Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 115


__ADS_3

Saat ini setelah sembahyang tengah malam sampai sekarang pukul dua dini hari,


baru Fabiyan menceritakan apa yang dia rasakan, mereka masih di pendopo kecil belakang rumah.


"Apa bapak bisa memberitahu apa yang sebenarnya saya alami seharian ini ?" kata Fabiyan dengan duduk bersila berhadap hadapan dengan pak Yitno.


"Apa kamu akan terkejut jika aku katakan bahwa leluhur yang mengikuti mu saat ini adalah salah satu pemangku gunung Ungaran ?"


pak Yitno menyesap dalam dalam cerutu ditangan kirinya,


"Saya tidak terkejut pak, tapi bagaimana mungkin itu terjadi ? apakah ada maksud tujuan beliau nya mengikuti raga saya ?"


Fabiyan masih penasaran apa yang sebenarnya leluhur itu inginkan, karena sampai saat ini Fabiyan tidak melihat sosok apapun, hanya merasa sangat berat dibagian leher.


"itulah ngger, saat aku cerita dulu jika sinar dalam diri kita sangat terang dan menarik perhatian para roh roh disekitar kita, namun yang akan bisa mendekat hanya roh yang memiliki level derajat sama dengan sejatinya kita.. level di bawah itu akan musnah jika berani mendekati sinar dalam diri kita.. "


seperti lalat yang akan langsung terbakar jika nekat mendekati api yang besar..


"Apakah bisa bapak bantu saya supaya leluhur tersebut bicara, apa yang beliau inginkan.. "


"Kamu bisa tanyakan langsung ngger, itu urusan pribadimu bapak tidak berhak mencampur i terlalu dalam.. belum saatnya.. "


Kemudian dengan alasan ke kamar mandi, bapak Yitno meninggalkan Fabiyan seorang diri di pendopo,


Lama menunggu pak Yitno yang tidak kunjung kembali ke pendopo membuat Fabiyan berpikir, mungkin ini waktu yang tepat untuk sambung rasa dengan leluhur itu.


Fabiyan kembali memposisikan duduk bersilanya, kembali menyalakan dupa dengan jumlah ganjil, lalu mulai lagi sembahyang dengan kali ini fokusnya kepada leluhur pemangku gunung ungaran yang ada di dekat tubuhnya.


setengah jam berlalu ..


sebuah sinar yang cukup menyilaukan lalu perlahan meredup , Fabiyan bahkan sempat menutup mata dan muncullah sosok wanita dengan ageman busana seperti seorang ratu,

__ADS_1


Fabiyan terpukau dengan aura dan kecantikan sosok tersebut, bahkan kedua matanya sulit berkedip saking sakingnya merasa kagum.


Aroma yang sangat wangi menyeruak indera penciuman Fabiyan, saat sosok itu mendekat lalu duduk disebelah Fabiyan.


Rahayu nyai..


Rahayu den..


Siapakah engkau wahai sosok yang sangat beraura seperti ratu ?


Aku adalah salah satu pengayom tempat yang kamu datangi den bagus..


senyun nya sangat anggun..


Apakah ada maksud lain selain sengaja mengikuti ragaku?


sesuatu dari dalam dirimu yang menarik ku den bagus..


apakah itu artinya nyai adalah salah satu petugas ingkang kawogan menjawab apa yang sedang aku cari ?


apakah itu beban tanggung jawab yang besar ?


tidak den Bagus... ragamu akan dimampukan untuk menerima sih tresna lewat wahyu sejati


Tapi ragaku ini bukanlah seorang yang tinggi derajatnya, pejabat juga bukan, ragaku hanya buruh..


Tapi leluhur yang menjadi pendamping mu adalah seorang maharja agung den Bagus..


itu yang sering aku dengar tapi,, aku sendiri belum bertemu langsung dengan pendamping itu


semua ada saatnya den bagus.. semua ada saatnya...

__ADS_1


saat Fabiyan ingin bertanya lebih lanjut sosok itu kembali menghilang,, dengan waktu bersamaan bapak Yitno datang.


"Bapak melihat sosok tadi ?" tanya Fabiyan


"Sosok yang mana ngger.. ada banyak sosok yang ada dibelakangmu.. "


jawab pak Yitno santai, meskipun tahu tapi tidak boleh sembarangan memberitahu.


"Sosok seperti seorang ratu pak, sangat camtik dan aroma nya sangat wangi.. "


"persilahkan dia mapan ditubuhmu bersama yang lainnya ngger,, dia adalah salah satu petugas yang akan nyengkuyung tanggung jawab mu nanti.. "


"Baik pak.. semoga setelah ini tidak lagu merasa berat "


Fabiyan adalah titisan rakai pikatan memikili aura wibawa seperti seorang raja, namun Fabiyan tidak bisa melihat sosok Rakai pikatan didalam dirinya dengan gamblang, mereka belum bertemu empat mata apalagi salaman.


Namun sudah banyak roh roh leluhur yang akan menjadi petugas yang membantu Fabiyan, para petugas tak kasat mata itu berjumlah puluhan bahkan ratusan, dan semuanya ada dalam kuasa Fabiyan.


sayangnya sampai sekarang Fabiyan belum dimampukan untuk mengendalikan kekuatan mereka, Pak Yitno juga tidak bisa membantu banyak hanya selalu memberi dukungan supaya Fabiyan tidak menyerah.


Tunggu tiba saatnya, saat kamu bisa saling menyalami roh sejatimu, saat itu lah nanti kamu akan diunggulkan , persiapkan raga mu dengan baik..


Itu adalah yang pernah pak Yitno katakan dulu.


...****************...


bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2