Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 136 Pria idaman ?


__ADS_3

Tamara menggeliat pelan, perlahan mulai tersadar dan terkejut dimana saat ini dirinya tengah betada di kamar lain.


memijit pelan pelipisnya, masih merasakan tidak enak di badan, lalu netra Tamara menyapu ruangan mengamati dimana nyawa selain dirinya.


"sudah siuman ? merasa lebih baik ?" suara Raymond terdengat dari arah dapur.


sebelum nya Raymond memperhatikan pergerakan Tamara dari sekat dapur.


"Hhmm terima kasih lagi Ray.. aku banyak merepotkan mu sejak kemarin.. "


berjalan kearah dapur, penasaran apa yang laki laki itu kerjakan.


"aku buatkan bubur, duduklah disitu sebentar lagi siap.. " tersenyum menawan kearah Tamara lalu kembali fokus ke adukan bubur rempah didalam panci.


Tamara duduk di kursi makan seperti yang ditunjuk Raymond, melipat kedua tangan sambil masih memperhatikan pergerakan tubuh Raymond.


Dia sangat berwibawa tidak seperti pria biasa hhmmm menarik...


diam diam Tamara mengagumi sosok Raymond. Pria usia 40an berperawakan tinggi gagah khas jawa tapi nampak menawan dan mempesona.


Sebelumnya Tamara juga punya kekasih namun baru kali ini jantungnya berdebar tidak tenang saat berhadapan dengan lawan jenis.


Lamunan Tamara membuyar saat suara mangkuk berisi bubur membentur pelan meja makan berlapis kaca didepannya.


"Makanlah.. biar lekas pulih" kata Raymond sopan, lalu ikut menarik satu kursi untuk dirinya .


"Terima kasih Ray.. ini sangat mengharukan, aku tersentuh " Tamara tersenyum manis sebelum mulai menyuap satu sendok yang masih panas.


tiup tiup sebentar lalu kunyah.


sementara Tamara menyelesaikan makannya, Raymond tampak menyesap kopi hitam kental dicampur susu yang sudah mulai hangat, tangan satunya tampak fokus mengamati layar ponselnya, seperti nya Raymond sedang melakukan sesuatu didunia maya.


sesi makan berlangsung tenang Tanpa banyak suara, hanya terdengar suara sendok beradu dengan mangkuk keramik berisi bubur rempah yang hampir habis.


"Setelah ini apa rencanamu? " tanya Raymond.


"entahlah.. masih ada sedikit rasa takut jika harus bertemu mereka.. "


Tamara menghela nafas panjang, dia hanya hidup seorang diri di negara ini, tinggal disebuah asrama khusus untuk para dosen. Membuatnya pasti bertemu kembali dengan rekan rekan jahat.


"Apa aku bisa meminta bantuan Ray ?" tanya Tamara tiba tiba.

__ADS_1


"Bantuan apa ? antarkan aku ke asrama, aku akan keluar dari tempat itu.. "


"mau tinggal dimana ?" Raymond mengangkat satu alisnya.


"Mungkin aku akan mengurus tiket untuk kepulangan ke indonesia, harga diriku harus tetap terjaga bukan ? aku masih perawan dan mustahil itu akan bertahan jika para pria disekitarku mengincar tubuhku.. "


menjelaskan tanpa rasa malu, mengatakan secara terbuka apa yang mengganggu pikirannya saat ini.


"Kalau begitu baiklah, aku juga akan kembali ke Indonesia 3 hari lagi, kita bisa bareng kalau kamu mau.. " Raymond menatap lawan bicaranya dengan sorot mata yang lebih ramah.


Kemudian setelah membersihkan diri keduanya bersiap siap ke asrama dosen tempat Tamara tinggal.


Raymond memang menyewa sebuah mobil sejak kedatangannya kemarin lusa, mobil dirasa akan mempermudah mobilitas.


Lima belas menit perjalanan, mereka tiba diasrama yang dimaksud Tamara, keduanya tampak melewati pos keamanan usai kroscek indentitas, Tamara memperkenalkan Raymond sebagai kerabat yang akan membantu membereskan barang barangnya.


Kamar asrama Tamara terletak dilantai tiga, siang itu suasana masih sangat lengang karena seluruh penghuni yang berprofesi sebagai dosen sedang mengajar di kampus masing masing.


Kamar asrama lebih mirip mini apartemen, semua ada disatu ruangan, sebuah kamar dengan kamar mandi didalam, lalu ruang tamu, dapur, ruang tv semua tanpa sekat,


Mungkin bagi Raymond ini terlihat sumpek tapi tidak bagi Tamara ini adalah rumah paling aman dan nyaman selama menjadi dosen.


Duduk dulu Ray, aku akan kemasi barang barang didalam kamarku dulu. Sebuah anggukan mempersilakan.


salah satu pemasukan terbesar Rqymond adalah dari jual beli Saham asing, Raymond selalu membeli saat harga saham yang diincarnya berada dititik rendah, lalu melepas saat nilainya tinggi.


bukan tanpas Alasan Raymond sudah sangat berpengalaman bermain jual beli saham, pendamping gaibnya selalu memberi kode etik kapan harus membeli dan kapan harus menjual. Keuntungan sekali bermain saham bisa ribuan dollar.


Salah satu hoki dalam diri Raymond yang membuat rekan rekannya iri, mereka bahkan kesulitan saat harus menjual saham lantaran sering anjlok harganya.


Hampir dua jam Akhirnya Tamara keluar dari kamarnya, sebuah koper besar berisi pakaian dan barang penting lainnya.


Keduanya meninggalkan Asrama menjelang sore, mobil melaju dengan kecepatan sedang kembali menuju hotel.


"Sebagai rasa terima kasih, ayo aku traktir makan direstoran lokal yang enak ?" Tamara menawarkan dan dijawab anggukan oleh Raymond.


Sebuah Restoran ditepi jalan dekat taman, konsep restoran all you can eat bertema barbekyu,


Sebuah meja dengan peralatan barbekyu yang disediakan serta berbagai jenis daging sayur saus dan bumbu lainnya.


Tamara dengan lincah menyiapkan seporsi untuk Raymond, "makanlah selagi panas, jangan lupa disiran kuah saus.. "

__ADS_1


Raymond menerima porsi tersebut dengan senyuman menawan mulai menikmati dengan lahap, olahan daging beraroma asap yang lezat.


Takaran bumbu yang terasa pas bagi lidah orang indonesia, Mereka tampak menikmati hidangan hingga tak terasa hari sudah mulai malam.


Tamara mengantri untuk membayar di kasir dan saat gilirannya tiba untuk membayar, tiba tiba Raymond mengulurkan sebuah kartu platinum kepada kasir,


"Biar aku yang bayar, aku suka makanan disini.. " kata Raymond


"aduuhh.. padahal kan aku mau traktir, kalau gini aku jadi nambah hutang dong ke kamu Ray.. " Tamara menjadi sungkan namun Raymond meyakinkan bahwa tidak apa apa .


Mobil memasuki parkira basement hotel, Tamara membawa koper besarnya berjalan dibelakang Raymond.


Tiba di depan pintu kamar masing masing.


"Terima kasih untuk bantuanmu hari ini.. "


"Jangan sungkan aku tulus membantu kamu.. "


Saling melempar senyum sebelum maasuk kedalam kamar masing masing.


cekelek.. suara pintu tertutup.


Raymond menjatuhkan diri diatas kasurnya, melonggarkan kancing kemejanya lalu memejamkan mata, memikirkan sesuatu yang entah apa itu..


Sedangkan Tamara juga melakukan hal yang sama, sebuah senyum terukir di wajah ayu Tamara, Tamara memiliki fisik yang langsing, seksi, rambut hitam panjang bergelombang, bibir tipis dan hitung mancung, mirip artis Tyas mirasih gitu.. 😊


Tamara memejamkan mata membayangkan pria yang seperti malaikat, Raymond seperti berlian langka didunia. Hatinya terpikat kurang dari 24 jam sejak pertemuan awal mereka.


Apakah kelak kami bisa lanjut yaa hhmm satu diantara seribu aaaa kapan lagi ketemu pria idaman seperti Raymond..


Jujurly, Tampilan fisik Raymond adalah kriteria laki laki idela bagi Tamara, kekayaan juga pengaruh dan itu adalah bonus bukan ??


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2