Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 94 Masa depan


__ADS_3

...tahun 2014...


Seorang bayi telah lahir kedunia dengan selamat tanpa kurang satu apapun, bayi mungil yang lahir secara normal tepat pada hari jumat bulan Mei tahun 2014


"Makasih sayang.. kamu sudah berjuang " mencium kening sang istri yang masih nampak berpeluh.


"Anak kita sehat kan sayang ? apa cantik seperti aku hhmm? "


Mencoba tersenyum meskipun kenyataannya harus menahan sakit dan ngilu saat seorang dokter dan beberapa suster tampak sedang memberi tindakan jahitan pada jalan lahir.


"Tahan sebentar ya bu.. ini cuma jahit empat kok, lumrah untuk pertama kali lahiran.. " seorang dokter wanita tampak sabar dan telaten melakukan tindakan.


beberapa suster nampak membersihkan sisa sisa darah pada tubuh Ratih prameswari. sementara dua suster lainnya tampak mengobservasi jabang bayi yang berjenis kelamin perempuan.


"Sayang.. haus.. "


dengan sigap Putra mengambil segelas air teh manis hangat di meja dekat ranjang persalinan.


"Minum pelan pelan sayang.. "


Seorang suami yang mendampingi istrinya saat berjuang bertaruh nyawa demi buah hati mereka, Suami yang sama sekali tidak merasa jijik melihat darah yang berceceran, Suami yang ikut menangis saat melihat ibu dari calon anaknya kesakitan saat mengejan sampai hampir kehabisan oksigen untuk bernafas.


semakin bertambah rasa sayang terhadap sang istri yang memberikan kehidupan baru lewat rahimnya.


beberapa tahun yang lalu, Ratih prameswari mengambil sebuah keputusan besar dalam usianya yang masih 23 tahun untuk menerima pinangan Putra pratama, seorang mahasiswa senior yang jatuh hati sejak semester awal si cupu masuk kuliah di. sebuah universitas negeri ibu kota jawa tengah.


Ada hati yang bahagia, ada juga hati yang terluka..


Bagaimana kedua orang tua Ratih prameswari berusaha meyakinkan jika takdirnya ada didepan mata, namun Ratih memilih melawan takdir tersebut dengan memilih Putra sebagai suaminya.


Fabiyan adalah pria yang paling terluka kala itu , melihat sosok garwo kinasihnya bersanding dengan pria selain dirinya. Hatinya hancur Bahkan air mata pun sampai kering. Raut kesedihan serta kekecewaan tergurat jelas saat menyalami kedua mempelai diatas panggung.


Seperti hidup tapi tidak bernyawa, harapan indah bersanding dengan garwo kinasih pupus sudah, hidup sedang tidak adil, dan Fabiyan merasakan ketidakadilan namun dia bisa berbuat apa, toh sejak awal bertemu Ratih prameswari memang selalu tarik ulur menjaga jarak.


hanya sebuah kenangan manis yang tersisa yaitu saat dirinya secara tidak sengaja mencium bibir ratih prameswari saat hampir mati dipelataran candi syiwa.


Hanya sentuhan itu yang kini membekas di hati Fabiyan, sebuah rasa yang seharusnya nyata namun tidak tergapai karena ego yang berbeda.


...----------------...


Putra dan Ratih tinggal di yogyakarta setelah mendapatkan restu dari kedua orang tua untuk tinggal dirumah sendiri.


Putra mendapatkan kepercayaan untuk mengelola kawasan hotel milik keluarga, dan Ratih sudah tidak bekerja di balai observasi cagar budaya, dia memilih menjadi seorang ibu rumah tangga namun tetap aktif jika mendapatkan panggilan untuk mengunjungi situs bersejarah.


berbagai piagam dan sertifikat Ratih dapatkan kala masih bekerja dulu, itu sudah suatu pembuktian jika dia memang seorang wanita yang sangat mencintai sejarah para leluhur.


Kini putri Ratih dan Putra berusia 3 bulan, sedang aktif aktifnya bergerak Mengangkat kepala.

__ADS_1


"eh eh eh tayangnya ibuk udah pingin tengkurap yak... " menggoda sang buah hati yang asik bermain di ranjang bayinya.


Putri kecil yang memiliki mata yang indah setiap menatap nya seperti memancarkan senyum bahagia, Bayi montok berbobot 8kg berkulit langsat hhmmm seperti nya menuruni ayahnya hehe..


Nampak meraih raih sesuatu padahal tidak ada apapun didepan si bayi..


Kata orang tua dulu mungkin, bayi tersebut sedang dikunjungi leluhurnya yang cuma si bayi yang merasakan.


Melihat bayinya nampak asik bermain entah dengan siapa, namun Ratih selalu menjawab


siapapun kamu, boleh ngajak main anakku tapi muncullah dengan wujud yang baik dan menentramkan, jangan bikin anakku menangis ketakutan, Rahayu leluhur..


Menjelang sore, Ratih sudah selesai membersihkan rumah, menyiapkan makan malam, dan juga minuman hangat untuk suaminya.


pukul 17.00 terdengar suara mesin mobil memasuki garasi. Ratih menggendong sang putri keluar teras.


"Haloo ayah... tuh ayah udah pulang tayang.. " sang putri yang digendong seperti mengerti lalu tertawa


"gemes sekali anak ayah.. " kata putra namun tidak mendekat karena merasa tubuhnya masih kotor dan bau keringat.


"Lewat samping aja sayang, udah aku siapin mandinya.. "


"oke.. " cium jauh lalu masuk lewat pintu samping yang terhubung lewat garasin langsung tembus ke dapur.


setengah jam kemudian keluarga kecil itu nampak sedang asik bersantai diruang tv. Hanya menyimak acara hiburan sambil bercengkerama ringan.


"Barusan aku susui jadi mungkin adek bakalan bobo "


Benar saja si adek nampak tertidur saat ditepuk tepuk ringan oleh ayahnya.


Memastikan posisi tidur anaknya aman, Putra menghampiri Ratih sedang ada di dapur.


"sayang.. " memeluk dari belakang.


tangan melingkar pas diperut Ratih. Kepala ka Putra usel usel diceruk leher, Mengamati istrinya yang sama sekali tidak terganggu dengan bayi besarnya.


"Aku bikin telur dadar pedas, gak tau nih tiba tiba aja pingin "


elus pipi suami yang wangi maskulinnya selalu menggoda.


beberapa saat kemudian..


"Ayo makan dulu sayang... "


Nasi hangat dengan sayur asem ikan asin tahu goreng dan telur dadar pedas


Makan berdua dengan sangat akrab, sesekali menyuapi satu sama lain. Makanan habis dan kak Putra nampak sigap membantu mencuci piring kotor sementara Ratih membereskan sisanya.

__ADS_1


"Mau teh hangat sebelum kita tidur sayang ?" Ratih menawarkan


"Boleh.. segelas berdua aja tapi.. " jawab kak Putra tersenyum.


Jujur saja selama 3 bulan pasca melahirkan mereka belum melakukan hubungan suami istri, dan malam ini Putra merasa ingin melakukan hal itu.


"Sayang.. " mendekap istri dalam pelukan.


usap usap rambut nya..


"Apakah kita sudah bisa melakukan hal itu hhm.. " mencium pucuk kepala sang istri penuh damba


"Tentu saja bisa sayang... apa kamu mau kita melakukan itu sekarang ? mumpung adek nyenyak bobo nya.. hehe.. "


keduanya tersenyum penuh arti, lalu mulai saling memberi dan menerima sentuhan yang semakin lama semakin menuntut lebih.


aghhh..


merasakan geli saat suaminya menyentuh kantong asi yang terlihat lebih montok berisi.


Semakin disentuh membuat air susu merembes, karena memang seorang ibu yang menyusui secara ekslusif akan memiliki stok ajaib yang mana, semakin sering dihisap bukannya habis justru akan semakin banyak.


Dan saat keduanya telah tersulut gairah, pandangan keduanya sama sama berkabut dan ingin mencapai puncak pelepasan bersama..


hhmmpphh...


hhmmpphh..


"Ayo ke kamar.. " pinta kak Putra


dan saat keduanya hendak melanjutkan aktivitas panas di dalam kamar tiba tiba ...


oek.. oek.. oek...


Suara adek yang menangis saat itu juga sukses memebuyarkan segalanya..


hhmmm...


...****************...


bersambung


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2