Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 72 Tiba di rumah


__ADS_3

Ada rasa rindu yang tidak terkira saat angkutan yang dinaiki Ratih Prameswari berhenti tepat di alun alun kampungnya .


Bapak... ibuk...Ratih pulang !!!


***


Senja sudah berganti malam beberapa jam yang lalu ..


Ratih Prameswari nampak puas menikmati aneka makanan khas kotanya..


Dulu mungkin dia akan sangat berhemat jika ingin membeli sesuatu, tapi setelah merasakan gaji dari pekerjaan nya yang sekarang, dia bisa membeli apapun yang dia mau ,


Ratih Prameswari tetap hidup sederhana, tidak menghambur hamburkan uang tabungan untuk kesenangan sosial semata.


Kecuali untuk kulineran, selain untuk kebutuhan perut juga memberikan kepuasan tersendiri bagi Ratih bisa memakan apapun yang dia mau tanpa harus banyak perhitungan terhadap isi dompetnya,


***


Malam ini Ratih bahkan tidak sabaran ingin segera bertemu bapak dan ibu dikampung,


ingin melihat rumah orang tua yang sudah direnovasi,


Tadinya rumah orang tua Ratih masih terbilang sederhana, sebagian sudah bertembok, sebagian lagu masih berdinding anyaman bambu.


Kini Rumah orang tuanya sudah rapat tembok bata semua, bahkan kebun dibelakang rumah juga semakin banyak menghasilkan.


Kebun yang tadinya kebanyakan ditanam i palawija, kini sudah semakin maju, ditanam i aneka sayuran seperti tomat, cabai, terong, sawi dan juga lainnya..


setidaknya sayuran segar organik memiliki nilai jual yang tinggi .


***


Ratih tiba dirumahnya sekitar pukul 21.00 malam..


"makasih ya bang.." ucapnya kepada kang ojek yang sudah mengantar sampai rumah.


"ini kebanyakan neng.." melihat uang berwarna biru selembar ditangannya


tentu saja itu sangat banyak bagi ukuran tukang ojek diperkampungan.


"Gak apa bang sisanya ambil aja, makasih malam malam masih mau direpotin.." Ratih berterima kasih dengan sopan


Kang ojek itu tentu saja merasa sangat bersyukur atas rejeki tak terduga yang didapat nya ketika hari ini tidak banyak yang menggunakan jasanya


sementara beras dirumah sudah hampir habis, belum lagi uang belanja untuk istri tercinta esok hari,


perasaan sedih seketika sirna kala melihat uang ongkos dari seorang wanita yang baik hati.


semoga rejeki yang diterima dan dia berikan menjadi berkah kelak..


kang ojek pulang kerumahnya dengan perasaan bahagia, besok istrinya bisa belanja..


***


"bapak.. ibuk.. Ratih pulang !!" kata Ratih agak berteriak dari halaman luar rumah


Rumah Pak Yitno masih terbuka tandanya bapak masih ada tamu.


karena kalau tidak ada tamu biasanya pintu rumah sudah tertutup dan lampu teras dimatikan.

__ADS_1


bapak lagi ada tamu.. aku lewat pintu belakang aja deh..


Pintu belakang rumah ternyata sudah terkunci, Ratih mengetuk semoga Ibuk mendengar dan membukakan pintu untuk nya..


tok.. tok.. tok..


ceklek...


"Nduk... astaga kamu beneran pulang !!" sahut Ibu sembari memeluk putri semata wayangnya


"ibu sama bapak kangen banget tau gak sih nduk.. " mengurai pelukan sembari menarik tangan Ratih masuk kedalam rumah.


mereka berdua duduk di dipan dekat dapur, sedari tadi ibuk sedang sibuk membuat makanan untuk tamu bapak.


"Ibuk bikin apa sih jam segini ?" tanya Ratih saat duduk di samping ibunya


ibuk sedang meracik bawang merah dan bawang putih, serta beberapa cabai rawit..


"Ahh ini lo nduk.. bapak kedatangan tamu dari jauh "


"kebetulan tamu bapak itu belum makan malam, pas ibuk nawari makan katanya dia mau mie kuah buatan ibuk"


"Jadi ya ini ibuk lagi mau bikin mie kuah buat bapak sama Tamunya.."


ibuk berbicara sambil tangannya tetap fokus meracik setiap bahan.


"Owh... Tamunya siapa sih buk ?"


"udah sering banget ya main kesini ?"


tanya Ratih yang kini beranjak hendak membuat teh hangat untuk dirinya.


"Simpan dulu nduk tas nya.. nanti bantuin ibuk lagi.."


Ibuk Ratih Prameswari masih menggunakan tungku kayu tapi hanya untuk keperluan memanaskan air untuk mandi atau saat harus bikin masakan dalam jumlah banyak.


selain keperluan tersebut, ibuk lebih sering memakai kompor gas.


ya.. kala itu ibuk mendapatkan bantuan kompor serta tabung gas dari pemerintah,


sesuai anjuran pemerintah bahwa setiap masyarakat menengah kebawah akan mendapatkan sosialisasi penggunaan kompor dengan bahan bakar gas.


(ini masih setting tahun 2011 ya reader.. )


Awalnya ibuk agak Takut menggunakan kompor gas , setiap memasak masih lebih memilih memakai tungku kayu saja.


Namun saat beberapa perangkat desa dari kelurahan setempat memberikan arahan serta bagaimana cara menggunakan kompor gas yang aman maka secara perlahan ibuk dan para warga Tetangga kampung mulai terbiasa hingga sekarang.


***


Saat Ratih hendak masuk kedalam kamar nya untuk meletakkan tas ransel berisi beberapa baju ganti dan Barang pribadi lainnya..


secara sengaja Ratih mengintip, siapakah gerangan tamu yang sebegitu istimewa nya bahkan ibuk mau aja bikinin makan malam buat mereka.


tamu bapak ini pasti sering kesini deh..


Mata Ratih Prameswari membulat sempurna, sempat terkaget bahkan hampir mengumpat.


Menutup mulutnya tidak percaya siapa tamu bapak,

__ADS_1


Astaga... apa yang sebenarnya terjadi dengan hidup gue ?? dunia terlalu sempit Aarrgggghhhh...


Setelah mundur beberapa langkah kemudian gegas masuk kedalam kamar dan mengunci pintu,


Ratih mondar mandir panik sendiri..


Apa yang mereka berdua lakukan di rumah gue ? bahkan mereka sering kesini ?? sampai bapak sama ibuk udah terbiasa sama kehadiran mereka..


Bagaimana Ratih Prameswari tidak panik dan shock jika kedua tamu Istimewa bapak Yitno adalah dua orang yang paling ingin Ratih Hindari selama hidupnya..


Dan apa apaan mereka itu ?? saudara ?? apa sepupu ?? kenapa harus keluarga Atmaja lagi dan lagi..


***


Brukk..


kini Ratih tiduran setelah melempar tubuhnya keatas kasur spring bed berukuran 120 x 200 cm..


Atmaja adalah sebuah nama keluarga yang paling ingin Ratih Prameswari Hindari..


Alasan utamanya adalah karena anggota keluarga Atmaja adalah seorang wanita yang hampir membunuh Ratih semasa masih jaman kuliah dulu


Seorang tuan putri satu satu nya bernama Kinan..


Nama itu sudah seperti kutukan bagi Ratih,


Dan kini apa yang harus Ratih Prameswari lakukan, jika Om Raymond dan Om Fabiyan adalah satu keluarga ??


pantesan waktu liat om Fabiyan rasanya familiar banget , teernyata om Fabiyan punya hubungan darah dengan on Raymond


Ratih Prameswari memutuskan untuk tidak membantu ibuk nya, dia harus menghindari mereka..


jangan sampai mereka berdua tahu kalau Ratih ada dirumah ini,


bisa bisa jatah waktu libur nya bakal kacau sama mereka,


Padahal niat awal Ratih Prameswari mengambil cuti dari kantor adalah karena ingin relaksasi menikmati hidup tanpa gangguan dari para pria yang mengusik hatinya..


***


Malam itu Ratih Prameswari lewati dengan perasaan tidak karuan,


bilik dinding kamar yang bersebelahan dengan ruang tamu membuat Ratih Prameswari sesekali mendengar jelas saat Bapak dan para tamunya tertawa,


Mereka bahkan biaa tertawa senyaring itu sama bapak..


...Merasa sebal karena lagi lagi tidak bisa mengakibatkan indera pendengaran nya dari percakapan bapak dan tamunya....


Apa sebenarnya tujuan mereka ?? apa iya hanya sebagai tamu yang hanya butuh wejangan dari bapak Yitno ??


Kalau hanya sebatas tamu, lalu kenapa mereka bisa seakrab itu ??


...****************...


bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2