
mencoba untuk bangun bergerak, namun rasa sakit di kepala nya membuat Ratih ambruk pagi di kasur.
Sakit itu tidak enak , aku mau sehat !!!
***
Matahari berada diufuk senja ketika Ratih Prameswari mulai merasa lebih enak di badan..
"Udah gak demam, sebaiknya aku pakai gerak biar bisa berkeringat dan lekas sehat" Gumam Ratih Prameswari saat hendak keluar dari kamarnya.
Dia berniat untuk sedikit melakukan gerak badan supaya berkeringat, karena saat ini dia sudah tidak demam, hanya masih merasa berkeringat dingin saja.
Memakai pakaian longgar kaos dan juga celana trening serta sepatu,
Ratih Prameswari lari lari kecil di sekitar mess tempat tinggalnya.
Berhenti saat mendapatkan putaran ketiga,
hosh.. hosh.. hosh..
Nafas terengah engah, badan terasa lebih ringan karena banyak keringat yang keluar.
Saat sedang menikmati buliran keringat yang menetes di dahinya
tiba tiba seseorang mengejutkan dari belakang
***
"Astaga dek... kamu ngapain disini ?" kak Seruni baru saja memarkir motor maticnya saat melihat Ratih terengah engah.
"Gerak badan dikit kak hehe.." jawab Ratih sembari mengusap keringat di keningnya
"Masih anyep gini keringat mu dek, mbokyo jangan dipaksa buat gerak !!" Seruni mulai mode kakak cerewet,
"Udah ayok balik ke kamar, ini aku bawain Soto buat makan malam kamu.." mengangkat sebuah kantong plastik warna hitam berisi dua bungkus soto berserta lauk pauknya.
Tentu saja porsi pas untuk makan malam mereka berdua..
"Kak Seruni, makasih lo malah jadi ngerepotin terus aku gak enak lama lama.." Ratih Prameswari menjawab sungkan.
"Mana ada repot, aku ikhlas kok dek.. siapa tahu suatu saat gantian aku yang ngerepotin kamu kan ! udah ayo manut kalau dibilangin tuh !!"
Menggandeng agak menarik tangan kanan Ratih Prameswari.
Sungguh kak Seruni khawatir seperti seorang ibu yang khawatir sama anaknya..
***
esok paginya..
Karena perawatan intensif sepenuh hati oleh kak Seruni..
Hari ini Ratih bisa berangkat bekerja lagi,
tok..
tok..
tok..
Mengetuk pintu kamar kak Seruni beberapa kali..
__ADS_1
ceklek..
siempunya kamar membukakan pintu,
"Lho.. udah sehat ? yakin mau berangkat kerja ?" tanya Seruni saat melihat penampilan Ratih dengan Seragam lapangan.
"Sehat Kak Seruni, udah siap tempur aku tuh.. " jawab Ratih Prameswari yang tidak sabar ingin melanjutkan observasi nya.
"Hari ini aku observasi candi apa kak ?" duduk dikursi dekat ranjang saat menunggu kak Seruni berdandan .
***
Berdandan ala Seruni hanyalah sebatas memakai bedak dan lipstik serta sedikit menggambar alis dan juga bulu mata.
"Kali ini kamu selesaikan dulu mulai dari candi kelir, candi apit, baru lanjut ke candi Angsa di kompleks candi Brahma."
Seruni menyebutkan dengan lancar bagian candi mana saja yang perlu dilakukan observasi..
"Oke siap kak... kayaknya masih gampang seperti hari kemarin deh hehe.." ucap Ratih sambil cekikikan.
"Meskipun mirip tapi jangan menggampangkan setiap posisi dan letak candi lo dek, karena kita gak tahu apa makna sebenarnya yang terkandung saat para nenek moyang membangun itu.."
Kata Seruni berhati hati..
"Iya kak... aku ngerti, kan aku cuma guyon aja hehe.." Memahami bagaimana maksud kak Seruni .
Setelah menunggu hampir satu jam, mereka berdua berangkat ke area candi Prambanan dengan naik motor matic kesayangan Seruni.
***
Pos penjagaan pegawai balai observasi dan cagar budaya...
Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing masing, tak terkecuali Ratih dan Seruni yang baru saja tiba..
"Ada yang mentraktir kita semua hari ini, rejeki mana boleh ditolak ya kan dek.."
"Ini sarapan sehat banget ya kak, kira kira habis berapa duit buat beli semua ini ?" Menghitung secara kasar budget yang digunakan untuk memesan semua makanan yangn berjumlah puluhan..
Seporsi nasi kerucut berwarna kuning dengan lauk lengkap seperti ayam goreng, mie goreng, telur dadar, sambal goreng, perkedel, oseng tempe , dan juga sambal.
***
"Sarapan berat ini y kak..bisa kenyang sampai sore hehe.." kata Ratih Prameswari saat mengambil seporsi nasi kuning
"Katanya ini selametan karena ada yang lagi ulang tahun dek, " kata Seruni yang ikut mengambil sepiring porsi yang sama
"Dari kantor kita juga kak ? pegawai lama ?"tanya Ratih Prameswari
"Enggak dek, katanya dia cuma beberapa minggu aja gabung sama balai observasi dan cagar budaya , dia peneliti yang ikut pertukaran" kata Seruni panjang lebar.
"Apa jangan jangan om Fabiyan kak ?" tanya Ratih penasaran
"eh kok kamu tahu dek.." ucap Seruni agak terkejut
"Kalau gak salah orang sih ya kak, semalam kami udah kenalan.." Sambil mengunyah sesuap nasi kuning.
"Pak Fabiyan ganteng ya dek, mirip mirip artis gunawan hehe.." kata Seruni memuji Fabiyan
"iya kak apalagi kalau pakai kacamata, makin kelihatan jeniusnya hehe" kata Ratih Prameswari jujur memuji Fabiyan.
__ADS_1
"Gunawan udah artis tua dek, mending mirip Nicholas Saputra aja, mirip kan " ucap Seruni.
"Kalau dia Nicholas saputra aku yang jadi Dian Sastrowardoyo aja kak, " kata Ratih jenaka
"Iya.. trus ceritanya kayak film Ada apa dengan cinta wkwkkwk.." Seruni tertawa terpingkal membayangkan adegan saat Rangga kencan dengan Cinta .
"Idiih... kak Seruni mengkhayal yang tidak tidak ya hayoo.." balas Ratih Prameswari.
"Ah hahaha... sudah ah ketawa melulu ini kapan selesainya sarapan kita "
Obrolan agak absurb dua sahabat berakhir, mereka berdua melanjutkan sarapan sebelum memulai aktivitas di pos masing masing.
***
Selesai Sarapan, Ratih Prameswari dan Seruni berpisah..
Ratih membawa peralatan observasi di candi Kelir dan Candi Apit, sedangkan Seruni berjaga di pos bagian arsip.
Seperti candi sudut, kedua komplek candi ini juga tidak memiliki banyak informasi penting, karena fungsinya yang hanya sebagai bangunan penunjang candi utama.
Kegiatan observasi di dua Candi selesai tepat pada waktu sore hari.
Kala itu suasana sore hari sangat teduh, angin yang berhembus membuat suasana semakin adem.
Jadi keinget waktu itu..
Ratih Prameswari membayangkan saat dirinya sedang berjalan jalan disekitar taman waktu Sri Pramodhawardhani hamil anak pertama.
Jika dilihat dari lokasi saat itu, seharusnya danau itu ada disini..
Ratih Prameswari sengaja berjalan berkeliling disekitar candi, yang dia yakini dahulu adalah lokasi danau yang sangat luas.
Semilir angin nya masih terasa sama, seperti jika sedang berdiri di tepi danau...
Apa cuma Ratih Prameswari yang merasakan itu atau memang atmosfer disekitar tempat itu memang sejuk,
entahlah..
***
Saat sedang berjalan menghirup oksigen segar, tiba tiba muncul seseorang di hadapan Ratih Prameswari
"Hayo !!" itu adalah Fabiyan ternyata
"Astaga om.. mengagetkan saja, ish !" jawab Ratih sambil tetap meneruskan langkah kakinya.
"Ngapain jalan sendiri ditempat ini ? bukankah ini jauh dari kompleks candi yang harus di observasi ?" kata Fabiyan berjalan mensejajari langkah Ratih
"Sudah selesai observasi nya om, ini cuma jalan jalan sebentar sebelum balik ke pos.." kata Ratih Prameswari
Berusaha menghindari berdekatan dengan Fabiyan, namun justru Fabiyan yang semakin mencari perhatian..
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏