaanmu padaku.. "
mata Rakai pikatan berair..
"Itulah sebabnya aku mati matian menolak menikah dan memperbaiki karma dengan raga reinkarnasimu.. "
"Aku ingin menghukum pria yang tidak tahu cara menghargai wanita seperti mu !!"
"Bahkan aku sendiri yang tidak mengalami langsung merasa muak dengan itu.. Bayangkan Bagaimana sri pramodhawardani yang bahkan sampai rela meninggalkan dinasty nya, saking saking sakitnya hati atas kejadian dihidupnya karena ulah seorang pria berkedok suami yang berani mengkhianati ikatan suci pernikahan !!"
Puas meluapkan uneg unegnya Ratih prameswari duduk agak jauh dari Rakai pikatan, dan meloloskan air mata yang sedari tadi ditahan..
"hiks.. hiks.. Maafkan aku mbakyu Sanjivani, aku memarahi suamimu.. "
__ADS_1
Gumam lirih Ratih prameswari
sementara Rakai pikatan yang sedari terdiam tampak ikut sedih melihat Ratih prameswari sesegukan
Apa sungguh begitu dalam aku menyakiti wahai istriku sri pramodhwaradani,, bahkan sampai Raga reinkarnasi nya pun menghukumku seberat ini.. adindaa.. maafkan aku.. aku ingin bertemu denganmu...
tess...
air mata Rakai pikatan juga ikut lolos, selama menemui Ratih belum sekalipun Istrinya nampak nyawiji ditubuh Ratih,
ya, sri sanjivani sengaja menutup diri supaya Rakai pikatan tidak dapat menembus terlalu dalam dan menemukan dirinya didalam raga Ratih prameswari.
suasana atmosfer di sekitar pondok semakin hening, Keduanya sama sama ingin menenangkan emosi pribadi.
Bukan ini rencana Rakai pikatan menarik Ratih prameswari ke dimensi abad 9, bukan seperti ini seharusnya yang terjadi.
Tanpa Ratih prameswari sadari jika pondok kecil itu sudah sepi tidak berpenghuni.
...karena beberapa waktu sebelumnya raga Rakai Mamrati sudah meninggal dan dimakamkan secara sederhana oleh beberapa warga pencari kayu yang kebetulan lewat dan melihat tubuh pria seperti pertapa tergeletak tak bernyawa didekat pondok. ...
Hari mulai senja saat Rakai pikatan menyadarkan Ratih prameswari yang sudah lebih tenang
"Adinda.. ayo kita ke tempat terakhir perjalanan kita.. "
menepuk halus pundak Ratih prameswari
"kemana lagi ??" tatap Ratih prameswari yang kemudian mensejajarkan diri disamping Rakai pikatan.
sorot mata Rakai pikatan menunjukan kesedihan yang mendalam..
sesuatu yang sangat dia pendam dalam kerinduan..
..."Ajak aku bertemu sanjivaniku... "...
...****************...
Bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏