Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 99 Putra adalah idhyang


__ADS_3

Diam diam idhyang selalu ikut mengawasi tempat pramodhawardani menyendiri, memastikan tidak ada hewan buas yang mendekat, hal ini diketahui oleh patih Arya namun dibiarkan.


patih Arya memilik feeling jika idhyang pria yang sangat baik dan Tulus.. Ada sebuah perasaan khusus yang ditujukan untuk pramodhawardani.


Dalam sebuah kesempatan, Secara tidak sengaja Idhyang yang sedang ikut mengawasi pujaan hatinya melihat seekor ular yang melata mendekat ke arah pramodhawardani.


Saat itu patih Arya sedang pergi ke sebuah sumber mata air terjun untuk mengambil air. Karena merasa khawatir Idhyang pun nekat mendekati tempat pramodhawardani sedang duduk sendirian, dan saat idhyang hampir berhasil menangkap si ular berwarna kuning keemasan tersebut berubah wujud.


menjelma sebagai sosok wanita yang cantik, mungkinkah itu ratu ular ? atau hanya siluman yang ingin mencelakai pujaan hatinya.


"Nyai awas !!!" idhyang berlari cepat melindungi pramodhawardani dengan tubuhnya.


secara tidak sengaja tubuh mereka berpelukan dan itu cukup membuat pramodhawardani terkejut,


ada rasa hangat yang menjalar..


"apa yang kamu lakukan idhyang !!" bentak pramodhawardani mendorong idhyang


namun sayangnya tidak ada respon karena saat ini tubuh idhyang lah yang terkena serangan siluman ular penunggu hutan ini.


"Bangun.. idhyang.. Bangun ini tidak lucu !!" masih menganggap Idhyang bercanda


Namun seketika amarah pramodhawardani berubah menjadi keterkejutan saat tubuh idhyang membiru, melihat situasi sekitar dan menemukan ular si pelaku hendak kabur, Pramodhawardani menggunakan ilmu yang dia miliki untuk mengunci pergerakan si ratu ular.


tubuh ular diam mematung..


sementara pramodhawardani mulai panik bagaimana cara dia menyelamatkan idhyang..


"Arya !!!" Pramodhawardani panik berteriak memanggil patihnya.


"Suara ratu... " gumam patih Arya yang kebetulan telah selesai mengambil air.


dengan ilmu kanuragan patih arya secepat kilat menghampiri pramodhawardani yang duduk bersimpuh dengan menyangga kepala Idhyang,


patih Arya menghampiri ratunya,


"Selamatkan idhyang.. hiks !!" isak pramodhawardani ..


"idhyang terkena bisa ular yang berbahaya, penawarnya adalah ular itu sendiri.. " menatap pramodhawardani seakan menjelaskan kemungkinan idhyang selamat sangat kecil.


"ular itu masih disana Arya.. " menunjukkan sosok ular yang mematung.


Patih Arya pun dengan sigap mencengkeram ular tersebut, tidak bisa melawan sang ular nampak menangis mengiba.


"berani sekali kamu melukai sri kaluhunan pramodhawardani !!"


"Kamu pantas mati !!"


srraattt... dengan sekali gerakan patih arya mengoyak perut ular tersebut lalu memgambil empedunya.


Bukan ingin membunuhmu wahai siluman ular, tapi karena ulahmu sendiri yang berani menyerang manusia yang tidak bersalah..


Setelah memastikan siluman ular itu mati, patih Arya gegas berlari menghampiri idhyang yang tubuhnya semakin membiru dan juga dingin.


dengan sigap pramodhawardani membuka mulut idhyang, sedikit mendongakkan keatas supaya dagu terbuka, menahan dengan satu tangannya sementara satu tangan lain menahan tengkuk leher Idhyang.


"Lakukan Arya.."

__ADS_1


Baru kali ini seorang pramodhawardani menyentuh langsung lawan jenis seintim ini, selain suaminya dulu..


patih Arya memasukkan empedu siluman ular kedalam mulut idhyang lalu mendorong dengan air supaya tertelan, agak susah memang apalagi idhyang nampak tidak merespon apapun.


dengan sedikit usaha akhirnya empedu itu berhasil tertelan, Sebelumnya pramodhawardani sudah melakukan pertolongan darurat dengan menekan beberapa syaraf supaya racun ular tidak cepat menyebar.


"Ayo kita bawa Idhyang kembali ke pondok.. " ucap pramodhawardani khawatir.


Patih Arya menggendong idhyang dan bergerak dengan cepat, sementara pramodhawardani mengikuti dibelakangnya..


idhyang... aku berhutang nyawa padamu.. kumohon kamu harus bisa bertahan supaya aku bisa membalas budi..


Batin pramodhawardani saat melihat bagaimana patih Arya melakukan perawatan darurat kepada Idhyang.


Membaringkan idhyang didekat perapian supaya tetap hangat, memakaikan selimut berlapis, jangan sampai suhu tubuhnya mendingin.


tubuh idhyang harus tetap hangat sembari menunggu reaksi empedu bekerja. Jika tidak maka, pengobatan yang dilakukan akan sia sia dan idhyang bisa meregang nyawa sewaktu waktu.


"Maafkan kelalaian saya dalam menjaga kanjeng pramodhawardani.. " ucap patih Arya merasa bersalah karena jika tidak ada idhyang maka bisa saja sri pramodhawardani yang akan jadi korban


"seharusnya hamba tidak meninggalkan kanjeng meskipun sedetik.. "


menunduk merasa bersalah dan sangat menyesal.


"semua yang terjadi dan yang kita alami sudah ditetapkan Arya, mungkin memang harus terjadi hal seperti ini.. tidak ada yang salah diantara kita.."


ucap pramodhawardani memandang iba pria yang telah menjadi tameng keselamatan nyawa nya.


"Bangunlah idhyang.. aku berjanji akan membalas kebaikanmu.. "


tanpa sadar pramodhawardani menggenggam tangan idhyang dibalik selimut, dan..


air mata menetes begitu saja tanpa permisi..


Pramodhawardani memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh, bagi dia setiap nafas kehidupan sangat berharga.


Bahkan saat ini pramodhawardani mendoakan ular siluman yang hampir mencelakai nya supaya tenang dialam kelanggengan.


Hari berganti hari..


Patih Arya merawat idhyang dengan baik, setiap pagi saat sang surya masih terasa hangat, patih Arya menyalurkan energi tenaga dalamnya untuk idhyang..


Hingga pada satu hari kondisi idhyang membaik, semakin pulih dan tersadar dari tidur panjangnya.


eunghhh...


erang lirih idhyang saat mencoba membuka matanya. Nampak dua sosok pria dan wanita merasa senang atas dirinya.


"syukurlah kamu sudah sadar idhyang.. " ucap patih Arya..


"Nyai... maafkan diriku yang telah lancang menyentuhmu.. " ucap idhyang merasa bersalah.


"Kamu menyelamatkan nyawaku idhyang.. justru aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah membentak dirimu.. jika tidak ada kamu waktu itu mungkin saat ini aku yang sudah tidak ada didunia ini .."


Ucap pramodhawardani menguatkan idhyang,


"segeralah pulih supaya aku bisa membalas budi baikmu.. "

__ADS_1


Keduanya tersenyum, baru kali ini idhyang melihat senyuman manis dari nyai pujaan hatinya,


tersenyum saja sudah bikin jantungku berdebar tidak karuan..


Sejak peristiwa itu, pramodhawardani selalu didampingi dua pria secara bergiliran saat bermeditasi.


tidak salah satupun diantara kedua pria itu lengah menjaga wanita istimewa bernama pramodhawardani.


Lalu pada suatu malam..


keinginan pramodhawardani di kabulkan oleh petugas sang hyang wenang,


kehancuran satu babak kehidupan..


Sebelum kejadian maha dahsyat itu benar benar terjadi, pramodhawardani sudah meminta idhyang untuk pergi sejauh mungkin menyelamatkan diri.


"idhyang... pergilah sejauh mungkin kearah wetan, terima kasih untuk beberapa tahun ini.. tujuan akhirku akan tiba.. "


kata pramodhawardani beberapa hari sebelumnya..


"Nyai.. sungguh aku tulus menemani dirimu.. bahkan sampai matipun aku rela.. "


"Aku mengerti apa yang kamu rasakan padaku, idhyang... aku berjanji di salah satu kehidupan yang akan datang kita akan memiliki perasaan yang sama, "


"Nyai.. harapanku hanya satu, ijinkan aku mengisi kekosongan di hatimu, aku memiliki perasaan yang tulus dan dihatiku hanya ada Nyai... "


"Semoga sang hyang widhi mendengar harapanmu idhyang karena dalam masa ini kita tidak ditakdirkan bersama, pergilah selamatkan dirimu.. hiduplah dengan baik supaya kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya .."


patih Arya yang menyaksikan perbincangan keduanya merasa ada sedikit rasa haru..


kenapa orang seperti idhyang tidak hadir dari dulu saat kanjeng sri pramodhawardani masih mengenal duniawi.


cinta yang hadir terlambat..


semoga kanjeng sri pramodhawardani bisa merasakan tulusnya sih tresna sejati dari seorang pria seperti idhyang di kehidupan selanjutnya..


Setelah perpisahan yang berat, Pramodhawardani kembali ketempat semedi didampingi patih Arya tepat dibelakangnya.


"Belum terlambat jika kamu ingin menyelamatkan dirimu Arya.. " ucap pramodhawardani tersenyum


"Hidup hamba adalah melayani kanjeng gusti sri pramodhawardani , ijinkan hamba menjaga sampai akhir.. " kata patih Arya tegas.


Kemudian terjadilah peristiwa itu..


(ada di bab 54 kehancuran satu babak kehidupan 😊)


Letusan gunung berapi suci meluluh lantahkan satu babak kehidupan, semua yang berkaitan dengan kehidupan sri pramodhawardani terkubur jauuhhh didalam semburan lahar panas gunung berapi suci.


Namun atas kuasaning gusti pemilik alam semesta, kisah hidup sri pramodhawardani justru melegenda ribuan tahun kemudian bahkan disepanjang masa..


...****************...


bersambung


Like, komen, hadiah ..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2