Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 74 Air kendi


__ADS_3

Kediaman Raymond Atmaja..


Sebuah rumah mewah bergaya jawa klasik modern yang berlokasi di daerah perbatasan antara kota dengan kabupaten.


Rumah mewah milik seorang bujang lapuk keluarga Atmaja,



Bangunan jawa klasik modern satu lantai yang memiliki luas 20 x 20 meter persegi.


Seorang bujang lapuk itu bernama Raymond Atmaja


Raymond adalah seorang pria yang masih betah menyendiri diusia yang sudah hampir memasuki usia senja .


Profesi seorang Raymond Atmaja yang diketahui banyak orang adalah sebagai peneliti, sama seperti saudara sepupunya,


Seorang pria paruh baya yang juga memilih jalur kehidupan yang sama seperti saudara nya.


Saudara sepupu itu adalah Fabiyan...


hhmmm tentu saja.. mana ada kebetulan di keluarga Atmaja


***


Kedua tuan muda Atmaja menggeluti dunia yang sama tapi dengan maksud dan tujuan yang tidak sepenuhnya sama..


Raymond Atmaja ingin menguasai harta peninggalan dinasty Syailendra


sedangkan Fabiyan memang mencintai situs peninggalan para leluhur terutama era dinasty sanjaya dan Syailendra,


tentang kisah yang mengiringi dua bangunan megah sepanjang masa,


tentang kisah pernikahan dua dinasty,


tentang Rakai Pikatan..


dan yang paling membuat Fabiyan terobsesi tentu saja seorang putri tunggal pemilik kekuasaan dinasty terbesar,


dyah Pramodhawardhani...


Sebuah tokoh yang selalu berhasil membuat Fabiyan bergetar bahkan hanya menyebutkan namanya saja..


***


Saat ini Raymond sedang duduk dikursi kebesarannya yang terletak diruang kerja.


sebuah kacamata bertengger di hidung mancungnya,


seperti nya Raymond sedang memeriksa sebuah arsip kuno tentang lokasi yang masih menjadi teka teki baginya.


Beritahun tahun sudah Raymond menghabiskan sisa usianya untuk melacak keberadaan harta karun peninggalan nenek moyang.


sesuai arsip kuno yang dia miliki, brankas harta karun itu berada disebuah bangunan peninggalan leluhur,


bumishambara..


atau lebih dikenal dengan nama candi Borobudur..


Raymond memang mencari keberadaan harta peninggalan dinasty Syailendra yang termahsyur pada masa itu.


Raymond Atmaja memiliki segalanya, kekayaan, kepintaran, namun dia tidak memiliki indera ke enam yang bisa melihat sosok mana yang di sarirani leluhur.


sarirani : nyawiji


***


Kalau satu kelebihan itu juga dimiliki oleh Raymond Atmaja, niscaya dia akan menjadi manusia paling kaya lebih dari tujuh turunan se-nusantara.


Selama ini setelah Raymond mengetahui bagian dari relief candi Borobudur yang menjadi titik kunci brankas gaib .


Dia berusaha mencari dimana bisa menemukan kunci yang tepat untuk membuka sandi tersebut.


Sebagian besar waktunya habis hanya untuk menerjemahkan arsip kuno yang dia miliki..


ada kata kata tertentu yang hingga kini dia tidak bisa artikan,


tulisan jawa kuno berpadu dengan bahasa sansekerta itu cukup membuat Raymond benar benar kewalahan dalam mengartikan..


Apa arti dari kalimat ini...


Sebuah kalimat yang belum berhasil dia pahami, sebuah kalimat yang menjadi kunci utama teka teki selama ini..


Agghhh ... buku arsip ini seperti terkutuk , hanya bisa dibaca oleh siempunya saja...


Kepala Raymond pusing setiap membaca ulang arsip dan ketika tiba di kalimat tersebut kepalanya terasa pusing,

__ADS_1


semakin berpikir semakin buntu..


semakin ingin mengartikan kepalanya semakin terasa hampir pecah.


Bulir keringat selalu membasahi kening Raymond, dia berpikir serius dan berusaha fokus.


bahkan pendingin udara di ruang kerjanya tidak mampu mendinginkan pikiran seorang Raymond.


Aarrgghhhh... menyebalkan !!!


Hanya mengumpat.. otaknya buntu seperti di blokir oleh sesuatu,


seperti, memang dirinya dilarang membaca arsip kuno tersebut..


***


Raymond Atmaja keluar dari ruang kerjanya, saat kepalanya hampir pecah.


Menuju ke dapur hendak mengambil minuman dingin dari kendi yang berada di ruang makan.


glek..


glek..


glek..


suara tegukan berasal dari air kendi yang ditenggak langsung..


***


Kendi adalah sebuah tempat air yang berbentuk seperti teko jaman dulu.


terbuat dari bahan tanah liat dengan sebuah corong dibagian atas untuk mengisi ulang air,


dan sebuah corong kecil dibagian samping sebagai tempat menuangkan isinya.



Meminum langsung air dari kendi sudah menjadi kebiasaan turun temurun dari jaman nenek moyang dahulu hingga sekarang.



Air yang disimpan didalam kendi memiliki kelebihan jika dikonsumsi setiap hari,


Air akan terasa lebih dingin dan segar dibandingkan jika disimpan di teko biasa berbahan plastik, besi maupun kaca yang biasa kita jumpai sekarang ini.


akan seperti terfermentasi dengan suhu udara terutama dimalam hari.


Bagi yang sudah terbiasa mengkonsumsi air kendi pasti akan jarang terkena penyakit maag maupun asam lambung.


Tapi kalau belum terbiasa maka saat kita meminum air langsung dari kendi akan terasa aneh,


seperti air yang bercampur tanah..


Sebagian orang akan menganggap itu kotor karena seperti meminum air tanah.


Tapi heyy... air yang seperti berbau tanah itu adalah citarasa alami yang sama seperti nenek moyang kita rasakan juga setiap meminum nya.


***


Puas menenggak air kendi Raymond memutuskan untuk menenangkan diri di gazebo dekat kolam ikan di halaman belakang rumahnya.


Bagaimana selanjutnya...


Raymond nampak memikirkan sesuatu cara supaya berhasil mencapai tujuannya,


sekian waktu kemudian dia menelpon sepupunya,


tuuttt... ttuuuttt... ttuuuttt...


pada panggilan ketiga baru diangkat,


"Ya halo... ada apa bro ?" seseorang menjawab dari seberang telepon


"Aku butuh bantuan kamu.."


"Bro.. kamu bisa bantu aku kan ?" Raymond bertanya


"Aku bisa menemani kamu ke situs tersebut namun aku juga tidak yakin akan langsung berhasil.."


jawab Fabiyan diujung telepon..


percakapan berlanjut hingga setengah jam..


Setelah mengakhiri panggilan, Raymond pun beranjak dari gazebo dan menuju kedalam kamarnya

__ADS_1


dia akan bersiap siap untuk pergi kesuatu tempat bersama Fabiyan.


***


Sementara itu Fabiyan yang baru saja menutup telepon sepupunya lanjut rebahan lagi..


"Sampai kapan dia mau menyerah, sekali bukan haknya ya gak bakal bisa.."


Guman Fabiyan pelan..


dirinya saat ini sedang bersantai didalam kamarnya,


tepatnya rebahan , mager...


Fabiyan sedang malas kemana mana, dia masih merenung kan sesuatu,


Tempo hari aku merasakan kehadiran gadis itu...


Fabiyan merasakan getaran kuat di hatinya saat bertamu dirumah pak Yitno tempo hari.


Jadi kangen Ratih...


***


Tempo hari itu...


Fabiyan mendapatkan telpon dari sepupunya saat dirinya tengah dalam perjalanan dari tempat kerjanya di kota K,


setelah siangnya melakukan acara perpisahan singkat dengan beberapa pegawai badan observasi cagar budaya di pos candi Prambanan..


Fabiyan merasakan kecewa lantaran tidak dapat berpamitan dengan Ratih Prameswari,


kata Seruni , Ratih sedang ambil cuti ..


Setelah menerima telpon dari sepupunya tersebut, Fabiyan bukan langsung pulang melainkan menghampiri rumah Raymond.


Kemudian mereka berdua pergi ke rumah seorang pria yang mereka anggap sebagai penuntun spiritual,


Perjalanan membutuhkan waktu hampir satu jam ,


***


Tiba di rumah pak Yitno hari sudah malam..


bertepatan dengan bapak Yitno yang sedang makan malam bersama istrinya..


Setelah menunggu beberapa waktu, mereka bertiga duduk diruang tamu pak yitno,


istri pak Yitno membuatkan dua gelas wedang jahe hangat untuk Fabiyan dan Raymond.


setelah mempersilahkan keduanya untuk minum


istri pak Yitno menawarkan, apakah sudah makan malam atau belum,


Raymond bilang sudah, Fabiyan bilang belum,


"Kalau begitu ibuk buatkan mie rebus aja ya nang ?" kata Ibu


Nang \= sinang \= anak lanang \= anak laki laki


"tidak usah repot-repot buk.." kata Raymond sungkan


"Saya mau mie nya dikasih cabe rawit sama sayuran buk hehe.." kata Fabiyan santai


Keduanya sudah sering mengunjungi rumah pak Yitno jadi lama lama semakin akrab kekeluargaan.


"Udah bikinin aja dua porsi buat mereka buk.." kata pak Yitno.


"Sebentar ya nang, ibuk buatkan" kata ibu sembari menuju ke dapur.


Raymond menyikut Fabiyan, seolah berkata "nggragas !!"


Fabiyan cuma mesem, "Pas lapar pas ditawari ya ga boleh ditolak hehe"


pak Yitno sendiri geleng geleng setiap kedatangan dua tamu tuan muda yang kadang bertingkah seperti anak kecil dirumah sendiri..


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2