
Ini gak berat kok Ratih.. cuma antep aja rasanya apalagi jalannya menanjak kayak gini.."
Fabiyan harus menahan harga dirinya,
jangan sampai kena malu lagi gara gara gak mampu bawa tas ransel pendaki..
***
Saat ini Ratih dan Fabiyan sudah berada di dalam mobil range rover warna silver.
Fabiyan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang,
"Rumah kamu di mana Tih ?" tanya Fabiyan saat mereka menuruni jalanan berkelok dekat pasar Bandungan.
"Hhmm kan kamu sudah tahu.." jawab Ratih dengan kepala bersandar pada jok mobil.
"Maksudnya ??" Fabiyan menoleh dengan satu alisnya terangkat.
kedua netra beradu beberapa saat...
"Hati kamu tahu dimana rumahku Biyan.."
senyum sekilas kemudian Memilih untuk memejamkan mata,
pura pura tidur aja , biar dia bingung hahaha..
Dalam hati Ratih Prameswari merasa sangat geli dan ingin tertawa, tapi gengsi dong.. gemes
"Haish... gadis aneh , ditanya baik baik eh malah ngegantung jawabnya.."
Gumam Fabiyan namun masih terdengar oleh Ratih.
"Yaudah kamu tidur aja Ratih, nanti kalau sudah sampai aku bangunin.."
Sejurus kemudian Fabiyan kembali fokus menyetir,
dalam hati be like,
Kalau gak ketemu rumahnya ntar bikin alibi aja hehehe...
Suasana didalam mobil Range rover warna silver itu menjadi hening,
Yang satu asik pura pura tidur, yang satunya lagi asik memikirkan mau dibawa pulang kemana wanita disampingnya ini.
Satu jam berlalu, Fabiyan hanya mengikuti kata hatinya saja sih saat mobil kesayangan nya itu tiba di alun alun dekat Rumah Pak Yitno..
Kenapa sampai disini ?? setelah ini belok kemana ??
"Ratih bangun dulu.." menepuk pundak beberapa kali
tidak terlalu keras namun cukup mengagetkan Ratih Prameswari yang benar benar ketiduran.
"Eunggjhhh ... kita sudah sampai ??"
ucap Ratih sembari mengucek kedua matanya, mencoba membiasakan diri dengan sinar disekitar nya.
"Sampai ?? ya belumlah.. ini aku belum yakin mau belok kemana.. jadi bilang dong ini udah bener apa belum ?"
tanya Fabiyan, saat ini mobil berhenti di tepian jalan alun alun.
^^^"Hhmmm ini udah bener kok Biyan.."^^^
^^^"Kalau kamu udah bingung kemana arah rumahku lebih baik aku turun sini aja.."^^^
^^^"aku bisa naik ojek dari sini kok, makasih ya !!"^^^
Ucap Ratih Prameswari saat hendak melepas seat belt nya..
"Eits.. jangan begitu Ratih.."
ucap Fabiyan menahan pergelangan tangan Ratih dengan tangan kanan nya .
"Kita sudah sampai sejauh ini lohh, aku tadi mikir mau belok di gang sebelah sana.. "
"Tapi gak yakin iya apa tidak makanya aku tanya ke kamu.."
"Jawab atau aku cium nih.."
Fabiyan menatap lekat kedalam dua netra Ratih Prameswari.
Semakin dekat...
dekat lagi..
__ADS_1
dekaattt..
^^^"Biyan..."^^^
^^^"Kamu pasti tahu dimana rumahku kalau kamu ikuti kata hatimu.."^^^
^^^"Bukan kah dari awal perjalanan kamu sudah ikut suara hati kamu heh ?"^^^
^^^"Jangan bilang kalau kamu ragu ?"^^^
Ratih Prameswari membalas tatapan Fabiyan dengan lebih intens.
Raut wajah seperti sangat serius seperti berkata
udah deh kamu tuh sudah tahu jangan pura pura..
Pandangan mata keduanya bertatapan lumayan lama..
Seperti sedang saling berkata tentang kesepakatan jalan yang akan mereka ambil supaya wanita pujaan hatinya bisa pulang sampai rumah dengan aman.
"Yaudah kalau gak mau ngomong aku bawa kamu ke penghulu aja ya.."
Kalimat absurb macam apa itu Biyan !!??
Fabiyan tiba tiba memutar arah mobilnya...
Ratih yang mendengar hal absurb seperti itu jelas panik,
^^^"eh.. eeh eehh.. gak lucu ish !!"^^^
^^^"Pak Yitno..."^^^
"apa ?"
tiba tiba Fabiyan menghentikan mobilnya tiba tiba,
ccciiiiiittttttt....
^^^""hhmmm..."^^^
"jadi kamu anaknya pak Yitno yang Tempo hari aku bertamu ?"
^^^"iya.. Hhmmm... jadi nganter gak nih atau aku turun aja deh disini !!"^^^
Dengan ekspresi sedikit terkejut Fabiyan akhirnya manggut manggut lalu membaw mobil nya ke arah rumah Pak Yitno yang sangat dia hormat i.
waduh... apa yang sudah aku lakukan sampai ternyata wanita yang sering diceritakan ada di samping ku ,ternyata dunia sangat sempit..
Selanjutnya ekspresi wajah Fabiyan nampak tegang dan serius.
Tidak ada pembicaraan lagi dan keduanya memilih untuk diam.
***
memasuki gang rumah pak Yitno, jantung Fabiyan semakin tegang gugup..
Bagaimana tidak..
selama ini Fabiyan selalu menceritakan tentang wanita yang membuat jantung nya berdebar tidak karuan pada pak Yitno
Pak Yitno sendiri juga mengatakan jika wanita itu adalah garwo kinasih dari kehidupan sebelumnya,
garwo kinasih \= sigaraning jiwo sejati \= jodoh sejati
Pak Yitno berkali kali memberi wejangan jika kelak, Dirinya hanya harus menikah i wanita itu,
Karena adanya mereka dipertemukan di kehidupan sekarang itu karena adanya hukum karma yang belum terselesaikan dikehidupan lampau.
Namun Pak Yitno juga tidak membeberkan secara gamblang, siapa sejatinya roh leluhur yang nyawiji ditubuhnya dan gadis itu
mengapa kami harus bersatu ??
Fabiyan senang jika ternyata itu adalah Ratih Prameswari..
Namun, apakah dirinya juga akan terlena dengan beban kalimat 'karma yang belum terselesaikan ?'
Waktu itu Pak Yitno mengatakan, semua keputusan ada ditangan Fabiyan.
"Kamu yang menjalani ngger... "
Kalimat itu selalu terngiang ngiang ditelinga Fabiyan hingga detik ini..
Bagaimana aku akan mengatakan pada pak Yitno jika wanita itu adalah putri semata wayangnya ??
__ADS_1
Sedangkan pak yitno sendiri juga sudah tahu jika Fabiyan telah dijodohkan oleh orang tuanya.
Gusti... permainan hidup seperti apa yang engkau berikan padaku dan Ratih Prameswari..
Fabiyan menghelakan nafas pelan dan dalam saat mobilnya masuk kepekarangan rumah pak Yitno.
^^^"Nah kan , gak perlu aku kasih tahu kamu sudah tahu dimana rumahku.."^^^
kata Ratih lega karena bisa sampai rumah dengan selamat..
^^^"masuk dulu yuk, aku buatin minum.."^^^
mengajak Fabiyan tanpa meminta persetujuan
Sambil membawa tas carrier besarnya Ratih Prameswari masuk kerumahnya duluan.
Membuka pintu belakang karena pintu depan terkunci.
sepertinya bapak sama ibuk lagi pergi,
Ratih berpikir mungkin kedua orang tuanya sedang menghadiri undangan di rumah tetangga, entahlah namanya orang kampung kan begitu
masih sangat bermasyarakat, satu ada yang punya hajat, warga lainnya ikut sibuk membantu..
guyun rukun, gotong royong..
***
ceklek..
Pintu depan terbuka..
"Masuk Fabiyan jangan duduk diluar, panas.."
ajak Ratih Prameswari
Fabiyan pun mengekori Ratih masuk kedalam rumah kemudian duduk diruang tamu
kursi yang biasanya dia duduki jika sedang bertamu pada Pak Yitno..
"Kok sepi Ratih.. bapak sama ibuk kemana ?"
tanya Fabiyan ..
"Mereka lagi gak dirumah, kayaknya lagi pergi ke tempat tetangga yang lagi punya hajatan.."
Ucap Ratih sembari membawa dua gelas es teh di nampan,
"minumannya Biyan.."
meletakkan satu gelas didepan Biyan , lalu satu gelas lagi didepannya..
"makasih minuman dinginnya.."
Fabiyan mengambil gelas lalu meminum setengah nya..
segar.. manisnya pas..
Hening sejenak..
"jadi.."
ucap Fabiyan dan Ratih bersamaan..
"Kamu dulu deh.."
kata mereka lagi barengan..
ehm..
"Jadi udah berapa lama kenal sama bapakku ?"
...****************...
Bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1