Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Home sweet home


__ADS_3

"HOME SWEET HOME !!!"


teriak Ratih Prameswari ketika berdiri didepan pintu rumah orang tuanya.


"Bapak.. ibuk... Ratih pulang !!"


Kedua orang tua Ratih menyambut kedatangan anak semata wayangnya dengan penuh haru.


"Nduk... ibuk kangen..." Ibu memeluk anaknya dengan sangat erat.


"Uhuk... iya buk Ratih juga kangen banget.." agak terbatuk saking eratnya dipeluk


"Kamu baik baik saja nduk ?" Tanya bapak


""Pengestunipun pak, sae"


(berkat restu bapak, baik)


jawab Ratih setelah mencium punggung telapak tangan kanan bapaknya. Kemudian mereka masuk ke dalam rumah.


Rumah Ratih adalah bangunan kuno turun temurun milik keluarga bapaknya. Di tempat ini Bapak Ratih adalah seorang pemangku adat, atau seorang yang dituakan.


***


Ratih akan mengunjungi tempat asalnya selama seminggu, karena libur kuliah jadi bisa sedikit lega. Prestasi akademik di tempat Ratih kuliah tetap meningkat, bahkan Ratih masuk dalam kategori mahasiswi berprestasi sepuluh besar di kampus.


***


pagi harinya..


Saat sedang memberi makan ayam, Bapak menghampiri Ratih,


"nduk.. " kata bapak menepuk pundak anaknya.


"njih pak... pripun..?"


(ya pak, bagaimana ) jawab Ratih.


"Bapak mau ngomong empat mata.." wajah bapak nampak serius


"njih pak.." jawab Ratih tidak tahu apa yang akan Napak bicarakan sepagi ini


***

__ADS_1


Selesai memberi makan ayam dan mencuci tangan, Ratih menghampiri bapak diruang tamu, bapak selalu leyeh leyeh dikursi kebesaran nya sambil memegang pipa berisi tembakau di tangan kirinya.


Asap pembakaran dari pipa tembakau mengepul menimbulkan aroma khas yang cukup menyengat, menghisap tembakau dengan pipa sudah menjadi kebiasaan warga setempat..


Ratih sudah duduk dengan tenang di kursi sebelah bapak, Hati Ratih merasa gelisah entah apa yang dia pikirkan atau khawatirkan, bukankah selama ini Ratih selalu menjadi anak gadis yang baik dan selalu menuruti kemauan kedua orang tua yang sangat dia sayangi ?


Bapak keliatan serius, mau ngomong apa ya ?


Bapakmu bukan orang sembarangan Ratih, siapkan mental mu..


Suara sang putri membisik didalam diri Ratih.


"Ehem... " bapak mulai berdehem.


"Nduk.. apa awakmu pernah ngalami kahanan sing aneh ?"


(nak.. apa dirimu pernah mengalami suatu kejadian yang aneh ?) tanya bapak.


"nate pak.. "


(pernah pak..) menjawab jujur karena tidak pernah bisa berbohong pada bapak


Ratih mulai menceritakan semua kejadian yang berawal dari mimpi mimpi yang tidak terduga. Sampai bagaimana dia terjebak dengan seorang Putri dari masa lalu yang menjeratnya untuk menyelesaikan karma.


***


Bapak Ratih bukanlah orang biasa, beliau juga mempunyai kelebihan supernatural. Sejak sedari awal kepulangan Ratih beberapa hari yang lalu, beliau melihat sesuatu yang berbeda di dalam diri anaknya.


Entah Ratih sendiri menyadari atau tidak tapi, mata batin bapak melihat sesuatu yang luar biasa pada diri Ratih.


Ratih memiliki penjaga yang istimewa. Ada seorang putri yang auranya bersinar kuning kemilau, bapak tahu itu bukanlah aura biasa, hanya yang tinggi derajatnya yang punya.


Dan dibelakangnya ada banyak prajurit seperti pengawal yang menjaga disekitar Ratih dan sang putri, seperti perisai gaib yang menjaga dalam jarak radius 10 meter.


Jadi misal ada sesuatu yang akan mencelakai atau membahayakan Ratih atau sang putri, pengawal itu akan menghalau terlebih dahulu.


Bapak menceritakan apa dampak dari nyawijinya sang putri Dyah Pramodhawardani ditubuh Ratih. Akan ada banyak keistimewaan yang bisa Ratih prameswari rasakan, sekaligus tanggung jawab besar dibaliknya.


***


"wes titi wancine nduk.. ngayahi tanggung jawab supoyo ragamu saiki biso slamet tekan alam kelanggengan"


(sudah waktunya nak, melakukan tanggung jawa supaya tubuhmu ini bisa selamat di alam keabadian)

__ADS_1


"ora main main iki tanggung jawab sepisan seumur hidup"


(bukan main main ini adalah tanggung jawab sekali seumur hidup)


"awakmu wis kepilih, kudu sinau supoyo mampu !"


(Dirimu sudah terpilih, maka harus mau belajar supaya mampu mengemban tanggung jawab)


***


Ratih Prameswari mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan bapaknya. Ratih bukanlah seorang gadis pemberontak, dia selalu mematuhi apa wejangan dari kedua orang tua, terutama bapak nya.


"njih bapak... Ratih akan berusaha semaksimal mungkin .."


meminta restu dengan mencium telapak tangan kanan bapak.


***


"Mugi para leluhur tansah paring pangestu.."


(semoga para leluhur senantiasa merestui dirimu..) ucap bapak sambil mengusap pucuk kepala Ratih Prameswari


***


Selesai mendengarkan wejangan dari bapak, Ratih Prameswari kembali kedalam kamarnya.


Kamar yang tidak pernah berubah interior nya , kamar yang berisi banyak kenangan ketika Ratih masih kecil hingga menginjak remaja. Dinding kamar dipenuhi poster poster boyband kesayangan Ratih seperti Westlife, BSB, boyzone, N Sync, dan lain sebagainya.


Bahkan beberapa catatan puisi yang dikutip dari salah satu penulis terkenal semasa sekolah menengah atas bernama Kahlil Gibran pun ikut terpasang pada dinding kamar seorang Ratih Prameswari .


Ratih Prameswari tidak memiliki foto bersama teman temannya, karena memang kepribadian agak introvert yang menarik diri Ratih menjauh dari dunia sosial .


Sifat introvert yang jika bertemu orang lain empat mata pasti Ratih akan merasa sangat gugup hingga telapak tangan berkeringat dingin.


Tapi meskipun terkenal introvert, Ratih Prameswari tetap memiliki pesona yang terpancar dari dalam dirinya, diam diam memiliki penggemar rahasia (secret admire) yang sering memasukkan cokklat dan bunga kedalam tas saat Ratih tengah istirahat di kantin .


***


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2