Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 127 Benda itu


__ADS_3

Fabiyan tidak pulang melainkan beristirahat di dekat alun alun kecil kota temanggung, Dia berencana kembali ke sendang Mudal jika kondisi sepi, dan saat ini Fabiyan tampak duduk menyendiri disebuah bangku dibawah pohon ,


Matanya seperti terpejam padahal dia sedang mencoba nyambung dengan roh leluhur yang memberinya petunjuk waktu itu.


Dalam keheningan malam, Fabiyan berhasil sambung rasa dengan leluhur yang dimaksud, dalam adegan gaib dirinya berada ditepi sendang, sendang Mudal.


"Aku tidak mungkin mengambil benda yang pukulun inginkan ditengah kerumunan orang yang bisa saja merebutnya.. apakah pukulun ada cara lain supaya tidak ngawestarani ? kata Fabiyan.


"Apa kamu tahu kenapa aku ingin kamu memiliki benda itu ?"


"Pukulun yang memberi petunjuk setidaknya juga bersedia memberi pencerahan.. "


"Benda itu adalah simbol kekuatan ngger, itu akan bisa menjaga apa yang kamu kerjakan saat ini selalu stabil, menjaga usahamu semakin sukses dan yang lebih paling utama adalah, benda itu akan mampu menghalau energi energi negatif yang ingin mencuri milikmu.. apa bertahun tahun kamu belum sadar orang terdekatmu adalah yang diam diam selalu mencuri energi gaibmu ?? "


"Aku tidak berani menunjuk jika tidak ada bukti valid pukulun.. "


"Aku tahu hatimu selalu netral, oleh karena itu benda itu akan mampu menambah energi untuk menjagamu.. kamu adalah yang terpilih maka sudah sepatutnya kamu juga yang merasakan gung e bawono.. "


Fabiyan tidak suka jika harus membahas tentang curi mencuri energi gaib orang lain untuk kepentingan pribadi, Meskipun Fabiyan sadar jika setelah ritual malam bulan purnama energi nya seperti terkuras, tapi mana mungkin menuduh tanpa bukti..


Adegan gaib berakhir dengan sebuah kalimat slamet awal hingga Akhir oleh si leluhur,


Fabiyan merasa enggan kembali ke sendang Mudal untuk mengambil benda itu, tapi setiap kakinya ingin melangkah pulang justru membawanya kembali ke tempat itu.

__ADS_1


Lewat tengah malam Fabiyan tiba di sendang, tidak seperti beberapa jam lalu, kali ini suasana sepi tidak ada satupun orang.


biasanya kebiasan warga lokal jika ada sesuatu yang klenik bin ajaib pasti akan ditunggui, tidak bakal dibiarkan sepi..


Fabiyan memutuskan untuk membasuh kedua tangan dan kaki lalu wajahnya, kemudian sebelum mencelupkan tangan kedalam air sendang Fabiyan merapalkan kekidungan, kidung sukma untuk para leluhur penjaga tempat ini sekaligus roh pendamping gaibnya,


kidung sukma berlangsung sekitar 15 menit, setelah itu Fabiyan mencelupkan tangan kanan kedalam air,


Dalam sekali gerakan benda itu berhasil dalam genggaman tangan kanan Fabiyan, lalu mengangkat ke atas permukaan,


sekilas menghaturkan sembah suwun, kemudian membuka telapak tangan dan nampak lah benda itu..


tampak berwarna kuning emas berkilau dan terasa cukup berat.


bukan bunga kantil seperti yang beberapa pria katakan saat di warung angkringan, melainkan sebuah wujud dari bunga champaka, bunga kesukaan mahadewa..



Bunga champaka diyakini sebagai bunganya mahadewa, sehingga siapa yang mendapatkan benda tersebut maka energi gaibnya akan semakin kuat, Sayangnya tidak Sembarang orang bisa memiliki versi aslinya.


Fabiyan tak henti hentiny berdebar kencang saat menyentuh benda tetsebut, semoga kamu benar memiliki manfaat untuk aku..


Menyimpan benda itu kedalam saputangan berwarna putih, lalu memasukkan kedalam kantong, Fabiyan masih merasa ada yang janggal lantaran disekitar sendang sama sekaki tidak muncul orang.

__ADS_1


enggan berpikir yang tidak tidak, Akhirnya Fabiyan pulang menuju rumahnya saat hampir Menjelang dini hari.


Jalanan yang sepi dimalam hari sudah menjadi hal yang biasa bagi Fabiyan, Motor ninja melaju dengan kecepatan sedikit diatas normal,


Bahkan pernah saat itu, Fabiyan sangat capek setelah melakukan ritual sembahyang disebuah tempat, tidak sadar dirinya mengendarai Motor dengan kecepatan tinggi dan selama perjalanan Dia tertidur,


Bayangkan naik motor sambil merem, jika bukan karena roh leluhur yang menajga raga tersebut mana mungkin bisa sampai tujuan dengan selamat, bahkan siempunya terkejut, bagaimana bisa jarak yang ditempuh sangat jauh tapi bisa tiba lebih cepat dari seharusnya.


Ayam jantan mulai terdengar berkokok bersaut sautan, Fabiyan yang sudah tiba dirumah tampak merebahkan diri diranjang, seharian kemarin dia sangat kelelahan, hampir menyerah dan gagal..


Kini Fabiyan tampak ingin menikmati waktu istirahat seharian, dan berencana membawa benda tersebut kerumah pak Yitno .besoknya..


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu sepenuhnya


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2