
"Pendidikan kalian tinggi tapi moral kalian rendah!! "
Menatap satu persatu dari mereka yang mengejeknya dengan tatapan tajam mengerikan.
seperti ada makhluk menyeramkan dibalik sorot mata Ratih prameswari..
"Kalian harus meminta maaf karena sudah menjatuhkan makananku !!"
"kalau tidak memangnya kenapa ? hahahaaa kamu kan cuma wanita cupu dan lemah !" kata salah satu diantara mereka menatap Ratih prameswari dari ujung kepala sampai kaki.
"apa tempat kalian bekerja hanya membiayai akomodasi kalian untuk membully fisik orang lain hah ?" kata Ratih.
Semua terdiam..
"Apa kalian pikir kalian lebih hebat segala nya dari wanita cupu seperti aku hah ?"
Tatapan Ratih yang tajam semakin mengeluarkan aura menyeramkan,
membuat siapa saja yang melihatnya terdiam, ada ketakutan tersendiri jika beradu menatap Ratih prameswari.
"Kita akan buktikan, Apakah wanita cupu ini atau salah satu dari kalian yang akan mendapatkan penghargaan pada hari terakhir.. "
Lanjut Ratih prameswari, kemudian melepaskan kuncian tangan pada salah satu orang yang tadi sengaja memancing keributan.
"Setidaknya gunakan otak kalian sebelum Menghina orang lain, bikin malu tempat kerja kalian saja jika begini !"
kemudian berbalik badan dan pergi dari aula tempat makan malam.
situasi di ruang tempat makan seketika berubah menegangkan. tidak seorang pun yang berani menatap Ratih prameswari ketika berjalan keluar ruangan dengan kepala tegak dan langkah tegas nya..
***
Ratih prameswari memutuskan kembali kedalam kamarnya,
setelah mengunci pintu dia membaringkan tubuhnya di kasur lalu memejamkan matanya. mencoba mengatur nafas...
Suatu saat karma pasti akan berlaku pada mereka yang tidak mau memanusiakan manusia.
Memejamkan mata menikmati rasa lelah setelah seharian mengobservasi situs budaya.
Menjelang tengah malam Ratih prameswari terbangun karena merasa benar benar lapar.
beruntung ada kue pemberian kak Putra
Membuka toples bening berisi kue nastar, memakan beberapa lalu mulai terjaga menyelesaikan essay hasil observasi yang berhasil di lakukan seharian tadi.
pukul 01.00 dini hari
Ratih memutuskan untuk membeli secangkir kopi di supermarket 24 jam yang terletak di sebrang penginapan.
Berjalan sendirian memakai celana training dan jaket hoodie yang menutupi wajahnya, Ratih prameswari berjalan dengan santai, dia sudah terbiasa dengan suasana senyap di kegelapan malam.
Suasana penginapan sangat sepi hanya ada beberapa security yang berjaga di pos keamanan.
__ADS_1
"Malam pak.. " sapa ratih berjalan melewati pos penjagaan
"malam mbak, mau kemana jam segini? " tanya salah satu satpam pria berusia setengah abad
"mau beli kopi di sana pak.. permisi" menunjuk arah supermarket
Tiba di supermarket Ratih segera mengambil sebotol air mineral dan membeli satu cup kopi panas dan juga mie instan seduh.
karena melewatkan makan malam gara gara insiden tak terduga membuat Ratih prameswari tergoda dengan aroma mie kuah instan rasa soto yang pedas.
Menikmati satu cup besar mie instan seduh didepan teras supermarket 24 jam sambil menikmati heningnya malam.
"Aku temenin ya.. " Tiba tiba saja seorang pria duduk di kursi sebelah Ratih
"eh kak Putra.. lapar juga ya hehe.. " melihat Putra membawa satu cup besar mie instan sama seperti Ratih.
"iyanih tumben gak bisa tidur karena lupa makan malam, jadi aku pikir mau cari angin sebentar eh ketemu kamu disini " kata Putra.
Mereka berdua akhirnya menikmati mie instan bersama, selesai makan Ratih dan Putra tidak langsung kembali ke penginapan tapi memilih menghabiskan satu cup kopi sambil ngobrol hal hal ringan..
"Jadi bagaimana observasimu Tih ?"
"Lumayan, aku sudah separuh jalan bikin laporan "
"kamu gak berubah ya dari dulu pasti gak bisa menunda pekerjaan atau tugas.. "
"lebih cepat dikerjakan lebih cepat selesai kan "
"enggak ada kak, semuanya aman lancar terkendali.. "
Bagaimana mungkin Ratih cerita jika dia diganggu tamu lain di penginapan milik Putra. Pasti bisa bisa Putra bikin perhitungan sama mereka dan Ratih lebih ke menjaga situasi supaya tidak ada satu pihak pun yang dipermalukan.
Putra sendiri sebenarnya sudah mendapatkan laporan tentang kejadian tidak terduga saat makan malam, Namun Putra juga kagum saat melihat laporan pegawainya lewat video cctv Bagaimana Ratih teman lamanya itu mengatasi situasi.
"syukurlah kalau semua baik baik saja.. oh iya Ratih.. "
"apa kamu besok masih akan melakukan observasi lanjutan ?"
"Aku sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan untuk bikin laporan sih Kak.. "
"aku tinggal susun ulang yang rapih lalu dikumpulkan ke juri penyelenggara.. "
"ini yang aku suka dari kamu Ratih, selalu bekerja cepat dan cerdas.. "
Tentu saja karena yang Ratih kerjakan adalah bidang yang dia sukai. Apalagi Ratih prameswari mendapatkan informasi dari lokasinya langsung saat dia melakukan kunjungan ke dimensi lain.
ratih mendapatkan semua informasi terkait dengan lengkap dia yakin tidak semua peserta juga bisa menemukan detail seperti Ratih.
"Kalau gak lanjut observasi kamu mau ngapain lagi Ratih? "
"entahlah kak, mungkin rebahan aja di kamar atau berjalan jalan di sekitar penginapan hehe.. "
"Kalau ikut aku pergi mengunjungi sebuah acara amal di salah satu hotel yang aku kelola mau gak ?"
__ADS_1
Ada sedikit ragu apakah Ratih akan bersedia pergi dengannya, tapi Putra tetap optimis yang penting bilang dulu.
"Tapi aku bukan dari kalangan sosial dengan kasta tinggi lo kak, nanti kak Putra bisa malu kalau jalan dengan aku. "
jawab Ratih merendah
"Enggk sih Tih, kamu itu istimewa dan aku jamin kamu pasti akan suka tempatnya.. "
"karena selain acara amal disana juga ada pameran barang barang penemuan nenek moyang Bali mulai dari abad 10.."
"Waahhh beneran kak ? jadi disana gak cuma sekedar acara formal para sosialita ya ?"
tanya Ratih dengan mata berbinar seratus waatt saat mendengar kata nenek moyang,
"Kalau kamu mau, aku akan bikin ijin ke panitia penyelenggara kalau kamu ikut dengan aku.. "
"boleh boleh... ide bagus itu kak, aku udah gak sabar nih.. "
Binar semangat yang tidak dapat ditutupi.
Mereka ngobrol sampai hampir pukul 03.00 dini hari,
Putra mengantarkan Ratih sampai di depan pintu kamar penginapannya.
"Makasih udah diantar kak.. "
"Sama sama, jangan lupa siap di loby sore hari ya Ratih.. "
"oke kak, sampai ketemu sore hari.. "
melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam kamarnya.
Setelah mengunci pintu Ratih tidak langsung tidur tapi menyelesaikan esaay laporan yang baru setengah jadi,
Ratih prameswari tidak bisa tidur karena efek kafein yang terkandung pada kopi mulai bekerja, Ratih memanfaatkan hal ini Im kembali menyelesaikan laporan, dia bertekad harus bisa selesai hari ini juga.
dengan ketelatenan dalam mengetik esaay lewat komputer yang disediakan panitia , Ratih benar benar menyelesaikan semuanya tepat pada pukul 08.00
Setelah merapikan susunan kertas yang sudah di print dan dimasukkan kedalam sebuah map lalu disimpan di dalam lemari paling bawah di tumpukan pakaian.
entahlah hanya berjaga jaga jangan sampai ada yang mungkin tiba tiba masuk kedalam kamarnya lalu mencuri hasil tugasnya.
setelah membersihkan diri dan berganti baju serta mengunci lemari serta pintu kamarnya, Ratih prameswari ikut sarapan bersama yang lainnya.
Kali ini suasana sangat tenang, gerombolan orang yang semalam bikin gara gara dengannya juga tampak menghindari kontak mata saat Ratih memindai mereka.
*huft... akhirnya bisa menikmati makanan tanpa gangguan..
...****************...
bersambung
Like, komen, hadiah .. vote dan favoritkan untuk update selanjutnya Sugeng Rahayu 🙏*
__ADS_1