
Para Wanita itu nampak mengenakan pakaian kuno sambil mencuci kain yang mereka bawa di tepian kolam . Sementara sebagian lainnya sedang mandi di bawah pancuran tempat Ratih Prameswari membasuh dirinya barusan.
Tapi hei.. dirinya tidak terlihat oleh para warga disini, Ratih mencoba menyapa beberapa wanita namun nihil. mereka tidak memperhatikan kehadiran Ratih Prameswari.
Bagaimana hal ini bisa terjadi... aneh..
Ratih prameswari mencoba menyapa salah satu wanita yang sedang mencuci kain,
"maaf.. permisi., " ucap Ratih sambil melambai lambaikan kedua tangannya tepat didepan wajah wanita kuno yang tampak asik mengobrol satu sama lain.
Dan tidak satupun diantara mereka yang merespon Lambaian tangan Ratih prameswari.
hhmmmm menarik..
Ratih prameswari baru kali ini berkunjung ke dimensi lampau tanpa wujud fisik, seperti roh gentayangan..
mbakyu Sanjivani apa kamu bisa menjawabku ?
Ratih duduk menepi disebuah batuan besar yang datar, mengamati sekitarnya
Lingkungan abad peralihan 10 ke 11 memang jauh berbeda dari saat Ratih berkunjung di era Sanjivani.
Di era isyana ini sepertinya tidak ada sayup garis keturunan suci dinasty Syailendra yang masih eksis, semuanya baru, dan tiba tiba dalam benak Ratih prameswari bertanya tanya,
Bagaimana ceritanya dulu keturunan campuran dinasty sanjaya dan Syailendra bisa berada dan berkembang di pulau ini, pulau Bali..
***
Dahulu kala, Pulau Bali dikenal dengan nama Walidwipa,
walidwipa adalah bagian dari wilayah kekuasaan Dyah Balitung, maharaja penerus kekuasaan Dua dinsaty di jawadwipa. meskipun kala itu pusat pemerintahan masih berada di wettan tapi Raja Dyah Balitung memperluas wilayah kekuasaan kearah timur.
Bukan seperti perang perebutan keuasaan pada umumnya yang semakin marak terjadi, Raja Dyah Balitung memilih jalur diplomasi.
Menemui langsung pemimpin wilayah Walidwipa lalu membuat kesepakatan. Raja Dyah Balitung akan mengirimkan bahan pokok makanan seperti padi, gandum, sedangkan warga Bali akan memberikan ikan hasil tangkapan mereka.
Kala itu maharaja Dyah Balitung terkenal sebagai maharaja agung yang bijaksana, tidak gila harta, menerapkan sistem musyawarah kepada seluruh rakyatnya,
jika di era nini buyutnya dia pasti akan mendapatkan gelar sri kaluhunan..
Sedangkan wilayah walidwipa adalah daerah maritim dengan hasil laut yang melimpah, sistem masyarakat nya masih sangat tradisional dan kuno atau primitif.
Mudah terpengaruh oleh pemimpin yang lebih berkuasa dari wilayah lain.
***
Walidwipa menjadi tempat tujuan pelarian beberapa pemimpin dari jawa, salah satunya yang terkenal adalah mpu Sendok.
walidwipa terkenal akan sosok Airlangga dan maharaja udayana..
Beliau dikenal sebagai Raja dinasty isyana pecahan dari kerajaan Medang yang menganut warisan aliran dinasti Sanjaya dengan syiwa dewa junjungannya.
Namun ada juga kabar yang beredar jika mpu sendok sebenarnya adalah keturuan dinasty Syailendra tapi penganut syiwa, entahlah para peneliti juga tidak dapay memastikan.
Namun mpu Sendok sendiri tidak secara langsung menguasai walidwipa melainkan anak keturunan nya yang berhasil menjadi salah satu menantu raja walidwipa.
mpu Sendok sangat terkenal karena kemampuan politiknya. mengakui bahwa dirinya adalah yang pertama kali menggunakan gelar era isyana.
__ADS_1
Jadi kaitan Walidwipa dengan Sri pramodhawardani yang nyawiji ditubuh Ratih prameswari adalah pada era maharaja Dyah Balitung,
setelahnya tidak ada lagi kaitan antara masalalu di wilayah walidwipa (pulau Bali)
***
Mencariku Ratih ?
Ah iya akhirnya mbakyu Sanjivani mau menemui aku,
Katakan apa yang ingin kamu ketahui Ratih..
Mbakyu.. tadi secara tidak sengaja aku tertarik ke dimensi abad peralihan 10 ke 11 ini.
Lalu ?
Laku kenapa aku tidak bisa menampakkan ragaku di jaman ini ya..
Ratih prameswari.. itu karena memang kamu tidak memiliki raga yang menitis di era ini..
Oo... maksud mbakyu Sanjivani aku hanya akan memiliki wadak kasar jika di dimensi tempat aku singgah terdapat sosok raga lain dengan titisan yang sama? sri pramodhawardani ?
Benar sekali Ratih.. kamu saat ini hanyalah ilusi dan kamu bisa kembali ke waktu kamu di masa depan dengan kembali ke lokasi awal kemunvulanmu..
Aku tadi muncul disini setelah membasuh diri di air pancuran yang terdapat patung seorang wanita membawa kendi mbakyu..
Kamu bisa kembali kapan pun kamu mau Ratih, kamu hanya perlu fokus meminta kepada sang hyang widi..
Aku tidak terbiasa dan tidak berani berlama lama disini Mbakyu, aku merasakan sesuatu yang sepet mengatakan ini bukan tempatku dan aku harus segera pergi dari sini.
Kalau begitu tunggu apa lagi... sebaiknya kamu waspada kan.. segeralah kembali ke jaman 2012..
Ratih.. Ratih... ayo mbakyumu ini akan mendampingi sampai kamu kembali ke masa depan.
***
"Ratih.. are you okay? " tanya seorang peserta dari propinsi setempat
"aahh iya iya... maaf tadi aku melamun.. " menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
"kalau begitu ayo, yang lain sudah pada berkumpul untuk kembali ke penginapan." ajak seorang peserta peneliti yang cukup ramah dibandingkan yang lainnya.
Kamar mereka juga bersebelahan.
Hari sudah sore saat rombongan peserta observasi kembali tiba di penginapan.
"Nanti kita ke tempat makan malam bareng yuk ?" tanya Kevin si pria ramah berkacamata dengan postur tubuh yang kurus, kulit langsat, pendiam saat di kerumunan.
"Hhmm boleh.. kita ketemuan di sini (depan pintu kamar) satu jam lagi ya.. " jawab Ratih saat keduanya hendak masuk ke kamar masing masing.
***
Didalam kamar, Ratih prameswari merasa terkejut saat melihat sebucket bunga mawar merah di meja nakas samping tempat tidur.
kak Putra...
Ratih prameswari membaca secarik memo kecil yang tersemat diantara bunga mawar merah yang wangi.
__ADS_1
Sedikit tersenyum saat menghirup aroma wangi mawar lalu memeluk bucket itu dengan perasaan bahagia.
entahlah rasanya sangat bahagia mendapatkan perhatian dari seorang teman lama yang sudah bertahun tahun tidak berjumpa.
Setelah meletakkan bucket bunga kembali diatas meja nakas, Ratih prameswari kembali dikejutkan dengan sebuah parsel berisi camilan kue nastar, castengel serta beberapa bungkus cokelat goldenqueen..
Astaga bagaimana kak Putra bisa ingat semua yang aku sukai..
Hati ratih prameswari tergelitik seperti kupu kupu yang beterbangan di taman bunga.
Bayang wajah Putra pratama sekilas hadir didalam angannya, sebelum bergegas menyadarkan diri pada kenyataan bahwa semua sudah banyak yang berubah didalam hidup mereka.
Sadar Ratih... sadar!!!
Menepuk pipi dengan kedua tangannya saat dengan tidak sopannya otak Ratih prameswari membayangkan hal yang tidak tidak bersama kak Putra.
***
satu jam kemudian,
Ratih dan Kevin sudah berada di aula yang disulap menjadi sebuah ruangan makan malam meriah.
Dan lagi lagi Ratih prameswari mendapatkan beberapa orang membicarakan dirinya dengan pandangan mengejek pastinya.
Penampilan Ratih prameswari memang konservatif dia menyukai gaya penampilan yang membuat dirinya nyman, bukan apa yang sedang ngetren dikalangan sosial..
Ratih tidak terlalu menghiraukan mereka,
setelah makan langsung balik ke kamar, titik
Batin Ratih prameswari saat membawa seporsi makan malam miliknya menuju kemeja di pojok ruangan seperti kemarin.
Saat sedang berjalan melewati beberapa orang, salah satu dari mereka dengan sengaja menyandung kaki Ratih prameswari hingga membuat dirinya jatuh tersungkur dengan makan malamnya yang bececeran di lantai.
"astaga maaf ya mbak... sengaja xixixi... " kata salah satu dari mereka,
Ratih prameswari bangkit lalu menatap tajam orang tersebut dengan berkata,
"Saya tahu kamu.. kalian sengaja melakukan ini semua.. "
"sayangnya saya tidak selemah itu, " Dengan gerakan cepat Ratih prameswari memelintir lengan orang itu
"aawwhhh... sakit... lepaskan... tolong!!! " jerit nya memohon.
"Pendidikan kalian tinggi tapi moral kalian rendah!! "
Menatap satu persatu dari mereka yang mengejeknya dengan tatapan tajam mengerikan.
seperti ada makhluk menyeramkan dibalik sorot mata Ratih prameswari..
...****************...
bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏