Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 97 Bulan madu dadakan


__ADS_3

Ratih prameswari juga trauma terhadap kisah masa lalunya, perselingkuhan... pengkhianatan... ketulusan yang disepelekan..


Tidak salah bukan... jika selama Ratih bisa memutuskan apa yang akan dia jalan i dalam masa kehidupannya saat ini dia akan memilih apa yang ingin dia jalani.


Tiba di pantai pesisir parangtritis hari masih pagi, karena memang mereka berangkat pukul 05.30 dari rumah.


Dek Gendhis tampak nyaman dalam gendongan mbah itu, Sementara mbah kung berjalan disebelahnya.


"Kita jalan jalan sebentar ya di dekat bibir pantai, disana nanti ada andong juga.. " ajak Kak Putra.


"Seger banget ya pak anginnya, sejuk.. " kata Mbah uti ke mbah kung.


"Mungkin kita bisa titip dek gendhis sebentar ke mbahnya sementara kita bulan madu sayang hehe.. "


canda kak Putra sembari menggenggam tangan istrinya, berjalan berdua sesekali memainkan ombak yang menyapa cukupb membuat pasangan suami istri itu bahagia.


Saat ini dek Gendhis sedang naik andong berkeliling sepanjang bibir pantai bersama kedua mbahnya.


Ratih memeluk posesif pinggang suaminya yang selalu memberi rasa nyaman dan hangat, aroma maskulinnya selalu bikin kangen. Mereka berdiri mengamati kereta andong yang dinaiki dek Gendhis.


Setelah puas menikmati suasana pantai, mereja memutuskan untuk sekalian makan siang dan beristirahat di sebuah kios lesehan,


Memesan berbagai hidangan seafood, ikan bakar kecap, lalapan, kerang dan cumi, es jeruk, rujak..


Menikmati makan siang dengan suasanan hangat keluarga, Ratihb menyusui dek Gendhis saat bapak dan ibu menyelesaikan makanannya.


"Buka mulutmu sayang, aaa.... " dengan telaten Kak Putra menyuapi Ratih dengan nasi hangat dan ikan bakar.


sepiring berdua..


"Kalian ini lo benar benar rukun, ibuk suka lihatnya.. " kata ibuk sesekali tertawa kecil.


"Semoga kalian bahagia selalu ya nduk.. ngger.. bapak sama ibuk cuma bisa merestui lewat doa.. "


ucap bapak bijaksana, dan dijawab "inggih pak..buk.. " bersamaan.


Seperti kebiasaan dek Gendhis yaitu tidur setelah kenyang menyusu, Mereka lanjut perjalanan menuju kawasan Malioboro.


Mereka berniat menginap di salah satu hotel dekat sana, tentu saja itu hotel yang di kelola Kak Putra.


Tiba di hotel hari sudah sore, mereka memesan dua kamar, satu untuk bapak dan ibu, satu lagi untuk Ratih , kak Putra, dan buah hati mereka dek Gendhis.


"Setelah ini biar ibuk yang jaga dek Gendhis nduk.. kamu siapin stok asi buat dek Gendhis ya.. biar nanti malam tidur sama bapak sama ibuk.. " kata Ibuk saat menunggui Ratih memandikan dan mengganti pakaian bayinya.


"nanti bapak sama Ibuk repot lo, kalau dek Gendhis malam malam suka ngelilir.. " ucap Ratih sambil membereskan perlengkapan dek Gendhis.


"Kalau ibuk maunya begitu ya gapapa sayang, siapa tahu dek gendhis juga pingin di temani mbah uti dan mbah kung nya.. " ucap kak Putra yang tiba tiba masuk ke kamar setelah sebelumnya menemani bapak ngopi di kafe bawah.


Akhirnya setelah menikmati suasana Malioboro di sore hari, menyaksikan banyak sekali pertunjukan bakat dari seniman jalanan disepanjang jalan. Naik becak berkeliling pusat oleh oleh, memborong banyak sekali bakpia, jenang dodol dan wingko khas,

__ADS_1


Mereka kembali ke hotel..


setelah menyelesaikan makan malam, bapak dan ibu membawa dek Gendhis ke kamar mereka.


Kapan lagi bisa menghabiskan waktu dengan cucu pertama yang sangat menggemaskan semanis gula..


di dalam kamar ratih kak Putra masih nampak duduk santai didepan tv, Seperti ada yang kurang saat hanya berduaan.


"sepi ya sayang... baru sebentar udah kangen sama adek.. " kata Ratih.


"Hhmm iya.. tapi kita jadi bisa berduaan sayang.. "


cup... sebuah kecupan mendarat dipipi sang istri.


"Apa ini saat yang tepat untuk bulan madu dadakan hhmm.. " goda kak Putra memainkan kedua alisnya


"oh astaga suamiku memang genit hahahaa... " Ratih berdiri lalu,


"Aku mau membersihkan diri, apa sayang mau ikut hhmn ?" kerling menggoda suaminya yang tentu saja langsung mengekori masuk kedalam kamar mandi.


Kedua sejoli pun mandi bersama dengan saling menggoda tentunya.


Mandi yang tidak hanya sekedar mandi karena saat ini tangan kak Putra aktif memainkan gudang susu milik dek Gendhis.


meremas lembut lalu memainkan ujungnya, sebuah ******* tampak lolos dari mulut sang istri.


mereka sedang mandi dibawah shower, Tetesan air semakin menyulut hasrat keduanya.


lenguhan lenguhan nikmat terdengar merdu dari mulut keduanya,


aagghhhh...


saat meraskan jemari suami memainkan liang kenikmatan, Entah kapan terakhir kali mereka bercinta tanpa gangguan.


karena biasanya mereka bermain cepat dan tergesa gesa saat dek gendhis tertidur, kadang meereka tertawa garing saat hampir mencapai pelepasan eh tiba tiba dek gendhis ngelilir dan menangis.


dan butuh waktu cukup lama untuk menidurkan kembali putri pertama mereka.


aahhh..


sayang... aku tidak tahan lagi... aagghhh lakukan sekarang..


pinta Ratih yang terlalu merasakan geli saat tangan kak Putra memainkan liang dan pu*ting nya.


"Main sambil berdiri seperti nya asik sayang... "


menahan tubuh sang istri pada dinding dibawah shower, mengangkat kaki kanan melingkar di pinggang lalu..


sebuah hentakan kuat menerobos gawang kenikmatan istri tercinta..

__ADS_1


bergerak pelan dan tidak terburu buru karena mereka ingin permainan yang lama.


saling mencumbu bibir pasangan dengan tangan mengalung dileher suami, tangan suami nampak menahan pinggul sang istri.


aagghhh.. aahhh


"ayo kita lanjutkan di ranjang.. " ajak Sang istri.


"jangan sayang.. ayo kita coba di dalam bathup saja.. " ajak sang suami yang menggendong istri masuk kedalam bathup berisi air hangat denganbusa aromaterapi yang romantis.


Mereka melanjutkan percintaan panas yang sama sama mereka dambakan, gelombang air meluber pada tepin bathup saat kedua insan semakin laju memadu kasih.


Permainan didalam kamar mandi yang tidak cukup hanya sekali babak, namun berkali kali mereka merengkuh nirwana didalam sana.


Beberapa jam kemudian, nampak Ratih dan Kak Putra sudah mengenakan piyama tidur, dengan rambut yang masih setengah basah.


"Sini aku bantu keringkan rambutmu sayang.. " kak Putra menepuk pangkuannya.


Menurut saja saat kak Putra nampak menyalakan hair dryer dengan mode sedang mengeringkan rambut Panjang Ratih prameswari yang duduk dipangkuan.


mengeringkan rambut sesekali mencium ceruk leher istrinya..


memggemaskan sekali rasanya tidak pernah puas jika sudah berduaan pasti maunya mesuummm terooss...


wkkkk..


"sayang jangan usil dong.. aku mau lihat dek Gendhis dulu.. " saat merasakan geli pada lehernya.


"Dek Gendhis aman bersama mbah uti dan mbah kung nya sayang... "


usel usel gemas tubuh sang istri masih duduk dipangkuannya.


proses mengeringkan rambut sudah selesai dari tadi saat tangan suami kembali bergerak nakal menyusup kedalam piyama sang istri.


menemukan benda favorit nya lalu kembali memainkan permainan suami istri.


kali ini mereka bermain dengan posisi duduk..


Piyama sudah berhamburan entah kemana, menyisakan tubuh polos keduanya yang asik bergoyang merengkuh kenikmatan..


...****************...


Bersambung


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2