Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 131 Pencuri energi gaib


__ADS_3

Selama mendengarkan berbagai penuturan dari beberapa yang hadir, Tiba tiba Ratih prameswari kembali hanyut dalam kerinduan sosok suami


kak putra...


Ini adalah genap 40 hari suaminya pergi untuk selamanya. setitik eluh bersarang disudut mata Ratih prameswari saat bapak Yitno meminta para tamu yang hadir untuk berkenan mendoakan sang putra mantu supaya mendapatkan tempat terbaik dialam kelanggengan.


Doa inti akan dilangsungkan tepat pukul tengah malam, Suasana semakin terasa sakral lantaran bukan cuma tamu manusia tapi juga tamu tak kasat mata yang ikut hadir.


mereka datang dari berbagai penjuru langit, doa pembuka tadi seperti sebuah undangan yang ditujukan khusus untuk para leluhur, dan mereka yang datang mengisi setiap sela yang ada.


Tidak semua yang hadir bisa melihat mereka, dan tidak semua tamu gaib berkenan Menampakkan dirinya, setiap gaib selalu memiliki level aura.


semakin tinggi derajatnya, akan semakin silau auranya..


Manusia juga memiliki level tersendiri di masing masing raganya, Dan tidak semua bisa melihat apa yang kita lihat, segala sesuatu sudah ada porsi masing masing, sistem alam semesta memiliki rancangan yang sangat detail dan tidak bisa di pahami dengan akal semata.


Raymond sedari tadi hanya diam, dirinya fokus memperhatikan sesuatu yang menyilaukan ditengah ruangan, dirinya seperti melihat sebuah benda yang akan sangat berguna untuk kesuksesan usahanya.


Tapi dia yakin itu bukan hak nya, Raymond tidak pernah mendapatkan petunjuk untuk menemukan benda seperti itu, tapi kilaunya sangat menggoda sisi keserakahan nya.


Dan saat ini dirinya fokus menyerap energi dari benda tersebut.


Benda itu adalah milik Fabiyan, Bunga chempaka emas yang dia dapatkan lewat petunjuk di sendang Mudhal.


diletakkan ditengah ruangan karena benda itu akan memberikan manfaat bagi para tamu yang hadir, Semua pasti akan merasakan energi dari benda itu, dan energi yang diterima setiap tamu yang hadir akan membantu membuka jalan rejeki yang mereka tekuni.


Raymond.. mana mungkin dia mau menerima jatah secuil jika bisa mendapatkan semuanya,


Sedikit demi sedikit energi yang seharusnya terbagi keseluruh tamu yang hadir, dicuri oleh Raymond dengan kemampuan ilmu kanuragan yang dia miliki,


Sangat serakah sebenarnya.. Raymond memiliki jiwa pencuri sejati yang tidak akan pernah puas dengan apa yang dia miliki.


Saat ini mungkin sudah sepertiga energi dari bunga chempaka emas yang masuk ketubuh nya, saat Tiba tiba Fabiyan menyenggol lengan kanannya.


"Sstt.. dupa sudah mau habis.. " kata Fabiyan mengingatkan jika saat ini dupa yang menyala sudab hampir habis dan nyala dupa tidak boleh padam Sebelum ritual malam bulan purnama selesai.


Mendengus kesal dalam hati, lagi lagi dia mengacaukan semuanya..


Kemudian Raymond kembali fokus menyalakan dupa untuk persiapan doa inti tengah malam,

__ADS_1


Dupa adalah perlambang aroma para leluhur, aroma dupa bisa dianggap sebagai pengganti bunga setaman jika tidak ada bunga maka dupa sudah cukup. Kalau ada dua duanya semakin bagus.


Semakin banyak dupa yang dinyalakan akan semakin menguar aroma nya, semakin besar juga kemungkinan para leluhur yang hadir menikmatinya,


berbungkus bungkus dupa aneka aroma dinyalakan oleh Raymond, Dupa aroma bunga mawar, melati, champaka, cendana, dan beberapa lainnya semua tertancap disebuah wadah khusus yang sengaja disiapkan untuk hal tersebut.


Beberapa menit menjelang doa inti..


dan saat ini setiap orang yang hadir semakin larut dalam kesakralan, kecuali Ratih prameswari..


tiba tiba merasakan kontraksi yang cukup kuat, seperti nya terlalu lama dalam posisi duduk membuat ibu hamil merasa tidak nyaman.


Elus elus lembut seraya berkata dalam hati, "sebentar ya sayang.. ibuk masih mau ikut doa terakhir.. sabar yaa nak... "


Ajaibnya.. janin didalam perut Ratih prameswari tampak memahami apa yang sang ibu inginkan, lalu kontraksi pun mereda..


Ratih prameswari bukanlah tipe orang yang akan panik tidak tahu tempat, dan saat ini dirinya merasa pekewuh (tidak enak) karena masih dalam acara dan tidak mungkin dirinya sebagai tuan rumah meninggalkan acara sebelum selesai..


Tepat tengah malam doa terakhir pun dimulai..


Bayi didalam perut aktif bergerak,meskipun tidak menimbulkan kontraksi tapi aktivitas sang calon bayi sangat terasa, dan untuk beberapa kali Ratih prameswari mencoba menenangkan .


mereka seperti para petugas yang siap mengabulkan setiap doa yang mereka panjatkan, beberapa leluhur berpakaian seperti putri mengelilingi Ratih prameswari, seolah memberikan restu dan sih tresna mereka untuk sang bayi didalam perut.


Itulah sebabnya bayi didalam perut sangat aktif karena dirinya sedang berinteraksi dengan para putri tak kasar mata yang mengelilingi ibunya.


doa terakhir berlangsung sama seperti doa pembuka sebelumnya yaitu setengah jam..


usai mengucap kata Aamiin.. bapak Yitno selaku tuan rumah mempersilakan para tamu yang hadir untuk menikmati sesajian yang terhidang ditengah ruangan.


satu persatu para tamu yang hadir menyalami tuan rumah yang merupaka penuntun yang dituakan, lalu bersalaman dengan tamu lainnya.


Saat semua orang mulai mengambil berkat berbau doa, Secara refleks Fabiyan mengambil sebuah dengan (kelapa muda) lalu memberikan kepada Ratih prameswari yang hanya duduk mengamati satu persatu sesajian yang habis.


"untuk adeknya Gendhis.. " Mengulurkan sambil tersenyum manis lalu duduk disebelah Ratih prameswari.


"Tau aja kalau aku haus hehe.. makasih ya.. " ucap ratih saat menerima degan tersebut


"Minumlah yang banyak, supaya adeknya Gendhis ikut merasakan berkah doa ritual malam ini.. "

__ADS_1


Keduanya saling melempar senyum dan seperti nya larut dalam suasana.


Raymond yang melihat hal tersebut memanfaatkan situasi, dirinya mengambil benda yang berada ditengah ruangan saat semua orang sibuk menikmati hidangan.


Lalu Mengalihkan perhatian dengan mengajak beberapa tamu untuk ngobrol.


Satu persatu tamu berpamitan dengan tas plastik berisi berkat sesajian yang mereka sambil sendiri, setiap orang mengambil secukupnya , tidak berlebihan dan menyisihkan untuk tamu lainnya.


Termasuk Raymond yang juga ikut pamit bebarengan dengan para tamu.


menyisakan beberapa orang yang membantu ibuk membereskan sisa perjamuan ritual, Fabiyan bahkan lupa jika dia meninggalkan benda chempak emas sedari tadi dirinya ngobrol dengan bumil Ratih prameswari.


"Lho.. kok gak ada ?? " gumam Fabiyan saat melihat hanya ada mangkuk dengan air bunga setaman tanpa adanya benda yang dia celupkan sebelumnya.


"awh... "


suara menahan sakit terdengar membuyarkan fokus Fabiyan, dan saat dia berbalik badan rupanya Ratih prameswari sedang menahan sakit sambil berdiri bersandar pada dinding..


"Ratih.. kamu kenapa ? apa sudah saatnya ??" Fabiyan membantu mengusap punggung Ratih prameswari.


"Sedari tadi sering kontraksi tapi kayaknya ini memang sudah waktunya.. awh.. "


Bapak dan ibuk yang sibuk membereskan sisa sisa perjamuan kurang memperhatikan hal itu,


"Aku antar kerumah sakit sekarang ya ?" kata Fabiyan


"Kontraksi nya masih belum stabil Biyan, kelamaan dirumah sakit malah membuat aku gak nyaman.. "


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2