Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 78 Candi kamulaning jagad


__ADS_3

Ratih Prameswari istirahat sebentar didalam kamar yang dia sewa sebelum membersihkan tubuhnya.


Dia berencana untuk mandi di pemandian air panas yang terdapat disalah satu sumber belerang di area kawasan candi gedongsongo.


***


Pada sore hari masih banyak wisatawan yang mengunjungi situs bersejarah candi gedong songo yang terletak di desa Krajan kecamatan Banyukuning kota Bandungan kabupaten Semarang provinsi Jawa tengah.


Objek wisata candi gedongsongo berada di ketinggian 1200mdpl , dengan suhu setiap hari berkisar antara 15° celsius sampai 28° celsius.


Dingin, sejuk, berkabut..


Kabut yang menyelimuti gugusan candi inilah yang kemudian disebut Candi kamulaning jagad..



Lokasi puncak Nirwana diarea candi gedongsongo yang bersebrangan dengan bumi perkemahan atau jalur pendakian kawasan hutan pinus.


kapan kapan main kesana ya reader..


Jarak bumi perkemahan tempat Ratih Prameswari menyewa kamar peristirahatan hanya 10 menit dari tempat pemandian air panas.



Kolam pemandian air panas yang terletak diantara lokasi candi gedong 3 dan gedong 4 , tepat diantara kelokan yang cukup ekstrim bagi pejalan kaki hehe..



Asap belerang mencuat keatas seolah menandakan tempat tersebut tidak pernah mati,


aroma khas belerang yang cukup menyengat sekaligus memiliki kelebihan untuk kesehatan tubuh


konon katanya mata air panas belerang bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit,


Tapi Bagi Ratih Prameswari tentu saja air panas adalah terapi relaksasi setelah berjalan jauh dari puncak kebun teh promasan,


Jadi udah ketahuan ya gunung mana yang didaki Ratih Prameswari..


Rasa capek setelah berjalan cukup jauh terbayar dengan suasana yang menentramkan,


***


Selesai membersihkan diri, Ratih memakai pakaian yang lebih santai karena setelah ini dia akan berkeliling sebentar ke candi paling atas yaitu candi V atau sering dikenal dengan nama puncak Nirwana,


spot tertinggi dari gugusan candi gedongsongo, selain itu disebelah candi V terdapat lapangan yang cukup luas ,


dahulu kala lokasi lapangan itu digunakan sebagai tempat melakukan ritual utama pemujaan dewa Trimurti.


dan percaya atau tidak, upacara yang dilakukan dengan sakral selalu menarik perhatian Tiga dewa Utama untuk mendatangi umat pemuja nya.


Dan tempat paling tepat untuk para dewa tersebut adalah puncak Nirwana, bagian tertinggi dan paling istimewa.


***


Belum terlalu gelap.. masih bisalah jalan jalan sebentar


Tentu saja sebelum kabut turun dan menyelimuti gugusan candi..


Ratih Prameswari melangkahkan kaki dengan pasti dan penuh semangat mengeksplorasi candi Gedongsongo.



Di masa sekarang saja masih terlihat kokoh dan megah


di kelilingi suguhan pemandangan alam yang luar biasa..


candi gedongsongo atau candi kamulaning jagad.


sebuah bangunan suci yang diperuntukkan untuk dewa trimurti junjungan dinasty Sanjaya.


candi kamulaning jagad ini dibangun pada masa pemerintahan Rakai Mamrati dan Sri Pramodhawardhani yaitu pada abad 9


Konon tidak ada yang tahu siapa sebenarnya yang melakukan pembangunan pada masa itu..


sosok misterius keturunan dinasty Sanjaya yang masih bertahan kala masa kekuasaan waktu berada dibawah bayangan dinasty besar Syailendra.


sosok yang hanya dikenal sebagai Putra Sanjaya (pria keturunan dinasty Sanjaya) tanpa pernah tahu siapa nama aslinya.


***

__ADS_1


Batuan yang digunakan untuk membangun candi ini berbeda dengan yang digunakan pada parahambayang maupun bumishambara.


(candi Prambanan & candi Borobudur menggunakan batuan adesit sementara candi gedongsongo menggunakan batuan kapur putih)


candi kamulaning jagad termasuk salah satu peninggalan nenek moyang yang masih sangat misterius karena tidak ditemukan jejak prasasti disekitar nya.


Namun keberadaan nya sudah masuk kedalam arsip peninggalan situs tidak bergerak di balai observasi cagar budaya Jawa tengah.



Ratih Prameswari agak ngos ngosan saat tiba di puncak Nirwana.


namun yang lebih mengejutkan lagi adalah,


Kalung Ratih Prameswari bergetar halus..


apa ini... mungkinkah...


Ah tidak tidak, bagaimana mungkin bisa terjadi kebetulan yang sangat terlalu kebetulan ditempat seperti ini..


Namun kalung itu semakin bergetar saat Ratih masuk kedalam kawasan candi V.


apa dia ada disini juga ?? heii.. ini takdir atau kesialan !!


Ratih Prameswari mulai merasa gelisah..


Dirinya merasa was was jikalau benar ada Fabiyan ditempat ini.


***


Benar saja..


seseorang memanggil nya..


"Ratih.. Ratih Prameswari..."


entah sejak kapan tapi saat ini Fabiyan berdiri dibelakang Ratih Prameswari..


mau tidak mau Ratih Prameswari menoleh..


"eh... om Fabiyan.."


yang satu merasa senang, yang satu ingin menghindari..



"om Fabiyan kok disini ??" bertanya dengan senyum yang dipaksakan..


"Aku mengantar saudara sepupuku.." Fabiyan tersenyum sangat manis.


dan itu cukup semakin membuat hati Ratih bergetar..


menelan saliva dengan susah payah saat Fabiyan mengatakan sesuatu..


***


"Hhmmm maaf.. Apakah kita bisa memulai semua dari awal lagi ?" Fabiyan menatap penuh harap


berharap Ratih berkata iya..


"Hhmmm... gimana ya om hehe..." masih berpura pura polos.


Ratih paham apa maksud perkataan Fabiyan barusan.


dia ingin kami memulai semua dari awal, seperti orang baru kenal xixixi aneh...


Fabiyan mengulurkan tangan kanannya,


"Kenalkan aku Biyan, Fabiyan Atmaja.."


Ratih Prameswari sesaat mematung otaknya tidak tahu harus melakukan apa..


tapi tangan kanannya refleks membalas,


"Hai.. aku Ratih, Ratih Prameswari.."


keduanya tersenyum kikuk, sejurus kemudian saing menarik tangan masing masing.


__ADS_1


(ini kebetulan aja ya nemu foto mereka berdua, dari awal tokoh Ratih Prameswari adalah Dian satro hehe...)


***


Suasana mulai mencair saat Fabiyan dan Ratih memulai obrolan ringan mereka,


"Jadi kamu naik gunung sendirian ? " tanya Fabiyan


"Hhmmm... dari dulu aku udah sering main di gunung jadi biasa aja kok.." jawab Ratih ramah.


"Trus, barang barang bawaan kamu dimana ??" Fabiyan makin penasaran


"Ada.. aku taruh di dekat bumi perkemahan sana.."


menunjukkan sebuah tempat lokasi bumi perkemahan yang berseberangan dari lokasi mereka saat ini


"Kelihatan dekat padahal jauh lo itu.." lanjut Fabiyan yang kini duduk diantara bebatuan candi..


"Lumayan, 10 menit jalan kaki.." Ratih masih tetap posisi berdiri



"Ngomong- ngomong sepupu Om Fabiyan mana ?" gantian Ratih bertanya


"Bisa gak panggil nya gausah ditambah i om ? Biyan atau Fabiyan aja gitu.."


"kata om membuat aku terlalu tua hehe"


kata Fabiyan ringan.


"Kan itu faktanya.. om eh Biyan.." kata Ratih.


"Sepupu ku udah pulang duluan tadi, kami baru aja selesai sembahyang disalah satu lokasi mata air dekat sini.."


Fabiyan berkata apa adanya, seperti dia tidak bisa berbohong jika sama Ratih Prameswari.


Sendang atau mata air yang dimaksud Fabiyan adalah sebuah peninggalan nenek moyang yang terletak cukup jauh tersudut ditempat yang jarang orang lewati, berada agak dibawah lembah yang jika kesana harus melewati undakan panjang yang sempit.


Mungkin itu menjadi salah satu alasan sendang yang berada di lokasi candi kamulaning jagad jarang terjamah manusia dan masih sangat terasa nuansa spiritual nya .


Ratih Prameswari tidak berkata kata lagi, dia hanya merespon perkataan Fabiyan dengan anggukan .


tentu saja Ratih juga tahu dimana letak sumber mata air tersebut.


***


"Setelah ini apa rencana kamu Ratih.." tanya Fabiyan lagi


"Enggak tau.. aku masih menikmati suasana disini, mungkin aku bakal nginep semalam di bumi perkemahan hehe.."


"aku mau menikmati suasana malam yang berkabut.."


kata Ratih ..


"Kayaknya seru tuh, boleh ikutan gak ?" tanya Fabiyan berhati-hati jangan sampai menyinggung..


"Hhmm.. emang kamu suka alam bebas ??" tanya Ratih mengangkat sebelah alisnya..


"Hei.. gini gini aku juga pernah ikut klub pecinta alam tau !"


jawab Fabiyan sambil tersenyum sambil menatap kedalam netra Ratih Prameswari..


sebenarnya itu hanya alasan, karena alasan utamanya adalah..


Karena aku suka kamu, Ratih...


Gumam pelan Fabiyan dan hanya angin yang dengar..


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2