Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 82 Dibikin nyaman ?


__ADS_3

"jadi.."


ucap Fabiyan dan Ratih bersamaan..


"Kamu dulu deh.."


kata mereka lagi barengan..


ehm..


"Jadi udah berapa lama kenal sama bapakku ?"


***


Sebuah pertanyaan lolos begitu saja dari mulut Ratih Prameswari..


Ratih menatap Fabiyan dengan raut wajah yang cukup sulit diartikan..


Jujurlah, karena kamu gak akan bisa berbohong di depanku..


"Aku udah lama kenal sama bapakmu kok Tih.."


"Sudah 5 tahunan.."


Fabiyan menjawab dengan singkat.


"Lalu apa yang membuat kamu sering kesini ? "


"Bapakku kan bukan orang penting penting banget, bapakku cuma seorang tetua yang dituakan di kampung sini.."


Tentu saja heran itu sudah pasti, karena sejak jaman Ratih Prameswari masih sekolah dulu bapaknya semakin sering mendapatkan tamu yang tidak terduga dari luar kota dan berbagai daerah.


Cuman Ratih selalu menyangkal jika para tamu yang datang itu sudah paham jika bapak Yitno adalah bukan titisan leluhur biasa.


Ratih Prameswari bahkan berharap tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui roh leluhur mana yang bersemayam dalam diri pak Yitno.


***


" Fabiyan.. apa kamu bisa melihat dengan mata batin ?"


Satu lagi pertanyaan lolos untuk Biyan,


Fabiyan seperti seorang tersangka sebuah kasus yang sedang di sidang.


Wanita ini dasar... jauh lebih muda tapi aura wibawanya bisa bikin aku mati kutu gini ,huft..


"Hhmmm... kalau soal melihat dengan mata batin aku memang gak bisa Ratih.."


Aku memang gak punya indera keenam buat melihat hal hal gaib apalagi berkaitan tentang para leluhur


"Kamu pasti sudah paham bukan, setiap manusia memiliki level kemampuan berkaitan dengan hal hal supranatural.."


"Aku memang gak bisa melihat secara gamblang siapa atau apa yang sedang nyarira di raga seseorang, namun aku punya insting yang cukup kuat.."


Menghela nafas sebentar sebelum Fabiyan melanjutkan..


"Aku bisa merasakan kadar level seseorang yang ada didekat ku, misal seperti saat ini.."


Fabiyan menatap lekat Ratih Prameswari..


"Aku belum tahu pasti siapa leluhur yang nyawiji di ragamu, tapi aku bisa merasakan setiap kamu muncul disekitar aku..."


"Jantungku semakin bergetar, dan debaran jantung aku seperti sebuah konser musik rock n roll yang menggebu menderu.."


"Dari situ aku bisa yakin seribu persen, kalau kamu bukan manusia biasa Ratih.."


"Ada sosok leluhur istimewa yang nyawiji dan mengayomi ragamu.."


"Bukankah itu benar, Ratih Prameswari ?"

__ADS_1


Tatapan Fabiyan kali ini cukup mengintimidasi Ratih..


***


"Hhmm... aku tanya tentang bapak kenapa jadi bahas tentang aku ?"


kata Ratih Prameswari mengalihkan pandangan.


Syukurlah dia tidak atau belum tahu tentang sri Pramodhawardhani di ragaku..


"Aku juga gak bisa melihat hal hal gaib kok Biyan.."


"Tapi aku suka banget sama history kisah para leluhur.."


Ratih mencoba mengalihkan pembicaraan ke hal lain.


"Aku pernah dengar bapak pas lagi ada tamu entah darimana Mereka.."


"Tapi aku bisa denger dari kamarku, bapak menceritakan sesuatu yang bahkan tidak ada pada data atau arsip sejarah."


"Kamu pernah diceritain juga pasti, "


kata Ratih Prameswari sambil bersandar santai pada sofa.


"Bapak kamu banyak cerita Ratih tapi gak semua tamu mendapatkan cerita yang sama.."


"Bapak kamu itu hanya akan bicara jika ditanya.."


"Bapak kamu juga akan gamblang bercerita hal hal yang berkaitan dengan tamu yang datang.."


"dan setiap pitutur yang bapak kamu sampaikan itu berbeda satu dengan lainnya.."


Fabiyan menjelaskan apa yang dia pahami dari karakter bapak Yitno dalam 5 tahun perkenalan mereka.


***


Saat ada tamu yang datang dan mengajak bicara 4 mata..


tanpa harus si tamu itu bertanya terlebih dahulu..


Kadang si tamu hanya akan bertanya sedikit hal dan meminta saran, masukan, wejangan dari pak Yitno.


Namun ketika bapak Yitno menjawab pertanyaan yang si tamu lontarkan tersebut,


secara tidak langsung pak Yitno menyisipkan jawaban jawaban akan hal hal lain yang Si tamu tadi malu untuk menyampaikan.


Pak Yitno bisa menjawab pertanyaan yang bahkan hanya ada didalam batin tamu nya .


Hal itu bukan sebuah hal yang aneh, Karena memang sejak pak Yitno memiliki kelebihan,


Beliau seperti jelmaan seorang Resi yang sangat sangat sepuh..


...setiap ucapan beliau adalah titah, setiap wejangannya adalah seperti harta karun yang sangat berharga bagi asupan jiwa pendengar nya...


...Karena salah satu leluhur yang nyawiji di raga pak Yitno adalah Maharaja gusti Agung Samaratungga yang diayomi para roh roh suci yang agung dan itu ikut nyarira dalam tubuh pak Yitno....


***


"Jadi kamu mau balik ke kota K kapan Ratih ?" tanya Fabiyan yang kini sudah beralih ke topik pembicaraan yang lebih santai.


bicara serius hanya akan semakin membuat Fabiyan cepat atau lambat mengetahui sosok leluhur didalam tubuh Ratih Prameswari.


"Harusnya sore ini sih, kan besok sudah hari kerja normal.."


jawab Ratih Prameswari sembari menikmati cemilan yang dia siapkan bersama es teh sebelumnya..


"Kan ini udah mau sore.. emang mau naik apa ??"


tanya Fabiyan ,

__ADS_1


"Aku bisa naik bus antar kota dimalam hari.."


Sekali lagi mengambil keripik tela buatan ibuk


"Aku anterin deh ya.. aku belum mulai masuk kerja jadi bisa lah..."


Fabiyan menawarkan diri mengantar Ratih Prameswari karena dia merasa tidak rela jika pujaan hatinya bersusah payah naik alat transportasi sendirian..


***


"Lama lama kamu kayak supir pribadiku tau hahaha..."


Ratih Prameswari tentunya berusaha menolak dengan cara yang halus.


"Gak usah Biyan .. aku gak punya uang lebih buat bayar ongkos sewa mobil kamu .."


sebuah sindiran haluusss...


"Jangan bayar pakai uang kalau begitu..."


"Cukup bayar pakai hati dan perasaan kamu aja..."


"Gimana ?"


Fabiyan malah merayu Ratih..


haish...


Pantang nyerah banget ya nih cowok satu..


Batin Ratih ..


"gak enak ah sama keluarga kamu Biyan.. kamu udah berapa hari belum pulang, pasti keluarga khawatir kan.."


Ratih Prameswari memilih membereskan sisa wadah cemilan serta gelas es teh yang sudah kosong.


"Gak akan ada yang khawatir kok, karena aku tinggal sendiri.. "


"pliss biar aku antar, aku gak mau kamu naik bus antar kota sendirian malam malam pula.."


Fabiyan mengekori langkah kaki Ratih Prameswari kedapur belakang.


"Kamu tuh ngeyel banget ya Biyan.. aku nya yang gak enak kalau terus terusan dibikin nyaman.."


sebuah kalimat ambigu terlontar begitu saja


bahkan Ratih sendiri tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan barusan.


Dia nyaman sama aku... yess yess yess...


Batin Fabiyan otomatis berbunga bunga seperti ditengah ladang kupu kupu .


Hatinya menghangat seperti dikelilingi kupu kupu yang berterbangan


Sebuah hasil yang tidak mengkhianati usaha..


Tangan kanan Fabiyan mengepal seperti seorang pemain bola yang berhasil mencetak gol .


Sementara Ratih Prameswari sendiri tidak memperhatikan hal tersebut,


dia tetap fokus membersihkan rumah sebelum siap siap kembali ke perantauan..


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu..


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2