
Sepulang dari Urusan nya di Bali, Fabiyan ternyata masih disibukkan dengan urusan keluarga besarnya yang sekali lagi menanyakan kapan dia akan menikah, usianya sudah memasuki kepala 4 namun belum mau menikah,
meskipun usia kepala empat tapi fisik Fabiyan tampak jauh lebih muda sepuluh tahun.
"Ibu udah siapin calon istri buat kamu ngger.. mau ya ?" tanya ibu Fabiyan saat menunjukkan sebuah foto seorang wanita berperawakan tinggi, seksi dengan wajah sangat oriental, berkulit putih langsat serta rambut hitam sebahu.
saat ini kedua orang tua Fabiyan sedang berada dirumah putra satu satunya, usia mereka sudah senja, sudah sangat ingin menimang cucu tapi entah kenapa putra nya sangat sulit jika disuruh menikah.
"Pak.. bu.. Sudah tidak jaman main jodoh jodohan lo, ini sudah era modern bukan jaman siti nurbaya, " selalu mendengus kesal setiap orang tuanya melakukan hal itu.
"Sebenarnya apa yang kamu tunggu to ngger ?? usiamu udah pantas jadi bapak lo, kami juga pingin nimang cucu.. " kata Bapak Fabiyan ikut menimpali.
"Kamu temui dulu calon yang bapak ibu siapkan, dia wanita baik baik, cantik, kamu pasti bakal jatuh cinta nanti ngger.. "
"Maafkan Fabiyan pak.. buk.. jika sampai detik ini masih belum bisa mewujudkan keinginan kalian, Fabiyan masih Belum ingin menikah, Fabiyan masih menikmati bisnis transportasi yang sedang berkembang .."
"Apa kamu mau orang tuamu ini keduluan pati baru kamu mau menikah ?" agak keras nada suara yang terlontar dari mulut bapak.
"Fabiyan selalu mendoakan bapak ibu supaya sehat selalu dan panjang umur, tapi maaf Fabiyan juga punya kehidupan sendiri.. "
Fabiyan melanjutkan,
"Tolong kalau kalian masih ingin kita akur, jangan sedikitpun membahas tentang pernikahan !" ucapnya tegas meninggalkan kedua orangtua nya yang duduk di sofa ruang keluarga.
menahan kecewa sekali lagi..
Sangat sulit memaksakan kehendak kepada Fabiyan, dulu pernah dijodohkan dan Fabiyan memilih kabur dari rumah, memilih hidup sendiri bertahun tahun tidak menghubungi keluarganya.
"Sabar ya pak.. nanti pelan pelan kita bujuk Fabiyan lagi.. " kata ibu menenangkan suaminya.
Hubungan Fabiyan dengan orang tuanya kembali akur baru akhir Akhir ini saja, saat Bapak Fabiyan jatuh sakit beberapa waktu yang lalu membuat Fabiyan mau tidak mau harus pulang, menunggui sampai bapak kembali sehat.
Dan kesempatan itu digunakan oleh bapak dan ibu untuk memperbaiki hubungan dengan Fabiyan, Tapi siapa sangka baru baikan sudah mulai lagi dengan drama perjodohan.
Usai makan malam bersama, Fabiyan pamit hendak keluar, ada urusan,
__ADS_1
"sudah malam lo ngger mau kemana to ?mbokyo o istirahat saja tidur.. " kata Ibu sembari membereskan peralatan makan.
"Bapak ibu istirahat saja, jangan nungguin Fabiyan, pintu dikunci sama matikan lampu.. Fabiyan bawa kunci cadangan kok " menunjukkan gantungan kunci ditangannya sambil memakai jaket kulit warna hitam.
Malam ini Fabiyan harus bertemu pak Yitno.. Fabiyan sengaja pergi sendiri menggunakan motor ninja warna merah yang membuatnya semakin nampak gagah,
Di sisi lain..
Raymond sedang mengerjakan sesuatu lewat laptopnya, dia sedang menjalankan sebuah proyek besar dengan beberapa teman nya yang berada di luar negeri.
bukan proyek besar biasa melainkan proyek besar pencurian brankas gaib peninggalan salah satu petinggi pendiri banga indonesia yang ada di luar negeri.
Sebenarnya Raymond tidak tertarik dengan harta milik bangsa indonesia, maksudnya itu adalah harta warisan milik rakyat yang sengaja disimpan di bank dunia, dan itu milik negara, Raymond merasa tidak berhak.
Tapi keenam teman barunya meyakinkan jika mereka sudah memiliki kunci resmi dari salah satu tokoh pendiri bangsa titisan prabu Brawijaya.
Raymond hanya perlu mengikuti ritual yang akan mereka lakukan, tentu saja ubo rampe dan persiapan lain di handle oleh Raymond. Dengan iming iming pembagian sama banyaknya jika ritual mereka berhasil.
Raymond yang sedang dalam posisi sukses suksesnya, mengeluarkan uang ratusan juta untuk setiap ritual bukanlah hal yang sulit. uang Raymond terus mengalir ke rekeningnya pasca ritual terakhir di bumi shambara.
Butuh ragat yang sangat besar dan dalam jumlah banyak, Cenderung tidak masuk akal tapi melihat jumlah isi brankas gaib di bank dunia tentu saja itu membuat khilaf semua makhkuk serakah berwujud manusia.
Silau akan harta dunia, Raymond menjadi lebih berambisi dalam melakukan setiap ritual gaib, seakan harta yang dia miliki saat ini belum cukup
selalu haus mau lagi dan lagi.. sifat tamak dan serakah Raymond semakin menjauhkan dia dari lingkungan positif,
Raymond semakin jarang berkunjung kerumah Pak Yitno, semenjak ritual terakhir di bumi shambara pun Pak Yitno hanya mendapatkan transfer setiap bulan dengan nominal yang jauh dari kata cukup jika dibandingkan dengan apa yang Raymond dapatkan.
Mungkin Pak Yitno mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kala itu tapi memilih diam, karena posisinya adalah sebagai yang dituakan, tidak mungkin pak Yitno mempermalukan orang lain.
kelak suatu saat jika saat nya pas pasti teguran itu akan terucap..
Saat ini Fabiyan dan pak Yitno duduk berdua di teras depan, ibuk sudah menyiapkan dua cangkir kopi serta camilan hangat untuk menemani obrolan empat mata suami dengan tamu yang sudah seperti anak sendiri.
Ibuk tidak pernah berani ikut duduk apalagi mencuri dengar pembicaraan suaminya, kecuali jika pak Yitno meminta..
__ADS_1
"Jadi pak.. apa yang harus saya lakukan..? " Fabiyan menceritakan pertemuan nya dengan seorang wanita kala di kediaman sri ida Begawan
"Itu hal yang baik ngger.. cuma masih harus menunggu saat yang tepat, karena itu sangat wigati.. "
"Kira kira saya mampu gak ya pak ?"
"Kamu sudah terpilih ngger dan yang terpilih pasti akan mampu.. "
"itu tanggung jawab yang sangat berat pak, tidak main main saya merasa masih jauh dari kata mampu.. "
"Apa kamu lupa kalau kamu punya aku ngger ? aku akan selalu ada mendukung setiap langkahmu.. "
"Terkadang dukungan saja tidak cukup ya pak, masih ada sesuatu yang membuat saya bingung.. "
"Sebaiknya kamu kesini setiap tengah malam ngger, kita cari solusi bersama.. doa bersama dengan bahasa roh suci yang tidak bisa diterjemahkan.."
"Baik pak.. saya akan kesini setiap menjelang tengah malam, saya ingin segera mendapat kan jawaban.. "
"Kalau begitu ayo kita mulai malam ini ngger... " ajak bapak Yitno.
sebuah anggukan Fabiyan membawa mereka berdua di sebuah lokasi dekat rumah, Lebih tepatnya kebun belakang rumah yang terdapat pendopo kecil di tengah, Pendopo yang biasa digunakan pak Yitno untuk "leyeh leyeh" .
Leyeh leyeh versi pak Yitno adalah sambung rasa dengan sang hyang sri maha tunggal..
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1