
pu Kumbhayoni benar benar kalah ?? tentu tidak.. Justru Rencana pu Kumbhayoni berjalan mulus, meskipun dia harus menyingkir dari wilayah ibu kota / Mamratipura, namun jebakan seumur hidup untuk Rakai Mamrati telah berhasil..
Setelah situasi mereda, pu Kumbhayoni yang menyingkir ke wilayah pedalaman diam diam tetap menghimpun kekuatan untuk berjaga jaga. bersembunyi di wilayah kulon yaitu akandalapura, yang kini disebut Sumatera.
***
Dalam hati seorang pu Kumbhayoni telah menaruh hati untuk sang Ratu Dyah Pramodhawardani. Diam diam mengagumi sosok Ratu yang dimuliakan dua dinasty, Sosok Ratu yang luhur dan suci pikiran perkataan dan perilaku nya.
"Sungguh sangat bodoh pria yang meninggalkan seorang wanita berbudi luhur demi seorang wanita rendahan (pela*cur)" gumam pu Kumbhayoni di dalam bilik kamarnya kala itu.
"Jika saja aku memiliki kesempatan pasti aku akan membaktikan seluruh hidupku untukmu Ratuku.." masih bergumam.
"Seharusnya akulah satu satunya yang layak mendampingi dirimu diatas singgasana, jika Rakai Pikatan tidak memenangkan sayembara dulu itu.." Masih merasa bahwa sebenarnya dialah yang lebih layak berkuasa mengdampingi Dyah Pramodhawardhani, bukan Rakai Pikatan !
***
pu Kumbhayoni meninggalkan orang orang kepercayaan nya di jawa, dengan tujuan tentu saja tetap mengharumkan namanya diantara para penguasa , namun prajurit khusus milik Rakai Mamrati dan Dyah lokapala tidak kalah jeli, mereka selalu tahu pergerakan mata mata utusan pu Kumbhayoni.
Seringkali adu kecerdikan, seperti ketika orang orang pu Kumbhayoni membuat sebuah catatan tentang dirinya, menyebutkan bagaimana dia juga berhak berkuasa di tanah jawa Karena dia juga adalah keturunan Sanjaya murni,
prasasti yang menjelaskan asal usul pu Kumbhayoni dirusak oleh prajurit khusus utusan dyah Lokapala secara diam diam. Tidak merusak seluruh catatan (prasasti) hanya menghilangkan nama nama yang disebut dalam silsilah pu Kumbhayoni. Hanya ada satu prasasti yang menyebutkan bahwa pu Kumbhayoni adalah cicit dari Ratu Hino. dimana masa kekuasaan Ratu Hino adalah abad 7 , masa dimana dinasty Sanjaya masih sangat berkuasa di marcapada.
***
Prajurit khusus yang memang bertugas mengawasi gerak gerik orang utusan pu Kumbhayoni yang tinggal di tanah jawa. Bergerak dalam diam dan senyap seperti bayangan, membereskan tanpa menimbulkan pertempuran.
itulah sebabnya nama Rakai walaing pu kumbhayoni menjadi salah satu tokoh yang misterius muncul diantara masa kejayaan Rakai Mamrati dan Ratu Dyah Pramodhawardani, hingga saat ini tidak ada satupun arkeolog maupun penelitian tulisan dari prasasti yang bisa menguak tabir misteri seorang musuh dinasty yang di agungkan .
Kita hanya akan berasumsi bahwa pu Kumbhayoni adalah seorang pemakar , musuh terbesar dinasty tanpa mengetahui cerita dibalik itu semua.
***
sedikit flashback..
Rencana utama pu Kumbhayoni dalam mengalahkan Rakai Mamrati adalah dengan mengikat dirinya dengan mpu Tamer .
Sebelumnya pu Kumbhayoni terlebih dahulu bertemu mpu Tamer untuk menawari kerjasama yang sangat menguntungkan anak keturunan mereka kelak.
__ADS_1
Mpu Tamer memang sudah berusia hampir setengah abad ,namun kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih seperti gadis.
"Tapi kangmas.. aku hanya menginginkan dirimu.." ucap mpu Tamer saat sedang bicara empat mata dengan pu Kumbhayoni disebuah pondok didalam hutan.
"Aku tahu adinda.. aku pasti akan membalas perasaan mu padaku dengan satu syarat yang harus kamu penuhi.." kata pu Kumbhayoni dengan nada bicara yang lembut.
"Apapun akan aku lakukan kangmas, asalkan kangmas menjadi milikku !" ucap mpu Tamer.
Kemudian berjalanlah sesuai rencana keduanya, rencana yang disusun sangat matang selama belasan tahun, demi anak keturunan mereka yang akan menjadi salah satu penerus penguasa diwilayah Jawa , Mamratipura khususnya.
***
mpu Tamer memang masih perawan saat melakukan hubungan terlarang dengan Rakai Mamrati, namun mpu Tamer juga sering melakukan hal itu secara diam diam dengan pu Kumbhayoni di pondok rahasia mereka di pedalaman hutan.
Dan anak pertama yang dikandung mpu Tamer bukanlah anak dari Rakai Mamrati melainkan pu Kumbhayoni. Rencana utamanya adalah menjadikan mpu Tamer selir utama di Mamratipura. Karena Ratu dyah Pramodhawardhani sudah tidak mau tinggal di Mamratipura dan lebih memilih berada di Medang.
Menjadi Selir pun tidak mengapa, nanti perlahan tinggal bermain peran dan intrik dari dalam supaya mpu Tamer tetap menjadi Selir utama kesayangan Rakai Mamrati ,sehingga anak mpu Tamer hasil hubungan gelap dengan pu Kumbhayoni bisa menduduki singgasana Mamratipura menggantikah Dyah Lokapala.
***
Setelah Rakai Mamrati memilih untuk mundur dari singgasana dan menjalankan pertapaan disebuah tempat yang dirahasiakan, kekuasaan yang di pegang Raja Dyah Lokapala sering mengalami pemberontakan dari dalam Mamratipura maupun dari luar wilayah ibu kota.
Bukan waktu yang singkat memang, kala itu Raja Dyah Lokapala bersama Ratu dan anak keturunan tidak bisa melanjutkan kekuasaan dua dinasty, karena mpu Tamer setelah kepergian Rakai Mamrati mulai memainkan kekuasaan secara terang terangan.
"Paduka... maafkan selir yang tidak berguna ini karena telah lalai mempertahankan Maharaja Rakai Mamrati di istana ini.." mpu Tamer mengatupkan kedua tangan dan berbicara dengan lembut saat menghadap Raja Dyah Lokapala yang duduk gagah diatas singgasana.
" Keputusan ayahandaku pasti sudah beliau pertimbangan sungguh sungguh , jangan menyalahkan dirimu, bangunlah.." kata Raja Dyah Lokapala bijaksana.
"Paduka... hamba ingin mengajukan sebuah permintaan, bahwa sebelum Raja Rakai Mamrati pergi beliau berpesan supaya anak kami Dyah Teguh tetap memiliki hak yang sama sebagai putra mahkota." mpu Tamer mulai main peran mencoba membujuk hati sang Raja Dyah Lokapala.
"Aku tahu itu, dan aku tidak mungkin membantah wasiat Ayahandaku, adikku Dyah Teguh akan menggantikan diriku nanti jika sudah masanya aku mundur dari singgasana..." sebuah janji terucap dari Raja Dyah Lokapala.
"Terima kasih paduka..." ucap mpu Tamer sembari menghaturkan sembah pada samg Raja, lalu kembali ke istana khusus Selir miliknya.
Jadi..
meskipun mpu Tamer berhasil masuk dan tinggal di wilayah Mamratipura, namun dia tidak diijinkan tinggal diistana utama yang hanya boleh ditinggali oleh Sang Maharatu Dyah Pramodhawardhani, meskipun dalam kenyataannya sang Ratu tidak pernah menginjakkan kakinya kembali ke Mamratipura sejak kepergian bertahun tahun lalu .
__ADS_1
***
Singkat cerita, sepeninggal ayahandanya yang memutuskan menjalani pensucian diri sebagai pertapa, Raja Dyah Lokapala menjalankan roda pemerintahan ibu kota Mamratipura selama 12 tahun.
Karena terlalu sering mendapatkan serangan serangan dari dalam , seperti patih yang memberontak, Senopati yang diam diam melakukan korupsi besar besaran ,dan lain sebagainya.
Meskipun Raja Dyah Lokapala adalah penguasa yang jujur dan manah serta andhap asor namun kelicikan mpu Tamer beserta pasukan penyusup utusan pu Kumbhayoni lebih mendominasi.
Akhirnya Raja Dyah Lokapala memutuskan untuk turun tahta dan memilih tinggal jauh dari Mamratipura bersama istri dan anak anaknya. Disinilah mengapa dalam catatan kuno disebutkan bahwa masih menjadi sebuah pertanyaan besar mengapa yang menjadi penerus tahta bukan anak keturunan asli sang Raja Dyah Lokapala yang memiliki darah murni garis dinasty Syailendra dan dinasty Sanjaya, melainkan Adik tiri nya yang bernama Dyah Teguh anak dari Selir utama Rakai Mamrati yang tidak sedikitpun memiliki darah murni salah satu dinasty.
***
Sejak perpindahan kekuasaan itulah secara perlahan kesucian tahta Mamratipura semakin luntur, karena para roh roh penjaga telah hilang bersama kepergian tokoh tokoh garis keturunan murni dua dinasty utama.
Alhasil pemegang kekuasaan di Mamratipura tidak pernah ada yang bertahan lama, karena banyaknya kelicikan dan pemberontakan memperebutkan kekuasaan secara terang-terangan. (hal ini ada didalam arsip catatan kuno ya reader 🤗)
Banyak yang duduk menggantikan Dyah Teguh silih berganti, namun tidak pernah ada yang bertahan dalam hitungan tahun, nama nama penguasa yang sama sekali tidak memiliki darah murni hanya bertahan duduk di singgasana selama hitungan bulan bahkan ada yang hanya berkuasa selama 28 hari.
Jadi meskipun mpu Tamer dan pu Kumbhayoni berhasil menguasai Mamratipura, menyingkirkan Rakai Mamrati dan menjauhkan Maharatu Dyah Pramodhawardhani serta melengserkan raja Dyah Lokapala, namun mereka berdua bersama anak keturunan tidak ada yang mampu bertahan lama dalam singgasana tahta Mamratipura.
***
Hingga suatu saat nanti , berpuluh puluh tahun kemudian akan muncul satu nama , keturunan dari darah murni garis Dyah Lokapala yang akan tampil sebagai Ratu luhur selanjutnya di tanah jawa bagian wetan. Sebuah nama yang akan menjadi penguasa penerus aliran Hindu , dengan darah murni dua dinasty yang mengalir dalam dirinya.
Siapakah dia ?? ada yang tahu ? 🤗
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1