
Bukan hal yang gampang dilakukan untuk gadis seusia Putri mahkota Dyah Pramodhawardani menjalani hubungan ini. Dia bahkan sudah tidak sempat merasakan bagaimana rasanya gejolak jiwa muda seperti teman temannya. Dia dipaksa dewasa lebih cepat , memikul tanggung jawab dinasty dipundak kecilnya.
Sejak itu sang putri masih sering terisak didalam tidur nya, disaat seluruh negeri bersuka cita karena akan memiliki raja dan ratu baru, dia sendirian merasakan bimbang yang mendalam.
Seandainya bisa memilih, putri mahkota pasti akan memilih untuk menjadi orang biasa saja, toh mengabdi untuk dinasti tidak harus menjadi Ratu. Sempat terlintas dalam pikiran sang putri bagaimana jika seandainya dia menjadi seorang biksuni saja.
Namun itu adalah pilihan terekstrem yang akan dia pilih, suatu saat entah kapan kebimbangan hatinya harus terobati. Dan hanya diri sendiri lah yang bisa melakukan hal itu.
***
Ayam pagi berkokok..
Menandakan sang dewa surya telah menyapa dunia dengan sinar nya yang menghangatkan. Tubuh sang putri menggeliat pelan dibalik selimut, seperti alarm otomatis yang disetel setiap hari. Kebiasaan sang putri dipagi hari adalah melakukan yoga atau menyeimbangkan aura positif dalam dirinya dengan melakukan meditasi di dekat taman belakang kamarnya.
Meditasi sembari menikmati oksigen terbaik, saat sinar matahari mulai hangat menerpa kulit putih mulus sang putri seorang dayang menghampiri,
"kanjeng putri.." kata seorang dayang berdiri sedikit membungkuk di belakang sang putri yang sedang meditasi.
"Ya mbok ada apa ...?" membuka mata namun tidak merubah posisinya saat ini,
"Pangeran Pikatan sudah tiba , beliau menunggu di pendopo kaputren kanjeng putri.." menyampaikan pesan dari pangeran Pikatan bahwa hari ini mereka akan melakukan perjalanan di sebuah tempat.
"Sampaikan pada kangmas Pikatan aku akan segera bersiap !!" kembali memejamkan mata dan melanjutkan meditasi ketika selesai memberi titah untuk sang dayang.
***
2 jam kemudian...
"Kangmas... maaf menunggu terlalu lama" ucap sang putri saat berjalan menghampiri pangeran Pikatan di pendopo.
"seperti nya menunggu akan menjadi hobi baruku adinda hehe.." baru kali ini seorang Pikatan diminta menunggu berjam-jam, kalau bukan calon istri pasti sudah habis kesabaran.
"Kangmas datang disaat aku sedang melaksanakan ritual khususku, tahu sendiri kan aku tidak pernah setengah setengah saat meditasi (yoga) dipagi hari hee.." lugas sang putri
"Aku yang salah adinda, karena menjemputmu sepagi ini" tutur pangeran Pikatan.
Mana bisa dia marah atau membentak seorang tuan putri yang sangat menggemaskan seperti Dyah Pramodhawardani ini. Bahkan seluruh pria dipenjuru negeri rela bertekuk lutut demi sang putri. Bukankah dirinya sudah memenangkan suatu jackpot paling istimewa kebanggaan dinasti Syailendra ?bahkan sebentar lagi mereka akan melangsungkan pernikahan paling besar abad ini.
***
__ADS_1
Menuju ke sebuah tempat yang ingin pangeran Pikatan tunjukkan pada sang putri. Ini adalah perjalanan singkat dan dekat jadi mereka hanya pergi menaiki kuda masing masing, kuda berwarna hitam untuk pangeran Pikatan, kuda berwarna putih untuk sang putri. Dibelakang mereka terdapat prajurit dan pengawal yang mengikuti menggunakan kuda juga.
Mengawal kanjeng putri mahkota adalah amanat yang wajib dilakukan meskipun nyawa taruhannya. Lebih baik gugur sebagai prajurit supaya junjungannya selamat, karena saat junjungan terluka sedikit saja, para prajurit pengawal pasti akan dihukum. Hukum cambuk adalah hal lumrah dikalangan prajurit istana.
***
Sebuah bukit yang indah , berlokasi di dekat area yang akan menjadi istana mereka kelak setelah menikah. Bukit yang rencananya akan dijadikan tempat singgah dan upacara sakral menyembah dewa surya dan juga ritual malam bulan purnama setiap selapan pisan (35 hari sekali).
terletak diatas bukit paling dekat dengan lokasi yang akan dibangun candi utama oleh pangeran Pikatan. Dibukit ini karena akan digunakan sebagai tempat ritual suci nan sakral, maka terdapat padusan (tempat mensucikan diri) untuk pria dan wanita.
Sendang atau mata air untuk wanita berbentuk kolam bundar dengan pagar pembatas yang akan disebut kolam Yoni, Yoni sendiri memiliki perlambang wanita adalah sumber suci atas lahirnya kehidupan di alam semesta. Maka dari itu setiap yang membersihkan diri di sendang Yoni adalah mereka para wanita yang dimuliakan derajatnya.
Disini para wanita akan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memasuki pendopo utama. Mata air yang mengalir jernih melalui pipa bambu yang tertancap rapih di sekeliling kolam.
Tak terkecuali keluarga dinasty, mereka juga wajib membersihkan diri di sendang yang telah disiapkan.
***
Lalu untuk pria, pangeran Pikatan juga akan membangun padusan berbentuk Lingga dengan pancuran yang sama mengelilingi seperti padusan untuk putri, Berbentuk Lingga karena sesuai keyakinan dinasti Sanjaya bahwa Lingga adalah lambang kejantanan seorang pria sejati. Dan hanya pria sejati yang layak mendampingi wanita yang dimuliakan derajatnya oleh semesta.
Begitu juga yang diharapkan pangeran Pikatan kelak seluruh dinasty di bawah kepemimpinan nya akan memiliki kedua karakter utama tersebut.
***
Setelah sendang padusan selanjutnya pangeran Pikatan menjelaskan pada sang putri tentang lokasi pendopo tempat utama diselenggarakan nya upacara sakral.
Setelah setiap orang membersihkan diri dikedua sendang, mereka akan melewati sebuah gapura utama sebelum menuju pendopo utama.
Anak tangga paling tengah sekaligus paling besar dan tinggi khusus diperuntukkan bagi keluarga Raja dan Ratu dinasty. Lalu dua lainnya disebelah kiri dan kanan diperuntukkan bagi para pengikut upacara sakral, sebelah kiri diperuntukkan bagi kaum wanita sedangkan sebelah kanan diperuntukkan untuk dilewati kaum pria.
Setelah melewati gapura besar tersebut barulah mereka akan memasuki lokasi pendopo utama.
__ADS_1
Pendopo inilah yang nantinya menjadi tempat diadakannya ritual malam purnama. Jika sebelumnya Ayahanda sang putri mahkota melaksanakan ritual malam purnama di alun alun istana, maka dengan mengantongi restu dari Kanjeng Gusti Samaratungga , pangeran Pikatan mewujudkan apa yang Ayahanda inginkan tentunya dengan perpaduan budaya dinasti Syailendra dengan dinasti Sanjaya.
***
Konsep rancangan yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak Ayahanda, namun sebuah kebanggaan tersendiri saat calon menantunya bisa mewujudkan apa yang selama ini beliau inginkan.
Ayahanda tidak sabar melihat bagaimana calon menantu nya mewujudkan semua rancangan yang sangat megah tersebut, namun beliau juga tidak bisa memaksa putri satu satunya untuk Langsung menyetujui pernikahan, makanya sang putri mahkota diberi waktu satu putaran bumi untuk lebih mengenal calon suaminya.
***
"Bagaimana menurut mu adinda ?" kata pangeran Pikatan setelah menyampaikan bagaimana konsep rancangannya.
"Wah kangmas.. aku sangat kagum dengan pikiran mu, bagaimana bisa dirimu sudah memiliki rancangan yang begitu detail tentang apa yang akan dibangun dilokasi yang bahkan saat ini aku hanya melihat hamparan rumput dan pepohonan saja hehe..." sang putri menyampaikan apa yang dia rasakan.
"Semua sudah terancang secara detail di otakku adinda, aku berencana mulai pembangunan abad ini setelah kita resmi menikah.." tutur pangeran Pikatan.
"Masih ada waktu tiga bulan kangmas, aku pun tidak sabar ingin melihat hasil karya mu yang akan menjadi legenda sepanjang masa" kata sang putri.
***
Tentu saja bangunan rancang pangeran akan menjadi peninggalan sejarah paling megah di tanah jawa,
Abad 9 adalah saksi kepemimpinan Raja dan Ratu yang diagungkan seluruh negeri, Bisa dibilang satu satunya pasangan pemimpini dua dinasty namun memiliki tujuan yang sama yaitu kemakmuran dengan sistem pemerintahan yang sangat diagungkan.
***
Ratih Prameswari diam menyimak tanpa berani ngajak mbakyunya ngobrol, karena Ratih sangat yakin bahwa pangeran Pikatan bisa melihatnya. Dan hal itu sangat menyeramkan, apa jadinya jika dimasa depan nanti dia bertemu calon suami dengan reinkarnasi yang sama dari sang pangeran ?
Apakah aku akan bisa menentukan sikap saat dikemudian hari dipertemukan dengan pria yang merupakan reinkarnasi pangeran Pikatan ? seorang raja agung dibtanah jawa dan marcapada.
Ratih Prameswari hanya berani bermonolog sendiri, sungguh dia merasa mungkin tidak akan mampu memperbaiki karma jika benar benar bertemu reinkarnasi dari sang pangeran.
**"
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu..
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏