Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Dua bangsa sebelum manusia


__ADS_3

Setelah pintu gerbang ditutup, pangeran Pikatan dan putri mahkota dipersilakan untuk istirahat dipendopo yang sudah disiapkan sedemikian rupa dengan aneka sajian.


Disekeliling pendopo terdapat banyak sekali taman bunga sedap malam. Sedap malam adalah bunga yang identik dengan Sang Ratu segara kidul. Aroma khasnya kuat menyeruak indera penciuman.


Putri mahkota Dyah Pramodhawardani tentu saja tidak hanya diam anteng dipendopo, dia memilih untuk berkeliling disekitar taman, ada sebuah gazebo kecil ditengah taman.


sepertinya ini cocok untuk menikmati suasana keindahan taman bunga sedap malam...


Ayo kita duduk digazebo mbakyu..


Putri mahkota dan Ratih Prameswari memilih untuk duduk di gazebo itu, secara tidak langsung juga menghindari pangeran Pikatan dari pembicaraan antara pria dan wanita yang membuat hati putri mahkota menjadi gelisah.


Astaga mbakyu, hawanya bikin ngantuk ya Hhoamm...


iya Ratih.. anginnya semilir enak banget buat leyeh leyeh


Leyeh leyeh \= rebahan


***


Ketika sang putri sedang leyeh leyeh di gazebo, seorang nenek tua menghampiri. Seorang nenek tua yang sangat berwibawa berpenampilan sederajat seperti mbok emban (pengasuh anak raja). Rambutnya nenek tua digelung sederhana rambut juga putih semua.


"Ngger cah ayu.." sapa nenek tua


"enggih mbah ?" jawab sang putri


"Ojo ngalamun..." kata sang nenek sembari ikut duduk disebelah sang Putri


"Jenengan sinten mbah ?" tanya sang putri


Karena kalau hanya seorang dayang maka tidak berhak duduk di sanding sang putri, dayang hanya boleh berdiri membungkuk atau duduk lesehan dibawah tempat sang putri duduk.


Dia bukan seorang dayang mbakyu, auranya sangat keibuan ..


iya sih..

__ADS_1


"Aku biyung ngger..." ucap biyung menjawab rasa penasaran sang putri


"Biyung ??" sang putri masih belum paham


"ingsun sing momong kanjeng Ratu ngger..."


(aku yang mengasuh para ratu nak..) lanjutnya


"Kulo Dyah Pramodhawardani biyung, saking dinasti Syailendra.."


(Aku dyah Pramodhawardani mbah, dari dinasti Syailendra..) kata sang putri


"Putri semata wayang Samaratungga... Biyung wes ngerti cah ayu .." kata Biyung


"Asmanipun biyung sinten ?"


(namanya mbah siapa ) tanya sang putri


"Biyung betari kanestren.. " ucap Biyung


(Mohon restu simbah dari kayangan, saya tidak menyangka bisa bertemu langsung..) ucap sang putri sembari mencium tangan biyung


"Ingsun seneng iso nyawang langsung awakmu ngger cah ayu.."


(Aku senang bisa melihat mu langsung anak cantik..) ucap biyung dengan tangan mengelus kepala sang putri.


Biyung bethari kanestren adalah wanita pertama yang turun kebumi dari khayangan, beliau adalah yang menjaga semua Ratu terutama para Ratu dari marcapada.


Beliau juga menguasai semua pasukan gaib tentara langit yang selalu siap bertempur, dibalik fisik keibuan bethari kanestren yang lemah lembut.


Beliau adalah sosok yang abadi dan selalu mendampingi Kanjeng Ratu segara kidul jauh dari jaman sebelum manusia diciptakan.


Dahulu sekali dijaman jo mbahjujo (jaman yang sangat jauh sebelum manusia ada, Bumi ini ditempati oleh makhluk selain manusia, atau sering disebut lelembut atau jin atau apalah.


Bangsa lelembut ini ada dua macam, baik dan jahat. Mereka hidup berdampingan tanpa menggangu satu sama lain, kecuali ada satu atau dua golongan yang ingin menyerang, maka pasti akan terjadi peperangan, dan sudah pasti dimenangkan oleh lelembut baik.

__ADS_1


Ketika Simbah Adam dan ibu Hawa dihukum turun ke bumi, dua bangsa lelembut ini diperintahkan oleh sang hyang Tunggal (yang maha kuasa pemilik alam semesta) untuk mengosongkan tanah yang akan dipijak dan dihuni oleh simbah Adam dan Ibu hawa beserta keturunannya kelak.


Dua bangsa lelembut ini sepakat untuk membagi wilayah, Yang baik akan tinggal di samudra, sementara yang angkara murka tinggal di dataran tinggi (seperti puncak gunung , hutan belantara).


Dan Kanjeng Ratu segara kidul adalah penguasa lelembut yang baik, beliau dari awal sudah didamping i oleh biyung bethari kanestren dalam menjalankan roda pemerintahan di kerajaan segara kidul.


(kalau yg lelembut angkara murka author kurang paham ya, tapi mereka adalah yang menghasut anak cucu keturunan simbah adam dan ibu hawa supaya bertindak diluar tatanan yang benar sampai hari kiamat nanti)


***


Dua dunia yang hidup berdampingan, bangsa lelembut bukanlah makhluk yang sempurna tapi mereka memiliki banyak kekuatan gaib yang tidak dimiliki manusia yang notabene adalah makhluk ciptaan paling sempurna.


Manusia hidup diantara dua alam, Neraka dunia surga, oleh karena itu manusia memiliki setengah sifat angkara murka dan setengah lagi sifat suci.


Hal inilah yang menjadikan manusia sebagai wadah kasar yang bisa dipengaruhi sampai akhir hayat.


Maka beruntunglah kita sebagai manusia yang selalu dibekali akal sehat dan hati nurani untuk memilih mana yang benar dan mau memperbaiki apa yang keliru.


Manusia juga memiliki karma masing masing dari kehidupan sebelum nya, seperti Ratih Prameswari yang ternyata adalah reinkarnasi seorang putri mahkota dyah Pramodhawardani. Jika seorang luhur seperti dyah Pramodhawardani saja masih memiliki karma, apalagi manusia lain nya ?


Maka dikehidupan inilah Ratih Prameswari dan Dyah Pramodhawardani akan membenahi hukum sebab akibat dari masa lalu supaya diperbaiki di kehidupan sekarang, tujuannya hanyalah membebaskan ikatan belenggu agar bisa hidup selamat sampai alam keabadian. (biasa kita sebut surga )


Jika seorang manusia gagal memperbaiki karma masalalunya maka dia akan terlahir lagi di kehidupan selanjutnya dengan tugas yang sama, begitu seterusnya sampai akhir jaman. Jika di akhir jaman manusia iti tidak sedikit pun memperbaiki karma maka neraka abadi adalah tempatnya.


***


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,


Dan juga tidak sekedar halu..


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Semoga semua makhluk berbahagia..

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2