Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 93 Hanya memperjuangkan tekad


__ADS_3

Mengangkat kedua tangan Ratih dalam genggaman lalu mencium punggung tangannya dengan lembut dan penuh rasa..


cinta... apakah ini yang dinamakan cinta ??


Sebuah perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata kata, hanya bahagia dan nyaman yang ada saat bersamanya.


sebuah kejadian yang tidak terduga justru membuka kejadian baru yang lain.


Ratih prameswari menyadari keputusannya melenceng dari apa yang ditakdirkan atas hidupnya, namun kak Putra benar benar memberikan rasa nyaman saat ini dan Ratih ingin menikmati hal itu.


Esok harinya, kak Putra kembali mengajak Ratih untuk melihat koleksi barang barang dari masa lalu yang harusnya didatangi tadi malam namun gagal.


Memasuki hari terakhir Ratih prameswari yang sudah selesai berkemas kini tengah berada di lobi penginapan bersama peserta lainnya.


Mereka akan diantar ke bandara menggunakan mobil panitia penyelenggara.


untuk perwakilan observasi yang mendapatkan penghargaan akan diumumkan seminggu lagi. semua peserta berharap semoga nama merekalah yang akan diumumkan sebagai pemenang, tak terkecuali Ratih prameswari.


Perjalanan pulang kali ini terasa lebih cepat dibandingkan saat keberangkatan dulu.


Tidak bertemu orang orang yang memang ingin Ratih hindari.


Tiba di Kota K bertepatan dengan hari sabtu dan Ratih prameswari memanfaatkan hal itu untuk beristirahat sepuasnya dikamar.


berencana untuk tidak keluar kamar sampai besok, meletakkan koper berisi pakaian dan beberapa barang lainnya, dan sebuah benda pemberian kak putra saat mereka pergi melihat pameran, entah darimana atau mungkin memang kak putra sudah menyiapkan dari sebelumnya.


sepasang cincin tanda jadian, Memiliki ukiran yang indah dan entah kenapa bisa sangat pas di jari manis Ratih. satu tersemat di jari Ratih satu lagi di jari manis Kak Putra.


...rasa abege sekali hehe...


ddrrttt...


ddrrttt.


ddrrttt..


sebuah panggilan masuk,


Siapa lagi kalau bukan kak Putra, mereka saling ngobrol bertukar kabar, hampir dua jam keduanya larut dalam percakapan via telepon.


"Telinga ponselku sudah tambah panas nih kak, udahan dulu ya, bye.. bye.. "


menutup telepon lalu meletakkan ponsel diatas nakas dekat lemari.


jam dinding menunjukkan pukul 23.00 malam, Ratih prameswari berbaring diatas kasur empuknya dan perlahan mulai terlelap..

__ADS_1


menggeliat pelan..


semakin lama semakin terusik, seperti ada seseorang yang dengan sengaja menyentuh kulit tubuhnya.


Merasa tidak nyaman Ratih prameswari membuka mata, sontak dia terkejut lantaran melihat seorang pria duduk ditepi ranjangnya.


aroma ini..


Aroma cendana berpadu bunga melati, memory ingatan Ratih kembali flashback mengingat jika aroma cendana adalah khas milik seorang maharaja Gusti Samaratungga..


Anakku... nampak kesedihan terukir pada raut wajah sosok tersebut, meskipun tidak jelas namun itu sudah pasti sosok Gusti Samaratungga.


Gusti Samaratungga..


Ratih berbicara lewat batin dan itu sudah seperti berbicang seperti biasanya.


Maafkan aku anakku.. tidak seharusnya ragamu menanggung beban karma seberat ini..


Tampak menunduk sambil memegang tangan Ratih prameswari,


...tesss.......


sebulir air mata lolos membasahi punggung telapak tangan Ratih,


entah kenapa Ratih prameswari ikut trenyuh, merasakan kesdihan seorang ayah yang menangisi karma putri semata wayangnya..


Gusti Samaratungga.. jangan bersedih.. semua sudah terjadi, hamba hanya raga biasa yang sering bimbang apa yang harus hamba lakukan untuk kebaikan semuanya..


Anakku... apa dirimu sungguh yakin dengan keputusan mu? apa kamu sungguh tidak ingin mencoba menjalani karma putriku dyah pramodhawardani ?


Gusti Samaratungga.. Hamba sudah melihat terlalu banyak, dari awal hingga akhir hayat putri pramodhawardani.. hamba melihat bagaimana ketulusan selama hidupnya dibalas pengkhianatan oleh pria berstatus suami..


Anakku Ratih pramaeswari.. sesungguhnya sebesar apapun keinginan kami para leluhur pada Akhirnya semua keputusan ada ditangan raga manusia.


Jangan membuat hamba merasa bersalah gusti, hamba hanya sangat takut akan trauma pengkhianatan, kesetiaan yang tak dihargai, terlaku nerimo sampai dikhianati berkali kali.. ksedihan hidup pramodhawardani hamba ingin mencegah semuanya..


Percakapan gaib Ratih dengan Samaratungga berlangsung selama berjam jam. Ratih prameswari ikut sedih menangisi pilu.


sebuah keputusan yang dia ambil telah membuat leluhur yang bersangkutan ikut sedih.


Namun sekali lagi akal logika Ratih prameswari berkata, apa yang dia lakukan sudah benar, dia tidak bersalah.. dia hanya memperjuangkan tekadnya.


menjauhi semua yang berkaitan dengan karma sri pramodhawardani, semuanya yang dimulai saat sayembara. mencegah semua tokoh yang bersangkutan muncul dan membuat konflik hidup berulang lagi, lagi dan lagi bukankah selama ini dia sudah berusaha ? meskipun tahu jika tokoh tokoh tersebut bereinkaranasi ke raga orang orang yang dikenal.


Ratih masih selalu berusaha netral, tidak ingin terburu buru bahkan dia menyimpan rapat rapat semuanya sendiri, padahal bisa saja Ratih mengadu domba antara reinkarnasi rakai pikatan dengan walaing pu kumbhayoni, atau bisa saja Ratih mengatakan langsung jika dia adalah sang Ratu,

__ADS_1


seluruh kekuasaan milik sang Ratu adalah menjadi wenang kuasanya juga. Brankas harta gaib bumishambara yang diburu banyak orang Ratih juga memiliki salah satu "kunci" nya, bisa saja Ratih memanfaatkan hal itu untuk kepentingannya.


Ratih sudah tahu jika Om Raymond adalah reinkarnasi musuh abadi dua dinasty besar Sanjaya dan Syailendra, Rakai walaing pu kumbhayoni..


Bukankah akan mudah membuat keluarga Atmaja runtuh dengan pertengkaran dua tuan muda yang sejatinya adalah musuh utama pembuat onar tatanan kehidupan anak temurun mereka.


Semakin memikirkan semakin sakit kepala Ratih, semakin membuat dirinya ikut merasa bersalah, padahal dia sendiri hanya wadak kasar yang menjadi korban pembenahan karma.


Hari hari Selanjutnya berjalan seperti biasa, Ratih tidak terlalu memikirkan apa dan Bagaimana jalan yang terbaik, Ratih hanya akan menjalani sesuai apa yang dia ingin lakukan.


bahkan efek karma sri pramodhawardani membuat Ratih tidak bisa merasakan cinta itu seperti apa..


Lalu saat kak Putra ingin menjalani hubungan yang lebih serius, dan itu juga membuat Ratih nyaman tanpa beban karma,


apakah itu juga salah ??


atau hanya pemikiran Ratih saja yang terlalu konservatif..


Banyak hal yang tidak bisa berjalan sesuai keinginan kita, banyak hal yang menemukan jalannya sendiri..


Lebih baik menjadi manusia yang bodoh ya bodoh sekalian, setidaknya menjalani hidup tanpa beban,


Tapi jika manusia itu sudah tahu tapi tidak mau membenahi, bukankah itu artinya dia adalah serugi ruginya manusia ?


Dan apakah keputusan Ratih yang ingin memutus hubungan karma sebab akibat atas nama sri praodhawardani adalah benar memang harus seperti itu ?


Ataukah keputusan Ratih prameswari akan menimbulkan karma baru lainnya yang entah akan seperti apa ?


Jika dahulu mbakyu sri sanjivani berkata, takdir seseorang sudah ditentukan jauuhh sebelum manusia dilahirkan.


akan sejauh mana manusia itu mencari jalan lain, pada akhirnya tetap akan kembali kepada jalan karma sejatinya..


Terkadang menghindari masalah adalah suatu solusi, namun terkadang juga hal itu akan menimbulkan masalah lain dikemudian hari..


...****************...


bersambung...


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2