
Sorot mata dewi Sati berubah tajam seperti api menyala...
"SEBAIKNYA KEMBALI SAJA PADA SUAMI TERCINTAMU !! TIDAK PERLU DATANG KE KELUARGA DAKSHA YANG TERHORMAT !!" ucap ayah Daksha.
***
Dalam pertapaan nya, Mahadewa merasakan sesuatu yang mengganjal, hatinya gelisah..
namun Mahadewa tetap melanjutkan pertapaan nya karena merasa semua sudah terkendali dengan baik sebelum dirinya meninggalkan sang istri bersama para pelayan di Kaliash.
***
Masih di kediaman keluarga Daksha..
Para tamu yang hadir ikut menghina dewi Sati, meskipun ibu Prajsti sangat menyayangi dewi Sati namun beliau juga tidak bisa membantu apa apa karena yang dihadapannya adalah sang suami yang sangat kelewat arogan.
Ibu Prajsti mencoba menenangkan suaminya yang emosi, namun tidak dihiraukan dan ayah Daksha masih tetap menghina dewi Sati , putri bungsu kesayangan nya yang kini menjadi musuh kasta sosialnya.
"AKU TIDAK PERNAH MENDIDIK ANAKKU UNTUK MENJADI PEMBANGKANG SEPERTI MU !!" murka Ayah Daksha kepada dewi Sati.
"DASAR ANAK TIDAK TAHU BALAS BUDI !!" lanjut ayah Daksha semakin tidak terkendali.
Sementara dewi Sati yang juga tidak kalah tersulut emosi nampak nafasnya semakin menderu, sungguh dia sangat tidak terima jika suaminya dihina.
Mereka hanya tahu Rudra adalah seorang musafir yang tidak memiliki kekayaan seperti keluarga Daksha. Mereka tidak tahu jika Rudra adalah dewa dari semua dewa.
"Hentikan bicaramu sebelum kalian semua menyesal seumur hidup !!" ucap dewi sati pelan namun tegas dengan mata nyalang memindai setiap orang yang hadir dan menertawakan dia dan suaminya.
"Berhenti sekarang atau aku akan mengutuk upacara suci ini !!" bentak dewi Sati dihadapan semua orang terutama Daksha.
"Memangnya apa yang bisa gadis lemah dan miskin seperti mu lakukan ? ha ha ha..." hina ayah Daksha.
"Kau ini hanya rakyat jelata, tidak punya kekuasaan apapun, suami cuma seorang pedagang bukan dewa hahahaha !!" Ringan sekali mulut ayah Daksha merendahkan harga diri darah dagingnya sendiri.
Semua orang yang hadir ikut tertawa seperti ayah Daksha..
"DIAM !!" kata dewi Sati
"Aku akan mengutuk siapa saja yang ada disini !! kalian semua telah menghina suamiku yang sangat luhur melebihi dewa kalian sembah !!" dewi Sati menggebu gebu hingga tanpa sadar semakin hilang kendali.
Sesuai karakter dewi Sati yang selalu berapi api kini api itu berkobar semakin besar dan tidak terkendali didalam diri dewi Sati.
"Lebih luhur dari dewa junjungan kami ? memangnya suami mu itu Mahadewa ?? " kata salah seorang tamu yang diiringi riuh tawa menghina.
Dewi sati diam, dalam tubuh nya semakin terbakar api amarah, sangat panas dan bergelora.
"AKU MENGUTUK KALIAN SEMUA YANG TELAH MENGHINA SUAMIKU, MAHADEWA !!!"
seketika itu juga dewi Sati menjatuhkan diri dalam api pemujaan. Semua orang terkejut namun tidak berbuat apa apa. Hanya menonton dengan ekspresi terkejut sesaat.
***
Pada saat bersamaan..
Mahadewa yang sedang bertapa mendengar suara dewi Sati memanggil namanya, dan ketika Mahadewa membuka mata , dia melihat melalui mata hatinya jika dewi Sati telah melakukan pengorbanan pada upacara dirumah keluarga Daksa.
__ADS_1
Mahadewa otomatis marah, dan kemarahan Mahadewa itu berdampak pada keseimbangan alam semesta. Seluruh penjuru alam Semesta seperti terguncang hebat (gempa) mewakili apa yang Mahadewa rasakan.
Dan pada saat itu juga Mahadewa mengakhiri pertapaan nya dan bersiap menyusul dewi Sati.
***
Upacara suci keluarga Daksha telah ternodai..
Seluruh yang hadir merasa ketakutan karena bersamaan dengan dewi Sati mengorbankan diri seketika bumi ikut berguncang hebat.
"Upacara ini telah ternodai, kita semua telah membuat para dewa murka !! bagaimana ini ??!! " beberapa tamu mulai gelisah namun masih tidak berani meninggalkan lokasi upacara.
"Apa yang kalian takutkan hah ?? ini hanyalah kejadian alam biasa !!" ucap ayah Daksha mencoba menenangkan para tamu
***
Saat ayah Daksha meminta pendeta untuk melanjutkan upacara suci, tiba tiba langit menjadi dlgelap tertutup awan hitam dengan suara petir yang menggelegar, kilat menyambar kesana kemari membuat siapa saja yang melihatnya ketakutan setengah mati.
Hujan turun sangat deras hingga memadamkan api pemujaan. Nampak tubuh dewi Sati yang sudah hangus terbakar meski belum menjadi abu, namun sungguh itu adalah suatu kemalangan bukan ?
Ibu Prajsti yang pingsan dibawa kedalam rumah oleh kedua anak perempuan kakak dewi Sati. Mereka tidak menyangka jika adiknya nekad melakukan pengorbanan diri dengan melompat kedalam api pemujaan hanya untuk membela suaminya.
***
Mahadewa muncul ditengah lapangan tempat upacara pemujaan..
disana seluruh tamu tak terkecuali ayah Daksha sangat terkejut..
Dibelakang Mahadewa tampak dua sosok yaitu dewa Wisnu dan dewa Brahma.. Kedua dewa tersebut ingin menenangkan Mahadewa namun tidak bisa, sudah terlanjur marah.
"Yang terjadi pasti akan terjadi.." ucap dewa Wisnu
dengan eskpresi datar namun gelisah
Amarah Dewa utama trimurti tidak bisa diredakan oleh siapapun.
***
Hujan seketika berhenti.. namun Langit masih sangat gelap,
Dengan perasaan yang teriris pedih, Mahadewa mengangkat jasad dewi Sati lalu menggendong dalam pelukannya.. Menatap jasad dewi Sati penuh kesedihan, sebulir air mata menetes pilu membasahi wajah dewi Sati, istri kesayangan satu satunya yang sangat dia jaga .
Lalu Mahadewa menatap nyalang pada seluruh yang ada di lapangan.
"Kalian tidak memiliki hati nurani !!" kata Mahadewa.
"Hei.. Mahadewa.. bukan kami yang salah, tapi dewi Sati sendiri lah yang mempermalukan dirinya sendiri !!" ucap salah satu tamu.
Mahadewa hanya diam.. namun diam nya Mahadewa berarti malapetaka bagi yang melihatnya.
***
Ayah Dakhsa masih berdiri dengan kesombongan, tidak sedikitpun merasa bersalah apalagi meminta maaf.
"Jadi kau adalah anak menantu ku hahaha..." ejek ayah Daksha
__ADS_1
"Dengan menyamar menjadi orang biasa kau telah mengambil anak kesayangan ku !!" lanjut nya
"Dan bukannya memuliakan anakku dengan kemewahan justru membuat Sati ku menjadi pembangkang kurang ajar !!" kata ayah Daksha lagi.
dewa Brahma yang berada dibelakang Mahadewa sudah memberi kode supaya anak keturunannya itu diam dan mint maaf, tapi Daksha pura pura tidak mendengar.
"Anugerah kekayaan dan kemuliaan tidak membuat pikiran mu lebih baik dari seekor binatang Daksha !!" balas Mahadewa
"Setiap dari kalian akan menuai hasil dari tiap kesalahan yang dilakukan !!" kata Mahadewa
***
Suasana dilapangan upacara semakin mencekam, tidak ada satupun yang.bisa bergerak,
"Istriku datang padamu sebagai seorang putri yang merindukan keluarga nya, namun kalian memperlakukan istriku sangat tidak manusiawi.." lanjut Mahadewa.
"Lalu apa yang akan kau lakukan wahai menantu miskin ha ha ha..." ejek ayah Daksha lagi.
Saat ayah Daksha hendak melanjutkan bicaranya, tiba tiba
secepat kilat Mahadewa menebas kepalanya menggunakan trisula miliknya.
Semua orang terpaku sekaligus terkejut campur takut.
"Itu adalah balasan setimpal untuk manusia yang berpikir seperti binatang !!" kata mahadewa yang kemudian berbalik pergi meninggalkan lapangan upacara pemujaan.
***
Kini hanya ada dua dewa yang tersisa,
Melihat anak keturunan nya tergeletak tanpa kepala membuat dewa Brahma sedih dan memohon pada dewa wisnu untuk membantu nya.
" Bantu aku wahai narayan... bantu aku..." ucap dewa Brahma sedih..
"Mereka yang ada disini layak mendapatkan hukuman yang setimpal saudaraku.." kata dewa Wisnu bijaksana.
"Aku akan membantu mu... dengan syarat..." lanjut dewa Wisnu lagi,
"Daksha beserta para pengikutnya akan menjadi sebuah contoh pelajaran hidup untuk masa sekarang dan yang akan datang, bahwasanya kita tidak boleh menilai segala sesuatu dari apa yang hanya terlihat oleh kedua mata. Karena belum tentu kita mengetahui kebenaran dibalik itu semua.." ucap dewa Wisnu yang kemudian mengangkat telapak tangan kanannya.
Sebuah sinar yang sangat menyilaukan mata membuat semua orang terpejam sesaat hingga kemudian ketika mereka semua membuka mata,
SABDA DEWA TELAH BERLAKU !
Seketika Daksha hidup kembali, namun Daksha beserta semua tamu yang hadir di lapangan berubah menjadi binatang, sekumpulan binatang dengan kasta terendah yaitu, keledai..
***
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1