Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 133 Brokohan


__ADS_3

Fabiyan tampak menghubungi bapak dan ibu dirumah, mengabarkan jika Ratih prameswari sudah melahirkan dengan selamat,


usai menutup telpon bapak dan ibuk dirumah segera mempersiapkan brokohan, Sebuah tradisi turun termurun setiap ada kelahiran harus di kabarkan ke para tetangga.


ibu Astuti menelpon Putri supaya menjemput dek Gendhis, "titip dek Gendhis sebentar ya nduk.. ibuk sama bapak mau kepasar beli ubo rampe untuk brokohan "


"njih bu.. Ratih baik baik saja kan ?" tanya Putri masih dalam panggilan telpon.


"Ratih baik baik saja, lahirannya normal, udah kamu cepet kesini ya nduk.. "


panggilan berakhir..


Bapak dan ibuk pergi berbelanja kepasar, sementara Putri dirumah bersama anaknya menjaga Gendhis.


Masakan yang biasanya diberikan saat brokohan adalah, nasi putih, gudangan, tahu dan tempe goreng, ikan asin, telur rebus dan juga ayam goreng. sesuai adat di tempat masing masing.


Sebagai syarat ketika mengabarkan kabar baik pada para tetangga, ibuk menyiapkan 30 besek dan dibagikan ke tetangga sekitar mulai dari yang paling dekat dari rumah.


Sementara itu dirumah sakit..


Ratih prameswari sudah dipindah keruang pasien kelas 2, sebuah kamar dengan kamar mandi dalam, sebuah box berisi jabang bayi yang sudah selesai dibersihkan dan diberi ASI,


dokter menyarankan untuk pemberian asi secara ekslusif sampai 6 bulan pertama. Lahiran normal dengan bb 2,6kg dan panjang 48cm tanpa jahitan karena saat melahirkan pembukaan penuh dan Ratih prameswari mengejan dengan baik.


Fabiyan tampak menunggui di sofa, duduk dengan mata terpejam, mungkin dirinya lelah karena belum istirahat sejak semalam.


"Kalau kamu mau pulang gak apa kok Biyan, aku sudah lebih baik.. " masih dalam poisis berbaring


karena bekas jalan lahir masih basah dan rawan, tidak boleh banyak bergerak,


"Nanti Ratih, nunggu bapak atau ibuk yang katanya mau kesini.. "


Sebelumnya Fabiyan sudah menyelesaikan segala urusan administrasi,


perawat tampak masuk dan memberikan makan malam untuk pasien, makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna, Ratih menghabiskan semuanya lalu meminum vitamin dan obat supaya jalan bekas lahiran cepat pulih.


usai meminum obat Ratih menyusui bayinya sebentar lalu saat sang bayi kembali tertidur Ratih prameswari juga ikut tertidur.


Fabiyan sebisa mungkin mengalihkan perhatian dari situasi serba canggung pada layar ponselnya, dia tidak berani jika Ratih prameswari tidak meminta bantuan nya,

__ADS_1


Terdengar suara pintu terbuka ternyata itu adalah bapak dan ibuk yang datang. .


Melihat Ratih prameswari masih tertidur bapak dan ibuk sengaja tidak membangunkan, Ibuk astuti tampak menggendong si jabang bayi sementara pak Yitno membicarakan sesuatu dengan Fabiyan.


"Bapak berhutang budi banyak sekali denganmu ngger.. "


"Saya tidak merasa memberi pinjaman pak, hehe.. saya melakukan semua dengan tulus, bapak sekeluarga sudah seperti keluarga saya sendiri, dan saya tidak pernah merasa terbebabi sedikitpun, apalagi fakta jika selama ini saya tidak bisa berpaling dari garwo kinasih yang nyawiji di raga Ratih prameswari.. "


Kemudian Fabiyan juga menceritakan tentang kejadian yang dia alami saat ritual malam purnama,


"Saya tidak tahu apakah Ratih prameswari juga mengalami hal yang sama, tapi adegan gaib tersebut membuat saya semakin yakin untuk tetap bertahan.. "


"Ratih prameswari baru 40 hari kehilangan suami, masih sulit jika harus menerima pria lain, semua butuh proses dan bapak harap kamu tetap bersabar dengan hal itu.. "


Kemudian Fabiyan melanjutkan cerita saat bunga chempaka emas miliknya hilang, Bapak Yitno juga tidak tahu menahu, saar beliau membersihkan sisa sisa perjamuan hanya ada mangkuk kosong.


"Kira kira benda itu pulang ke alam gaib atau ada yang mengambil ya pak ?"


"Seharusnya tidak ada yang mengambil ngger, karena para tamu hanya melihat itu mangkuk biasa berisi air dan bunga.. "


"saya tidak berani menuduh tapi apa mungkin ada yang memiliki kemampuan gaib melihat benda itu lalu mengambilnya ?"


"itulah ngger, kamu harus selalu bijaksana jangan asal menuduh tanpa bukti kecuali kamu menangkap basah saat dia melakukan itu, semua nampak samar jadi tetaplah netral.. "


"hukum karma akan selalu bekerja ngger, yang legowo ya.. "


Kemudian bapak Yitno mengajak Fabiyan untuk menemani dirinya ngopeni ari ari si jabang bayi,


Bapak pamit Sementara ibuk astuti akan menemani Ratih prameswari sampai besok.


Dirumah..


Bapak yitno sebelumnya mengajak Fabiyan mencari barang barang yang akan digunakan untuk menyimpan ari ari.


seperti kendi air, kendil kecil untuk wadah, bunga setaman segar, kain berwarna putih dan juga jarik motif khas jogya.


Setelah mendapatkan semuanya kini Fabiyan tampak memperhatikan bagaimana bapak Yitno mencuci bersih ari ari sang bayi,


utuh.. tidak ada sedkitpun bagian yang rapuh, bagus..

__ADS_1


Setelah dicuci, ari ari yang basah ditiriskan disebuah wadah mirip saringan, sementara itu bapak Yitno mulai menyiapkan beberapa lembar kain putih dan juga kain jarik.


Tidak seperti orang pada umumnya yang biasa menguburkan ari ari didalam tanah, bapak Yitno masih menggunakan tradisi kuno yaitu menyimpan ari ari kedalam wadah kendil.


Memasukkan dengan hati hati ari ari yang sudah dibungkus kain putih kedalam kendil, lalu diberi syarat seperti bermacam macam koin berbagai nominal serta uang kertas berbagai warna, lalu tidak lupa bunga setaman segar diatasnya, wewangian khas keraton juga dimasukkan, kemudian kendil kecil ditutup dan dibungkus lagi dengan kain putih, terakhir dibungkus lagi dengan kain jarik yang sudah disiapkan tadi.


Fabiyan tampak memperhatikan setiap yang dilakukan pak Yitno, menurutnya apa yang pak Yitno lakukan memiliki makna tersendiri, bukan sekedar sembarangan menyimpan gawan bayi dengan cara seperti itu.


Kemudian bapak Yitno meminta tolong Fabiyan untuk meletakkan Kendil berisi ari ari jabang bayi diatas salah satu sudut kamar,


Dengan hati hati Fabiyan meletakkan bungkusan yang entah kenapa seperti sangat memilik aura yang unik, spesial..


Setelah meletakkan kendil ari ari dibagian atas sudut kamar, bapak Yitno kembali meminta Fabiyan untuk meletakkan kendi berisi air putih matang disebelah nya.


Fabiyan hanya melakukan perintah dengan penuh rasa hati hati.


Jam dinding menunjukkan waktu tengah malam, Bapal Yitno mengajak Fabiyan sembahyang bersama,


"Kali ini bapak mau kamu menyanyikan kekidungan, kidung sukma untuk kakang kawah adi ari ari si jabang bayi.. kita akan melantunkan pujian pujian mendoakan hal hal baik untuk si jabang bayi kelak.. "


"njih pak.. "


sembahyang dimulai.. bahasa roh yang tidak dapat diterjemahkan mulai mengalun mengirama,


saat pertengahan sembahyang, mereka sepertinya sama sama merasakan jika kendil ari ari itu tampak bersinar.


Sinar yang memancar tidak hilang sampai bapak Yitno mengucapkan kata Aamiin.. Rahayu.


Sinar kembali meredup lalu semua kembali seperti sedia kala..


"Sembahyang kita diterima ngger.. kakang kawah adi ari ari si jabang bayi menerima kekidungan yang kita lantunkan, semoga kelak kakang kawah adi ari ari senantiasa menjaga si jabang bayi slamet awal hingga akhir, Rahayu.. "


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2